
Badan Chang tampak gemetar melihat kemarahan pada suami Directur nya itu, dan laki-laki itu tidak tahu apa yang menjadi penyebabnya. Apalagi di tangan laki-laki itu, memegang desain pakaian pengantin kesayangan atasannya Jacqluinne. Namun Chang tidak berani untuk melarang, Ketika suami dari owner perusahaan menghancurkannya.
“Ada apa Tuan Barra.., apakah ada sesuatu yang mengganggu mood Tuan besar..” dengan gugup, Chang bertanya pada laki-laki itu.
“Bakar pakaian ini sekarang juga..!” tanpa ba bi bu, laki laki itu langsung mengeluarkan perintah.
„Ba.. ba.. bakar Tuan Barra…?? Tapi, baju pengantin rancangan Boss Jacqluinne ini, merupakan karya desain kesayangannya. Selama ini, siapapun tidak boleh menyentuhnya Tuan… Akan menjadi Sesuatu yang besar, jika saya membakarnya tuan…” Chang tampak ketakutan, berusaha untuk menjelaskan.
“Kamu berani membantahku Chang… Aku bisa saat ini juga mengeluarkanmu dari perusahaan ini, jangan sepelekan aku..” mendapat bantahan dari karyawan divisi butik, amarah Barra tambah membesar.
Suara besar Barra menggema ke seluruh ruangan, bahkan sampai terdengar ke beberapa ruang yang ada di sebelahnya. Bahkan Josephine yang akan mengantarkan berkas ke ruangan Gwen ikut mendengarnya. Perempuan itu bergegas berlari, dan melihat apa yang terjadi dalam ruangan divisi butik.
“Saya tidak berani tuan… secepatnya saya akan membakar desaian pakaian pengantin ini…” Chang terlihat pucat. Laki-laki itu segera mendekat pada suami dari boss tertingginya, dan mengambil pakaian pengantin yang sudah terjatuh ke atas lantai.
Barra terdiam, tangannya merobek kertas yang ditemukannya di dalam pakaian pengantin itu. Bukannya laki-laki itu masih mengingat atau mengharapkan Jacqluinne dalam kehidupannya. Namun rasa takut dan khawatir kehilangan Gwen, yang memicunya menghancurkan semua kenangannya dengan Jacqluinne di masa lalu.
“Tanpa sadar, aku malah menaruh bara api di perusahaan istriku.. tidak akan ada peluang sedikitpun untuk menghancurkan hubungan pernikahan kami. Aku akan menuntut, dan akan menghancurkanmu lebih dulu..” dengan penuh emosi, Barra berbicara sendiri.
Wajah Barra terlihat tegang, tidak tahu mengapa, sejak tadi kakinya minta untuk masuk ke ruang kerja Jacqluinne. Setelah pakaian pengantin itu dikeluarkan, di pojok almari Barra juga melihat ada sebuah box. Dengan kasar, Barra mengambil box tersebut, dan setelah membukanya, ternyata berisi foto-foto kebersamaannya dengan Jacqluinne tatkala mereka muda. Wajah laki-laki itu kembali bertambah tegang, dan dengan mengangkatnya sendiri, Barra berjalan keluar dari ruang kerja tersebut.
__ADS_1
„Papa... apa yang terjadi pa, kenapa wajah papa terlihat tegang begini..” tiba-tiba Gwen masuk ke dalam ruang kerja Jacqluinne.
Melihat wajah suaminya diselimuti ketegangan, perempuan itu kemudian mendekat dan memeluk tubuh suaminya dari belakang. Beberapa saat Gwen melakukannya, dan tiba tiba..
„Honey, lepaskan pelukanmu. Ada hal yang harus aku urus secepatnya..” tiba tiba nada bicara Barra sudah mulai melunak.
“Ada apa pa…, ceritakan dulu pada mommy. Apa yang sebenarnya terjadi pa...” tetapi Gwen tetap bertahan, memeluk tubuh besar suaminya.
Gadis itu yakin, dengan apa yang dilakukannya, suaminya akan melunak. Beberapa saat Barra masih terdiam dan tidak melakukan sesuatu, sehingga Gwen masih terus memeluknya dengan erat.
“Jika honey ingin tahu dan melihatnya, lepaskan pelukanmu honey.. Aku akan mengajakmu melakukannya, daripada menjadi sumber konflik dalam perkawinan kita. Ternyata, tanpa kita sadari, kita menyimpan bara api dalam sekam. Aku harus segera menutup peluang itu, daripada malah akan membakar dan menghancurkan kehidupan indah kita,” mendengar ucapan suaminya, akhirnya Gwen melepaskan pelukannya. Perempuan itu mencoba untuk mempercayai Tindakan suaminya, dan berjanji untuk tidak asal percaya dengan yang dia lihat, sebelum melakukan konfirmasi.
Di halaman belakang Batarsheen Elegance Interior, Barra membakar barang-barang pribadi milik Jacqluinne. Semula Gwen berusaha untuk melarangnya, namun begitu mengetahui ternyata itu adalah barang yang dimiliki Jacqluinne Ketika masih Bersama dengan suaminya, Gwen hanya menatapnya dengan tidak berdaya. Perempuan itu tidak sampai hati melihat hal tersebut.. Beberapa saat kemudian…
“Papa.. apakah sudah selesai pa..? Jika sudah, beri waktu untuk mommy pa.. Kita mungkin perlu untuk bicara..” melihat barang-barang Jacqluinne sudah berubah menjadi abu, akhirnya Gwen memberanikan diri untuk mengajak suaminya untuk bicara.
“Kita pergi sekarang dari perusahaan mommy..., aku akan mengatakan apa yang melatar belakangi kenapa suamimu ini melakukannya. Aku tidak gila, dan saat ini papa dalam keadaan sadar. Hanya tidak mau semua akan menjadi sumber kesalah pahaman di masa masa mendatang,” Barra segera berdiri kemudian menggandeng istrinya.
Gwen tidak menjawab, tetapi segera mengikuti kemana suaminya membawanya pergi. Untungnya Josephine, asisten pribadi perempuan itu tanggap dengan apa yang dibutuhkan oleh Boss nya. Josephine sampai berlari untuk memberikan tas kerja Gwen, dan dengan bahasa isyarat Gwen mengucapkan terima kasih.
__ADS_1
“Smith… bawa kami keluar secepatnya dari perusahaan. Kita akan makan dulu di restaurant..” melihat Smith yang sudah siap di belakang kemudi mobil,
“Baik Tuan..” laki-laki muda itu segera membuka pintu mobil untuk kedua majikannya itu,
Tanpa bicara, Barra membantu istrinya masuk ke dalam mobil, dan Smith segera membawa mobil keluar dari pintu gerbang perusahaan. Di dalam mobil, tidak ada yang berani mengeluarkan suara. Gwen yang biasanya manja dengan suaminya, kali ini malah duduk menepi mendekat kea rah pintu mobil, Tapi tiba-tiba Barra menariknya, dan merengkuh bahu perempuan itu..
“Kenapa honey jadi menjauhi papa, apakah honey takut dengan papa saat ini..?” Barra mencoba konfirmasi dengan istrinya.
Perempuan itu.mengangkat wajah dan melihat ke wajah suaminya, dan terlihat Barra tersenyum kemudian menyentuh satu sisi kepala istrinya, dan menyandarkan di dadanya. Tangan laki-laki itu mengusap usap pucuk kepala Gwen, dan membetulkan lipatan kerudung yang agak acak acakan.
“Papa akan menceritakan padamu, alasan apa yang papa miliki honey. Jika ke depan, Jacqluinne melakukan kesalahan, papa hanya berpesan jangan beri kesempatan perempuan itu tetap berada di dalam perusahaan. Jika perlu, honey bisa meminta atau memecatnya untuk mendirikan perusahaan sendiri. Urusan Andy, akan menjadi urusanku, tidak ada yang akan bisa marah kepadamu..” lanjut Barra.
Gwen tertegun mendengar penjelasan dari suaminya, tetapi belum berani untuk menanyakan apa yang menjadi alasannya. Perempuan itu malah berusaha memejamkan matanya, sambil berpikir ada kejadian apa yang sampai memicu kemarahan laki-laki itu. Melihat istrinya malah memejamkan mata di dadanya, Barra menunjukkan wajah ke bawah dan memberikan ciuman ke kening istrinya. Begitu bibirnya bersentuhan dengan kulit istrinya, ada rasa tenang yang mengalir ke dalam dada Barra, dan laki-laki itu tersenyum sendiri karena merasa lebih tenang.
“Tuan Barra.., kira kira mau ke restaurant mana untuk kita singgahi tuan..?” tiba-tiba dari depan, Smith bertanya pada laki-laki itu.
„Antar kami ke Bali brunch saja Smith, aku tiba tiba ingin makan masakan tanah air..” sahut Barra tanpa membika matanya.
“Baik Tuan.. Smith akan langsung mengantarkan Tuan dan miss ke restaurant tersebut.”
__ADS_1
*********