Aku Masih SMA

Aku Masih SMA
Chapter 168 Dubai


__ADS_3

Barra duduk terdiam di atas kursi tunggu setelah mendengarkan penjelasan dari petugas airport tersebut. Ada rasa nyeri dan sesak ditinggalkan istrinya dalam keadaan marah. Dan untuk tujuan penerbangan dari pesawat pribadi yang membawa istrinya, petugas tersebut tidak berani memberinya informasi. Tidak hanya Barra, Aldo dan Kayla juga tampak murung. Terutama Aldo, anak muda itu merasa punya tanggung jawab menceritakan hal yang terjadi sebenarnya. Karena baru dia dan Asep yang sudah melihat rekaman asli dari kamera CCTV hotel.


„Apakah nomor ponsel Om Andrew tidak bisa dihubungi kak Barra..?” Aldo mencoba mengingatkan suami dari sahabatnya itu. Barra menggelengkan kepala, kemudian…


“Sudah sejak tadi, nomor ponsel Andrew tidak bisa dihubungi. Aku juga tidak tahu ada dimana ponsel Gwen, karena sudah dari kemarin aku tidak bisa menghubunginya. Padahal informasi yang mengabarkan jika aku diminta untuk menyusul istriku, berasal dari nomor ponsel Gwen.” Terlihat Barra tampak lesu. Wajah dan penampilan laki-laki itu tidak bisa dilihat kerapiannya.


„Kak Barra coba hubungi Om Atmadja, siapa tahu Om tahu informasi ini semua..” Kayla ikut menyela.


„Andrew tidak akan gambling memberi tahu papa Atmadja Kay.. Kesehatan Om Atmadja selalu yang diutamakan oleh Andrew.. Aku yakin, Andrew akan menyembunyikan Gwen dariku…, karena aku sangat hafal dengan sifat darinya.” Seperti kehilangan semangat, Barra menanggapi perkataan adik kandungnya.


Kembali ketiga anak itu terdiam, dan Asep yang baru saja sampai di tempat itu hanya bisa melihat mereka dengan prihatin. Baik Andrew maupun Aldo, dua orang penting dalam kehidupan Gwen tampak kacau keadaannya.


“Hemppphh… setahuku kak, terakhir kali Om Andrew berada di negara Singapura, dan kakek Atmadja berada di negara Jepang. Mungkinkan Om Andrew akan membawa Gwen ke negara itu. Kak Barra mungkin bisa mencarinya ke dua negara itu..” Asep memberanikan diri membuat usulan.


Terdengar Barra hanya mengambil nafas panjang.. Kemudian..


“Tidak akan Asep… Andrew pasti akan berusaha menjauhkan Gwen dariku. Karena aku pernah berjanji pada laki-laki itu jika tidak akan pernah mengecewakan keponakannya. Jika sampai hal itu terjadi, maka Andrew sendiri yang akan bertindak untuk membawa pergi Gwen dariku. Kesepakatan itu kami buat, Ketika aku absen menghadiri penghargaan Olimpiade istriku di negara Singapura.” Dengan nada suara lirih, Barra bercerita,

__ADS_1


“Kenapa Om Andrew sampai sekejam itu dengan kak Barra., bukankah dia belum memiliki bukti jika kak Barra memang terlibat. Apakah Om Andrew tidak menyayangi Gwen, hingga tega memisahkan kalian berdua..” Aldo ikut bertanya.


“Jangan salah Aldo.. Aku tahu sendiri bagaimana kak Andrew memperlakukan Gwen. Gadis itu bukan hanya keponakan bagi kak Andrew, tapi sudah seperti anak sendiri. Selama ini kak Andrew menunda pernikahannya sendiri, sebelum melihat Gwen menemukan kebahagiaannya.” Kayla ikut berbicara memberi tanggapan atas pertanyaan kekasihnya.


Sedangkan Barra hanya terdiam, dan berkali-kali laki-laki itu mengusap wajahnya. Kembali terngiang kata-kata Andrew yang akan membawa pergi Gwen dari sisinya. Dan kali ini, laki-laki itu berhasil menyembunyikannya. Rasa gundah, jengkel, dan amarah menjadi satu. Laki-laki itu tiba-tiba berdiri, dan berjalan cepat meninggalkan tempat tersebut. Melihat hal itu, Aldo dan Kayla, juga Asep segera mengikuti laki-laki itu.


**********


Dubai


Di atas king size bed, Gwen tiba-tiba membuka matanya. Namun sesaat ada rasa kebingungan menghampiri gadis itu, karena merasa tidak mengenali tempat dimana dirinya berada saat ini. Perlahan Gwen beranjak dari posisi tidurnya, kemudian duduk di sisi ranjang.


Saat ini, Gwen berada di dalam sebuah ruangan yang didominasi warna putih, dengan struktur bangunan tinggi dan sangat besar. Betul-betul berbeda dengan kamar dimana terakhir kali gadis itu berada, Perlahan... Gwen bangkit dari posisi duduk, kemudian berjalan mendekati jendela besar yang masih tertutup tirai.


„Ini juga bukan rumah kak Barra.., Andy, maupun apartemen Aldo. Ataukah Om Andrew membawaku pergi dari Finlandia. Tetapi ini juga bukan Singapura, atau beberapa negara yang pernah aku datangi atau pernah aku tempati baik dengan Om Andrew maupun kakek Atmadja.” Tangan Gwen menekan tombol di pinggir jendela.


Tidak lama kemudian, pemandangan cerah lautan terlihat jelas dari tempatnya berada. Gadis itu menyukai pemandangan laut sejak kecil, juga pemandangan pegunungan. Mata Gwen terbuka lebar, dan tersenyum menatap lautan yang terlihat jelas dari tempatnya berdiri. Namun beberapa saat kemudian, gadis itu kembali merasa bingung.

__ADS_1


“Hempphh… aku harus mencari tahu, ada dimana saat ini aku berada., Tubuhku tidak terasa lemas lagi, rupanya istirahat yang cukup bisa menyembuhkanku dari keadaan terakhir. Bahkan sampai aku berada di tempat ini saja, aku juga tidak tahu.” Ingin mengetahui keberadaannya saat ini, Gwen perlahan berjalan menuju kea rah pintu.


Begitu Gwen membuka pintu, lagi-lagi pemandangan asing terlihat di depan matanya. Furniture mewah yang belum pernah dilihat baik model maupun bentuknya, berada di depannya. Namun.. lagi-lagi tidak terlihat ada seorangpun di tempat itu.


“Selamat siang Miss… anda sudah bangun. Apa yang saat ini Miss Gwen cari, saya akan segera mengambilkannya. Sesuai dengan arahan Tuan Andrew dan Miss Anne, saat ini Miss Gwen masih harus istirahat. Saya yang ditugaskan untuk melayani Miss…” tiba-tiba Gwen dikejutkan dengan suara perempuan di belakangnya.


Gadis itu menoleh ke belakang, dan terlihat perempuan paruh baya menundukkan wajah dengan sikap hormat tidak berani beradu pandang dengannya. Gwen mengawasi perempuan itu sesaat, kemudian…


“Baik… kamu bisa melayaniku. Tapi, jelaskan dimana saat ini aku berada, dan siapa yang membawaku ke tempat ini. Jika itu keluargaku, ada dimana mereka sekarang..” Gwen mengungkapkan semua hal yang ingin diketahuinya.


Mengamati situasi di depannya saat ini, sepertinya tempat ini memang merupakan tempat yang asing untuknya.


“Ampun Miss Gwen… saat ini Miss berada di negara Dubai.. Mengenai kedatangan Miss, mohon dimaafkan Miss… Saya betul-betul tidak tahu kapan miss Gwen datang ke mansion ini, karena tahu-tahu saya dipanggil dan diarahkan oleh Tuan Andrew. Hanya itu Miss yang bisa saya sampaikan..” dengan penuh ketakutan, perempuan itu mencoba menjelaskan.


Gwen mengambil nafas panjang beberapa saat. Melihat ketakutan perempuan di depannya itu, Gwen tidak tega untuk mencari tahu lebih lanjut. Gadis itu mencoba untuk menenangkan dirinya sendiri.


“Aku harus mencari tahu sendiri. Jika ada Om Andrew, aku akan bertanya kenapa Om membawaku ke tempat ini. Bukannya mencari tahu, mencari kebenaran, tetapi malah membawaku jauh dari negara Finlandia..” akhirnya Gwen kembali berpikir sendiri.

__ADS_1


Gadis itu kemudian kembali berjalan ke depan, dan meninggalkan maid yang masih menundukkan wajahnya tidak berani untuk menatapnya. Gwen berjalan menuju ke arah pintu keluar…


***********


__ADS_2