Aku Masih SMA

Aku Masih SMA
Chapter 246 Berbagi Tugas


__ADS_3

Charly terkejut Ketika melihat istri dari bossnya, tanpa permisi masuk ke ruang kerjanya. Laki-laki itu tampak sedang mencermati berkas administrasi yang masuk ke emailnya, sehingga tidak sadar ketika Miss Gwen masuk ke ruangannya. Laki-laki itu segera berdiri dari posisi duduknya, dan bersikap hormat pada istri dari Boss nya.


“Miss.. mohon maaf, ruang kerja saya agak acak acakan. Saya belum sempat berbenah, bagaimana jika Miss menunggu di ruang kerja Tuan Barra saja..” Charly tampak gelagapan, ketika melihat perempuan muda cantik itu berdiri di depannya.


“No matter for me.. Charly. Duduklah kembali di kursimu. Tuan Barra saja tidak tahu jika aku sudah berada di dalam perusahaannya. Bagaimana pekerjaanmu, apakah kamu merasa kewalahan..?” dengan lembut, Gwen bertanya tentang pekerjaan recruitment yang ditanganinya.


„Tidak Miss... saya sudah terbiasa menangani pekerjaan seperti ini. Hanya saja, saya baru saja akan bertemu dengan Tuan Barra, untuk bertanya apakah semua lamaran, diberikan kesempatan untuk ikut proses seleksi..” sekretaris itu kembali duduk di kursinya, kemudian menceritakan apa yang tengah dikerjakannya saat ini.


Gwen ikut duduk di kursi yang ada di depan laki-laki itu, dan mendengarkan penjelasan dari laki-laki itu. Kemudian..


“Aku hanya butuh tambahan enam orang saja dulu Charly, dan mereka harus memiliki kompetensi penggunaan computer dengan baik. Jika perlu, sek sertifikat kompetensi mereka. Dan aku juga perlu menyampaikannya padamu charly, aku ingin Josephine dari bagian customer service perusahaan ini, untuk menjadi asistenku sendiri. Aku harap kamu tidak keberatan, dan juga tidak menolaknya..” sebelum bicara dengan suaminya, Gwen mengatakan tentang Josephine pada laki-laki itu.


„Oh begitukah Miss.. Josephine memang pekerja keras, dan cekatan Miss. Anak itu belum lama bergabung dengan perusahaan ini, namun dengan cepat bisa menyesuaikan diri dengan pekerjaannya dengan baik. Miss Gwen memang memiliki tatapan yang baik, nanti aku akan mengaturnya. Berarti jika Miss Gwen hanya butuh enam orang ditambah dengan Josephine, saya akan mengambil satu dari hasil  recruitment ini sebagai pengganti Josephine.” Charly tidak keberatan, dan seperti malah tersanjung dengan diambil orangnya.


Gwen tersenyum, kemudian mengambil beberapa berkas yang sudah diprint oleh laki-laki itu. Beberapa saat, Gwen mengamatinya dengan tetap duduk di depan Charly, sampai laki-laki muda itu merasa tidak nyaman,

__ADS_1


“Kring.. kring.. kring..” tiba-tiba sambungan telpon ruang kerja Charly berbunyi.


Laki-laki muda itu bergegas untuk mengangkat, dan langsung menerima panggilan tersebut.


“Baik Tuan Barra.. saya akan segera datang ke ruang kerja Tuan. Dan kebetulan, Miss Gwen saat ini sedang berada dalam ruangan saya Tuan Barra. Jadi saya tidak enak untuk meninggalkannya sendiri..” Charly tanpa menutupi apa yang ada di depannya, mengatakan pada tuan nya.


Gwen hanya tersenyum, dan tidak ikut berkomentar. Perempuan itu berpikir, jika apa yang ada dalam perusahaan ini, di luar ranah dan kapasitasnya. Jadi perempuan itu tidak bereaksi apapun, meskipun pemilik dan CEO perusahaan ini adalah suaminya. Tidak lama kemudian, Charly sudah mengakhiri panggilan dari suaminya. Gwen tetap focus memeriksa berkas yang ada di tangannya.


“Miss Gwen… saya ijin sebentar untuk keluar dari ruangan ini ya.. Kebetulan tuan Barra memanggil saya, untuk diajak berdiskusi  dalam ruangan beliau..” tiba-tiba Charly meminta ijinnya. Laki-laki itu sudah berdiri di belakang meja kerjanya.


“Pergilah Charly, dan maafkan jika aku mengganggumu dalam ruangan ini. Temui suamiku, dan tidak perlu untuk rikuh padaku, lanjutkan pekerjaanmu..” dengan tetap bersikap ramah, Gwen memberikan tanggapan.


***********


Beberapa saat berlalu..

__ADS_1


Gwen terus memeriksa berkas-berkas yang tadi sudah disiapkan oleh Charly. Dengan sangat antusias, perempuan itu memberi tanda pada berkas pelamar yang memiliki peluang, dan memisahkan yang tidak ada peluang. Beberapa saat perempuan itu terus focus, dan tanpa sadar ada tangan yang mengalung di lehernya. Hembusan nafas yang keluar tidak bisa dibohongi, dan sontak perempuan itu tersenyum dan mengangkat wajahnya ke atas.


“Pap… cup..” perempuan itu langsung terdiam. Tiba-tiba saja ciuman Barra sudah mendarat di bibirnya. Menyadari posisi keberadaan mereka sekarang, Gwen membalikkan badan dan mendorong suaminya untuk menjauh darinya.


“Papa ingat pa… kita berada di ruang kerja Charly, Ada kamera CCTV yang menyorot aktivitas kita pa.., mommy tidak mau perusahaan ini menjadi heboh, hanya karena atasan mereka yang tidak paham tempat.” Gwen berusaha menolak.


“Ha.. ha.. ha.., kamu tidak perlu bersikap bingung seperti ini honey.. Biar saja mereka melihat, dan ingin melakukan seperti apa yang kita lakukan. Kita ini pasangan suami istri honey, sah untuk melakukan apapun..” dengan tidak tahu malu, laki-laki itu malah terus memeluk tubuh istrinya dengan erat.


Gwen terdiam, dan tidak melakukan apapun. Semakin melarang, maka tindakan Barra malah akan semakin nekat, sehingga diam malah menjadi lebih baik untuknya. Tidak lama kemudian, akhirnya laki-laki itu menghentikan aktivitasnya. Barra akhirnya duduk di samping perempuan itu.


“Honey… kenapa datang berkunjung ke perusahaan tidak bilang apa-apa padaku. Untung saja, Charly memberi tahuku jika kamu  ada di ruang kerjanya..” Barra memberi teguran pada istrinya. Laki-laki itu menggenggam tangan istrinya.


“Papa.. kita harus bisa tetap bersikap professional pa.. Banyak karyawan yang akan berkaca dari kita. Dan urusan mommy ke perusahaan ini, terkait untuk melihat dan melakukan pengecekan seleksi administrasi. Tidak bijak bukan, jika hanya memberikan pekerjaan ini pada Charly seorang..” setelah menghela nafas, akhirnya Gwen berusaha menjelaskan.


“Iya honey… tetapi mommy paham  bukan bagaimana posisiku dalam perusahaan. Perusahaan ini hampir semua saham menjadi milik suamimu ini, jadi abaikan saja pikiranmu itu. Lagian, papa juga memberikan uang khusus untuk Charly, jadi jangan terlalu khawatir sayang. Ayukk.. ikut papa ke ruanganku, disini panas.” Barra meraih tangan istrinya, kemudian menariknya perlahan.

__ADS_1


Tidak ada yang bisa dilakukan oleh Gwen, kecuali hanya mengikuti apa yang dilakukan suaminya. Perempuan itu kemudian berdiri, dan akhirnya mengikuti langkah suaminya keluar dari dalam ruang kerja Charly. Dari ruangan foto copy, Charly tersenyum dan geleng geleng kepala melihat boss nya menarik tangan istrinya.


********


__ADS_2