
Baru saja mobil yang dikemudikan Barra memasuki halaman rumah kakek Atmadja, terlihat Bareeq, Tareeq, serta Sheen berlari mendekat ke arah mobil tersebut, Namun terlihat laki-laki muda tampak mengejar dan menjaga mereka untuk tidak mendekat ke mobil tersebut. Gwen terkejut melihat siapa laki-laki itu, dan perempuan itu hanya melihat ke arah suaminya dengan penuh tanda tanya.
“Jangan menatapku dengan tanda tanya seperti itu honey, papa juga tidak tahu jika Aldo sudah berada di rumah ini. Kita turun, dan tanyakan pada anak muda itu, bagaimana bisa dia saat ini sudah berada di kota ini..’ Barra mencoba membela diri, karena dia memang benar-benar tidak tahu apapun.
Tidak mau terlalu lama memendam tanya, Gwen langsung membuka pintu sendiri, dan langsung turun ke tanah. Tetapi belum sempat menghampiri dan bertanya pada Aldo, ternyata Sheen sudah tertatih berusaha untuk memeluknya,
“Mommy… Sheen kangen. Mommy dan papa pergi sejak pagi, gak pulang pulang..” anak kecil itu langsung mengkonfirmasi kepergian mommy dan papanya.
„Iya Sheen sayang, maafkan mommy dan papa ya. Tadi tidak sempat berpamitan pada kalian bertiga, karena mommy dan papa sedang ada urusan. Bagaimana siang tadi, apakah putri mommy ini mau makan siang..?” untuk mengobati rasa bersalahnya, Gwen langsung mengangkat dan menggendong anak kecil itu di pinggangnya.
Bareeq dan Tareeq sudah berada dalam pelukan papanya, dan pasangan suami istri itu segera mengajak ketiga putra putrinya untuk masuk ke dalam. Aldo mendekat pada apsangan suami istri itu, dan mengajak mereka berjabat tangan.
“Aldo… kenapa kamu bisa sampai di kota Bogor. Kapan kamu datang, dan dimana Kayla sekarang..?” sambil berjalan, Gwen bertanya pada teman masa mudanya itu.
„He.. he.. he.., sorry Gwen, Mendengarmu pulang kampung ke Indonesia, aku tidak bisa mengerem rasa kangenku untuk pulang ke negara ini. Akhirnya satu hari sesudahnya, aku mengajak Kayla pulang ke kota ini, tetapi tidak langsung menuju ke rumah ini, melainkan pulang ke rumahku. Kebetulan papa dan mama juga sedang berada di Indonesia, dan mereka merasa senang melihat kedatangan kami berdua..” Aldo menceritakan apa yang membuatnya juga pulang ke rumah.
„Okaylah.. ayuk kita masuk dulu. Kayla ada di dalam ya..” Gwen tidak mempermasalahkan kedatangan mereka, karena merekapun juga memiliki hak untuk melakukan hal yang sama seperti mereka.
Dari arah ruang tamu, terlihat Kayla berjalan keluar menyambut kedatangan kakak kandung dan kakak iparnya. Gadis itu sedang memeluk dan menyalami Barra kakak kandungnya, kemudian mendekat pada Gwen. Dengan kakak iparnya, gadis itu juga melakukan hal yang sama.
__ADS_1
„Ternyata rumah tinggal kak Gwen masih tetap menyenangkan seperti dulu kak.. Tidak ada yang berubah sedikitpun..” gadis itu memberikan pujian atas rumah itu.
“ART dan penjaga rumah yang selalu merawat dan membersihkannya Gwen. Kan kakak dan kak Barra ada di Finlandia, sedangkan Uncle Andrew dan aunty Anne tinggal di Singapura.
Kakek Atmadja juga lebih banyak berada di Dubai, bersama dengan papa Chandra.. „ sambil berjalan masuk ke dalam, Gwen memberikan tanggapan atas kata-kata Kayla.
„Benar juga sih kak.., semua ART dan penjaga terlihat sangat amanah dalam memastikan rumah ini tetap nyaman, apalagi ketika semua anggota keluarganya kembali pulang ke rumah.” Kayla berkomentar.
„Benar sekali Kayla.., bahkan sebelum kakak lahir ke dunia ini, Bibik ART sudah kerja di rumah ini, Mereka sangat loyal pada keluarga kakak... Oh ya, by the way, nanti malam menginap di rumah ini saja ya Kay.
Ajak Aldo sekalian, banyak kamar kosong kok di rumah ini..” karena Sheen minta mommy nya untuk membawanya ke kamar, Gwen kembali meninggalkan Kayla sendiri.
Gwen dan Sheen segera masuk ke dalam kamar. Jika putrinya seperti itu, biasanya Sheen mengantuk dan mengajak mommy nya untuk beristirahat.
***********
Malam harinya…
Keluarga Barra mengajak Aldo dan Kayla untuk makan malam bersama. Gwen sudah memerintahkan ART untuk memanggilkan pedagang sate kesukaannya, untuk membawa dagangan mereka ke rumah. Juga beberapa makanan khas Indonesia, tersaji lengkap di halaman depan, Ternyata Aldo juga mengundang beberapa teman mereka Ketika masih SMA, untuk datang ke rumah Gwen. Sejenak, rumah Gwen menjadi ajang reuni teman-teman SMA mereka.
__ADS_1
“Robert… Alana, bagaimana bisa kalian berdua sampai ke rumahku guys…” Gwen tidak percaya Ketika melihat kedua temannya Ketika SMA ikut bergabung dengan mereka malam ini.
‘Aku yang mengajak mereka berdua kemari Gwen, kebetulan mereka pas ada di Bogor, Jadinya, aku minta untuk sekalian kita berjumpa, setelah sekian lama kita tidak pernah bertemu lagi..” tiba-tiba Novi datang dan langsung memeluk Gwen.
“Bayimu mana Nov…, kenapa tidak diajak kemari. Ada putriku Sheen juga, sama kedua kakaknya..” melhat Novi hanya datang dengan suami, Gwen menegur perempuan itu. Kedua perempuan itu berpelukan beberapa saat.
“Kayak ga tahu mamaku gimana saja Gwen.. Meskipun sudah berada di Jakarta, tetapi perawatan anak kecil ala Solo tidak pernah tertinggal deh. Suamiku tuh..., untuk menghargai dan tidak menyinggung mama, selalu mengikuti apa yang dikatakan dan diatur oleh mama..” Novi menyampaikan apa yang diatur oleh mamanya.
„Tidak apa sih, yang penting tujuannya baik. Kita nikmati makanan yuk, sambil mengajak Robert dan Alana,” akhirnya Gwen mengajak Novi bergabung dengan teman-temannya yang lain.
Aldo berdiri, kemudian mendatangi Novi. Ketika mereka sedang berkumpul seperti ini, tiba-tiba Aldo teringat dengan Asep. Selama ini, dimana ada dirinya, selalu juga ada Asep di sampingnya.
“Asep ga ikut pulang ke Jakarta ya Ald.. pasti seru sekali jika ada Asep juga.” Novi menyinggung keberadaan Asep.
„Kebetulan tidak Nov..., rencana Lebaran tahun ini, Asep akan mengajak istrinya Cynthia dan juga putranya untuk kembali ke Indonesia. Jika kali ini kami pulang berdua, siapa yang akan mengurus perusahaan, karena operasional perusahaan jalan saat ini. Kami harus bergantian, jika harus pergi dalam waktu yang lama..” Aldo memberi penjelasan yang masuk akal.
„Bagus sekali pembagian waktu kalian berdua. Aku pingin sate daging sapi Maranggi dulu Ald.., sepertinya aku akan ke tempat sate dulu..” melihat ada sate Maranggi terhidang, Novi menggandeng suaminya untuk mendatangi gubug yang menyediakan sate tersebut.
Aldo kemudian bergabung dengan Robert dan Alana, yang juga sedang terlibat pembicaraan seru dengan Gwen. Barra tersenyum melihat kebahagiaan istrinya, yang bisa berjumpa lagi dengan teman-teman di masa SMA nya. Tetapi laki-laki itu tidak membiarkan istrinya sendiri, untuk menjaga hubungan baik laki-laki itu turun dan bergabung dengan teman-teman istrinya. Gwen merasa senang, melihat suaminya meskipun berbeda usia bisa bergabung dengan teman-teman, yang hampir semuanya seusia dengannya.
__ADS_1
********