Aku Masih SMA

Aku Masih SMA
Chapter 283 Mampir Singapura


__ADS_3

Dua hari sesudahnya..


Sesuai yang sudah mereka bicarakan, akhirnya beberapa agenda mengunjungi objek wisata lain di Indonesia, dibatalkan oleh Barra dan Gwen. Begitu juga dengan Kayla dan Aldo, karena kehamilannya, pasangan suami istri itu akhirnya ikut bergabung dengan keluarga kakaknya, dan mereka pulang bersama menuju ke Helsinki. Namun terlebih dulu, karena ada urusan di Singapura, pesawat pribadi itu mampir dulu di Changi International Airport.


“Keponakan cantikku, tambah dewasa saja kamu sekarang sayang…” dengan penuh kasih sayang seorang paman, Andrew memeluk dan menciumi Gwen.


Barra sudah melotot ingin memisahkan paman dan keponakan itu, namun Gwen sendiri malah yang memeluk Andrew. Anne yang sedang menggendong bayi, putranya dengan Andrew yang berusia satu tahun, tersenyum melihat hal itu.


“Andrew… lepaskan istriku. Sudah terlalu lama kamu mengambil kesempatan, main peluk istriku..” karena Andrew dan Gwen lumayan lama mengacuhkannya, akhirnya Barra mengeluarkan teguran,


“Hey.. hey.. hey.., kamu sadar diri tidak Barra.. Siapa status Gwen untukku..., bisa kuwalat kamu menjadi istri keponakanku. Bisa bisanya berpikiran kotor tentangku dan Gwen...” mendengar protes Barra, Andrew segera melepakan pelukannya, dan meninju lengan atas sahabatnya itu.


„Ha.. ha.. ha.., kalian selalu lucu jika sudah bersama..” semua yang berada di lobby hotel itu tertawa.


Setelah Andrew melepaskan pelukannya, Gwen melihat ke arah putra paman dan aunty nya. Karena Andrew adalah adik papanya, berarti anak usia satu tahun memiliki status sebagai pamannya.


“Ikut kakak William sayang… Ini ada tiga ponakan William... Bareeq, Tareeq, Sheen.., come here. Kasih salam nih sama Opa kalian bertiga”setelah menggendong William putra pamannya, Gwen memanggil putra putrinya untuk mendekat.


“Ya Tuhan Gwen… bukan opa kali. William masih bayi, masak dah dipanggil opa…” Anne berteriak memprotes panggilan keponakan suaminya itu.


“Lah yang benar seperti itu aunty.. Karena ini urutan silsilah keluarga.. ha.. ha.. ha..,” Gwen tertawa terbahak mendengar protes dari istri pamannya. Semua ikut tertawa.


Bareeq, tareeq dan Sheen akhirnya mendekati mommy nya. Sheen tampak memandang takjub William, dan tangan gadis itu mengusap dan memegang pipi chubby William.


“Willy main sama Sheen yuk.. Kita bermain boneka,” suara mungil Sheen mengajak William untuk menemaninya bermain.


‘Kok boneka Sheen… Kan Willy laki-laki, main mobil atau robot dong. Kita ke sana yukk…” Bareeq memotong ajakan Sheen

__ADS_1


“Sudah.., sudah.., tidak masalah mau mainan apapun. Kita ke Play Ground saja yuk, kitab isa mainan di sana..” Gwen menengahi perdebatan ketiga putranya.


Perempuan itu membawa empat anak kecil, berjalan menuju ke Play Ground. Barra tersenyum melihat hal itu, kemudian memberi isyarat pada Andrew, untuk membahas kesepakatan yang sudah mereka rencanakan sebelumnya. Tanpa Gwen sadari, ternyata Kayla, Aldo dan juga Anne mengikutinya dari belakang.


"Mommy....can we invite Willy to play ball..?" melihat ada arena mandi bola, Tareeq meminta ijin pada mommy nya.


„Boleh sayang, tapi kalian harus tetap hati-hati. Perhatikan Sheen dan Willy..” Gwen mengijinkan, dan mengantarkan Willy ke tempat wahana mandi bola.


“Ball… ball…” William tampak kegirangan ketika banyak bola berada di sekitar tubuhnya.


Sheen mendekati anak kecil itu, kemudian ikut duduk di depan William. Mereka sangat rukun, dan bermain bola bersama,.


“Kak Gwen… kak Anne.., besok putraku jika sudah lahir, pasti juga akan lucu seperti mereka..” tiba-tiba Kayla mendekat, dan berbicara tentang bayi yang ada dalam rahimnya,


“Woww… Kayla sudah pregnant juga kah..? Selamat Kayla, Aldo, aku ikut senang dan bahagia mendengarnya...” Anne menyahut pembicaraan itu.


terima kasih, Kami juga baru tahu beberapa hari lalu, ketika kami sedang


berlibut di Labuan Bajo. Kayla dan kak Aldo, sangat senang sekali, karena


kehamilan ini sudah lama kami tunggu kehadirannya..” dengan wajah bersinar,


Kayla menjelaskan,


Anne tersenyum, kemudian mendekat pada Kayla, beberapa saat perempuan itu mengusap perut gadis itu. Gwen tersenyum melihatnya..


**********

__ADS_1


Hanya dua hari, Barra menghabiskan waktu untuk berbicara masalah bisnis dengan Andrew sahabat, dan juga paman dari istrinya. Pada malam hari, laki-laki itu sudah mengajak istri dan rombongan yang datang bersamanya, untuk melanjutkan perjalanan kembali menuju kota Helsinki. Mereka memang lebih menyukai penerbangan di malam hari, karena akan menghabiskan waktu mereka untuk tidur di sepanjang perjalanan.


„Anak-anak sudah tidur honey, sekarang waktunya kamu beristirahat. Sejak pagi, honey tidak beristirahat karena sibuk mencari oleh-oleh di Mustafa Centre. Sekarang waktunya, relakskan pikiran dan tubuhmu sayang..” melihat istrinya sudah berada di kursi yang sekaligus single bed nya, Barra menghampiri perempuan itu.


Tatapan kasih sayang diberikan pada perempuan itu, seakan dirinya merupakan laki-laki yang paling beruntung di dunia. Gwen tersenyum, dan mengusap wajah Barra menggunakan telapak tangan kanannya.


“Papa juga harus segera beristirahat. Sudah tidak terdengar suara siapapun, mungkin Aldo dan Kayla juga sudah beristirahat.” Gwen juga mengingatkan suaminya.


“Hempphh.. pastilah sayang. Good night, sweet dream..” laki-laki itu menurunkan wajahnya ke bawah, untuk memberikan ciuman di kening, dan bibir istrinya.


Mereka rutin melakukannya, tidak hanya saat ini. Bahkan Ketika mereka sedang berada di rumahpun, Barra dan Gwen selalu melakukannya. Gwen tersenyum, kemudian perempuan itu mulai memejamkan matanya. Melihat istrinya sudah terpejam matanya, Barra berdiri kemudian mengambil lipatan selimut. Perlahan laki-laki itu menutupi tubuh istrinya dengan selimut.


“Waktu sudah hampir pukul 24.00 p.m, aku juga harus beristirahat. Jadi Ketika kita istirahat di Abu Dhabi, kita sudah fresh, dan bisa mampir untuk menikmati kuliner di kota tersebut.” Barra meregangkan pinggang dan tubuhnya beberapa kali.


Setelah itu, laki-laki itu mengambil selimut untuk dirinya sendiri. Dan sebelum berjalan menuju ke single bed untuk dirinya, Barra melangkahkan kaki untuk menengok putra, putri, dan juga adik kandungnya.


“Ternyata mereka sudah terlelap lebih dulu,. Mungkin mereka sudah sangat capai, karena long journey yang berurutan, dan menggunakan mala mini untuk beristirahat penuh.:” Barra bergumam sendiri.


Melihat selimut yang menutupi tubuh Sheen tersingkap, laki-laki itu kemudian mendatangi putrinya, kemudian membetulkan letak selimut tersebut. Tidak lupa, laki-laki itu juga menengok posisi tidur Bareeq dan Tareeq.


“Belum tidur kak Barra..” tiba-tiba terdengar suara Aldo bertanya pada kakak iparnya itu.


Rupanya laki-laki itu terbangun, ketika mendengar ada Langkah kaki mendatangi tempat mereka beristirahat,


“Belum Ald.. tapi ini mau berangkat tidur juga. Kembalilah beristirahat, aku juga akan Kembali ke tempat tidurku sendiri..” Barra memberikan tanggapan pada adik iparnya.


Aldo tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Barra kemudian kembali melangkahkan kaki, untuk menuju ke tempatnya sendiri. Beberapa saat kemudian, akhirnya Barra sudah membaringkan tubuhnya di atas bed, kemudian menyelimuti tubuhnya. Tidak lama kemudian, akhirnya laki-laki itu sudah terlelap dalam istirahatnya.

__ADS_1


**********


__ADS_2