Aku Masih SMA

Aku Masih SMA
Chapter 49 Kamu Adalah Milikku


__ADS_3

Novi menatap Gwen dengan pandangan bingung, meskipun beberapa kali Gwen mengatakan kepadanya, jika antara Gwen dan Aldo tidak ada hubungan apapun, namun Novi sendiri sering menyangsikan hal itu. Ada Aldo, berarti akan ada Gwen, dimanapun itu. Laki-laki bernama Aldo itu selalu menjadi bumper, dan selalu menjadi pengawal untuk Gwen selama ini. Namun pertanyaan dari teman sebangkunya baru saja, membuat Novi menjadi bingung, mana yang akan dipercayainya.


"Morning class..." tiba-tiba Mister Nano masuk ke kelas.


"Morning mister..." serempak satu kelas menjawab sapaan dari wakil kepala sekolah tersebut. Tetapi semua siswa di kelas, saling berpandangan. Dalam kurikulum, mereka tidak ada jadwal dan kelas bertemu dengan laki-laki itu saat di klas tiga. Namun melihat ketegasan dan kedisiplinan dari laki-laki itu, tidak ada yang berani bersuara.


Laki-laki itu berdiri di depan kelas, dan mengedarkan pandangan ke seluruh kelas. Gwen mengalihkan pandangan dengan menundukkan kepala ke bawah. Gadis itu bukan berarti mengacuhkan wakil kepala sekolah itu, tetapi berpikir tentang tatapan dari Novi dan beberapa teman sekelas kepadanya, Mereka mencurigai jika dirinya ada hubungan dengan Aldo. Selama ini Gwen memang tidak pernah memikirkannya, tetapi dengan keberadaan Barra di Indonesia, gadis itu pantas untuk takut dengan suaminya,


"Gwen... apakah kamu sudah bersiap...? Jika tidak salah besok sore, seharusnya kamu sudah melakukan perjalanan ke Amerika. Ada beberapa negara transit yang harus kamu singgahi, jadi kamu tidak boleh mepet berangkat ke negara itu...." tiba-tiba saja Mister Nano menyebut Gwen.


Gwen yang sedang melamun, disenggol sikunya oleh Novi. Dengan pandangan tajam, Gwen memprotes sikap teman sebangkunya itu, tetapi Novi menunjuk Mister Nano yang sedang bertanya padanya,


"Siap Mister... apakah Mister Nano bertanya pada Gwen..?" dengan tergagap, Gwen balik bertanya pada guru tersebut. Teman-teman di kelas itu tertawa kecil melihat kebingungan Gwen... Dengan senyum bijak, mister Nano berjalan ke belakang, mendatangi tempat duduk Gwen.


"Bagaimana keberangkatanmu ke Amerika besok, apakah kamu sudah mempersiapkan semua??" dengan suara pelan, mister Nano mengulang kembali pertanyaannya.


"Sudah Mister... lagian apa sih yang harus Gwen siapkan.. Pakaian sepertinya sudah ada di trolly bag, tinggal bawa saja. Passport, visa.. juga sudah siap mister.." dengan pandangan bingung, Gwen menatap ke arah guru tersebut.

__ADS_1


Mister Nano tersenyum, dan geleng-geleng kepala melihat kecuekan gadis itu. Jika itu siswa lain, mereka mungkin sudah menyiapkan persiapan yang sangat banyak, sehingga sering mengabaikan tujuan utama datang ke negara tersebut. Tetapi hal berbeda ketika Gwen yang mendapatkan kesempatan,


"Kamu tidak siap baju hangat, coat mungkin... atau perlengkapan lainnya. Ingat Gwen, suhu udara saat ini di Amerika sedang mendekati musim dingin. Mister Nano kemungkinan tidak datang, tetapi Kepala Sekolah sudah berkoordinasi dengan pihak Embassy untuk memberikan pengawalan kepadamu selama lomba. Untuk tiket penerbangan, dari pihak kedutaan yang akan mengurusnya," dengan bijak Mister Nano menjelaskan,


"Untuk penerbangan ke Amerika, sepertinya Gwen tidak menggunakan penerbangan komersil Mister. Om Andrew sudah menyiapkan, dan private jet keluarga yang akan mengantarkan Gwen menuju ke Amerika." tidak bermaksud sombong, karena memang begitu keadaanya, Gwen menanggapi perkataan dari guru pendampingnya itu.


"Wuihhh.... Gwen dilawan..." salah satu teman sekelas berceletuk.


"Benar.. benar,,, santai saja, semuanya sudah siap. Lanjut Gwen... bawa nama baik sekolah...!" teman yang lain menimpali.


Mister Nano tersenyum, dan laki-laki itu memang sangat paham dengan keluarga gadis itu. Meskipun kedua orang tua Gwen sudah meninggal dunia sejak gadis itu kecil, namun asset dan harta keluarganya sangat banyak. Jadi fasilitas apapun, dengan mudah dipenuhi oleh keluarganya.


Gwen tersenyum dan menganggukkan kepala. Guru kelas itu kemudian kembali ke depan kelas, dan memulai pelajaran Biologi. Rupanya kedatangan Mister Nano untuk menggantikan Miss Shena yang sedang tidak bisa memberikan pelajaran.


***********


Jam Istirahat

__ADS_1


Merasa sejak pagi Aldo mengacuhkannya, Gwen tidak menganggap hal yang tidak penting itu. Gadis itu seperti teman sekelas lainnya, segera bersiap keluar kelas ketika istirahat siang tiba. Tetapi dari belakang, Aldo dengan kruk di tangannya, berjalan ke meja Gwen dan tanpa permisi mencekal pergelangan tangan gadis tersebut. Gwen terkesiap, kemudian menatap ke wajah laki-laki muda itu, sambil tersenyum.


"Gwen... kita perlu bicara." tidak diduga, ternyata Aldo ingin mengajak bicara gadis itu.


Gwen duduk kembali di kursinya, dan Asep membantu Aldo untuk duduk di kursi sebelah gadis itu. Setelah anak muda itu duduk, Aldo menoleh pada Asep.


"Belikan kami berdua makanan dan minuman, antar ke kelas ini. Aku dan Gwen akan bicara..." Aldo memberi perintah pada Asep sahabatnya itu.


"Siap Ald.." Asep segera melangkahkan kaki meninggalkan dua anak muda itu. Setelah tidak ada lagi, orang lain di kelas itu, Aldo memegang kedua tangan Gwen. Tetapi laki-laki itu tidak segera memulai pembicaraan...


"Hempph... ada apa Aldo..? Tidak mungkin bukan, kamu mencegahku istirahat di luar hanya untuk memegang tanganku tanpa ijin. Kamu kenapa, marah dengan kejadian semalam..." Gwen tersenyum, dan bertanya pada teman baiknya itu.


Aldo diam saja, dan Gwen terus menatap ke lawan bicaranya itu. Sesaat tidak ada pembicaraan dari mereka berdua. Namun lama kelamaan, Gwen menjadi jengah, dan...


"Aldo... kak Barra tidak salah untuk kejadian semalam, jadi jangan salahkan dia. kak Barra hanya menerima tantanganmu bukan, yang sebenarnya aku sendiri juga tidak menginginkannya." Gwen akhirnya kembali mengungkit kejadian semalam.


"Aku paham semua karena sikap impulsive ku Gwen.., itu semua karenamu. Kamu pahamĀ  bukan..?? Tetapi dengan penurutnya kamu mengikuti laki-laki dewasa itu, padahal aku tahu jika laki-laki itu bukan berasal dari keluargamu. Ada apa ini sebenarnya Gwen... kamu adalah milikku, bukan orang lain yang akan claim kamu adalah miliknya..." Gwen terkejut dengan kata-kata spontan yang diucapkan Aldo sahabatnya itu. Gadis itu semakin menatap tajam mata laki-laki di depannya, berusaha untuk menyelami isi hatinya. Cekalan Aldo pada kedua pergelangan tangannya semakin kencang.

__ADS_1


"Lepaskan tanganmu Ald.. kamu menyakitiku...!" dengan suara pelan, Gwen meminta laki-laki itu melepaskan cekalan tangannya. Dalam hati, Gwen mengalami kebimbangan apakah akan bercerita tentang bagaimana hubungannya dengan kak Barra, ataukah masih akan menutupi hal itu dari teman baiknya,


*************


__ADS_2