Aku Masih SMA

Aku Masih SMA
Chapter 286 Saling Percaya


__ADS_3

Bali brunch…


Smith makan sendiri di luar, sedangkan Barra dan Gwen memilih private room untuk membicarakan kejadian di perusahaan tadi. Sebenarnya Gwen tidak memaksa suaminya untuk bercerita, tetapi Barra yang berniat untuk membantu istrinya.


“Honey… papa harap, honey tidak berpikir yang tidak tidak tentang apa yang tadi papa lakukan di perusahaan honey.. Apa yang papa lakukan, hanya untuk mencegah agar tidak menjadi laten dalam kehidupan kita ke depan honey..” Barra memulai percakapan.


Gwen berusaha mendengarkan apa yang dikatakan laki laki itu dengan seksama, berusaha mencerna setiap kata yang dikeluarkan oleh suaminya.


“Ketika honey memutuskan untuk mengajak Jacqluinne bergabung di Batarsheen, papa sudah agak khawatir. Namun, melihat honey sangat excited, dan juga keuangan Andy yang mulai menurun, akhirnya papa membiarkan sambil mengamati diam diam. Tetapi tanpa sengaja, tadi papa tergerak untuk masuk ke ruang kerja perempuan itu, dan ternyata sesuatu yang tidak pernah terpikirkan dalam hubungan antara papa dan perempuan itu, semua masih disimpan rapi di dalam ruangannya.” Lanjut Barra.


“Aku harus menghentikannya honey, dan tidak boleh membiarkan sesuatu yang kecil, nanti akan berubah menjadi sesuatu yang besar. Tidak boleh ada harapan, sekecil apapun, dan perempuan itu harus melupakannya semua, serta melihat kenyataan sesungguhnya. Untuk itu, aku hancurkan semua yang pernah kita mimpikan dulu, dan semua arsip hubungan kami di masa lalu..” akhirnya Barra menceritakan poin penting dari apa yang dilakukannya tadi.


Istri Barra mengambil nafas Panjang, kemudian menyandarkan kepala di sisi bahu suaminya. Beberapa saat kemudian..


“Papa, trust mommy .. Apapun keadaannya, mommy akan berjuang untuk mempertahankan hubungan kita ke depannya nanti, Jikapun nanti, papa tertarik pada perempuan lain, mommy akan berusaha untuk membawa kak Barra Kembali. Aku mempercayai papa selamanya..” akhirnya Gwen menyuarakan apa yang ada dalam pikirannya.


Barra tersenyum, dan mengusap wajah istrinya. Ada kelegaan di hati laki laki itu melihat kebesaran hati istrinya, yang sudah mempercayainya sampai sejauh itu. Keberadaan Bareeq, tareeq dan juga Sheen menguatkan hubungan perkawinan mereka. Tidak ada yang lebih penting, dan lebih diinginkan selain Bersama dengan istri dan ketiga putra putrinya.


“Kita mulai makan dulu honey… keburu makanan mulai dingin, Nanti malah menjadi tidak enak..” melihat waiters sudah menyajikan makanan di depan mereka, Barra mengajak istrinya untuk mulai makan sore.


“baik pa.., tunggu sebentar, mommy akan mengambilkan makanan untuk papa..” Gwen kemudian berdiri, dan mengambilkan nasi beberapa centong di atas piring. Setelah menambahkan lauk ayam betutu, dan plecing kangkong, Gwen meletakkan piring di depan suaminya.

__ADS_1


“terima kasih ma..” Barra segera menikmati makanan, setelah mengucapkan terima kasih pada istrinya.


„Sama sama..” sahut Gwen, yang juga mulai mengambil makanan untuk dirinya sendiri.


Pasangan suami istri itu terlihat sangat harmonis, dan selalu menceritakan apa yang menjadi ganjalan hati mereka. Sehingga setiap masalah yang mereka hadapi, selalu ada solusi penyelesaian, dan tidak berkembang menjadi besar.


“Apakah mommy pesan untuk take away, buat anak anak di rumah. Bareeq sangat menyukai ikan bakar, dan Tareeq cumi goreng tepung.” Barra menanyakan tentang makanan untuk orang rumah.


‘Sudah papa, juga sop buntut untuk Sheen sudah mama pesankan take away. Biasanya Ketika kita sampai di kasir, sekalian disiapkan oleh waiters..” sahut Gwen melanjutkan makan malam mereka.


**********


Jacqluinne dan Andy yang pulang dari Indonesia, akhirnya Kembali masuk ke dalam perusahaan Batarsheen Elegance Interior. Tidak seperti biasanya, perempuan itu merasa agak kurang nyaman, karena semua karyawan yang berpapasan dengannya, tampak kurang tulus dalam menyapanya. Namun perempuan itu menahannya, dan segera masuk ke ruang kerjanya.


“Changggg…” baru saja masuk ke ruang kerjanya, Jacqluinne merasa ada sesuatu yang hilang, Ketika melihat ke dalam etalase. Perempuan itu berteriak memanggil Chang asisten pribadinya.


Terdengar suara Langkah kaki cepat masuk ke ruang kerja perempuan itu,. Tidak lama, terlihat Chang sudah masuk ke ruang kerja, dan laki laki itu tahu apa yang akan ditanyakan oleh perempuan itu.


“Siapa yang berani masuk ke ruang kerjaku, dan mengacak acak semua arsip pribadiku Chang.. Apakah dia sudah bosan untuk bekerja denganku..?” tanpa bicara pelan, suara Jacqluinne dengan lantang memenuhi ruangan.


Beberapa karyawan mengintip apa yang terjadi di dalam ruang kerja perempuan itu, dan satu orang karyawan berlari untuk memberi tahu miss Director.

__ADS_1


„Bukan Chang atau karyawan lain yang berani melakukannya Boss, tetapi suami dari miss Director yang tiba tiba masuk, dan memanggil Chang masuk ke dalam ruangan ini. Laki laki itu memerintahkan Chang, untuk membakar baju pengantin berwarna peach, dan membawa sendiri paper box keluar dari ruangan ini. Di halaman belakang, suami miss Director membakar semuanya tanpa sisa.” Akhirnya Chang menceritakan apa yang terjadi.


“Apa…??? Barra masuk ke ruang kerjaku, dan menggeledah semuanya.. Apa yang laki-laki itu inginkan, apakah aku sudah tidak memiliki hak untuk memiliki secuil kenangan saja dengannya di waktu lalu..” mendengar penjelasan Chang, Jacqluinne terduduk di belakang kursinya.


Wajah perempuan itu terlihat marah dan kecewa, namun merasa bingung untuk mencari pelampiasan amarahnya. Chang hanya menundukkan kepala ke bawah, tidak berani menatap sorot amarah dari perempuan itu. Tiba tiba pintu ruang kerja Jacqluinne di dorong dari luar ruangan. Ketika perempuan itu melihat ke depan, tampak Gwen dengan anggunnya melangkah masuk ke dalam ruang kerjanya. Wajah Chang menjadi pucat, dan laki laki itu berpikir akan terjadi cekcok mulut di dalam ruangan itu.


“Chang… keluarlah. Tinggalkan kami berdua dalam ruangan ini..!” terdengar suara tegas dari Miss Director memberi perintah pada laki-laki itu.


“baik Miss Director..” Chang bernafas lega. Tanpa bertanya, laki-laki itu segera bergegas pergi meninggalkan ruang manajer Divisi butik.


Gwen tampak menatap kea rah Jacqluinne dengan berani, dan langsung duduk di kursi yang ada di depan meja kerja perempuan itu. Beberapa saat, kedua perempuan itu saling berpandangan..


“Maaf kak Jacqluinne.., untuk apa kak Jacqluinne bersuara keras di perusahaan pagi pagi begini. Bukankah akan menimbulkan kesan buruk bagi pelanggan, yang mendengar ada suara keributan di perusahaan ini..” dengan tegas, Gwen mengajukan pertanyaan pada istri dari Andy.


Gwen berpikir karena dia yang mengajak perempuan itu untuk bergabung dalam perusahaan, maka dirinya yang juga harus menyelesaikan semua urusan menyangkut perempuan itu.


“Aku hanya kaget Gwen.., melihat beberapa koleksi pribadiku tiba-tiba hilang dari dalam ruanganku. Menurut penuturan Chang, semua disebabkan oleh ulah Barra suamimu..” dengan ekspresi menahan amarah, Jacqluinne memberikan penjelasan.


“Ooopss karena hal itu kak Jacqluinne marah. Ataukah seharusnya yang marah adalah aku, karena suamiku menjadi objek fantasi seorang perempuan, Dan hal itu terjadi di dalam perusahaan miliknya..” dengan ketus, Gwen langsung memotong ucapan Jacqluinne.


*************

__ADS_1


__ADS_2