Aku Masih SMA

Aku Masih SMA
Chapter 127 Menikmati Malam


__ADS_3

Wilderness Igloos.


Mata Gwen mengerjap, gadis itu membaringkan tubuhnya di atas king size bed yang ada di dalam Igloo. Meskipun  Igloo itu terbuat dari kaca tembus pandang dari dalam, tetapi fasilitas kamar itu setara dengan fasilitas yang ada di dalam kamar hotel bintang lima. Jika pengunjung lainnya, mereka berdiri, dan ada yang berbaring di atas salju yang dingin, tapi pasangan suami istri itu bisa menatap ke atas menikmati bulan dan bintang dari atas bed mereka.


“Honey… lihatlah ke sudut pandang pojok. Aurora sudah mulai melakukan pergerakan, dan sebentar lagi akan bergerak menuju ke atas Igloo ini..” tiba-tiba Barra mengejutkan Gwen, karena gadis itu sedang menikmati bulan dan bintang tepat di atas posisi gadis itu tidur.


“Wow… benar-benar sangat menakjubkan kak Barra. Gwen tidak percaya, akan bisa melihat fenomena alam ini dengan mata kepala sendiri. Biasanya Gwen hanya melihatnya melalui video, atau dari hasil jepretan fotographer, tapi kali ini Gwen bisa melihatnya sendiri. Cahaya kehijauan itu betul-betul menakjubkan kak, dan malam ini tidak terlihat gelap seperti biasanya..” Gwen segera memandang takjub, Pandangan matanya tidak bergerak, dan bahkan gadis itu beranjak bangun, tidak mau kehilangan moment melihat Aurora yang terus bergerak.


Barra memeluk istrinya dari belakang, pasangan suami istri itu tidak mau melewatkan pemandangan yang tidak bisa setiap saat untuk mereka nikmati. Aurora yang juga sering disebut sebagai cahaya kutub merupakan fenomena alam yang menghasilkan pancaran cahaya yang menyala-nyala, dan menari-nari di langit malam pada lapisan ionosfer.


“Lihatlah kak Barra… cahaya aurora membentuk siluet yang tampak seperti sedang menari.” Tiba-tiba Gwen menunjuk ke arah depan.


Barra ikut melihat ke arah yang ditunjukkan oleh gadis itu, laki-laki itu malah menyandarkan kepalanya di pundak Gwen, dengan bibir dan hidungnya mengendus di ceruk leher belakang istrinya. Nafas hangat yang keluar dari bibir dan hidung suaminya, terasa seperti menggelitik Gwen, dan akhirnya mengganggu konsentrasi gadis itu.


“Mmmmpph… kak, kan tadi sudah... aahh…” tanpa sadar, de**sahan terlolos dari bibir mungil Gwen.


“Tetaplah menikmati cahaya aurora honey, aku akan memuaskan pandanganku dengan menghiru manis leher belakangmu…” sahut Barra dengan suara serak. Perlahan bibir laki-laki itu terus memberi kecupan di kulit Gwen, dan hal itu sangat menganggu konsentrasi Gwen yang sedang menikmati Aurora.

__ADS_1


“Tapi kak… Tindakan kak Barra sangat mengganggu focus Gwen kak.. Biarkan kak, Gwen menikmati fenomena alam ini dulu…” Gwen terlihat keberatan, karena tubuh gadis itu juga bereaksi dengan perlakuan lembut yang diberikan suaminya.


“Aku tidak akan mengganggumu honey… tetaplah seperti itu menikmati aurora. Tapi juga jangan larang aku untuk menikmati harum tubuhmu honey.. Sangat jarang bukan, kitab isa berdua bisa dalam suasana romantic seperti malam ini.  Ada aurora yang akan menjadi  saksi percintaan kita..” Barra sudah semakin ngelantur. Bukan hanya bibir dan hidungnya yang tanpa ijin sudah mengeksplorasi leher dan tengkuk Gwen, tapi tangan laki-laki itu juga tidak bisa untuk dikondisikan.


Dengan perlakuan seperti itu, apalagi didukung dengan suhu udara yang sampai minus 9 derajat celcius, kehangatan tubuh memang bisa menjadi penghangat alami. Lama kelamaan, tubuh Gwen akhirnya menerima perlakuan lembut yang diberikan suaminya, dan malah seperti menginginkan perlakuan yang lebih jauh lagi.


“Boleh kan honey, kita menikmatinya lagi di bawah aurora.. Semoga saja, bisa menjadi janin di dalam rahimmu honey, sehingga jika lahir perempuan kita bisa menyertakan nama Aurora di belakang nama putri kita nantinya..” dengan pandangan mata yang sudah berkabut, Barra meminta lebih dari istrinya.


“Hemppphh…” Gwen sudah tidak mampu menjawab. Gadis itu membalikkan badannya ke belakang, dan posisi duduk pasangan suami istri itu saling berhadapan. Barra tidak mau melewatkan kesempatan manis itu, dan laki-laki itu segera merespon ijin yang sudah diisyaratkan oleh istrinya. Kembali di bawah cahaya aurora terang kehijauan, pasangan suami istri itu melakukan penyatuan.


Keesokan Paginya


Karena Gwen tidak mau diajak untuk Kembali ke Pant House, akhirnya Barra menambah masa menginap mereka di Igloo untuk dua malam lagi. Laki-laki itu sengaja menambah hari libur, dan menyerahkan pekerjaan untuk hari Senin di perusahaan dengan wakil CEO. Kebetulan untuk kelas Gwen di college, juga diadakan secara online, sehingga pasangan suami istri itu tidak terganggu dengan rutinitas mereka masing-masing.


“Honey… aku akan menepati janjiku dulu honey, aku akan mengajakmu berjalan di kampung Santa Claus, dan kita akan naik snow boarding dengan ditarik rusa. Seperti cerita dongeng tentang Santa Claus..” Ketika mereka sedang menikmati sarapan pagi di dalam Igloo, Barra mengajak istrinya.


“Jauhkah kak dari igloo ini..” karena memang baru pertama kali datang ke tempat ini, Gwen dengan polosnya bertanya pada suaminya.

__ADS_1


„Tidak sampai lima ratus meter honey.., kita saat ini sudah berada di dalam komplek kampung Santa Claus. Hanya saja, kita masih harus berjalan sejauh lima ratus meter. Tapi jika honey merasa Lelah, kitab isa mengendarai mobil salju untuk menuju ke lokasi rumah Santa.” Sambil menghirup aroma kopi sebelum meminumnya, Barra menjelaskan pada istrinya.


“Tidak perlu kak, kita jalan kaki saja. Gwen belum pernah menikmati berjalan langsung di atas salju, biasanya berada di dalam mobil. Pokoknya pengalaman apapun di negara ini, Gwen harus merasakannya kak..” Gwen berusaha meyakinkan suaminya.


Barra tersenyum kemudian menyesap kopi langsung dari cangkirnya. Tidak lama kemudian, laki-laki itu meletakkan Kembali cangkir ke atas meja.


“Jika begitu kita harus segera Bersiap. Ingat untuk memperhatikan ketebalan pakaian yang kita kenakan. Karena suhu udara sangat jauh berbeda dengan suhu udara di dalam kamar ini. Kita bisa santai hanya dengan menggunakan pakaian tipis di dalam sini, karena penghangat membantu kita mengurangi suhu udara dingin. Tapi jika berada di luar, kita baru akan merasakan dingin yang sebenarnya..” Barra kemudian berdiri, dan mengambilkan coat tebal dengan bulu binatang di krah, kemudian memberikannya pada Gwen.


„Pakailah honey.., jangan lupa kenakan kupluk ini di kepalamu.” Barra juga memberikan Topi Kupluk Tebal musim dingin, yang terbuat dari benang Wool dengan model Beanie pada istrinya.


Gwen segera mengakhiri sarapan paginya, dan dengan dibantu oleh suaminya, Gwen mengenakan coat panjang. Barra memasangkan kupluk ke atas kepala istrinya, dan wajah mungil Gwen terlihat lebih cantik di dalam topi bonie tersebut. Barra tersenyum puas melihat kecantikan istrinya, dan laki-laki itu menundukkan kepala kemudian memberikan ciuman di bibir gadis itu.


“Gwen sudah siap kak, kita berangkat sekarang saja. Jika nanti kedinginan, kita segera kembali lagi ke dalam Igloo.” Gwen terlihat sudah tidak sabar, dan gadis itu segera mengajak suaminya keluar dari dalam kamar mereka.


„Okay honey..” Barra kemudian merangkul bahu istrinya, dan pasangan suami istri itu akhirnya keluar dari kamar mereka.


*******

__ADS_1


__ADS_2