Aku Masih SMA

Aku Masih SMA
Chapter 131 Mengajak Pulang Bersama


__ADS_3

Gwen dan Barra tidak tahu jika Aldo dan Asep meninggalkan Andy di Igloo sendiri. Pasangan suami istri itu berusaha acuh, meskipun mereka tahu jika tiga anak muda mendapatkan kamar di samping kamar tempat mereka. Toh.. dari luar Igloo, mereka tidak akan bisa melihat apa yang terjadi di dalam. Namun sebaliknya, yang berada di dalam Igloo bisa melakukan pengamatan situasi di luar kamar mereka.


“Honey… malam ini kita keluar Igloo yuk..! Tiba-tiba saja aku ingin menikmati beef steak, dan wedge potato. Di dekat komplek Igloo, aku tahu restaurant yang menyajikan steak dengan fresh dan enak, tetap juicey namun dagingnya matang..” Ketika Gwen sedang merebahkan tubuh di atas bed, Barra menginginkan mereka keluar untuk melakukan makan malam.


Gadis itu segera mengangkat punggungnya ke atas, kemudian duduk di pinggir ranjang. Karena tidak ada hal penting yang mereka kerjakan di dalam kamar, akhirnya Gwen menyetujui ajakan Barra. Sekalian Gwen ingin menikmati Aurora dari luar ruangan, bersama dengan para pengunjung lainnya.


“Kita jalan kaki saja ya kak.., tidak perlu telpun driver untuk mengantar kita. Gwen belum menikmati suhu dingin di luar ruangan jika malam hari..” gwen meminta pada suaminya untuk tidak memanggil driver.


“Baik my queen, bersiaplah. Jangan lupa, kenakan long coat, sepatu laras Panjang, dan juga syal. Topi bonie juga akan membantu menghangatkan telinga dan kepala..” Barra segera mengenakan perlengkapan, sesuai yang dipesankan pada istrinya.


Tanpa banyak kata, Gwen segera berdiri dari posisi duduknya, dan gadis itu segera mengenakan perlengkapan sesuai yang diucapkan suaminya. Tidak lama kemudian, pasangan suami istri itu sudah selesai Bersiap.


“Kita keluar sekarang honey…, jangan lupa bawa senter, siapa tahu kita membutuhkan di jalan. Aku akan membawa paying, untuk jaga-jaga jika hujan salju menghadang kita..” Barra menunggu istrinya di pintu Igloo.


Tidak menunggu lama, akhirnya pasangan suami istri itu mulai turun ke atas salju. Udara dingin berhembus, dan Barra langsung merangkul istrinya, untuk membantu gadis itu mengurangi rasa dingin. Meskipun malam, di luar ternyata sudah banyak orang yang menanti turunnya Aurora pada pukul 21.00 p,m. Pasangan suami istri itu menembus keramaian, mereka melangkahkan kaki menuju restaurant yang terlihat dari depan mereka.


“Ternyata fenomena alam Aurora Borelis cukup menarik perhatian orang banyak ya kak.. Lihatlah, parkiran di bawah sana terlihat penuh, padahal saat ini sudah malam hari..” sambil melihat ke sekeliling, Gwen mengajak suaminya berbicara.


“Karena saat ini sudah mendekati akhir bulan honey, dan Aurora baru akan muncul paling cepat di bulan September. Makanya orang-orang memanfaatkan minggu-minggu terakhir bulan ini, seperti yang honey lihat..” sambil mendekatkan sisi bahu Gwen, Barra terus melangkahkan kakinya.

__ADS_1


“Benar juga kak.. untung saja kak Barra mengajak Gwen sekarang, jika tidak kita akan lihat Aurora lagi, menunggu beberapa bulan lagi..” sahut Gwen.


“Hempphh… kan aku menepati janjimu honey.. Karena kecelakaan beberapa minggu yang lalu, akhirnya kita harus membatalkan agenda kita untuk menikmati Aurora. Makanya aku segera  membawaku ke tempat ini lagi honey…” melihat restaurant sudah di depan mereka, Barra segera mengajak istrinya masuk ke dalam.


Terlihat penjaga pintu restaurant mengangguk dan mengucapkan selamat datang pada pasangan suami istri itu. Barra berbicara sebentar, sambil sekalian memesan menu makanan untuk mereka berdua. Beberapa saat kemudian, tampak petugas restaurant mendekati mereka, dan meminta pasangan suami istri itu untuk mengikutinya.


*********


Di sudut restaurant..


Mata Asep terbelalak melihat Gwen dan suaminya juga datang ke restaurant ini. Tetapi Asep tampak melirik ke arah Aldo yang sedang menikmati rokoknya, dan laki-laki itu tampak tidak mengetahui jika Gwen dan suaminya juga berada di restaurant yang sama.


Perlahan Asep berdiri, dan Aldo hanya melihat dengan sudut matanya, namun tidak bertanya pada Asep. Aldo Kembali ke arah pandangannya, melihat orang yang lalu lalang di luar restaurant. Asep langsung melangkahkan kaki menuju ke meja yang ditempati Gwen dan Barra.


“Kak Barra.., Gwen, kalian disini juga..” Asep langsung menyapa pasangan suami istri itu.


“Asep… dengan siapa kamu disini? Apakah dengan Aldo dan Andy juga, tahu kayak gitu, tadi kita bisa berangkat bersama.” Gwen langsung bertanya pada anak muda itu.


“Hemppph… hanya dengan Aldo saja Gwen.. Karena kami berdua menginap di hotel, tidak kebagian Igloo lagi. Jadi kami berdua berencana untuk menikmati Aurora dari luar saja, sama seperti pengunjung lainnya.” mendengar penjelasan Asep, muncul pertanyaan pada diri Gwen. Gadis itu sudah mulai curiga, bisa jadi ada perselisihan dua anak muda itu dengan Andy.

__ADS_1


“Asep… jangan buat istriku penasaran. Kalian berdua ada masalah dengan Andy, karena tiba-tiba saja kalian terpisah. Padahal kalian berdua datang kesini dengan anak itu. Katakan yang sebenarnya Asep...!” tiba-tiba Barra ikut menyahut. Laki-laki dewasa itu menatap ke mata Asep dengan tajam.


Asep melihat ke arah Aldo duduk, tapi untungnya anak itu tidak menyadari kemana perginya Asep. Setelah mengambil nafas sejenak, akhirnya tidak ada pilihan lain bagi Asep, selain menceritakan apa yang dialaminya dengan Andy.


„Lagi-lagi anak itu membuat ulah.. Aku harus memberinya pelajaran..” mendengar cerita Asep, Barra tampak terpancing kemarahannya. Sebagai laki-laki dewasa, Barra bisa melihat ada tatap kekaguman, dan ingin memiliki dari adik sepupunya, Ketika Andy menatap Gwen istrinya.


“Sabarlah kak Barra, jangan terburu mengambil kesimpulan. Bisa jadi Asep dan Aldo hanya sepihak saja memutuskan untuk pergi. Gwen sangat mengenal mereka berdua kak..” merasa khawatir jika suaminya akan terpancing kemarahan pada Andy, Gwen berusaha menenangkan istrinya.


„Tidak perlu honey merasa tidak nyaman dengan Andy, hanya karena Andy adalah adik sepupuku honey.. Jika memang anak itu salah, aku harus mengatakan padanya jika yang dilakukannya itu merupakan hal yang salah. Agar anak itu berlatih bagaimana menghadapi kesalahan yang telah dibuatnya.” Tampaknya Barra tidak bisa di netralisir. Gwen akhirnya hanya diam saja, membiarkan suaminya untuk mengatasi masalah Andy.


Asep ikut terdiam, anak muda itu merasa tidak enak, ketika mengetahui sahabatnya itu terpengaruh dengan ceritanya. Beberapa saat kemudian..


“Kalian berdua menginap di hotel apa, besok pagi aku akan menjemput kalian berdua. Kita lakukan perjalanan balik menuju Helsinki. Abaikan saja Andy, agar anak itu berlatih untuk menghadapi masalahnya.” Ketika makanan pesanan mereka sudah dihidangkan, akhirnya Barra mengambil sebuah keputusan yang mengejutkan. Tatapan heran muncul di wajah Gwen.


“Terima kasih kak Barra atas putusan kakak. Gwen merasa ikut lega, karena dua sahabat Gwen ikut pulang bersama kita akhirnya..” Gwen tersenyum dan mengucapkan terima kasih pada suaminya.


Sebenarnya bukan hanya pertolongan itu yang menyenangkan hati Gwen. Namun karena suaminya cukup berbesar hati untuk menerima dua sahabatnya dari Indonesia, dalam satu circle pertemanannya di negara Finlandia.


*********

__ADS_1


__ADS_2