Aku Masih SMA

Aku Masih SMA
Chapter 126 Menyusuk ke Lapland


__ADS_3

Di rumah puncak bukit


Andy merasa uring-uringan berada di dalam rumah sendiri. Rasa cemburu terhadap kakak sepupunya bertambah kuat, karena mengetahui jika Barra mengajak istrinya Gwen untuk berburu Aurora di Lapland. Padahal anak muda itu sudah merasa sekuat tenaga untuk menahan gejolak perasaannya pada istri dari kakak sepupunya, tetapi lagi-lagi perasaannya terlalu kuat. Dengan sikap judes Gwen ketika bertemu dengannya, adu mulut, dan keributan kecil yang sering terjadi di antara mereka, membuat Andy semakin merindukan interaksi antara keduanya.


„Aku bisa mati cemburu jika hanya berada sendiri di dalam rumah ini. Apa aku susul saja kak Barra dan Gwen ke kota Lapland...” Andy berada dalam kebimbangan,


„Hempph tapi, bisa-bisa kak Barra mencurigaiku jika aku tidak bisa berada jauh dari istrinya. Atau aku coba ajak Aldo dan Asep ya untuk menemaniku. Aku akan punya alasan kuat, jika akan mengantar dua anak muda itu untuk pertama kalinya melihat fenomena alam Aurora Bordelis.” Tiba-tiba dalam kebimbangan, Andy mengingat keberadaan Aldo dan Asep.


Senyum lebar muncul di bibir laki-laki itu, merasa jika idenya cukup cerdas untuk menghilangkan kecurigaan dari kakak sepupunya.


“Aldo dan Asep punya hubungan dekat dengan Gwen.., tidak ada alasan bagi kak Barra untuk mencurigaiku. Aku akan menelpon dua anak mud aitu, dan jika perlu aku tawarkan untuk menjemput keduanya di apartemen.” Andy tiba-tiba menjadi lebih bersemangat.


Tanpa menunda lagi rencananya, Andy segera mengambil ponsel dan tidak lama kemudian, anak muda itu mulai menggulir layer ponsel yang ada di tangannya. Nama Andy menjadi tujuan panggilan keluarnya..


“Tut.. tut… tut…” terdengar nada panggilan, yang menandakan jika panggilan Andy masuk ke ponsel Aldo. Beberapa saat Andy menunggu, dan akhirnya..


“Hempph… selamat malam Andy.. what happend..??? Kenapa tiba-tiba malam begini, kamu melakukan panggilan penting. Apakah ada sesuatu hal yang penting..?” Aldo sudah mulai curiga mengenai panggilan itu.


“Slow man… aku hanya akan mengajakmu juga Asep untuk berburu Aurora di kota Lapland. Kita akan kejutkan Gwen di kota itu. By the way… kalian berdua juga belum  pernah melihat aurora secara langsung bukan..?? Ingat Aldo, bulan Oktober sudah akan berakhir, jika ingin melihatnya lagi, kita masih harus menunggu di bulan Februari dan Maret untuk melihatnya. Aku yakin, kamu tidak mau kehilangan moment bukan, mumpunglah kita berada di kota yang tidak jauh dari kota Lapland..” Andy terus berusaha mempengaruhi Aldo.

__ADS_1


Aldo terdiam sebentar, anak mud aitu tampak sedang berpikir keras, mempertimbangkan setiap kemungkinan yang bisa terjadi. Namun tidak dapat dipungkiri, baik Andy maupun Aldo, kedua-duanya terobsesi dengan Gwen, Mereka sama-sama menginginkan untuk selalu berada di dekat gadis itu, meskipun mereka tahu jika Gwen sudah memiliki seorang suami.


“Bagaimana Aldo… jika kamu okay, aku akan meluncur ke apartemenmu sekarang juga. Ajak Asep, kita bertiga bergantian mengemudikan mobil. Aku akan menjadi navigator juga untuk menuju ke kota Lapland.” Andy terus berusaha meyakinkan anak muda di seberang ponsel.


Tidak lama kemudian…


“Hempph… baiklah Andy, kebetulan aku dan Asep juga tidak ada aktivitas di apartemen. Lumayan untuk menghilangkan gabut, jemput aku.” Akhirnya Aldo menerima tawaran dari Andy yang akan mengajaknya berburu Aurora.


“Okay Aldo… tidak sampai tiga puluh menit, aku sudah akan sampai di lobby apartemenmu.” Andy tersenyum sendiri, merasa bisa mempengaruhi Aldo dan mengajaknya untuk mengikuti jejak Gwen dan Barra,


“Gwen… tunggu aku, kemanapun kamu pergi cantik, aku akan selalu menjadi bayang-bayangmu..”  Andy bergumam, dan laki-laki itu segera berdiri untuk mempersiapkan keberangkatannya.


*********


Andy sudah memberi tahu pada pihak receptionis apartement tempat Aldo dan Asep tinggal.  Anak mud aitu menunggu dua laki-laki itu, sambil menyalakan rokok di depan lobby apartemen. Jaket tebal, dan sepatu laras panjang tampak membalut tubuh anak mud aitu, mengingat jika malam hari berada di luar ruangan, tubuh orang akan merasa kedinginan mengingat suhu udara di Finlandia yang sering di bawah 0 derajat Celcius. Namun jika berada di dalam rumah, atau di dalam mobil, mesin penghangat akan menghangatkan tubuh manusia.


“Andy… kami sudah siap..” tiba-tiba suara Asep mengagetkan anak muda itu.


Andy langsung mematikan rokok yang ada di tangannya, dan anak muda itu segera menyambut kedatangan Aldo dan Asep  Sama dengan dirinya, dua anak mud aitu juga mengenakan outfit yang sama dengan dirinya.

__ADS_1


“Tidak sampai sepuluh menit aku berdiri disini, ternyata kalian sudah siap dan menemuiku guys.. Bagaimana jika kita langsung berangkat sekarang saja..?” Andy segera mengajak dua anak muda itu berangkat.


„Yap... keburu dingin juga jika kita berada di luar ruangan..” sahut Asep dan langsung menuju mobil yang dibawa Andy.


“Asep… untuk sementara bantu aku mengemudi mobil yah, aku akan menjadi navigator penunjuk arah perjalanan.” Andy melempar kunci mobil, dan dengan sigap Asep menangkapnya.


Ketiga anak muda itu segera masuk ke dalam mobil, dan Aldo masuk ke pintu tengah. Asep duduk di belakang kemudi, dan Andy duduk di samping anak mud aitu.


“Kita datang ke Lapland yang diselimuti salju, aku tidak mau terkena hipotermia di kota itu. Apakah kamu sudah mendapatkan hotel untuk transit mala mini Andy.. Kita baru bisa mencari Aurora besok malam, karena untuk malam ini sudah tidak memungkinkan, karena kita baru akan melakukan perjalanan ke kota Lapland. Lihat saja, saat ini sudah menjelang pukul 21.00 p.m.” sambil duduk berselonjor, Aldo bertanya pada Andy.


“Halaaah… kamu terlalu rewel Aldo. Aku yang mengajakmu ke Lapland, ya pastilah aku sudah mempersiapkan semuanya. Papaku punya jaringan hotel juga, kita akan menginap di Wilderness Hotel Inari & Igloos. Selain hotel, ada fasilitas Igloo untuk kita bisa menikmati Aurora, dan aku yakin jika kak Barra dan Gwen juga menginap di hotel tersebut. Kami punya Pant House, yang tanpa ijin dari papa, tidak akan disewakan pada pengunjung.” Dengan santai, Andy menjawab pertanyaan Aldo.


“Hempph… begitu pedenya kamu Andy… Jika tebakanmu benar, kak Barra dan Gwen ada di hotel tersebut, ya pastilah Pant House sudah ditempati mereka berdua. Bisa-bisa kita akan mendapatkan amarah dari kakak sepupumu, jika mengganggu honey moon pasangan itu.”  Sambil mengemudikan mobil, Asep ikut berkomentar.


“Begitu sempitnya pikiranmu Asep… Wilderness Hotel Inari & Igloos, merupakan salah satu hotel mewah dan terbaik yang ada di Lapland. Tentu saja, kita punya dua Pant House di hotel itu, satu untuk keluargaku, dan satu untuk keluarga kak Barra, Om Chandra. Jangan khawatirlah, bersamaku aku jamin kita akan baik-baik saja.” Sambil menurunkan kursinya ke belakang, Andy menjawab dengan santai.


Asep terdiam, dan anak muda itu akhirnya focus mengemudikan mobilnya.


**********

__ADS_1


__ADS_2