
Seusai acara pembukaan PT. Nusantara, Nyonya Helene dan tuan Firmansyah mengajak Kayla untuk berbicara. Sepertinya kedua orang tua itu sangat tertarik untuk menerima gadis itu sebagai menantu keluarganya, sehingga tidak melepaskan Kayla begitu saja. Kayla menatap Aldo untuk minta pertolongan pada anak mud aitu, tetapi anak muda itu malah merangkul bahu Kayla kemudian membawanya ke meja tempat kedua orang tuanya.
“Sini cantik… duduk dekat dengan mama..” Nyonya Helene memanggil Kayla untuk mendekat kepadanya. Tangan perempuan paruh baya itu meraih tangan gadis itu. Dengan malu-malu, Kayla akhirnya duduk di samping mama Aldo.
„Tidak perlu malu atau takut pada kami Kayla. Kami merasa senang dan sangat bahagia, karena akhirnya Aldo sudah berani membawa dan mengenalkan gadis pada kami. Jika dulu, hanya Gwen saja yang menjadi teman gadisnya. Dan ternyata, gadis itu tidak berjodoh dengan putra kami..” dari sebelah Nyonya Helene, tuan Firmansyah ikut menyahut.
„Iya Om... Tante.., jujur Kayla nervous, karena tidak pernah berada dalam situasi seperti ini.” Sahut Kayla lirih.
Kedua orang tua itu tersenyum dan saling berpandangan. Sedangkan Aldo ikut tersenyum, dan anak mud aitu tetap bertahan di tempat itu, untuk memberikan dukungan pada gadis itu. Sepertinya Aldo memang sudah memantapkan hatinya untuk menjadikan Kayla pasangan hidupnya ke depan. Anak muda itu tidak canggung Ketika membawa dan mengenalkan gadis itu pada kedua orang tuanya.
“Mam… pap… janganlah terlalu menekan Kayla. Kasihanlah sweety Aldo..” sejak tadi diam, akhirnya Aldo mencoba membela kekasih barunya itu.
„Mmmmpphhh bener, bener, maafkan mama ya nak Kayla. Saking senengnya, sampai mama dan papa terus menggodamu sejak tadi. Untuk ke depan, janganlah sungkan lagi. Dan bila diijinkan, mungkin papa dan mama bisa menemui keluargamu kapanpun kamu siap cantik.” Akhirnya nyonya Helene mulai mengurangi intensitas suara dan euforianya.
„Baik tante... tapi untuk berkunjung ke rumah, sepertinya jangan waktu yang dekat dulu ya tante.. Kayla akan bicara pelan-pelan dulu dengan kakak, karena di kota ini, Kayla tinggal dengan kakak. Sedangkan papa dan mama berada di negara Italia.. Apalagi Kayla juga masih butuh waktu untuk memantapkan hati Kayla untuk Aldo.” Dengan suara pelan, Kayla mencoba meminta pengertian.
„Ha.. ha.. ha.., dengar itu mam..., dengarkan Kayla. Maaf ya Kay.., karena ingin segera menimang cucu, mama Aldo sampai se euforia ini.” Dari samping istrinya, tuan Firmansyah ikut berkomentar.
Aldo tersenyum mendengar ucapan papanya, dan terlihat Nyonya Helene memeluk Kayla, karena merasa malu dengan ucapan suaminya. Tampak sekali jika perempuan paruh baya itu menyayangi gadis itu.
__ADS_1
„Iya benar mam... sudahlah. Kita hargai Kayla, Aldo jadi tidak enak body jika seperti ini..” akhirnya Aldo ikut berbicara.
„Iya.. iya..., mama berhenti deh menggoda Kayla. Maafkan mama ya cantik, kita bisa fokus pada perbincangan yang lain.”akhirnya Nyonya Helene mengalah.
Keluarga Aldo memang tampak akrab menerima kehadiran Kayla dalam keluarga itu. Mereka kemudian berbincang tentang banyak hal, dan Kayla sudah bisa cair dan membaur dengan keluarga Aldo.
“Okay pap.., mam.., Aldo dan Kayla jalan dulu ya. Masak sudah jauh-jauh dari Helsinki ke kota ini, hanya ngobrol saja sejak tadi. Sebagai insan generasi muda, kita perlulah healing, refreshing. Apalagi udara di tempat ini, sangat extraordinary…” Aldo ingin mengajak Kayla untuk berjalan-jalan, sehingga sudah ya bicaranya.
“Ya sudah… maklum anak muda. Pergilah, dan ajak Kayla berjalan-jalan untuk menikmati salju di kota ini.” Akhirnya tuan Firmansyah memberi ijin.
Seperti mendapatkan ijin, Aldo segera menggandeng tangan Kayla, dan mengajaknya untuk meninggalkan tempat tersebut.
**********
“Please sweetie…, sudah dong marahnya. Aku mengaku salah deh, tapi semua aku lakukan karena aku tidak ingin kehilanganmu sayang. Dengan mengenalkan langsung pada papa dan mama, berarti menandakan jika aku serius dengan hubungan kit aini.” Terlihat Aldo mencoba melunakkan hati Kayla.
“Iya Ald.. I know.. Tapi sepertinya dirimu tidak mempedulikanku deh, aku tidak bisa menyesuaikan pakaian yang aku kenakan, dan juga yang lainnya. Sebel deh, dirimu membuatku mati gaya di depan Om dan tante..” Kayla masih terlihat merajuk.
Aldo mencium rambut Kayla dari belakang, dan kedua tangannya melingkar di pinggang gadis itu. Beberapa saat Kayla mendiamkan tingkah Aldo, tetapi mungkin gadis itu menjadi tidak sabar sendiri. Akhirnya..
__ADS_1
“Untuk kali ini aku akan memaafkan kak, tapi lain waktu, Kayla akan marah jika Aldo tidak berbicara jujur pada Kayla. Sebal tahu… aku kayak dihakimi di depan Om dan tante, Apalagi beberapa tamu undangan, ikut menatapku dari tempat duduk mereka.” Kayla masih berbicara pedas pada Aldo.
Namun Aldo hanya senyum senyum saja, dan tanpa minta ijin pada Kayla, sebuah ciuman di pipi gadis itu dihadiahkan oleh Aldo. Kayla merasa kaget, dan pipinya langsung memerah mendapatkan kejutan baru dari laki-laki itu. Tetapi Ketika menyadari, jika dirinya juga sudah berkomitmen pada Aldo, akhirnya Kayla hanya tersenyum malu.
“Kayla.. tertarik untuk main ski.. atau kita hanya lihat-lihat saja dari sini..” melihat banyak orang bermain ski, Aldo menawarkan pada kekasihnya.
“Malas Ald.. lihat tidak bagaimana kostumku kali ini. Lagian aku juga tidak bawa baju ganti, jadinya malas..” sahut Kayla.
„Masalah baju ganti, tidak perlulah untuk jadi masalah. Lihat di sekeliling, banyak tuh yang jual baju. Untuk sementara kita bisa beli di merchant sebelah sana..” Aldo menunjuk ke berbagai toko yang menawarkan baju hangat.
“Gak ah malas.. kita jalan ke arah sana saja pakai mobil. Kita akan melihat hamparan salju yang sangat luas, dan seperti berada di tempat asing yang jauh dari peradaban.” Kayla malah meminta untuk diantarkan ke tempat lain.
“Baiklah my princess, apapun yang princess inginkan, aku akan menurutinya..” untuk menebus rasa marah gadis itu, Aldo menuruti keinginan Kayla.
Anak muda itu merangkul bahu Kayla, kemudian berjalan menuju ke mobil yang tadi dibawa Aldo. Setelah menyalakan mesin mobil, Aldo keluar lagi dan membukakan pintu untuk Kayla. Gadis itu segera masuk ke dalam mobil… dan Aldo segera menjalankan mobil menuju ke tempat yang diinginkan oleh gadis itu.
“Kayla boleh tidur sebentar ya Ald… masih shock dengan kejadian tadi..” tidak mengabaikan kekasihnya, dengan santai Kayla minta ijin untuk istirahat.
“Istirahatlah.. aku akan mengemudi sendiri..” sambil melihat ke arah Kayla, Aldo mengijinkan gadis itu untuk beristirahat.
__ADS_1
Aldo senyum-senyum sendiri, dan laki-laki itu tidak menyangka jika akhirnya akan bisa mendapatkan adik ipar Gwen untuk menjadi kekasihnya.
*********