Aku Masih SMA

Aku Masih SMA
Chapter 121 Jalan Bersama


__ADS_3

Beberapa saat Kemudian


Sambil berjalan menuju kea rah parkiran motor, Gwen memikirkan perkataan dua temannya di kelas tadi. Setelah Gwen merunut sikap dan perilaku Andy selama ini kepadanya, omongan Hans dan Cynthia bisa dibenarkan. Apalagi cara marah yang ditunjukkan Andy kepadanya, bahkan akal sehat Gwen tidak bisa menerimanya,


“Hempphh… apakah benar ya apa yang dikatakan Hans dan Cynthia tadi..? Tapi.. apakah aku terlalu ge er, memang siapakah aku..” Gwen berbicara sendiri dalam hati.


“Tapi kenapa aku pusing pusing mikir Andy, jika memang pekiraan Hans dan Cynthia memang benar adanya, itu menjadi urusan dia. Aku tidak mau berlarut, hanya menghabiskan waktuku untuk memikirkan anak tengil itu..” akhirnya Gwen berusaha menghapus pikiran tentang adik sepupu suaminya.


Gwen bergegas menuju ke tempat parkir motor, karena antara tempat parkir motor dan mobil di University of Helsinki memang dibedakan. Tempat parkir motor satu lokasi dengan sepeda, sedangkan lokasi parkir mobil disendirikan di sekitar Gedung. Ketika sampai di t junction, Gwen ambil jalan ke arah kiri, karena sekitar koridor banyak ditumbuhi tanaman bunga yang sedang mekar. Ada rasa tenang Ketika melihat bunga-bunga itu, dan terkadang jika sedang sendirian, Gwen sering berhenti dan menikmati bunga-bunga tersebut.


“Bunga bokor… ternyata di negara ini juga ada. Aku menyukainya, warna bunganya bisa berganti menjadi tiga warna, sesuai dengan usia bunganya. Hydrangea flower..., ups.. itu nama latin bunga  ini ternyata..” melihat ada bunga bokor yang sangat banyak, Gwen berhenti dan mendekati bunga tersebut. Sejenak gadis itu memegang kelopak bunga bokor, dan mengabadikan keindahan itu menggunakan kamera ponselnya.


“Ternyata kamu juga menyukai bunga ini Gwen... sama sepertiku. Aku juga menyukai bunga Hortensia, karena usia bunganya awet, tidak cepat layu..” Gwen terperangah, karena tiba-tiba mendengar suara Andy yang bertanya kepadanya.


Gadis itu menoleh dan mengangkat wajahnya, Andy terlihat berjalan mendekatinya..


“Lah… kamu laki-laki masak juga suka bunga And.. Kalau aku kan wajar, perempuan menyukai bunga dan keindahan..” Gwen seakan tidak percaya, dan meragukan ucapan Andy.


„Bolehlah kamu tidak percaya Gwen... jika mau sini aku perlihatkan. Aku banyak koleksi foto di gallery tentang keunikan bunga Hortensia di berbagai negara, juga di berbagai kota di negara kita Indonesia..” suara Andy terdengar wajar seperti biasanya.


Gwen berdiri kemudian mendekati anak mud aitu. Terlihat Andy membuka gallery ponselnya, dan tidak lama kemudian anak mud aitu memperlihatkan banyak sekali foto-foto bunga Hortensia dengan berbagai jenisnya.

__ADS_1


“Wow… ini bisa besar banget Andy… Kamu ada foto dengan berdiri di sampingnya.. Dimana ini Andy.. kamu bisa mendapatkannya.” Melihat foto Andy sedang berdiri di samping tanaman Hortensia, dengan bunga yang sangat besar, Gwen terlihat antusias.


“Ini mah di negara ini Gwen... jika kamu mau melihatnya, aku bisa antar kamu sekarang. Ayuk.. aku lihat kamu tidak ada jadwal kelas lagi bukan, sama juga dengan aku. Kita ke Helsinki Botanical Garden, aku juga ingin berkunjung ke kebun bunga itu lagi..” tanpa menunggu persetujuan Gwen, Andy langsung menarik tangan gadis itu menuju ke tempat parkir motor.


Gwen menghela nafas, tetapi karena niat untuk memperbaiki hubungan mereka, akhirnya Gwen mengikuti kemana Andy membawanya. Tapi..


“Andy… kenapa kamu menuju ke arah parkiran motor.. bukannya kamu ke kampus bawa mobil..?” merasa aneh, Gwen menghentikan anak muda itu.


„Tidak perlu khawatir Gwen... pagi tadi aku sengaja naik bus kota. Malas saja rasanya menyetir sendirian, aku iseng-iseng naik bus kota, ternyata mengasyikkan. Banyak teman baru di jalan.." sambil tersenyum, Andy menjawab kebingungan gadis itu.


“Oh begitu… tapi bagaimana helm nya, kan aku cuman punya satu helm saja..” Gwen masih berusaha menahan anak muda itu.


Akhirnya dengan terpaksa, Gwen mengikuti kemauan anak muda itu. Keduanya bergandengan tangan menuju ke arah parkiran motor.


********


Seperti yang sudah dipikirkan Gwen, mau tidak mau Gwen harus berboncengan dengan adik sepupu suaminya. Karena struktur Ducati, Gwen harus mendekat ke tubuh Andy, dan untuk menahan tubuhnya agar tidak terjatuh, Gwen memeluk tubuh Andy dari belakang. Dan Ketika mereka sampai di depan kampus, Andy menghentikan motor karena harus mencari helm untuk dikenakannya.


“Andy.. kamu ke kios itu sendiri ya, aku tunggu di motor saja. Baru malas jalan aku...” Gwen membuat alasan untuk tidak menemani Andy.


„Okay, no problem. Tunggu aku sebentar Gwen..” terlihat sambil senyum-senyum sendiri, Andy berjalan meninggalkan Gwen menuju ke penjual helm.

__ADS_1


Gwen duduk diam di atas motor, gadis itu mengedarkan pandangan ke sekitar tempatnya berada. Meskipun sudah cukup lama berada di area kampus, tapi Gwen memang belum pernah melihat secara langsung keadaan di sekitar kampusnya. Hampir setiap hari, Gwen hanya datang ke kampus, kemudian kembali melewatinya untuk pulang menuju ke rumah.


“Ternyata ramai sekali tempat ini.. banyak cafe, dan berbagai keperluan mahasiswa lainnya. Aku malah belum pernah jalan ke tempat ini. By the way... kapan-kapan sepertinya aku perlu mengajak Hans dan Cynthia untuk mengeksplore tempat ini. Sangat menarik..” sambil senyum-senyum sendiri, Gwen menatap kagum pada keadaan di sekeliling.


Tanpa gadis itu sadari, tiba-tiba ada mobil berhenti di sampingnya. Tidak lama kemudian, kaca mobil bagian depan terbuka, dan..


“Gwen.. how about you..?? Apakah ada sesuatu yang mengganggu perjalananmu..” ternyata Aldo yang berada di dalam mobil, dan anak muda itu langsung bertanya pada gadis itu.


“Hey Ald… I.m fine… don.t worry. Aku sedang menunggu Andy, anak itu sedang membeli helm di merchant itu..” Gwen menunjuk kios penjual helm.


“Hempph… tumben sekali kalian berdua berboncengan motor. Apakah semua baik-baik saja Gwen..” tampak ada tatap kecurigaan di mata Aldo, ketika mendengar apa yang dikatakan oleh gadis itu.


„Semua baik Aldo.., kebetulan Andy tidak bawa mobil pagi ini  Ald… Anak itu mau membawaku ke Helsinki Botanical Garden, aku tertarik ingin melihat koleksi bunga-bunga di taman itu. Jadi.. okelah., daripada pulang lebih awal ke rumah dan tidak ada yang aku kerjakan sampai menunggu kak Barra pulang kerja..” untuk menghilangkan kekhawatiran Aldo, Gwen berusaha bersikap wajar.


Karena meskipun, Aldo sudah mengatakan padanya, juga di depan suaminya Barra, jika mereka hanya berteman, tetapi Gwen bisa merasakan jika anak muda itu masih tertarik kepadanya. Untuk itu, Gwen juga lebih berhati-hati dalam menanggapi Aldo.


“Menarik sekali Gwen… aku dan Asep juga belum pernah berkunjung ke satu objek wisata apapun di negara ini. Bagaimana Asep, jika kita join Andy dan Gwen untuk berkunjung ke Helsinki Botanical Garden..?” tidak diduga, Aldo malah berniat untuk bergabung.


“Okay Aldo.. aku juga menyukainya..” sahut Asep di samping Aldo.


*******

__ADS_1


__ADS_2