
Perlahan Gwen berjalan mendekati perempuan hamil yang sedang menikmati makanan itu. Gadis itu sengaja menunggu sampai perempuan itu menyelesaikan makannya, karena khawatir jika perempuan hamil itu akan tersedak. Setelah melihat perempuan menyelesaikan makannya, dan meminum beberapa teguk minumannya, Gwen segera menghampiri gadis itu.
“Excuse me…” dengan hati-hati, Gwen mengucapkan kata permisi.
Perempuan itu seperti mengerutkan kening, dan ketika melihat ke sumber suara..,
“Gwennnn… is that you girl..” beberapa saat menatap Gwen, ternyata perempuan itu benar-benar Novi teman sekelasnya waktu SMA.
Dua gadis itu berpelukan erat, sampai menjadi perhatian dari orang-orang di sekitarnya. Tetapi keduanya tetap cuek, mereka meluapkan kerinduan mereka. Tidak lama kemudian, Gwen kemudian duduk di depan Novi..
“Bagaimana kabarmu Gwen… kita kehilangan informasi tentangmu, begitu kita lulus dari SMA beberapa tahun yang lalu.. Bahkan beberapa teman cowok juga mengatakan, jika kehilangan informasi tentang Aldo dan Asep. Malah sekarang, aku bertemu denganmu disini.” Wajah Novi terlihat cerah..
“Iya Nov… aku menyimpan rahasia dari kalian semua. Sebenarnya waktu di akhir-akhir menjelang ujian kelulusan, aku menikah dengan pengusaha yang perusahaannya ada di negara ini. Aku sengaja merahasiakan, agar tidak menjadi heboh..” sambil tersenyum, akhirnya Gwen bercerita.
Jika di waktu dulu, gadis itu pasti akan malu untuk bercerita, dan akan berusaha agar berita ini tidak menyebar. Tetapi untuk saat ini, di saat dirinya sudah cinta mati pada suaminya Barra, dengan bangga Gwen malah menceritakan pengalamannya.
„Apakah kamu tidak sedang mengarang cerita Gwen..??? Semua tahu bagaimana perasaan Aldo padamu, laki-laki itu selalu mengejarmu. Tidak mungkin dong, Aldo akan melewatkan begitu saja, jika laki-laki itu tahu kamu sudah menikah..” dengan wajah meragukan, Novi kembali bertanya.
Gwen tersenyum, dan menyesap minuman yang sudah diantarkan oleh penjualnya. Setelah menyesap beberapa teguk…
“Tidak salah lagi Nov… bahkan Aldo dan Aseo selalu menemaniku kemanapun. Singapura Ketika aku join Olimpiade Kimia tingkat Asia, dan juga di Amerika Ketika aku join Olimpiade pada tingkatan internasional skala dunia, Di negara Amerika, akhirnya pernikahan kami terbongkar..” lanjut Gwen..
“Really…. So…??” mata Novi sampai terbelalak, dan mengejar terus kelanjutan cerita dari Gwen.
__ADS_1
“Ya begitulah… kamu paham dengan sikap dan tekad Aldo kan.. Bahkan Ketika mengetahui jika aku sudah menikah, laki-laki itu masih tidak mau menyerah Nov… Aldo dengan ditemani Asep, malah mengejarku ke negara ini, dengan alasan untuk memastikanku aman.. Kisah kami ini benar-benar lucu, dan mirip drama Korea bukan..” Gwen menghentikan ceritanya, karena penjual sudah mengantarkan hering bakar pesanannya.
“Makanlah dulu Gwen… aku akan dengan sabar untuk menunggumu. Kita sudah lama tidak berjumpa, kita akan banyak bercerita..” meskipun antusias mendengarkan cerita Gwen, namun rupanya Novi cukup tahu diri.
Gwen segera menikmati hering bakar tanpa nasi, karena sangat sulit mencari kedai yang menjajakan nasi di negara ini.. Novi menunggunya sambil beberapa kali mengambil foto selfie dengan Gwen. Setelah mendapatkan beberapa foto terbaik, ternyata Novi mengunggah foto tersebut di grup alumni sekolah. Seketika grup menjadi heboh..
„Bukankah itu Gwen Nov... Anggun sekali Gwen sekarang, dengan kerudung di atas kepalanya.., tambah cantik dan keibuan..” muncul komentar tentang foto-foto itu.
“Iya… si tomboy kelas kita sudah jauh berubah.. Ayuk .. kita agendakan ketemuan, reuni setelah lima tahun tidak bertemu..” teman sekelas mereka yang lain ikut menambahkan.
“Tunggu dulu kelanjutannya ya… Nanti aku tambahkan Gwen, Aldo, dan Asep dalam grup kelas kita, tapi setelah aku memiliki nomor ponsel terbaru mereka… Saat ini, aku lagi interograsi Gwen nih…” karena dia sendiri belum punya banyak cerita tentang Gwen, Novi menangguhkan untuk mengomentari celoteh teman-temannya.
Gadis itu hanya tersenyum, sambil melihat Gwen yang sedang menikmati ikan heringnya..
***********
Setelah membersihkan tangan dengan air, dan mengusap mulut dengan menggunakan air, Gwen segera kembali ke tempat duduknya, Novi terlihat sudah siap untuk menginterograsinya. Setelah melihat jam tangan, dan masih ada waktu, Gwen kemudian kembali duduk,
“Kenapa Nov… masih penasaran dengan ceritaku..?” melihat Novi yang terus melihatnya, Gwen bertanya pada gadis itu,
“Ya iyalah,.. come on Gwen, jangan buat aku penasaran. Bagaimana ending nya hubunganmu dengan Aldo..” Novi terus mengejar,
“Ha.. ha.. ha.., kalian semua saja yang salah sangka pada hubungan kami.. Sejak SMA, aku dan Aldo itu, pure berteman saja Nov.. Meskipun Aldo beberapa kali melakukan claim, jika aku adalah pacarnya, tetapi tidak untuk aku.. Dan terbukti sampai sekarang, karena aku sangat mencintai suamiku, yah.. akhirnya Aldo menyerah. Kami sekarang menjadi saudaraan ipar..” Gwen mengambil gelas air minumnya, kemudian menyesap beberapa teguk.
__ADS_1
„Maksudmu..?”
„Aldo menikah dengan adik suamiku.., jadi kami menjadi saudara ipar.. Dan Asep juga menikah dengan gadis dari negara ini.., nanti aku akan hubungi mereka, kita bisa ketemuan..” mendengar informasi yang disampaikan Gwen, Novi sangat senang mendengarnya.
Kedua perempuan muda itu asyik bercerita tentang banyak hal. Sampai mereka tidak menyadari, jika ada seorang laki-laki yang dengan heran melihat ke arah mereka, Laki-laki itu terlihat sabar menunggu mereka, dan..
“Sayang.. kamu sudah datang Kembali sayang… Oh iya Gwen… kenalkan ini Frans suamiku..” tiba-tiba Novi mengenalkan laki-laki yang baru datang itu sebagai suaminya
“Oh ya…?? Okay, kenalkan saya Gwen… teman Novi ketika masih di SMA dulu..” dengan sopan, Gwen juga mengenalkan dirinya.
“Apakah kalian janjian untuk bertemu di tempat ini sayang..?” Frans bertanya pada istrinya.
“Tidak… kami juga kaget, karena tanpa sengaja malah bisa bertemu di tempat ini. Bahkan ada dua teman kami sekelas dulu, yang ternyata juga berada di negara ini.. Nanti malam.. kita mungkin akan ketemuan, boleh ya sayang..” Novi tampak meminta ijin pada suaminya.
„Nov... tidak harus malam ini juga kali.. Kan aku belum menyampaikan hal ini pada Aldo, dan juga Asep. Siapa tahu mereka punya acara.. Tapi yah, semoga saja sih, nanti aku akan call mereka, dan memberi tahukan tentang rencana pertemuan kita..” Gwen merasa tidak enak pada suami Novi.
Frans tersenyum, kemudian melihat ke arah Gwen..
“Tidak masalah Miss Gwen… kebetulan aku dan Novi untuk beberapa waktu akan ada di negara ini. Jadi banyak waktu pula, untuk kalian bisa bertemu. Asalkan Novi bisa menjaga kehamilannya, aku tidak akan ada masalah..” ternyata Frans suami Novi orangnya pengertian.
Seakan menyadari ketidak enakan perasaan Gwen, Frans menjelaskannya. Novi menggelendot manja pada laki-laki itu, dan Gwen hanya tersenyum melihat mereka. Pada saat saat tertentu, Gwen juga sering berperilaku seperti itu pada Barra. Tiba-tiba Gwen teringat jika harus menjemput kedua putranya di Kindergaten..
“Novi…, Frans… bukannya aku tidak menghormati kalian ya… Tapi aku masih harus menjemput putraku di sekolah, sebentar lagi jam kepulangan mereka. Mungkin aku bisa mengundang kalian untuk mampir ke gubugku, nanti aku share loc alamat tempat tinggalku..” Gwen segera berdiri dan berpamitan pada temannya itu.
__ADS_1
“Sayang sekali Gwen… tapi aku akan sangat senang dengan undanganmu.. See you next time Gwen..” Novi melambaikan tangan mengiringi Gwen yang bergegas meninggalkan mereka.
***********