Aku Masih SMA

Aku Masih SMA
Chapter 117 Pengakuan


__ADS_3

Sepeninggalan Andy, Hans dan Cynthia Kembali menatap kea rah Gwen dengan serius. Kedua anak muda itu masih kepo dengan status Gwen, seperti yang tadi digunakan Andy untuk menekan gadis itu. Menyadari hal itu gwen tersenyum, kemudian…


“Hans.., Cynthia.., jangan heran ya dengan situasi tadi. Aku yang selama ini tidak jujur dengan kalian, tapi itu karena menurutku sih, hal ini menjadi privacy ku, jadi aku tidak perlu menceritakan bagaimana status keluargaku pada kalian..” Gwen mulai berbicara.


“Itu hakmu Gwen…, jika kamu belum siap, kamu bisa kok tidak bercerita pada mereka berdua..” untuk menjaga perasaan sahabatnya, Aldo ikut menyahut. Anak muda itu tidak mau, karena status pernikahannya Gwen menjadi dijauhi teman-temannya.


„Hempphh... tidak Aldo. Hans dan Cynthia sudah aku anggap sebagai sahabatku juga di college, jadi tidak ada salahnya jika mereka tahu. Hans… Cynthia.., Andy tadi adalah adik ipar sepupuku, anak muda tadi adik sepupu suamiku kak Barra. Sebelum aku datang ke negara ini, bahkan Ketika aku masih duduk di kelas XII High Senior School, aku sudah menikah dengan suamiku. Jadi aku ini istri dari seseorang…” Gwen masih tersenyum, dan menatap kedua temannya itu.


Tidak diduga, Cynthia mendekati Gwen, dan memeluk erat tubuh teman kampusnya itu.


„Oh my God... Gwen. Aku malah tidak percaya dengan keteranganmu barusan Gwen, bukan menyayangkan. Tapi aku kagum dengan keberanianmu Gwen, keberanian untuk berkomitmen dalam usia yang masih sangat muda. Selamat Gwen.. kamu bisa melaluinya..” dengan tidak percaya, Cynthia malah mengucapkan selamat pada Gwen. Gadis itu malah menatap Gwen dengan penuh kekaguman.


“Benar yang dikatakan Cynthia .. Gwen. Orang-orang di negara Eropa pada umumnya, mereka lebih menyukai untuk tinggal berdua dengan kekasihnya, tanpa ada ikatan pernikahan Jadi kami berdua kagum dengan tindakan kalian berdua, akupun sama dengan Cynthia, aku juga mengucapkan selamat untuk kalian berdua Gwen...” Hans melakukan hal yang sama.


Gwen, Aldo, dan Asep tersenyum lega, ternyata kedua teman Gwen itu tidak justifikasi pada gadis itu. Mereka malah terlihat bahagia, dan tampak kekaguman dalam tatapan mata mereka. Perlahan Gwen melepaskan pelukan dari Cynthia, kemudian…


„Baiklah Cynthia, Hans.. kalian sudah tahu statusku bukan.. Dan Aldo serta Asep ini selalu berada di garis depan untuk melindungiku, meskipun mereka tahu jika aku sudah memiliki seorang suami. Mereka the best bagiku...” Gwen melihat ke arah Aldo dan Asep, yang juga tengah menatapnya sambil tersenyum.


“Aku melakukan itu semua, selain karena hubungan persahabatan kami, jujur Hans… aku mencintai Gwen, I love her.. Tapi aku juga harus realistis, tidak semua percintaan itu harus berakhir dengan Bersatu, kami akhirnya saling mencintai selaku sahabat dan saudara..” akhirnya Aldo ikut menimpali. Ada rasa nyeri di hati Gwen, mendengar pengakuan tulus Aldo pada teman-temannya.

__ADS_1


Hans dan Cynthia kembali saling berpandangan, tapi mereka sepertinya memahami ucapan Aldo. Meskipun mereka tidak bercerita apa yang terjadi pada mereka, namun Hans dan Cynthia bisa menduga apa yang dirasakan Aldo pada Gwen.


“Okay… cukup sudah cerita sedih hari ini guys.. Kita lanjutkan dulu makan siang kita, setelah ini barulah kita free.. karena sudah tidak ada jadwal kuliah.” Mengingat makanan mereka masih belum habis, Gwen mengajak mereka Kembali melanjutkan makan siang mereka,


Akhirnya ke lima anak muda itu segera melanjutkan kembali makan siang mereka yang tertunda. Mereka tidak menghiraukan omongan Andy, yang dengan mudah membuka rahasia Gwen.


**********


Setelah ke empat anak muda itu selesai makan siang, Aldo menemani Gwen berjalan menuju ke tempat parkir motor. Asep sengaja tidak mengikuti keduanya, karena ingin memberikan kesempatan pada Aldo untuk berbicara serius berdua dengan Gwen.


“Kamu baik-baik saja bukan..., dengan tadi menceritakan status pernikahanmu pada Hans dan Cynthia..?” masih merasa khawatir dengan kejadian sebelumnya, Aldo kembali bertanya pada sahabatnya itu.


“Tidak apa Aldo… lagian dengan status mahasiswa, kita bebas kok untuk memiliki status sudah menikah. Kampus tidak melarang, jika mahasiswanya menikah. Jangankan menikah, jika kita amati banyak bukan, yang mereka tinggal dalam satu atap tanpa status pernikahan.” Tanpa beban, Gwen menanggapi pertanyaan Aldo.


“Hemmpphh… baiklah jika kamu okay Gwen.. Juju rya, aku tadi agak khawatir jika kamu merasa malu atau bagaimana. Makanya aku ingin bicara berdua denganmu tentang hal ini..” terlihat Aldo mengambil nafas lega.


Gwen kembali tersenyum...


„Memang Aldo... di awal pernikahanku dan kak Barra, aku seperti kehilangan harapan dan masa depan. Karena tanpa lebih dahulu ada pembicaraan, kami berdua dipaksa menikah. Tapi ternyata.. semuanya indah-indah saja Aldo. Kak Barra betul-betul sangat menjagaku, dan memperlakukanku seperti seorang putri. Ternyata kak Barra betul-betul suami seperti yang selama ini aku harapkan..” lanjut Gwen.

__ADS_1


“Iya Gwen… aku bisa melihatnya. Sebagai seorang laki-laki., aku bisa mengamati bagaimana perlakuan, dan juga sikap gentle kak Barra dalam menjagamu. Bahkan aku juga mengamati, jika kak Barra memiliki rasa jealous jika kamu sedang bersamaku...” sambil tersenyum kecut, Aldo menambahkan.


„Ha... ha.. ha..., itu hanya perasaanmu saja Aldo. Kak Barra tidaklah bersikap cemburu padamu. Aku menyikapinya sebagai bentuk perhatian seorang suami pada seorang istri saja...” Gwen tampak menutupi sikap suaminya,


Meskipun gadis itu tertawa, tetapi Aldo terlihat serius. Anak muda itu berhenti dan menatap Gwen yang masih tertawa, Setelah gadis itu selesai tertawa,


“Gwen… mungkin ini terlihat gila. Tapi aku harus mengatakannya kepadamu. Dari Bogor, aku dan papa memaksa Asep untuk menemaniku di negara ini, semua karenamu Gwen. Aku tidak akan pernah membiarkanmu hidup sendiri di negara ini, dengan tidak tahu apa yang akan dilakukan oleh suamimu Barra. Tetapi kami ternyata keliru..” Aldo seperti menelan ludah...


„Ternyata semua pikiran negatifku tentang suamimu keliru besar. Kak Barra benar-benar tulus menyayangimu, dan aku ikhlas melepaskanmu untuknya Gwen. Hempphh... memang sih akan membutuhkan waktu yang tidak pendek, tapi aku yakin aku akan bisa melaluinya...” lanjut Aldo sambil memegang kedua tangan sahabatnya.


Untuk tidak menyinggung perasaan Aldo, Gwen membiarkan sesaat tangannya dipegang anak muda itu. Beberapa saat kemudian...


„Terima kasih untuk keterus teranganmu Aldo... percayalah jika kak Barra akan betul-betul menjagaku. Dan aku juga yakin, tidak akan lama lagi, kamu pasti akan bisa menemukan gadis yang cocok untukmu. Aku akan mendukungmu friend,..” akhirnya Gwen ikut membesarkan hati Aldo.


Aldo tersenyum, dan ternyata tanpa kedua anak muda itu sadari, mereka sudah sampai di parkir khusus motor. Beberapa anak muda yang duduk di tempat parkir itu hanya melihat ke arah Aldo dan Gwen, tanpa mereka ikut campur.


“Kita sudah sampai di dekat motormu Gwen… Berhati-hatilah berkendara…, dan kabari aku jika sudah sampai di rumah ya..” akhirnya Aldo tidak mau memperlama sahabatnya untuk Kembali pulang.


“Baiklah Ald… terima kasih..” Gwen tersenyum, dan gadis itu kemudian naik ke atas motornya.

__ADS_1


***********


__ADS_2