Aku Masih SMA

Aku Masih SMA
Chapter 133 Sahabat dari Indonesia


__ADS_3

Beberapa Saat Kemudian


Aldo dan Asep tersenyum melihat mobil Barra memasuki depan lobby hotel. Kedua anak muda itu ternyata sudah Bersiap di depan lobby setelah mereka selesai melakukan breakfast. Barra menghentikan mobil tepat di depannya, dan Asep langsung membuka pintu mobil sebelah kiri. Aldo masuk lebih dulu, kemudian diikuti Asep di belakangnya.


“Kak Barra…, Gwen, aku dan Asep menumpang mobil kalian ya sampai di Helsinki..” setelah duduk, Aldo membuka pembicaraan,


“Halah Aldo.. apa sih yang kamu katakan. Kita yang menawarkan pada kalian berdua, dan lagian sejak sekolah di High Senior School, bukannya kita juga sering berbagi. Kamu terlalu banyak menolongku Aldo, Asep..” dari kursi depan, Gwen menjawab,


Barra hanya tersenyum tidak ikut menanggapi. Setelah merasa Aldo dan Asep sudah memasukkan semua perlengkapannya, Barra menekan central lock kemudian mulai menjalankan mobilnya. Perlahan mobil mewah itu meninggalkan lobby hotel.


“Apakah Andy juga sudah check out dari Igloo.. Gwen..?” tiba-tiba Asep bertanya tentang Andy. Bagaimanapun anak muda itu datang ke Lapland bersama dengan mereka.


“Waduh… tadi aku dan kak Barra langsung check out saja Asep, dan tidak sempat menengok ke kamar Andy. Bisa jadi anak itu masih tidur, Ketika kami sudah berangkat pulang. Kak Barra juga tidak menawarkan pada anak itu untuk pulang konvoi bersama..” dengan santai, Gwen menanggapi.


„Hempph.. Andy sudah mendekati dewasa seperti kalian. Kita biarkan anak itu mencoba mengambil keputusan, apa yang akan dilakukannya. Anak itu sudah berkali-kali pergi ke kota ini, jadi tidak perlu mengkhawatirkannya. Andy akan bisa tiba di rumah dengan sendirinya.” Barra ikut menyahut, dan sebagai kakak sepupunya terlihat jika Barra juga tidak begitu peduli dengan anak mud aitu.


Semua yang duduk di dalam mobil akhirnya terdiam, dan Gwen sedikit menurunkan kursi yang didudukinya kemudian menyandarkan punggungnya. Dari tempat duduknya, Barra membantu mengendorkan seat belt, agar istrinya bisa merasa lebih nyaman. Dari belakang, Aldo dan Asep melihat bagaimana Barra sangat perhatian dengan sahabat mereka. Terutama Aldo, meskipun masih ada rasa di hatinya pada Gwen, tetapi melihat keharmonisan pasangan suami istri di depannya, anak mud aitu merasa lega.


********


Di rumah puncak bukit


Kayla terlihat malas, gadis itu baru saja selesai berenang di kolam renang air hangat yang ada di rumah tersebut. Dua hari dua malam berada di rumah sendiri, dan hanya ditemani maid dan pengawal rumah, cukup membuat gadis itu merasa kesal. Namun semua karena kesalahannya sendiri, karena datang ke Helsinki untuk memberi kejutan pada kedua kakaknya. Akhirnya malah dirinya sendiri yang terkejut.

__ADS_1


“Miss Kayla… untuk makan siangnya sudah disiapkan di meja makan. Apakah miss akan makan siang sekarang..?” dari arah belakang gadis itu, terlihat maid bertanya pada Kayla.


“Sebentar lagi aku akan ke meja makan. Buatkan minuman ginger tea untukku, tiba-tiba saja aku ingin minuman hangat.” Perlahan Kayla bangkit dari posisi duduknya, kemudian gadis itu berjalan menuju ke meja makan.


Harum aroma daging sapi menyeruak masuk ke hidung Kayla. Gadis itu tersenyum, dan Ketika membuka canister, ternyata sop buntut kesukaannya tersaji panas di depannya. Tanpa berpikir panjang, Kayla segera duduk dan mengambil mangkok, kemudian diisinya dengan sop buntut tersebut. Sejak dahulu, Kayla memang sangat menyukai makanan olahan dari daging sapi.


“Ini mIss.., ginger tea yang Miss pesan..” dengan hati-hati, maid meletakkan mug berisi minuman hangat.


“Yap, terima kasih. Duduklah di depanku Claire.., temani aku makan siang. Aku tidak suka makan siang sendiri di ruang makan ini..” dengan nada tegas, Kayla meminta maid itu untuk menemaninya.


“Tapi Miss.. saya tidak bisa duduk satu meja dengan miss disini..” maid itu merasa keberatan, dan menolak dengan halus ajakan Kayla.


“Ini perintah, jangan tolak perintahku. Ambil makanan yang kamu suka, temani aku makan..” dengan suara nada tinggi, Kayla kembali mengulang perintahnya.


Dua perempuan itu makan dalam diam di meja makan. Beberapa kali tampak Kayla menambah sop buntut, dan juga perkedel kentang. Gadis itu tidak menggunakan nasi untuk makan siangnya, dan mengganti nasi dengan kentang yang ada di sop buntut, serta perkedel.


„Assalamu alaikum...” baru Kayla menikmati makan, terdengar suara Gwen mengucapkan salam.


„Wa alaikum salam... tetap dalam posisi dudukmu Claire. Habiskan dulu makan siangnya, baru membantu kak Gwen. Ini perintah dariku.., masih banyak maid lainnya.” Melihat Claire yang tergesa ingin berdiri, Kayla meminta maid itu untuk tetap bertahan di tempatnya.


“Baik Miss..” akhirnya Claire dengan cepat menghabiskan makanannya.


Untungnya tidak lama kemudian, Kayla juga sudah selesai menikmati makan siang. Gadis itu kemudian berdiri, dan meninggalkan meja makan. Barulah Claire bisa membersihkan meja makan, dan akan menemui nona muda rumah ini.

__ADS_1


***********


Kayla melangkahkan kaki menuju ke ruang tengah, dan melihat kakaknya Barra sedang membuka ponsel di atas sofa. Tetapi tidak terlihat kakak iparnya Gwen, dan gadis itu segera menghampiri kakaknya.


“Kemana saja sih kak Barra... dua hari Kayla menunggu kakak sendiri di rumah. Tega bener kalian..” tanpa basa basi, Kayla langsung menyemprot kakak kandungnya.


Barra mengangkat wajahnya, dan melihat adik satu-satunya terlihat merajuk padanya, laki-laki itu merentangkan tangan dan memeluk Kayla sambil tersenyum.


“Kakak kan sudah punya istri sayang..., ya perlulah sekali sekali melakukan healing. Biar kakak segera memiliki si kecil untuk meramaikan rumah ini..” Barra berbisik perlahan di telinga adik perempuannya, merasa khawatir jika Gwen mendengarnya.


“What…, memang kakak ipar menyetujuinya..? By the way… kemana nih kak, kok kak Gwen tidak terlihat..” menyadari jika kakak iparnya tidak terlihat, Kayla menanyakan.


“Ada tuh di ruang tamu... tadi kakak ke sini sebentar karena harus mengirim email ke perusahaan. Temui sana gih… kebetulan kakak iparmu membawa dua sahabat baiknya dari Indonesia.” Barra meminta adiknya keluar.


“ Kebetulan mereka teman satu almamater juga di University of Helsinky, dan Ketika kami bertemu di Lapland, Gwen mengajaknya turut serta.” Lanjut Barra lagi.


“Iyakah… baik kak Barra, Kayla akan ke depan.” Kayla segera melepaskan diri dari pelukan kakak kandungnya.


Gadis itu segera melangkahkan kaki menuju ke arah ruang tamu. Dan terlihat di depannya, tampak maid yang baru saja mengantarkan minuman untuk mereka. Maid itu tampak menganggukkan kepala, memberi hormat pada Kayla, dan gadis itu hanya tersenyum menanggapinya.


“Hmmmphh… gila, tampan-tampan sekali teman kak Gwen.. Aku ingin kenal dengan mereka ah..” di depan pintu, Kayla tampak tercekat melihat ketampanan Aldo dan Asep.


Kebetulan Aldo pas juga melihat ke arahnya, dan dua anak muda itu saling berpandangan untuk beberapa saat. Tetapi Aldo kemudian kembali mengalihkan pandangannya.

__ADS_1


***********


__ADS_2