Aku Masih SMA

Aku Masih SMA
Chapter 227 Kedatangan Jacqluinne


__ADS_3

Kayla tersenyum dan sangat mengagumi kakak iparnya itu. Dengan kondisi kehamilan tua seperti itu, Kayla belum pernah mendengar kakak iparnya mengeluh. Gwen terlihat senang, meskipun dalam keadaan hamil, harus disambi mengawasi dua anak bocah kecil putra kembarnya, dan masih ditambah kedatangan Mike, putra dari Andy dan Jacqluinne.


„Sebenarnya aku ingin mengajak kak Gwen dan anak-anak untuk berjalan-jalan ke mall kak.. Apalagi ada Mike juga, mereka pasti akan merasa senang untuk bermain di Play Ground..” Kayla menyampaikan keinginannya.


Gwen tersenyum, dan melihat ke arah adik iparnya itu. Perlahan perempuan itu mengusap perutnya yang sudah membuncit..


“Kamu tahu bagaimana keadaanku saat ini bukan... tidak mungkin Kay.. Tanpa ada pendampingan dari kak Barra, aku tidak bisa pergi meninggalkan rumah ini. Karena sewaktu waktu kelahiran putriku bisa terjadi, dan aku tidak akan membayangkan betapa repotnya. Tiga anak Balita seusia juga sedang Bersama kita..” Gwen menolak dengan halus.


Kayla tampak memahami kondisi kakak iparnya saat ini.. Gadis itu berpikir, dengan berada di dalam rumah, ditemani tiga Balita yang sangat menggemaskan, tampaknya juga sangat menyenangkan.


„Kamu tidak kecewa kan Kay... aku tidak bisa mengikuti keinginanmu..” merasa khawatir jika kata-katanya menyinggung perasaan adik iparnya, Gwen bertanya pada gadis itu.


„Ya Tuhan kakakku yang cantik, perasa amat. Ya pasti tidaklah, Kayla ini juga perempuan kak, suatu saat juga akan mengalami apa yang saat ini kak Gwen rasakan. Pastilah Kayla akan mendukung kakak di rumah, sambil bermain dengan ketiga bocah yang lucu itu, Seperti tadi malam, karena mereka bertiga sudah tertidur di lantai, akhirnya dengan Aldo, kayla memiliki ide untuk menemani mereka..” gadis itu menyanggah pertanyaan kakak iparnya.


„Hempphh baguslah kalau begitu. Anak memang bisa memberikan warna dalam kehidupan kita. By the way… kenapa kamu belum juga memiliki anak Kay…? Apakah kamu sengaja menundanya..” menyadari jika adik iparnya itu belum memiliki momongan, padahal sudah beberapa saat menikah, Gwen bertanya pada Kayla.


Gadis itu tidak langsung menjawab, hanya tersenyum kecut. Kemudian..


“Sebenarnya kak, Kayla yang meminta pada Aldo untuk menunda kehamilan sebentar. Paling tidak menunggu sampai kuliah Kayla kelar kak..” ucap gadis itu lirih.

__ADS_1


Gwen terdiam, tapi perempuan muda itu kemudian tersenyum..


“Kakak dan kak Barra akan menghargai semua keputusan yang sudah kalian ambil Kay… Tapi jangan pernah memiliki pikiran jika keberadaan anak akan menghalangi ambisi kita. Kehadiran anak, malah akan jadi penyemangat dan motivasi kita untuk belajar Kay.. Tetapi asalkan kita ikhlas untuk menjalaninya.” Ucap Gwen akhirnya.


Kayla tertegun mendengar kata-kata yang diucapkan oleh kakak iparnya itu. Gadis itu tersenyum kecut, kemudian melihat kea rah Gwen..


“Ke depan, Kayla dan Aldo akan mencobanya kak... Setiap akhir pekan, kami berdua selalu mengalokasikan waktu untuk bertemu dengan bareeq dan Tareeq. Dan seperti yang kak Gwen katakan, hanya melihat keberadaan ketiga bocah kecil itu, semangat Kayla terus muncul. Apalagi sebentar lagi, kak Gwen juga akan melahirkan, pasti rumah ini akan semakin ramai..” akhirnya keputusan untuk mengakhiri penundaan kehamilan, keluar juga dari bibir Kayla.


Gwen tersenyum mendengar kata-kata itu, karena bagaimanapun, sebagai sahabat Aldo, suami dari Kayla, Gwen mengetahui apa yang diinginkan oleh sahabatnya itu. Mungkin karena merasa tidak enak, dan untuk menjaga perasaan istrinya, laki-laki itu bersedia menunda keinginan untuk memiliki momongan.


**********


Helsinki Vantaa Airport..


“Apakah kamu capai Jacqluinne..? Jika iya, kita akan transit sebentar ke executive lounge, barulah kita akan menuju ke rumah kita..” melihat kondisi Jacqluinne yang masih belum pulih, Andy bertanya pada istrinya.


“Tidak And.. aku hanya ingin segera sampai di rumah, dan merebahkan tubuhku di atas ranjang, Namun jika kamu lapar, dan di rumah tidak tersedia apapun, kamu bisa memesan makanan dan delivery order saja.. Atau jika kamu menginginkan untuk rehat sebentar di lounge, aku akan menemanimu.” berpikir jika hampir satu hari satu malam, mereka melakukan perjalanan udara, Jacqluinne cukup tahu sendiri.


Apalagi Ketika di rumah sakit, perempuan itu tahu jika Andy suaminya susah payah menungguinya, dan pasti juga kurang istrirahat. Jacqluinne mencoba untuk berpikir fifty fifty.., tidak mau suaminya kelelahan karena dirinya.

__ADS_1


“Tidak perlulah sayang, aku juga ingin segera beristirahat di atas ranjang. Aku akan menelpon Emma atau Connie untuk menyiapkan makan malam untuk kita.” Akhirnya Andy menyetujui usulan yang disampaikan oleh istrinya.


Laki-laki itu segera mengambil ponsel, dan melakukan panggilan keluar untuk menghubungi Emma, maid yang dipekerjakannya di rumah.


“Selamat malam tuan Andy.. apakah ada yang bisa Emma bantu..” menyadari kepergian majikannya, maid bertanya.


“Aku dan Nyonya dalam perjalanan pulang ke rumah Emma.. Tapi kami berdua belum makan, dan dalam keadaan lapar. Tolong siapkan makan malam untuk kami, karena kami akan langsung makan malam, begitu sampai di rumah..” tanpa banyak basa basi, Andy segera menyampaikan keinginannya.


„Baik Tuan.. Hati-hati dalam perjalanan..”


Andy segera mengakhiri panggilan secara sepihak, Laki-laki itu merangkul istrinya, dan meminta orang-orangnya yang ikut menjemput, untuk mengurus bagasi barang-barang Jacqluinne yang ikut mereka kemas dan bawa.


“Kita langsung masuk ke mobil saja, sudah ada yang akan mengatur dan mengantarkan barang-barang kita. Bergegaslah..” tanpa membantah, Jacqluinne mengikuti Langkah kaki suaminya.


Perempuan itu baru kali ini benar-benar diperlakukan dengan lembut oleh Andy, seperti bagaimana seorang suami memperlakukan istrinya. Ketika dirinya diketahui sedang hamil, dan karena terpaksa mereka akhirnya harus menikah, perlakuan dan sikap Andy sangatlah kasar. Tidak jarang, laki-laki itu bahkan tidak pulang, dan malah tidur di kamar hotel lain dengan menyewa perempuan nakal. Tapi kali ini, sikap Andy mencerminkan sikap seorang suami yang perhatian pada istrinya.


“Kenapa kamu diam saja Jacqluinne, apakah kamu tidak menyukai Kembali ke Helsinki..?” merasa sejak turun dari pesawat, istrinya tidak banyak bicara, Andy melakukan konfirmasi pada perempuan itu.


„Mmmmppphhh... tidak Andy, kamu salah mengerti. Aku hanya suka dengan sikap dan perlakuanmu saat ini, jauh berbeda dengan beberapa tahun lalu..” Jacqluinne memeluk lengan Andy, dan mengatakan apa yang ada dalam pikirannya.

__ADS_1


“Jangan membuatku malu atas sikapku dulu Jacqluinne.. Ke depan, aku akan memperlakukanmu dengan baik sayang Dengan putra kita Mike, kita akan menyongsong masa depan yang lebih baik..” Andy tersenyum, dan dengan lembut memberikan ciuman di kening parempuan itu.


*********


__ADS_2