Aku Masih SMA

Aku Masih SMA
Chapter 245 Calon Karyawan Berpotensi


__ADS_3

Akhirnya dengan bertemunya mereka, terjadi kesepakatan kerja sama di antara Gwen, Cynthia, dan juga Hans. Mereka terpuaskan dengan profit sharing yang ditawarkan oleh Gwen, meskipun sebenarnya bukan hal itu yang menjadi tujuan mereka. Melihat hati istrinya Bahagia, Barra ikut merasa senang, dan berharga sebagai seorang suami.


“Malam ini, istriku senyuman terus muncul di bibirnya. Membuatku ingin…” Barra mendatangi istrinya yang tengah membersihkan  wajah dengan cleanser, dan toner di depan meja rias,


Laki-laki itu memeluk istrinya dari belakang, dan memberikan kecupan beberapa kali di leher belakang Gwen. Mendapat perlakuan itu, Gwen terlihat menahan diri, dan bahkan memejamkan mata, menikmati perlakuan intim dari suaminya.


“Iya sayang… terima kasih ya atas ijin, dan upaya papa mewujudkan keinginan mommy. Malam ini, mommy merasa jika impian mommy akan terwujud dalam waktu cepat. Memiliki work shop, gallery, dan mungkin bisa bekerja sama pula dengan Jacqluinne pa.. Jadi work shop kita terpadu pula, ada pilihan fashion yang melengkapinya..” tidak diduga, Gwen malah menyebut Jacqluinne.


Barra terdiam mendengar istrinya menyebut nama mantan pacarnya itu. Bukannya hati Barra akan tergoyah jika perempuan itu sering berada di dekatnya, namun khawatir jika Jacqluinne akan kambuh,  dan memprovokasi istrinya.


“Mmmppphh… kenapa papa menjadi diam saja. Apakah mommy salah bicara pa..?” tidak mendengar suara suaminya, Gwen bertanya pada laki-laki itu.


Gwen membalikkan badannya yang tadi duduk membelakangi suaminya. Kedua tangan perempuan itu ditangkupkan di kedua rahang suaminya, dan Gwen berjinjit memberikan ciuman di bibir  Barra.


“Tidak honey.., hanya saja, apakah honey tidak  asal bicara saja. Apakah honey sudah benar benar berpikir, mengenai apa yang baru saja honey katakan..?” Barra Kembali menegaskan apa yang diragukannya.


Perempuan itu tersenyum sambil menatap ke mata suaminya. Gwen tersenyum, dan akhirnya menganggukkan kepalanya.


“Papa harus melupakan kejadian di masa lalu sayang.. Inilah yang dikatakan ikhlas, dan berubah. Tidak mungkin bukan, kejadian di masa lalu akan menjadi bayang bayang untuk kehidupan kita. Mommy percaya pada papa, dan tidak akan terjadi lagi Jacqluinne mengacaukan keluarga kita. Trust mommy… papa..!” dengan suara lembut, Gwen berusaha meyakinkan suaminya.


Barra Kembali menatap mata bening istrinya, dan tidak ditemukan ada kepalsuan maupun sindiran dalam tatap mata itu. Istrinya betul betul tidak terpengaruh dengan kejadian buruk di masa lalu, dan optimis melihat ke masa depan.

__ADS_1


“Really honey… aku melihat ketulusanmu di matamu..” Barra berbisik.


“Kita jadikan masa lalu sebagai bentuk pembelajaran dalam kehidupan kita papa.. Sekarang kita focus untuk menatap masa depan, Mommy love papa..” Gwen langsung berdiri, dan dengan berani perempuan itu memberikan ciuman di bibir suaminya.


“Ppppfffthhh… honey yang menggodaku malam ini. Tidak ada lagi alasan untuk menolak honey..” tidak diduga, Barra malah mengangkat tubuh Gwen, dan membawanya ke atas ranjang.


Gwen hanya tersenyum sambil menganggukkan kepala. Dari semua perlakuan Barra suaminya, cukup membuat perempuan itu terlena. Bahkan ketika tangan Barra mulai melepaskan kancing baju yang dikenakannya, Gwen hanya terdiam. Perempuan itu malah dengan impulsive ikut memberikan rang**sangan pada tubuh kekar suaminya. Jari tangannya dengan trampil masuk ke dalam pakaian yang dikenakan suaminya, dan mengusap lembut dada Barra.


“Honey… you are mine.. Mmmpphh… ugh…” tanpa sadar bibir Barra mengeluarkan lenguhan, Ketika lidah Gwen beraksi di dada laki-laki itu. Malam ini, Gwen seakan ingin menenggelamkan diri dalam lautan dalam, di dada suaminya. Tanpa kata-kata lagi, akhirnya tubuh pasangan suami istri itu sudah berpadu di atas king size bed kamar mereka.


***********


Kesibukan seleksi administrasi di Java Horizon Ltd. Sudah dimulai. Meskipun bukan pekerjaan dari perusahaan tempatnya bekerja, Charly betul betul memperlakukan kerjaan tambahan itu dengan professional. Setelah meninggalkan ASI pada baby sitter, tanpa bicara pada suaminya, Gwen berangkat menuju ke perusahaan dengan diantarkan Smith.


“Selamat pagi Miss.. apakah Miss Gwen akan bertemu dengan Tuan Barra..” petugas di bagian front line menyapa istri dari atasan mereka dengan ramah,


“Pagi… kedatanganku di perusahaan, karena ada urusan dengan Charly. Jika nanti masih ada waktu, mungkin aku juga akan mengunjungi ruang kerja suamiku. Selamat bekerja..” Gwen segera berjalan meninggalkan petugas tersebut.


Perempuan itu langsung menerobos masuk, tetapi terlihat petugas customer service berlari mengejar Gwen.


“Miss… sesuai dengan tugas saya di perusahaan ini, ijinkan saya untuk mengantarkan Miss Gwen ke ruangan sekretaris Charly.” Perempuan itu berniat untuk membantu Gwen.

__ADS_1


Gwen berhenti, dan tersenyum menatap perempuan muda di depannya. Melihat tag name di dada perempuan itu,


“Joshepine.. kamu customer service yang baik, dan ramah. Apakah kamu berniat untuk berpindah perusahaan..?”


melihat penampilan dan cara bicara perempuan muda itu, tiba-tiba Gwen memiliki niat untuk menarik perempuan itu ke perusahaannya.


„Tidak Miss.. apakah merupakan kekeliruan bagiku, karena mengejar dan ingin mengatakan Miss ke dalam, Tetapi saya hanya menjalankan sesuai SOP yang telah ditetapkan Miss, ampuni saya. Jangan adukan Tindakan saya pada Tuan Barra. Saya sangat kerasan kerja di perusahaan ini, dan membutuhkan gaji untuk membiayai kuliah adik saya.” Josephine terlihat panik, dan tampak menghiba di depan Gwen.


“Kenapa kamu berpikiran buruk tentangku Josephine, siapa yang akan mengadukanmu. Aku malah tertarik untuk memintaku pada suamiku, agar kamu bekerja denganku.” Sambil tersenyum, Gwen berusaha menjelaskan.


Perempuan muda itu melihat ke arah istri atasanya, dengan tatapan tidak percaya. Namun Gwen tersenyum dan menganggukkan kepala kepadanya.


„Aku tidak sedang bergurau Josephine, kamu akan tetap mendapatkan gaji sesuai dengan standar gaji dalam perusahaan ini, dan akan menambahkan beberapa kesempatan bonus untukmu. Aku akan memintamu secara khusus pada suamiku, pikirkanlah..” lanjut Gwen.


„Apakah saya tidak salah mendengar Miss.. Apapun yang terjadi dengan saya, asalkan masih terkait dengan perusahaan ini, saya akan bersedia Miss. Dan semoga pembicaraan ini bukan merupakan jebakan untuk saya..” masih dengan pandangan tidak percaya, Josephine sudah terlihat bahagia.


“Mmmpph… kembalilah ke tempat kerjamu Josephine. Aku tidak pernah berbohong, dan akan bertanggung jawab dengan setiap kata yang keluar dari mulutku.” Setelah mengucapkan kalimat terakhir, Gwen bergegas meninggalkan Josephine, yang masih tidak mempercayai keberuntungannya pagi ini.


Gwen memiliki prediksi, jika bagian front line di perusahaannya akan langsung bisa berdaya, jika diisi dengan karyawan yang sudah paham dengan tugas dan pekerjaannya. Tanpa banyak berpikir, Gwen segera menekan tombol lift, menuju ke lantai tempat ruang kerja suaminya. Perempuan itu tidak akan menyusahkan Charly sepenuhnya, namun akan tetap ikut melakukan proses seleksi awal. Dengan mengenal calon karyawan lebih awal, akan lebih mudah untuk mengenal dan menyesuaikan ritme kerja dengan mereka.


*********

__ADS_1


__ADS_2