Aku Masih SMA

Aku Masih SMA
Chapter 96 Nikmat Mana yang Kau Dustakan


__ADS_3

Setelah menempuh hampir tiga jam perjalanan dengan mobil pribadi, pasangan suami istri Barra dan Gwen akhirnya memasuki Kawasan yang sangat banyak dipenuhi salju. Perjalanan menjadi semakin seru, dengan medan menanjak yang mereka lalui. Barra merasa sangat senang melihat mata istrinya mengerjap, seperti menemukan sesuatu yang baru,


“Honey… apakah kamu menyukai perjalanan ini sayang..?” Barra bertanya pada istrinya, sambil membetulkan syal di leher Gwen. Padahal dengan mesin penghangat dalam mobil, mereka sebenarnya tidak begitu merasakan kedinginan. Namun karena merasa care, dan tidak mau jika istrinya merasa dingin, Barra sangat memperhatikan istrinya.


“Sangat suka sekali kak… sepanjang perjalanan kita melihat tumpukan salju yang sangat memutih. Bahkan angin juga tidak berani bertiup, lihatlah kak… daun-daun dan dahan pohon saja juga berselimut dengan salju. Gwen ingin kak, bermain di atas salju-salju tersebut.” Tanpa mengalihkan pandangan dari tempat terakhir yang dilihatnya, Gwen menjawab pertanyaan suaminya.


“Hempph… memang sih, kota ini merupakan tempat terbaik untuk menikmati salju di musim dingin seperti ini. Para pengunjung juga dapat menikmati penampakan aurora, dengan warna warni yang bersinar membentuk aurora.. Besok aku akan mengajakmu bermain jet ski honey… dengan catatan istriku tidak merasa kedinginan dengan suhu udara dan cuaca di tempat ini..” Barra memegang bahu Gwen, kemudian menyandarkan di dada laki-laki itu.


Driver hanya bisa tersenyum, dan sesekali melirik melalui kaca depan. Interaksi pasangan suami istri di kursi tengah itu memang tidak terlalu vulgar, Namun kedekatan yang terjadi, ikut membuat dag dig dug bagi yang melihatnya.


“Benar kak, jangan bohong ya… Setiap melihat layer televisi atau reels di Instagram, sering di beranda muncul video pendek orang bermain salju dengan sangat bahagianya. Gwen ingin melakukan hal yang sama kak…” dengan tatap penuh harap, Gwen langsung mengiyakan tawaran itu.


“Apakah suamimu ini pernah berbohong padamu honey... Aku akan mengajakmu kesana esok hari, tapi ingat bukan. Semua akan melihat dulu bagaimana stamina istriku.. apakah bisa beradaptasi dengan suhu udara yang dingin ini, ataukah tidak..” Barra menjentik ujung hidung Gwen. Gadis itu tersenyum malu, tetapi seperti menikmati perlakuan kecil dari suaminya.


Tidak lama kemudian, driver sudah membawa pasangan suami istri itu memasuki areal Apukka Resort yang dikelola Glass Igloos hotel, sebuah resort mewah dan berdiri di lokasi yang sangat indah untuk menikmati pemandangan di Rovaniemi. Begitu driver menghentikan mobil di depan pintu lobby, sama seperti pelayanan yang diberikan hotel pada umumnya, tampak security bergegas membukakan pintu mobil dan menyambut kedatangan tamu resort tersebut,


“Selamat datang di Apukka Resort tuan dan nona.. silakan masuk ke dalam..” pasangan suami istri itu hanya tersenyum menanggapi keramahan security tersebut. Keduanya segera masuk ke resort, dan langsung melangkahkan kaki menuju meja receptionis.

__ADS_1


“Selamat datang tuan, dan nona.. Apakah ada yang bisa kami bantu..?” dengan ramah pula, petugas receptionis memberikan salam pada pasangan suami istri itu.


“Apakah ada reservasi Pant House atas nama Barra Xavier Gibran..?” suami Gwen langsung menyebutkan namanya.


“Maaf tuan Barra.. saya tidak mengenali kedatangan tuan Barra.. Mari saya antarkan menuju Pant House tuan…” mendengar nama tamu yang melakukan check in, seketika wajah petugas receptionis menjadi pucat. Perempuan itu langsung keluar dari tempat duduknya, dan akan mengantarkan sendiri ke kamar yang sudah dibooking atas namanya,


“Tidak perlu berlebihan seperti itu… berikan saja kami Acces Room, kami akan menuju ke kamar yang sudah dibooking untuk kami..” dengan halus, Barra menolak pelayanan itu.


“Mmmmpph… baiklah tuan, mohon maaf atas kelancangan saya..” beberapa saat kemudian, perempuan itu sudah memegang acces room.


“Mohon untuk menerimanya tuan… petugas room service selalu stand by untuk memberikan pelayanan pada tuan dan nona..”


***********


Di bath room…


Sambil berendam air hangat, Gwen terlihat gelisah sejak tadi. Seperti ada beban berat yang dipikirkan oleh gadis itu. Sedangkan Barra seperti biasanya, laki-laki itu akan langsung focus pada gadget yang ada di tangan, untuk memeriksa pekerjaan yang masih bisa diselesaikan, Untuk menyenangkan istrinya, dan memberikan suasana baru, Barra sengaja mengambil cuti tiga hari dan berencana akan menghabiskan di tempat itu. Namun itupun masih fleksibel, jika terlihat Gwen masih menginginkan berada di tempat ini, tanpa ragu Barra akan memperpanjang masa cutinya.

__ADS_1


Sementara itu masih di dalam bath room...


„Aku malah menjadi mati gaya, merasa bingung dengan apa yang akan aku lakukan pada kak Barra. Apakah benar sudah saatnya, aku menerima kak Barra seutuhnya..?” terlihat Gwen masih diselimuti keraguan. Gadis itu masih berbicara sendiri dengan lirih sejak tadi.


“Sudah empat bulan kita menikah, kak Barra masih sabar tidak pernah memaksaku. Kak Barra terlihat sangat menghargai perasaanku, mungkin saat inilah merupakan saatnya. Tidak perlu lagi aku dipusingkan berpikir tentang laki-laki lain, yang aku tidak tahu apakah benar akan ada di dunia ini.”


“Ayat 13 dalam Surah Ar-Rahman Al-Qur.an bermakna, Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan. Aku sepertinya tidak memahami dan tidak menyadari nikmat dari Tuhan. Baiklah.. aku akan menepati kewajibanku sebagai seorang istri pada suamiku. Aku akan berikan hak kak Barra..” akhirnya Gwen berhasil meyakinkan dirinya.


Perlahan gadis itu berdiri, kemudian menyeka tubuhnya menggunakan handuk. Beberapa waktu dihabiskan untuk berpakaian, dan Gwen seperti sengaja mengenakan pakaian sedikit terbuka, padahal di luar udara sangat dingin menggigit kulit. Tapi sepertinya gadis itu sudah memiliki tekad untuk menerima suaminya seutuhnya,


„Klek...” handle pintu kamar mandi diputar Gwen dari dalam, dan Ketika gadis itu keluar dari dalam kamar mandi, pas kebetulan Barra juga menoleh ke arahnya.


„Hon... honey, apakah tidak salah penglihatanku,” Barra seperti tidak percaya melihat istrinya yang keluar dari bath room, dan berjalan ke arahnya,


Gwen yang terbiasa mengenakan pakaian tertutup jika berdua bersamanya, kali ini memiliki keberanian untuk menampakkan sedikit belahan dada pada suaminya. Gadis itu tersenyum malu, dan tetap berjalan mendekat pada Barra.


„Kak Barra... Gwen siap kak..” dengan nada lirih dan tercekat, Gwen berucap pada Barra, sambil menatap malu pada laki-laki yang tampak mengamatinya sambil tersenyum itu. Gadis itu menundukkan wajahnya ke bawah, dan jari-jari tangan Barra memegang dagu lancip Gwen dan mengangkat kembali dagu itu ke atas. Gwen mengangguk perlahan...

__ADS_1


"My honey... this is a surprise for me honey..." dengan mengulum senyum, Barra segera berdiri. Laki-laki itu seperti tidak mau membuang kesempatan, Barra langsung menangkap bibir Gwen dengan bibirnya. Keduanya Kembali melakukan ciuman panas…, lidah laki-laki itu segera membelit dan memagut semua yang ada di dalam bibir istrinya. Gwen juga tidak mau kalah, dan tidak membutuhkan waktu lama, keduanya saling mereguk manis dari masing-masing.


***********


__ADS_2