Aku Masih SMA

Aku Masih SMA
Chapter 134 Cemburu Buta


__ADS_3

Gwen mengikuti arah pandangan Aldo yang tampak terpana, dan Ketika melihat Kayla juga memandang Aldo, Gwen tersenyum penuh arti. Tapi gadis itu tidak mau mengganggu fokus dari dua orang itu, dan melihat ke arah Asep yang tampak mengerti apa yang diisyaratkan oleh Gwen. Tapi begitu melihat Aldo mengalihkan pandangan, kemudian..


„Kayla... kamu sudah berada di rumah. Kemari Kayla, kakak kenalkan teman-teman kakak. Selain sebagai teman kakak di kampus, Aldo dan Asep juga sahabat kakak ketika masih sekolah di Indonesia..” dengan ramah Gwen memanggil Kayla untuk datang mendekat.


„Baik kak, jika Kayla tidak mengganggu perbincangan kakak..” Kayla segera datang menghampiri tempat duduk kakaknya, dan gadis itu duduk di sebelah kakak iparnya.


„Aldo... Asep, kenalkan nih dengan adik iparku. Kayla ini adik kandung dan satu-satunya kak Barra. Jadinya Kayla akan sering-sering berkunjung ke Helsinki, karena tidak ada teman lain di rumah selain papa dan mama.” Gwen segera mengenalkan Kayla pada dua temannya.


“Namaku Aldo…” Aldo mengulurkan tangan, mengajak gadis itu berjabat tangan.


“Kayla..” dengan suara lirih dan malu-malu, Kayla menerima uluran tangan Aldo. Asep juga melakukan hal yang sama, anak itu juga mengenalkan dirinya.


Beberapa saat kemudian..


“Kak Gwen.. jika tahu nih, kalau kak Gwen dan kak Barra ada rencana melihat Aurora di Lapland, Kayla datang lebih cepat. Mau menyusul ke Lapland, malas karena ga ada temannya. Aku cari Andy, anak itu juga tidak terlihat batang hidungnya..” Kayla segera memulai perbincangan,


„Kakak juga hanya ikut ajakan kak Barra saja... Kayla. Kami tidak ada rencana apa-apa sebelumnya, ketika kakak sedang berjalan-jalan di garden dengan Andy, Aldo, dan Asep, ternyata kak Barra menyusul kesana. Akhirnya kami langsung melakukan perjalanan menuju Lapland.” Gwen menceritakan perjalanannya.


„Andy kemana kak... Kayla pikir, Andy juga ikut ke Lapland. Karena selama Kayla di rumah, Andy sekalipun belum pernah pulang. Kayla tidak pernah bertemu dengannya.” Mendengar nama Andy, gadis itu langsung mengkonfirmasi.


Gwen tersenyum masam, dan melihat ke arah Aldo dan Asep. Melihat Gwen bingung untuk menjelaskan, dengan tanggap Aldo menyahut pertanyaan dari Kayla.

__ADS_1


“Andy bersama kami berdua juga pergi ke Lapland. Malah akhirnya kami bertemu dengan kak Barra dan Gwen. Tetapi karena kami berselisih pendapat, aku dan Asep meninggalkan Andy di Igloo, dan kami pulang kembali ke Helsinki, dengan bergabung Kak Barra serta Gwen..” Aldo menjelaskan apa yang terjadi.


Kayla tampak terdiam dan mengerutkan keningnya. Sejak dulu gadis itu tahu jika Andy memang tipe laki-laki yang unik. Anak itu sering maunya menang sendiri, dan jarang mau mengalah.


“Hempphh… tidak periu kalian berdua jelaskan. Sebagai saudara sepupu Andy, aku sedikit mengerti kok bagaimana watak dan perangai anak itu. Andy itu memang anak yang tidak mau kalah, maunya menang dan dapat dipenuhi semua keinginannya. Jadi.. tidak kaget saja, jika Andy sampai ditinggal teman-temannya..” tidak lama kemudian, akhirnya Kayla menanggapi tentang Andy.


“Oh ya Kayla… dimana kak Barra... Aku akan menemui kak Barra dulu, siapa tahu butuh bantuan dariku. Kayla bantu kakak, menemani Aldo dan Asep dulu ya..” sepertinya Gwen memang ingin memberikan kesempatan pada adik iparnya, untuk berbincang dengan Aldo dan Asep.  Gadis itu segera berdiri dari posisi duduknya.


Aldo dan Asep mendongak menatap Gwen yang berdiri, tapi kedua anak muda itu tidak sampai hati untuk menahan gadis itu. Sedangkan Kayla, melihat kakak iparnya berdiri, gadis itu bergeser tempat duduknya dan memberi akses kakak iparnya agar bisa keluar.


**********


Di dalam ruang tengah …


“Klek..” Gwen perlahan membuka pintu kamar.


Pandangan Gwen tertuju pada suaminya, yang sedang melakukan panggilan telpon di balkon kamar. Tetapi melihat suaminya cukup serius berbincang, akhirnya Gwen menunggu laki-laki itu sambil duduk di sofa kamar. Beberapa saat kemudian...


„Honey.. bagaimana dengan Aldo dan Asep, kenapa honey meninggalkan mereka sendiri..?” Barra merasa bingung, karena istrinya ikut masuk ke dalam kamar.


„Ada Kayla kak, Gwen sengaja ingin mendekatkan Kayla dengan Aldo. Sepertinya ada chemistry di antara mereka berdua. Tidak apa-apa kan kak..” merasa khawatir jika suaminya tidak menyetujui rencananya, Gwen bertanya pada Barra.

__ADS_1


Barra tersenyum, dan laki-laki itu berjalan mendekat ke arah istrinya. Tidak lama kemudian, Barra ikut mendudukkan dirinya di atas sofa.


“Tidak apa honey… kan malah aku tidak cemburu buta, jika melihatmu sedang berduaan dengan Aldo. Dengan datangnya Kayla dalam hidup Aldo, berarti aku tidak punya saingan bukan. Gwen hanya milikku saja..” Barra tersenyum sambil menggoda istrinya.


“Gak lucu ah… masak juga masih cemburu tidak beralasan. Kak Barra itu harus menerima itikad baik dari Aldo. Anak itu biasanya gengsinya minta ampun, terutama jika menyangkut Gwen selama ini. Namun.. Aldo bisa menerima kak Barra, dan tidak mengganggu kehidupan kita, hal itu sudah sangat luar biasa. Jadi kakak harus menghilangkan pikiran paranoid pada anak itu..” tiba-tiba Gwen merasa tersentil, ketika suaminya menyebut Aldo.


Laki-laki itu tidak menjawab, hanya senyum-senyum melihat ke arah Gwen. Tetapi ketika melihat Gwen cemberut, dan bersikap manyun, tangan Barra menjumput bibir istrinya..


“Honey.. tahu tidak, melihat bibir honey yang manyun seperti ini, tiba-tiba saja hasratku menjadi naik lagi. Bibir honey terlihat sangat seksi…” sambil senyum smirk, Barra tidak berhenti menggoda Gwen.


“Iiiihh apaan sih kak… lebay tahu gak..?” Gwen mengambil bantal kursi kemudian memukulkan ke pundak suaminya.


Dengan sigap, Barra menangkap bantal sofa itu dan Kembali meletakkan di atas meja. Laki-laki itu seperti memiliki alas an untuk menangkap dan memeluk istrinya. Kedua tangan Barra langsung mendekap istrinya, dan laki-laki itu dengan bangga mencuri ciuman dari bibir kenyal itu. Gwen memang sudah menjadi candu yang memabukkan bagi Barra, dan gadis itu tidak akan pernah bisa menolak sentuhan-sentuhan lembut yang diberikan suaminya.


“Kak Barra.. jangan begini ah.. Di luar kan masih ada Aldo dan Asep, tidak bijak jika kita hanya membiarkan keduanya ditemani Kayla. Kita temui mereka lagi yukk, dan kita tugaskan Smith untuk mengantar keduanya, jika mereka sudah ingin Kembali ke apartemen.” Menggunakan alas an kedua sahabatnya, Gwen berusaha melepaskan diri dari kungkungan suaminya.


“Hemmpph… ya sudahlah, demi dua sahabat, ternyata honey tega menelantarkan suaminya..” gantian Barra yang pura-pura merajuk.


“Hadeh.. kak Barra jangan kolokan dong... Gwen tinggal sendiri lho di kamar, jika tidak mau menemani mereka berdua..” Gwen membuat ancaman.


„Iya... iya honey... Aku akan menemanimu keluar..” akhirnya Barra mengalah. Laki-laki itu kemudian merangkul istrinya, dan membawanya kembali ke ruang tamu.

__ADS_1


*********


__ADS_2