Aku Masih SMA

Aku Masih SMA
Chapter 259 Persiapan Menghadiri Undangan


__ADS_3

Setelah Josephine keluar dari ruang kerjanya, Gwen tidak banyak berpikir tentang undangan yang diterimanya itu. Perempuan itu malah menganggap jika undangan itu hanya sebuah joke, atau sekedar prank dari timnya. Perempuan muda itu kembali melanjutkan aktivitasnya terakhir, mencoba menggambar tiga dimensi di layar laptop yang ada di depannya.


“Drtt.. drtt.. drtt…” tiba tiba ponsel yang ada di samping laptop bergetar.


Gwen tampak menghentikan aktivitas menggambarnya, kemudian mengambil nafas. Tidak lama kemudian, Gwen mengangkat ponsel dan menggulir panggilan diterima.


“Hemppphh… ada apa Kay.., tidak biasanya kamu menelpon kakak. Kan bisa langsung datang ke rumah, atau ke perusahaan jika ada perlu..” ternyata Kayla adik iparnya yang menelpon perempuan itu.


“He.. he.. he.. iya kak. Kayla ingin minta masukan kak Gwen terkait dengan skripsi Kayla kak.. Kan kak Gwen sudah terbiasa melakukan digital marketing, jadi sebagai praktisi lebih paham dong.


Nanti kakak bicara, Kayla yang akan menuliskan dengan kata kata..” ternyata Kayla membutuhkan bantuan kakak iparnya.


„Hadeh Kay.. Kay.., kakak pikir apaan. Sudahlah... kamu datang ke perusahaan saja sekarang, kakak pas tidak banyak aktivitas juga. Jangan lupa bawa cheese burn cake ya, di arah menuju ke rumahmu, kakak baru pingin nih..” Gwen malah mengundang adik iparnya untuk datang ke perusahaan. Kebetulan, perempuan itu juga sedang merindukan burn cheese kesukaannya.


“Okay.. okay kak. Kayla akan bersiap siap, sekalian mau mampir ke sekolah Bareeq Tareeq, dan akan membawanya ke tempat kerja kak Gwen, jika mereka sudah berakhir jam sekolah mereka.” Kayla langsung menyanggupi,


„Baguslah.. okay kak Gwen tunggu Kay..” Gwen segera mengakhiri panggilan tersebut,


Setelah meletakkan ponsel di atas meja, Gwen mengambil air mineral, dan meminumnya beberapa teguk. Beberapa saat, setelah menunggu rasa hausnya habis, Gwen Kembali melihat ke layer laptopnya. Namun baru saja akan melihat Kembali aplikasi gambar yang baru saja ditinggalkan sesaat. Tiba tiba ada notifikasi pemberi tahuan ada email masuk. Gwen segera meng klik email tersebut.


“Email dari siapa ini yang masuk..?  Kenapa ada logo yang khas..” perempuan itu agak terkejut melihat logo dari surat yang dikirimkan kepadanya.

__ADS_1


Tanpa ragu perempuan itu kemudian masuk ke surat elektronik, dan langsung membacanya dengan serius. Kening Gwen tambah berkerut, sampai perempuan itu menyandarkan punggung di sandaran kursi yang didudukinya dan menghentikan aktivitasnya sejenak.


“Ternyata apa yang dikatakan Josephine benar adanya, betul betul ada pemberi tahuan dari Ministry Divisi Creative, yang meminta kesediaanku untuk berbicara pada UMKM ICT base di negara ini. Oh my God.. apakah aku memiliki kemampuan untuk bicara..” Gwen berbicara pada dirinya sendiri.


Sesaat Gwen berusaha untuk mengendalikan degup jantungnya, dan setelah bisa terkendali perempuan itu melanjutkan membaca surat undangan itu.


„Tinggal minggu depan lagi acaranya, aku harus segera bersiap. Bukan hanya diriku, namun negara Indonesia ikut dipertaruhkan di negara ini..” menyadari jika acara untuk memberikan materi tinggal beberapa hari, sesaat Gwen menjadi panik.


Perempuan itu Kembali mengambil nafas panjang, dan mencoba berpikir jernih. Untungnya tidak membutuhkan waktu lama, Gwen sudah bisa kembali berpikir jernih.


“Aku sepertinya tidak perlu untuk berbicara panjang, cukup memberikan contoh best practice saja, dan bukti pengenalan produk perusahaan ini di Link Tree atau market place. Untuk penampilan, aku bisa mengenakan pakaian karya kak Jacqluinne, sekalian untuk mengenalkannya pada khalayak masyarakat di negara ini..” pelan pelan Gwen sudah bisa menentukan hal apa yang akan dilakukannya.


************


“Duduklah di sofa kak, biar Kayla menutup dulu laptopnya.” Gwen menyambut kedatangan Jacqluinne.


“Iya kak… ini Kayla sedang meminta bantuan kak Gwen sebentar, Tapi sudah selesai kok..” Kayla ikut berbicara.


“Baik Gwen.. thank.s..” Jacqluinne segera duduk di sofa yang ada di dalam ruang kerja Gwen.


Sambil menunggu Gwen dan Kayla menemuinya, Jacqluinne mengambil majalah yang berisi koleksi dari hasil karya perempuan muda itu. Tidak bisa dipungkiri, dalam hati Jacqluinne sebenarnya kagum dengan apa yang dilakukan oleh istri dari mantan pacarnya di masa lalu itu. Namun kejadian impulsive yang telah dilakukannya, membuatnya merasa ada jarak dengan Gwen. Tidak lama kemudian, Gwen diikuti Kayla berjalan menuju ke sofa, dan keduanya kemudian duduk di dekat perempuan itu.

__ADS_1


“Bagaimana kak Jacqluinne, kerasan bukan di work shop ini..?” untuk mencairkan suasana, Gwen bertanya pada istri Andy itu.


“Kerasan sekali Miss.. tempat ini like homy.. Semua karyawan juga ramah, dan kekeluargaan sangat terjalin, sehingga siapapun yang ada disini, pasti semua akan kerasan dan tidak mau pindah kerja.” Sambil tersenyum, Jacqluinne memberikan tanggapan.,


“baguslah jika begitu, kak Jacqluinne biar tambah semangat untuk berkarya..” sahut Gwen tulus.


“Hempphh… semangat sih semangat Miss.. Tapi untuk order koleksi baru masih belum ada peningkatan, biasanya customer masih order koleksi lama, karena banyak diskonan disitu.” Jacqluinne tampak merendah.


“Iyakah.. bisa jadi apa karena kurang promosi ya kak. Nanti kapan kapan kita bicarakan dalam meeting mingguan, biar kita dengarkan brain storming dari lintas divisi. Kita bisa pakai ide mereka, atau kita abaikan nantinya..” Gwen memberikan tanggapan.


“Benar sekali kak Gwen… atau bisa jadi, customer mulai bosan. Kita perlu untuk melirik pasar yang baru.” Kayla ikut berpendapat.


Beberapa saat, ketiga perempuan itu terus berbincang, tentang usaha butik yang dijalankan Jacqluinne, Dalam hati, Jacqluinne merasa senang karena merasa memiliki partner untuk berdiskusi untuk pengembangan usahanya. Mereka tampak antusias saling berdiskusi, sampai akhirnya..


“Oh ya kak Jacqluinne.. by the way Gwen mau minta tolong nih. Kebetulan minggu depan, di hari Saturday.. Gwen mendapatkan kehormatan untuk hadir dalam undangan dari Ministry Pariwisata negara ini. Gwen menjadi nara sumber untuk bicara dalam Divisi Creative. Untuk itu kak, Gwen bermaksud untuk minta bantuan pada kak Jacqluinne, untuk membuat desain baju yang cocok untuk dikenakan dalam acara tersebut.” Akhirnya Gwen menyampaikan maksud keinginannya.


Jacqluinne terkejut mendengar perkataan dari partner kerjanya itu, sampai perempuan itu melihat ke arah Gwen dengan serius. Perempuan itu seperti tidak percaya dengan pendengarannya, namun terlihat Gwen tersenyum sambil menganggukkan kepalanya.


"Is this matter serious miss..?" Jacqluinne seperti meragukan maksud baik Gwen.


“Serius kak.., Gwen ingin mengenakan baju rancangan kak Jacqluinne. Sekalian untuk mengenalkan pada audiens baju rancangan kakak. Semoga bisa membuka insight yang melihat acara itu..” Gwen tersenyum

__ADS_1


Tidak diduga, Jacqluinne tiba tiba memeluk istri dari mantan kekasihnya itu dengan erat. Ada keharuan dalam diri perempuan itu, karena orang yang pernah disakitinya itu sudah banyak memberikan bantuan kepadanya.


***********


__ADS_2