Aku Masih SMA

Aku Masih SMA
Chapter 140 Beda Tujuan


__ADS_3

Beberapa waktu berselang


Kehidupan Gwen dengan teman-teman kampusnya semakin hangat, dan gadis itu dengan cepat mendapatkan teman baru. Tidak hanya terbatas dari teman sekelasnya saja, namun dari program studi yang lain juga ikut mengenal gadis itu. Wajah unik khas Asia, dengan kulit putih bersih, dan mengendarai Ducati menjadi lebih mengenalkan gadis itu dan membuat mahasiswa lain penasaran. Tetapi Gwen tetap menjadi gadis yang cuek..  Selain itu, hubungan Gwen dengan suaminya, juga semakin mesra dan harmonis. Gadis itu tidak canggung lagi menyampaikan keinginannya pada Barra.


“Gwen… kelas Mrs Stephanie off siang ini. Apakah kamu ada rencana Gwen.. untuk mengisi waktu luang kita?? Tapi jangan bilang, kami akan langsung meluncur pulang..” begitu kelas berakhir, Hans bertanya pada Gwen.


“Dari mana informasi tersebut Hans... jangan percaya hoax. Jika Mrs, Stephanie ternyata isi, kita sendiri yang akan rugi tahu.. Beliau jika menjelaskan sip, contoh-contoh desain yang dikerjakannya juga okay banget, aku ga mau ketinggalan kelasnya..” Gwen tidak langsung percaya.


“Hemmmpphh… selalu deh. Jika aku atas Cynthia memberi informasi kelas Off, malah gantian kamu curiga kami yang buat-buat. Ini beneran Gwen... tengok deh di grup, ada announcement dari beliau sendiri.” Hans terlihat gedek.


Gwen tersenyum, dan gadis itu mengambil gadget dari dalam tasnya. Tidak lama kemudian, setelah masuk ke grup kelas, dan membaca pengumuman yang langsung dituliskan Mrs. Stephanie, gadis itu senyum-senyum sendiri.


“I believe you… Hans. He.. he.. he.., tapi aku akan ke library saja, karena aku akan menyempurnakan pekerjaan desainku. Lumayan sambil menunggu suamiku sampai rumah, aku punya acara untuk mengisi waktu..” tanpa beban, Gwen menyinggung suaminya.


“Hadeh.. mesti selalu begini. Kamu tidak pernah berhenti memamerkan kemesraan kalian di depan kami yang masih jomblo ini. Tahu dirilah Gwen…” terdengar protes Cynthia.


“Ha.. ha.. ha.., Cynthia, Cynthia… kamu saja yang terlalu pemilih. Jika tidak mau dengan Hans, ada temanku dari Indonesia tuh.. Asep. Sepertinya jika aku melakukan pengamatan, Asep sepertinya ada interesting tuh padamu… Bagaimana Cyn… jika you okay, aku akan menyampaikannya pada anak itu.” Tiba-tiba Gwen menawarkan tentang Asep.


Hans menyenggol pundak Cynthia, yang sesaat malah seperti bingung dengan tawaran itu. Sedangkan Gwen hanya senyum-senyum melihat teman satu kampusnya itu. Gadis itu mencoba memberikan waktu bagi Cynthia untuk berpikir.


“Sudahlah Cynthia… jika kamu mau, bilang saja pada Gwen. Dulu... jika aku tidak salah dengar, kamu pernah deh memuji anak muda bernama Asep itu. Tangkap tuh.. peluang yang ditawarkan Gwen, percayalah. Tidak mungkin Gwen akan memilihkan laki-laki yang tidak baik untukmu..” Hans ikut menyemangati.

__ADS_1


Cynthia masih diam, dan gadis itu tiba-tiba bersemburat merah pipinya. Hans memberi isyarat pada Gwen untuk mengamati perubahan wajah Cynthia.


“Hempphh.. kediamanmu dengan senyum-senyum sendiri, aku terjemahkan jika dirimu sebenarnya juga tertarik dan penasaran dengan Asep bukan. Asep anak baik Cynthia.., dan sejak masih di bangku High Senior School, anak itu belum pernah memiliki kekasih. Jadi amanlah kamu bersamanya..” sambil menepuk bahu Cynthia, Gwen berusaha meyakinkan gadis itu.


“Benarkah Gwen… jujur aku juga tertarik dengan anak itu. Bantu aku ya Gwen, agar bisa lebih dekat dengan Asep..” akhirnya dengan malu-malu, Cynthia menyatakan persetujuannya.


Di samping dua gadis itu, Hans mengacungkan dua jempol tangannya, mengapresiasi perjodohan kilat itu. Ketiga sahabat itu terus bercanda, dan memojokkan Cynthia.


***********


 Library


“Hi… Gwen cantik, istri kakak sepupuku… Tumben sendiri nih…” tidak tahu dari mana asalnya, tiba-tiba Andy sudah berdiri di samping Gwen duduk.


Gadis itu mengangkat wajahnya dan menoleh ke samping, melihat kea rah Andy yang tersenyum menatapnya.


“Please deh And… ini library. Jangan bikin suara disini, dan tahu bukan jika aku juga sedang mengerjakan tugas, So.. lebih baik kamu menyingkir dari tempat ini deh…” seperti mendapatkan feeling jika Andy akan membuat masalah, dengan sewot Gwen berusaha mengusir anak itu.


“Negative thinking sih Gwen padaku… Lihat nih, aku datang ke library juga kebetulan saja bertemu denganmu. Aku juga akan mengerjakan tugas, jadi.. ga masalah dong jika kita mengerjakan tugas Bersama-sama. Aku janji deh.., aku tidak akan membuat ulah padamu. Kita fokus pada kerjaan kita masing-masing...” tetapi Andy malah menunjukkan buku besar pada Gwen. Gadis itu tidak punya alasan untuk menolak kedatangan Andy, apalagi library merupakan fasilitas umum dari kampusnya.


„Terserah kamu sajalah And... Tapi ingat, aku akan memanggil security jika kamu berani berbuat ulah di tempat ini. Aku sedang mau focus, tidak mau terganggu oleh urusan apapun..” akhirnya Gwen bermaksud untuk mendiamkan anak itu.

__ADS_1


“Hemppphh… okaylah.. Deal..!” sambil senyum dan mengangkat ibu jarinya, Andy kemudian meletakkan buku besar di samping Gwen.


Laki-laki itu kemudian duduk, dan mulai membuka buku besar itu. Tampak sepertinya memang Andy juga tidak berbohong, karena beberapa saat kemudian Andy tampak membuat ringkasan materi buku ke dalam laptop di depannya. Kedua anak mud a itu terlihat dari jauh sangat kompak, meskipun tidak ada pembicaraan di antara mereka,


“Tidak sadar, ternyata sudah dua jam lebih aku berada di library ini. Sebentar lagi pukul 16.00 p.m, aku harus segera pulang. Kak Barra pasti akan mencariku, jika aku sampai terlambat pulang..” tanpa sadar Gwen menatap indikator jam yang ada di layar laptopnya. Gadis itu segera melakukan shut down pada layar laptopnya kemudian segera bersiap.


“Sudah selesai Gwen… kebetulan aku juga baru saja selesai. Kita keluar bareng yukk…!” sepertinya Andy tahu jika Gwen juga sudah selesai, Anak itu bersikap akrab pada gadis itu.


Tetapi begitu semua perlengkapan masuk ke dalam back pack, Gwen segera berdiri dan meninggalkan Andy. Anak muda itu berlari dan menyusul Gwen, kemudian menjejeri Langkah gadis itu.


“Andy… tujuan kita berbeda bukan. Aku akan menuju ke parkir motor, sedangkan dirimu menuju ke parkir mobil. Kenapa kamu mengikutiku..” sambil berjalan, Gwen menegur anak mud aitu.


“Sudah beberapa saat kita tidak ada jumpa Gwen... boleh kan jika aku kangen padamu. Aku ingin menemanimu ke parkir motor barulah, aku akan menuju ke tempat parkir mobil. Atau jika kamu berkenan, temani aku ngopi dulu yukkk…” dengan tidak tahu malu, Andy malah mengajak Gwen untuk ngopi.


Gwen berhenti sebentar kemudian memandang ke arah anak muda itu sebentar.


“Andy… suamiku yang juga kakak sepupumu pasti sudah menungguku di rumah. Jadi tidak ada alasan bagiku, sebagai seorang istri yang baik untuk segera menemui suamiku Andy. Kamu tahu bukan, bagaimana dekat dan mesranya hubungan kami..” mendengar perkataan Gwen yang telak menyindirnya, Andy hanya tersenyum pahit.


Anak muda itu hanya bisa melihat Gwen yang berjalan lebih dulu meninggalkannya.


**********

__ADS_1


__ADS_2