Aku Masih SMA

Aku Masih SMA
Chapter 235 Adiba Afsheen Myesha


__ADS_3

Beberapa hari sesudah Gwen memulihkan staminanya, di rumah mereka diadakan acara tasyakuran besar-besaran  Perusahaan diliburkan, dan semua karyawan mendapatkan kesempatan untuk hadir dalam acara tersebut. Pada acara itu, Barra juga sudah menyiapkan nama untuk bayi mereka, dan akan mengumumkan pada semua tamu undangan. Kayla sudah menyiapkan hadiah hadir untuk para tamu yang hadir, dan dengan ditemani Anne dan Cynthia, duduk di depan ikut menyambut para tamu.


Di atas stage yang didekor di teras rumah, duduk Barra dan Gwen dengan bayi mungil mereka. Bareeq dan Tareeq mengenakan setelan jas senada dengan papa mereka. Para sesepuh keluarga juga menyiapkan diri mereka, dan semua tampak Bahagia dalam acara itu.


“Papa… bukankah itu Andy dan Mike.., kenapa mereka hanya datang berdua.. Gwen sudah tidak masalah, jika mereka membawa Jacqluinne pada acara keluarga ini. Apalagi papa dan mama Andy juga hadir, dan saat ini sedang berbincang dengan Aldo..” Gwen memberi tahu suaminya tentang kedatangan Andy.


“Benarkah honey.., kamu sudah melupakan semua rasa sakit hatimu..” Barra bertanya pada istrinya. Laki-laki itu ragu dengan kata-kata yang diucapkan istrinya, dan merasa khawatir jika istrinya hanya sarkasme.


„Benar pa... tidak baik untuk menyimpan dendam berkepanjangan. Mike sering datang ke rumah ini, untuk bermain dengan kedua putra kita. Akan menjadi tidak adil bukan untuk mereka, Ketika mommy anak itu bermusuhan dengan kita..” Gwen tersenyum, dan berusaha meyakinkan suaminya.


“Hempphh… syukurlah honey.. Nanti kamu tanyakan sendiri pada Andy, sebentar lagi pasti Andy dan Mike akan naik ke stage, untuk mengucapkan selamat pada kita berdua..” Andy menjadi mantap.


Gwen tersenyum menganggukkan kepala. Pasangan suami istri itu kemudian disibukkan melayani para tamu, yang menyampaikan ucapan selamat atas kelahiran putri mereka. Petugas catering keluar masuk menyajikan makanan dan minuman, dan pasangan suami istri itu menghilangkan menu alcohol dari jamuan. Mereka tidak ingin, jika di acara tasyakuran putri mereka, ada sesuatu yang dilarang menurut agama yang mereka anut. Seperti yang sudah dikatakan Barra, tiba-tiba Mike dan Andy sudah berdiri antri untuk memberikan ucapan selamat pada mereka. Beberapa saat kemudian, akhirnya tiba giliran mereka..


“Kak Barra.. Gwen, selamat ya atas kelahiran putri kalian berdua. Semoga bisa menjadi putri yang salihah, dan berbakti pada semua anggota keluarga, agama dan negara..” dengan tulus, Andy memberikan doa untuk pasangan suami istri itu.


“Terima kasih Andy, atas kedatanganmu dan Mike pada acara syukuran ini. By the way.. kenapa kamu tidak mengajak istrimu Jacqluinne ke rumah ini And.. Kamu perlu untuk mengenalkan istrimu pada keluarga besar kita, sehingga Jacqluinne tidak merasa asing jika berkumpul dengan kita..” tiba-tiba Gwen menanyakan tentang istri Andy.

__ADS_1


Laki-laki itu terkejut, dan menatap wajah Gwen dengan penuh tanda tanya. Gwen tersenyum dan menganggukkan kepala,


“Aku bicara jujur Andy.. tidak baik untuk saling menyimpan dendam. Telpon dan ajaklah istrimu kemari, Jacqluinne juga berhak untuk berkumpul dengan keluarga besar kita. Aku sudah memaafkannya..” kata-kata Gwen bagaikan mengguyur kepala Andy yang terasa kering.


„Apakah aku tidak salah dengan Gwen.. karena sebenarnya aku mengajak Jacqluinne. Tapi perempuan itu ragu, dan aku memintanya untuk menunggu di dalam mobil. Jika kamu tidak keberatan, aku akan mengajaknya turun, dan bergabung dengan keluarga kita yang lain..” Andy mempertegas pertanyaan.


„Aku tidak bohong Andy.. ajaklah istrimu kemari. Biarkan Mike berada disini, untuk menemani Tareeq dan Bareeq tinggalkan dia..” sahut Gwen lembut.


„Terima kasih Gwen..” tanpa berkata-kata lagi, Andy segera turun dari stage, dan berjalan keluar menuju ke arah mobil yang diparkir di luar pagar.


Barra tersenyum melihat keiklhasan istrinya memberi ampunan, pada orang yang telah membuat mereka terpisah. Laki-laki itu bergeser dan mendekat ke arah istrinya, kemudian menggenggam tangan perempuan itu dengan erat. Gwen juga tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


******


Karena semua tamu sudah hadir, dan memenuhi halaman rumah, acara kemudian dimulai. Setelah beberapa sambutan dilakukan oleh tetua keluarga, pembacaan ayat suci Al Quran, saatnya giliran Barra dan Gwen memperkenalkan putri mereka. Setelah pembawa acara mempersilakan pasangan suami istri itu untuk berbicara, Barra mengajak Gwen istrinya untuk berdiri.


“Bismillahirrahmanirrahim… terima kasih atas semua tamu yang hadir, untuk memberikan doa pada putri dan keluarga kami. Pada tahap awal pengenalan putri kami, sebelumnya akan kami perkenalkan, dimana putri kami yang ketiga kita beri nama Adiba Afsheen Myesha. Adapun panggilan untuk putri kami adalah Sheen. Putra pertama kami terlahir kembar, dan kami beri nama Tareeq dan Bareeq, yang mungkin belum pernah kita kenalkan secara umum sebelumnya.” Barra mengenalkan putra dan putrinya kepada para tamu yang hadir.

__ADS_1


Semua tamu yang hadir mendengarkan dengan seksama pengenalan yang dilakukan oleh Barra. Di sudut kursi di bawah tenda, terlihat Andy duduk Bersama dengan Jacqluinne. Perempuan itu rupanya malu, karena sejak datang hanya menundukkan wajahnya tidak berani menatap ke arah Barra dan Gwen,


“Dan merupakah kebahagiaan bagi kami sekeluarga, dimana kami sudah memiliki putra dan putri yang lengkap, dan kami mohon doa pada semua yang hadir, agar putra dan putri kami bisa menjadi putra yang sholeh dan putri yang salihah. Dan tidak akan bijak jika saya dan istri terlalu lama berbicara, kami harap anda semua bisa menikmati acara sampai akhir.” Barra akhirnya mengakhiri sambutan dari pihak orang tua.


Semua tamu bertepuk tangan mengiringi pasangan suami istri itu duduk. Namun.. melihat putrinya tidur, Gwen melihat ke arah suaminya.


“Pa.. bagaimana jika temui Jacqluinne. Perempuan itu sepertinya terlihat sungkan, sehingga sejak tadi hanya menundukkan wajah, tidak berani menatap tamu yang hadir.” Gwen berbisik di telinga suaminya.


„Apakah honey betul-betul siap untuk bertemu dengan perempuan itu..?” terlihat Barra malah meragukan istrinya.


“Inshaa Allah pa.. mommy siap. Apalagi kita sendiri yang meminta pada Andy untuk membawa istrinya kesini, masak kita malah mengacuhkannya.” Gwen meyakinkan suaminya.


Barra tersenyum dan menatap ke arah istrinya. Melihat tidak ada kepura-puraan ataupun rasa cemas di wajah perempuan muda itu, akhirnya Barra menjadi yakin. Laki-laki itu merangkul bahu istrinya, kemudian..


“Mari honey, kita datangi Andy dan Jacqluinne. Putri kita Sheen sudah ada kakek buyut yang menjaga, jadi kita tidak perlu khawatir. Bareeq dan Tareeq juga bermain dengan Mike di dekat Sheen..” melihat jika putri mereka aman, akhirnya Barra segera mengajak istrinya.


Gwen tersenyum, kemudian pasangan suami istri itu berjalan turun dari atas stage, dan berjalan ke arah Jacqluinne dan Andy berada. Para tamu tersenyum melihat bagaimana Barra memperlakukan istrinya dengan sangat mesra, sangat berbeda jauh dengan ketika laki-laki itu berada di perusahaan.

__ADS_1


***********


__ADS_2