Aku Masih SMA

Aku Masih SMA
Chapter 205 Menuju ke Canada


__ADS_3

Beberapa hari sesudahnya…


Sesuai hasil kesepakatan pembicaraan, acara pernikahan Kayla dan Aldo akhirnya diadakan di Minggu pagi. Pasangan pengantin itu betul betul tidak mau diadakan pesta besar besaran, dan hanya dihadiri oleh keluarga inti saja. Yang mengejutkan Gwen, ternyata bukan hanya Aldo dan Kayla saja yang menikah di rumah ini, tetapi Cynthia dan Asep ternyata juga ikut bergabung untuk meresmikan hubungan antara keduanya.


“Kalian betul betul mengerjai aku Cynth… Asep. Tidak ada angin, tidak ada hujan, tiba tiba saja melangsungkan pernikahan… Selamat, aku tidak mampu berkata kata banyak..” Gwen memberikan pelukan tulus pada Cynthia, dan Asep tersenyum haru melihatnya.


“Maaf Gwen… kami sebenarnya juga tidak ada rencana. Tapi keluarga Aldo memaksaku, dan untungnya Cynthia juga menyetujuinya. Yah... beginilah akhirnya Gwen... kita bisa menjadi pasangan suami istri, yang sah di mata agama dan perangkat pemerintah..” dengan air mata menggenang di pelupuk mata, Asep memberi tanggapan pada sahabatnya itu.


“Sudahlah… hapus air matamu Asep… kamu harus menikmati kebahagiaanmu. Tuhan memiliki banyak cara, untuk memberikan nikmat pada hamba Nya, dan juga sebaliknya. Hanya sekejap, semua kebahagiaan bisa dihancurkan dengan kekuatan Nya. Lihatlah apa yang pernah terjadi padaku..” Gwen memberi nasehat pada pasangan pengantin itu.


Kedua tangan Gwen direntangkan, dan kedua sahabatnya masuk ke dalam pelukan gadis itu.


“Nikmatilah acara kalian… aku akan memberi selamat pada Aldo dan Kayla. Aku malah belum bertemu secara khusus pada mereka. Karena sejak tadi, keluarga masih asyik berphoto photo dengan mereka..” Gwen melihat ke samping.


Di depan Kayla dan Aldo sudah terlihat sepi, dan tiba tiba Barra melambaikan tangan memanggil gadis itu.


“Pergilah Gwen… kak Barra dan kedua putramu sudah menunggu..” Cynthia meminta Gwen segera menghampiri keluarganya,


Tapi Gwen menyadari, jika semua yang ada dalam ruangan itu, semua anggota keluarga darinya dan keluarga Aldo, Tidak ada satupun dari keluarga Asep, dan Gwen berpikir untuk menjaga perasaan sahabatnya itu. Gwen memberi isyarat pada suami dan kedua putranya.. Tidak lama kemudian, Barra dengan Tareeq serta Bareeq menghampiri Gwen.


“Asep… Cynthia, barakallah.. akhirnya kalian sudah resmi menjadi pasangan yang sah. Selamat untuk kalian, semoga kehidupan pernikahan kalian langgeng, dan segera diberikan momongan oleh Tuhan..” Barra memberikan selamat pada kedua sahabat Gwen itu,


“Terima kasih kak Barra… sampai kapanpun, Asep tidak akan pernah melupakan semua kebaikan ini kak… Demikian juga istriku Cynthia… karena kebaikan hati kak Barra dan keluarga juga, akhirnya kami bisa menyatukan percintaan kami..” dengan penuh haru, Asep mengucapkan terima kasih pada suami Gwen.

__ADS_1


“Bareeg… Tareeq.., sampaikan ucapan selamat dari kalian berdua, untuk Uncle dan Aunty…” Gwen memberi arahan pada kedua putranya.


Bareeq dan Tareeq berjalan mendekat ke depan pasangan pengantin itu.


“Uncle… aunty.., selamat ya atas pernikahan uncle dan aunty.. Semoga uncle dan aunty segera memiliki putra, sehingga bisa menjadi teman bermain untuk kami berdua..” dengan menggemaskan, putra kembar Barra dan Gwen itu turut memberikan ucapan selamat,


Asep menundukkan badan ke bawah, dan langsung memberi pelukan pada kedua anak itu. Cynthia juga melakukan hal yang sama.. Tidak tahu gimana ceritanya, tiba tiba beberapa orang sudah berdiri di belakang Barra dan Gwen. Semua yang ada di dalam rumah Barra, antri untuk memberikan ucapan selamat pada Asep dan Cynthia…


“Ayo kita memberikan ucapan selamat untuk Aldo dan Kayla kak..” melihat kedua sahabatnya itu sudah bisa mengendalikan perasaannya, Gwen mengajak suami dan kedua putranya untuk menuju ke pelaminan satunya.


Ke empat orang keluarga kecil itu segera berjalan, dan berhenti di depan Aldo dan Kayla. Tampak mata Aldo dan Kayla bergenang air mata, dan tanpa kata Barra segera memberi pelukan pada keduanya, kemudian diikuti Gwen, dilanjutkan kedua putra mereka.


“Selamat Aldo… titip jaga dan arahkan Kayla. Jadilah imam untuk adikku… tuntun dia agar bisa menjadi seorang istri yang baik seperti istriku..” sesama laki laki, Barra berbicara lirih dengan Aldo.


„Kayla... titip sahabat baik kakak ya... Aldo akan bisa menjadi suami yang bertanggung jawab kepadamu, percayalah..” Gwen juga mengucapkan beberapa kata untuk adik iparnya.


„Baik kak... kami akan saling melengkapi, seperti kak Barra dan kak Gwen..” sahut Kayla.


Merasa sudah cukup menyampaikan ucapan selamat, Barra mengajak istri dan kedua putranya untuk mencicipi hidangan yang disediakan di tempat itu. Halaman belakang, di pinggir kolam renang, disulap menjadi tempat berlangsungnya pesta. Meskipun hanya keluarga inti saja yang hadir, tetapi pesta tetap berlangsung secara meriah.


*********


Keesokan paginya...

__ADS_1


Tanpa ada yang mengetahui karena semua masih terlelap, Barra dan Gwen membawa mamanya untuk kembali ke Canada. Tuan Chandra mengikuti, sambil menggandeng tangan Tareeq dan Bareeq, laki laki paruh baya itu terlihat lesu. Mama Barra sudah menahan rasa sakit, pada saat berlangsungnya pernikahan Kayla dan Aldo, tapi perempuan itu berusaha untuk menahan karena ingin menjadi saksi pernikahan putrinya. Tapi jadwal operasi tidak bisa ditunda, sehingga tanpa memberi tahu yang lainnya, mereka diam diam kembali terbang ke Canada.


„Oma... ada Tareeq dan Bareeq yang akan menjaga oma di rumah sakit. Jadi oma harus bersemangat..” ketika mereka menunggu waktu boarding, putra kembar Barra memberikan hiburan pada omanya..


“Tentu cucu cucu oma yang menggemaskan. Sini mendekat pada oma...” kedua anak itu berjalan mendekati omanya, dan perlahan mamanya Barra mengusap rambut di kepala kedua cucunya,


Gwen berlinang air mata melihatnya, tidak dapat menghilangkan rasa haru. Barra merangkul pundak Gwen, dan menyandarkan kepala gadis itu di bahunya.. Sebuah kecupan diberikan Barra di kening gadis itu..


“Tenanglah honey… kita harus menyemangati mama. Lihatlah putra kita, mereka sangat pandai menghibur oma mereka..” Barra menunjuk putra mereka, dan Gwen hanya menganggukkan kepala.


„Tuan.., nyonya.., sudah saatnya untuk boarding.. Private jet sudah siap untuk diberangkatkan..” tiba tiba petugas bandara memberi tahu pada mereka.


“Baik… kami akan segera naik ke pesawat.” Sahut Barra..


Dengan hati hati, laki laki itu kemudian melepaskan Gwen dan memegang kursi roda. Kedua putra Gwen segera berjalan di belakang papanya, dan Gwen berdampingan dengan papa mertuanya. Mereka segera turun ke lapangan udara, dan dengan hati hati naik ke atas private jet yang sudah menunggu mereka.


“Hati hatilah honey.. awasi Tareeq dan Bareeq,.” Karena Barra naik terlebih dahulu, dan memegangi mamanya, laki laki itu berpesan pada istrinya.


„Baik kak... kami akan hati hati, kak Barra tenang saja mendampingi mama..” Gwen cepat memberi respon pada suaminya.


Tuan Chandra naik ke atas pesawat paling belakang, setelah Gwen dengan kedua putranya naik duluan ke atas.


***********

__ADS_1


__ADS_2