
Berita kebahagiaan akan hubungan Hans dan Josephine, akhirnya sampai juga ke telinga Gwen dan Barra. Tidak mau menunda kebahagiaan, dan karena ada kekhawatiran jika Josephine tergoda dengan laki laki lain, Hans segera mempercepat acara perkawinan mereka. Semua keluarga Hans datang dari negara Denmark, dan bisa menerima Josephine dengan baik.
“Mommy… Uncle Hans tampak gagah dengan dibalut jas seperti itu. Aunty Joshie juga terlihat sangat cantik..” Tareeq berkomentar tentang penampilan kedua pengantin yang berdiri di stage menerima ucapan selamat itu.
“Benar sayang.., kita lihat saja dari sini. Kita beri kesempatan pada tamu yang lain, untuk bertemu dan mengucapkan selamat pada mereka. Bukankah tadi kita sudah ke depan untuk menyampaikan ucapan selamat juga..” dengan suara pelan, Gwen menasehati dua putranya. Tampak Sheen tidur di stroller yang ada di samping papanya.
“Okay mommy… Ada Mike di sudut sana momm.. Bolehkah kami mengajak Mike bermain momm...” tiba tiba Bareeq melihat ada Mike putra Andy dan Jacqluinne, berada tidak jauh dari posisi mereka berada.
„Bolehlah sayang.. tapi jangan bepergian keluar jauh dari tempat ini ya..” Gwen mengijinkan permintaan putranya.
Dua anak laki laki itu kemudian mencium punggung tangan mommy dan papanya, kemudian keduanya berjalan menuju ke tempat Mike.
“Putra putra kita sudah semakin besar momm… mungkin tidak akan lama lagi, kita sudah akan kesulitan untuk mengajaknya pergi bersama.” Tiba tiba Barra berkomentar.
“Hmmppphhh… iya pa, sekarang saja, jika Tareeq atau Bareeq sudah disibukkan dengan latihan, kompetisi, sekolah.., sering harus berbentrokan dengan keinginan mommy untuk Bersama dengan mereka. Namun syukurlah., mommy akhirnya mengembalikan diri dengan keadaan mommy di waktu muda dulu. Mereka belum seberapa, dan ini merupakan cycle yang harus mereka lewati..” seperti mengungkapkan apa yang dialami, Gwen memberikan tanggapan pada suaminya.
Barra tersenyum, tidak memberikan komentar. Di awal, laki laki itu yang agak ragu, melihat bagaimana besarnya perhatian yang diberikan istri pada putra putrinya, Barra agak khawatir dengan kehilangan yang akan dirasakan istrinya, namun setelah mendengar sendiri kata kata istrinya, Barra bisa bernafas lega.
“Masih ada Sheen mommy.., Ketika Bareeq dan Tareeq sudah semakin besar, Sheen yang akan menemanimu Ketika papa tidak bisa bersama denganmu.” Barra mengingatkan jika masih ada putrinya.
__ADS_1
“Iya pa.. tidak perlu terlalu khawatir. Semua pasti ada tahap tahapan yang harus kita lalui, Inshaa Allah mommy akan ikhlas, melalui semua tahapan dengan apa adanya. Yang penting, suami Gwen, kak Barra masih terus mendampingi langkah Langkah mommy..” Gwen melihat dengan tatapan genit ke mata suaminya.
“He.. he.. he.., seharusnya papa yang khawatir sayang..” dengan tidak tahu malu, Barra malah memberikan ciuman di pipi istrinya. Pasangan suami istri seperti terlupakan, dimana posisi mereka saat ini. Mereka seperti tidak menyadari, jika mereka masih berada di acara pesta Hans dan Josephine.
Orang orang yang berada di sekitar pasangan suami istri itu tersenyum melihat bagaimana Barra dan Gwen saling berinteraksi. Tiba tiba..
„Kak Barra.. kak Gwen.., kalian masih menunggu di tempat ini rupanya..” terdengar suara Andy mengagetkan pasangan suami istri itu.
„Hey And... iya. Duduklah disini, itu Mike sedang bermain dengan Bareeq serta Tareeq..” Barra menjawab sapaan dari adik sepupunya, tetapi sedikitpun tidak mengarahkan pandangan ke arah Jacqluinne. Namun sepertinya Jacqluinne juga cukup tahu diri,
“Duduklah disini kak Jacqluinne… kita bisa berbincang disini..” akhirnya Gwen menawarkan tempat duduk untuk perempuan itu.
Jacqluinne mengikuti apa yang dikatakan Gwen tanpa ragu, perempuan itu duduk di sebelah kanan Gwen.
“Lumayan Gwen.. terkadang malah Andy yang harus mengurus Mike, karena aku benar benar tidak ada waktu lagi. Sampai di rumah, terkadang aku masih di depan kertas dan laptop, untuk mengerjakan pesanan.” Tanpa ragu, Jacqluinne menyampaikan apa yang dilakukannya.
“Hempphh… seharusnya tidak seperti itu kak. Di rumah, alokasikan waktu untuk suami dan anak anak, aku akan sangat menyesali dan merasa bersalah jika kak Jacqluinne terus melakukan hal itu.” Gwen merasa tidak nyaman.
Jacqluinne terkejut dengan respon yang diberikan Gwen. Perempuan itu memang tidak tahu apa yang dilakukan Gwen Ketika di rumah, dengan keluargnya. Jacqluinne mengira, Gwen juga mengalami kesulitan yang sama, seperti yang dialaminya.
__ADS_1
“Jangan berpikir terlalu jauh Gwen.., aku memahaminya kok. Apalagi yang dilakukan istriku juga untuk menambah pemasukan di keluargaku. Perusahaanku mengalami penurunan penerimaan terakhir terakhir ini, sehingga peningkatan pesanan istriku, bisa membantuku..” tampak Andy seperti menyadari apa yang dikhawatirkan Gwen.
“Iya Andy… tetapi ingat lho ya. Sebagai perempuan, kita hanya menjalankan apa yang menjadi passion, dan hobby saja. Hal itu yang selalu aku tekankan pada semua karyawan tanpa pandang bulu, dan aku yakin kak Jacqluinne juga mengingatnya. Jadi, aku tidak mau, dengan bekerja atau join denganku, akan ada masalah di keluarga mereka.” Dengan cepat, Gwen membantah pernyataan Andy, dan mengingatkan jika tanggung jawab utama keluarga di tangan laki laki.
Semua yang berada di round table itu terdiam, begitu Gwen menyampaikan kalimat terakhirnya. Namun untungnya Barra pintar mengalihkan perhatiann..
“Oh ya honey… apakah ada usul, untuk mengatasi kesulitan waktu pada istrinya Andy..” di depan orangnya, ternyata Barra tidak mau menyebut nama Jacqluinne.
Perempuan itu hanya terdiam, mendengar kata kata dari mantan kekasihnya itu.
„Sepertinya aku akan membuka vacancy di perusahaan pa… untuk mengatasi kesulitan kak Jacqluinne Namun.. peran karyawan baru bukan untuk mengambil alih tugas kak Jacqluinne, namun menjadi asistennya. Sama seperti, aku memiliki asisten pribadi Josephine.” Akhirnya Gwen mengeluarkan sebuah usulan.
“Good idea honey.. tapi bagaimana dengan istrimu Andy, apakah menyetujuinya..” Barra mengalihkan pembicaraan pada adik sepupunya.
“Aku rasa bagus kak, bagaimana menurutmu istriku.. Apakah setuju dengan usulan yang baru saja disampaikan Gwen..” Andy memberikan tanggapan, dan mengalihkan keputusan pada istrinya.
Jacqluinne agak terkejut, Ketika penentuan akhir kembali padanya. Namun perempuan itu tampak senang dengan usulan yang disampaikan oleh Boss nya.
“Ide yang bagus Miss.., aku pasti akan menyetujuinya. Nanti tolong libatkan aku untuk proses seleksi Miss, terutama Ketika ada wawancara.” Jacqluinne mengembalikan pada Gwen lagi.
__ADS_1
Akhirnya di meja yang diduduki Barra dan Gwen, terjadi diskusi untuk membantu memecahkan masalah Jacqluinne. Dalam hati, Andy merasa bersyukur karena istrinya mendapatkan tempat untuk menyalurkan hobby, dan juga menambah income keluarga mereka. Terlihat wajah istri Andy bersinar bahagia, Ketika terlibat diskusi berdua dengan Gwen, yang juga atasannya di perusahaan. Barra mengalihkan perhatian dengan melihat pada Sheen yang sudah mulai terbangun.
**********