Aku Masih SMA

Aku Masih SMA
Chapter 156 Emosional


__ADS_3

Keesokan Paginya


Mata Andrew memerah ketika mengetahui jika keponakan yang disayanginya, sudah tidak berada di rumah Barra. Kedatangan Andrew yang ditemani kekasihnya itu sangat tergesa, karena dilandasi rasa panik ketika mendapatkan pemberi tahuan, dan mengetahui jika Gwen sedang mendapatkan masalah.


“Buk…” sebuah tinju di rahang Barra dihadiahkan Andrew untuk laki-laki itu.


“Kak Andrew… hentikan. Jangan pukul kak Barra..” melihat darah mengalir dari sudut bibir kakak kandungnya, Kayla berlari dari ruang tengah dan segera menghampiri kakaknya.


Tatapan gadis itu memindai ke wajah Andrew, dan laki-laki itu tidak bergeming dari posisi berdirinya. Perempuan yang datang Bersama dengan Andrew hanya terpaku diam, tidak berani menyela pertengkaran itu.


“Berapa kali aku sudah memberi peringatan kepadamu Barra.. Jika kamu memang tidak ada hati dengan keponakanku Gwen, aku akan membawanya kembali. Aku masih cukup kuat untuk meneruskan studi dan masa depan gadis itu. Tidak malah tersiksa hidup bersamamu di negara ini.” Dengan kata-kata ancaman, Andrew memarahi sahabatnya.


„Pukullah aku Andrew... jika itu bisa memuaskanmu. Aku membutuhkan dukungan untuk mencari istriku., karena aku yakin jika Gwen pasti akan mendengarkanmu.” Tidak ada amarah meskipun diperlakukan seperti itu oleh Andrew. Barra malah menyuruh agar laki-laki itu Kembali memukulnya.


“Buk…” Kembali bogem mentah mendarat di rahang Barra. Darah kembali menetes..


„Kak Andrew ... please, hentikan pukulanmu. Kayla tahu, kak Barra juga tersiksa dengan kejadian ini.” Terdengar Kayla menangis sambil memohon agar Andrew menghentikan pukulannya. Gadis itu sampai tanpa sadar memeluk Andrew, agar laki-laki itu menghentikannya.


Beberapa saat Andrew seperti dihampiri kesadaran, dan laki-laki itu kemudian duduk diam di atas kursi. Kekasih Andrew segera menghampiri laki-laki itu, kemudian mengusap keringat yang menitik di keningnya.


“Sudahlah kak… kedatangan kita kesini adalah untuk bersama-sama mencari solusi, dan membawa Gwen kembali. Kenapa malah menjadi seperti ini…” dengan penuh rasa khawatir, perempuan itu mencoba melerai perselisihan itu.

__ADS_1


Perempuan bernama Anne yang merupakan kekasih baru Andrew itu berusaha untuk melerai keadaan. Andrew memang belum lama putus dari kekasihnya, yang sudah menikah terlebih dahulu karena merasa terlalu lama menunggu laki-laki itu. Dan Anne lebih bisa memahami laki-laki itu, dan tidak menuntut untuk segera menikah dengannya.


“Minumlah dulu kak Andrew.. saya mewakili kak Barra minta maaf atas keteledoran. Tapi semua juga tidak ada yang menghendaki kak, semua terjadi dengan sendirinya..” Kayla mengulurkan cangkir pada Barra.


Anne membantu kekasihnya mengambil cangkir itu, kemudian perlahan meletakkan cangkir di depan bibir Andrew. Perlahan Andrew menyesap beberapa teguk teh manis panas, yang tadi diantarkan Claire ke kursi tamu. Sesaat semua yang berada di ruang tamu itu terdiam, semua tenggelam dalam pikiran mereka masing-masing.


„Barra... jika ceritamu itu benar, dan memang kamu tidak berbohong, siapa sebenarnya yang mengirimkan chat ke kamu dengan menggunakan ponsel Gwen.” Tiba-tiba setelah beberapa saat, Andrew mulai berpikir.


„Aku tidak tahu Andrew... kalau yang bisa punya akses memegang ponsel Gwen, pastilah teman-teman kuliahnya. Ada Cynthia, Aldo, Asep, Hans dan juga Andy. Tapi dari beberapa anak itu, siapa yang memiliki akses dekat dengan Jacqluine..” Barra mengabsen teman-teman terdekat istrinya di kampus.


“Andy siapa… apakah putra dari Om mu.. Jika benar, aku curiga adik sepupumu itu yang sudah mengacaukan semuanya. Jacqluine beberapa kali membintangi iklan di perusahaan pamanmu bukan... dan pastilah perempuan itu kenal dengan Andy..” Andrew langsung mencurigai Andy.


Mendengar perkataan Andrew, Barra langsung tersentak dan mengingat semuanya. Beberapa minggu sebelumnya, kebetulan Andy juga pergi dari rumah itu. Semua terjadi, karena Barra curiga jika Andy menaruh hati pada istrinya. Hanya saja, Barra tidak memiliki bukti apapun.


“Aku yang akan mencari tahu


kak... Pasti Andy tidak akan mencurigaiku..” Kayla yang ikut mendengar, menawarkan diri untuk mendapatkan informasi.


*************


Helsinki Strandt Hotel

__ADS_1


Terlihat Jacqluine dan Andy berada dalam kamar, mereka berdua sedang tiduran dan bicara bersama. Tampak kebahagiaan terlihat di wajah Andy.., demikian pula dengan perempuan itu.


“Aku sangat senang kali ini kak Jacqluine.. Ternyata dengan mudah, kamu memperdaya kak Barra., Dengan mudahnya kak Barra jatuh dalam pelukanmu, dan istrinya Gwen melihat tepat di depan wajahnya.” Laki-laki itu mengucapkan selamat pada perempuan itu.


„Hemppphh... tapi tetap saja aku kecewa Andy.. Aku belum berhasil menjebak Barra, untuk dalam keadaan sadar jatuh dalam pelukanku. Aku hanya bisa memeluk dan menciumnya ketika laki-laki itu sedang tidak sadar. Padahal aku sangat menginginkannya..” dengan raut wajah kecewa, Jacqluine menanggapi kata-kata anak muda itu.


„Ha... ha.. ha... sabar kak.. Lagipula, setiap hari aku sudah memenuhi kebutuhan hasratmu bukan... tidak perlu lagilah mengharapkan kak Barra. Aku lebih muda, dan pasti juga jauh lebih kuat staminanya..” Andy tertawa terbahak.


Jacqluine tersenyum kecut, karena tanpa sadar perempuan itu seperti sudah menjadi peliharaan anak muda itu. Hampir setiap hari mereka melakukannya, dan juga tidak terlihat ada keterpaksaan dari keduanya. Mereka seperti simbiosis mutualisme, melakukan hubungan tanpa ikatan apapun, hanya saling membutuhkan saja.


“Tapi tujuan utamaku adalah mendapatkan kembali kekasihku Barra kembali kepadaku Andy.. Kapan aku harus membuat rencana lanjutan, dengan menuntut laki-laki itu. Aku tidak mau, kejadian di hotel itu terlupakan, dan akhirnya Barra berhasil membawa Gwen kembali padanya.” Perempuan itu akhirnya menuntut lebih.


“Bukan hanya kamu saja kak... Aku juga sudah merindukan Gwen, tetapi gadis itu sampai detik ini belum diketahui keberadaanya. Menurut orang suruhanku, Barra juga kalang kabut mencari keberadaan gadis itu. Aku perlahan juga akan menyelidikinya, karena kebetulan aku juga kenal dengan teman-teman dekat gadis itu.” Terdengar Andy mulai menyusun rencana.


Jacqluine terdiam, karena mereka berdua memang sama-sama memiliki tujuan. Dengan memenangkan tujuan salah satu, pasti juga akan membawa keberhasilan satunya. Barra dan Gwen satu perangkat, dan mereka bisa membawa salah satunya dulu.


“Aku akan ikuti apa yang sudah kamu rencanakan Andy… Saat ini aku akan tidur, apakah kamu tidak ingin melakukannya kali ini...” Jacqluine tampak memancing hasrat dari anak muda itu.


“Lagi malas aku kak… pikiranku memikirkan Gwen terus, sampai hasratku juga ikut hilang. Tidurlah dulu.. aku masih akan bermain dengan ponselku..” dengan tegas Andy menolak tawaran dari perempuan di sampingnya itu.


Tanpa bicara, Jacqluine segera menarik selimut kemudian menyelimuti tubuhnya. Perempuan itu memiringkan tubuhnya ke kanan, membelakangi Andy yang berebah di sampingnya. Andy tampak mengabaikan perempuan itu, dan masih terpekur dengan ponsel di tangannya.

__ADS_1


************


__ADS_2