Aku Masih SMA

Aku Masih SMA
Chapter 263 Dukungan Sahabat


__ADS_3

Mata Jacqluinne melebar, dan perempuan itu tidak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya, Beberapa bulan membuka usaha sendiri, baru satu dua yang memesan desain dan rancangan kepadanya. Itupun karena bantuan Andy suaminya. Tetapi kali ini melihat hanya dalam satu hari, mendapatkan pesanan lebih dari lima puluh rancangan, tentu saja membuat shock perempuan itu.


„Kak Jacqluinne... how about you..?? Apakah kamu tidak menyukainya..?” melihat respon perempuan yang berdiri di depannya, Hans malah bingung.


“Bukan… bukan itu Hans. Jujur saja, aku sangat shock, apakah hari ini memang benar benar bukan mimpi Hans..” tiba tiba perempuan itu memukul sendiri rahang kanan dengan menggunakan telapak tangannya sendiri, namun tiba tiba Jacqluinne menjadi meringis sendiri,


“Sudahlah kak.. wajar saja. Aku yakin semua orang juga akan bersikap seperti itu, tetapi memang aku sendiri mengakui, pesona dan performa dari Miss Director. Perempuan itu bisa dengan mudah menyatu dengan apa yang dikenakannya, sampai melihat mata orang lain takjub. Dan tentu saja, pakaian rancanganmu memang sangat pas di tubuh Miss Director..” tidak mau mengecilkan Jacqluinne, Hans juga pintar memuji Jacqluinne.


“Iya.. iya.. Hans, terima kasih informasinya. Aku akan segera mencoba membuat draft desain, sambil menunggu hasil laporan lengkap yang diberikan Joshie besok pagi. By the way… kemana Joshie, dan yang lainnya Hans. Kenapa mereka tidak kembali ke perusahaan..” Jacqluinne seperti diingatkan.


“Joshie aku antar pulang tadi kak, karena aku lihat gadis itu sudah sangat pontang panting mengurus semuanya di hotel tadi. Beberapa karyawan yang menyertainya juga diijinkan pulang duluan oleh Miss Director. Sedangkan Gwen, tahu sendiri kan jika sudah Bersama dengan kak Barra. Siapapun tidak akan ada  yang bisa menginterupsi Tindakan mereka.” Sahut Hans sambil senyum senyum sendiri.


Jacqluinne terdiam mendengar perkataan yang diucapkan oleh Hans. Ada sedikit rasa sedih di dalam hatinya, namun secepatnya perempuan itu mencoba tersenyum, dan melihat Kembali pada Hans.


“Sudah ya kak.. aku mau ke ruang kerjaku, mau meluruskan kaki dan beristirahat.” Untungnya Hans segera berpamitan, sehingga sedikit wajah pias Jacqluinne tidak begitu terlihat.


“Okay Hans.. “ Jacqluinne segera membalikkan badan, dan Kembali ke ruangannya.


Demikian juga dengan Hans, laki laki itu langsung melanjutkan langkah kakinya menuju ke ruang kerjanya. Baru saja, Hans akan membuka pintu, terlihat Cynthia yang mengacungkan ibu jari ke arahnya. Mungkin Cynthia sudah mendengar kesuksesan mereka di acara Kementerian itu. Namun rupanya Hans sudah sangat Lelah, karena memberi isyarat pada Cynthia jika dirinya akan istirahat.

__ADS_1


*********


Beberapa minggu kemudian…


Suasana di perusahaan Gwen, setiap hari selalu sibuk, Bukan hanya Divisi Desain Interior saja, namun Divisi Butik juga tidak kalah ramainya. Ternyata kemunculan Gwen menghadiri undangan dari Kementrian Pariwisata, Divisi Creative, dan menjadi nara sumber disana, menjadi titik awal pengenalan semua produk yang dihasilkan perusahaan. Semua karyawan di setiap lini, tidak ada yang menganggur, semua menangani tugas dan pekerjaan mereka masing masing.


“Gwen… selamat atas pencapaianmu Gwen. Semua sangat mengejutkan dan luar biasa…” Cynthia dan Hans yang sedang berbincang dengan Gwen di dalam ruangan, memberikan apresiasi pada pemilik perusahaan tersebut.


“Hush… ingat Cynthia, Hans. Bukan hanya pencapaianku, namun pencapaian kita Bersama. Kita sama sama berjuang untuk membesarkan perusahaan ini, jadi jangan bersikap parsial seperti itu. Juga keberhasilan butik kak Jacqluinne juga, dan semua karyawan yang terlibat membantu kita..” Gwen meyakinkan kedua sahabatnya itu.


“Kamu selalu seperti itu Gwen.. merendah, dan tidak mau cepat berbangga diri. Kita akan selalu mengembangkan, dan berusaha untuk menjadikan Batarsheen Elegance Interior menjadi tempat untuk didatangi semua kalangan.


Aku merasa bangga, dan juga sangat senang bisa mendapatkan kesempatan join di perusahaan ini..” Hans ikut menimpali.


Hans terkejut dengan pertanyaan tiba tiba itu, dan laki laki itu hanya bisa tersenyum pias, yang menandakan ada sesuatu yang tidak baik. Cynthia dan Gwen saling berpandangan.., namun keduanya menunggu penjelasan dari laki laki itu. Beberapa saat kemudian..


“Aku sampai sekarang tidak tahu bagaimana perasaan Joshie sesungguhnya terhadapku Cynt.., Gwen. Pada pembicaraan terakhir, aku memberi waktu pada gadis itu untuk memberikan jawaban, atas lamaranku padanya selama satu minggu. Namun.., dari terakhir kali aku bicara, sudah lebih dari lima minggu, dan Joshie belum melakukan konfirmasi apapun kepadaku..” ucap Hans lirih.


Gwen terkejut dan sampai menyandarkan punggungnya di sandaran kursi. Tampak perempuan itu mengambil nafas dan berpikir sebentar, kemudian..

__ADS_1


“Kamu sendiri Hans.. apakah sudah melakukan konfirmasi pada Joshie. Kamu bertanya, apakah jawaban atau respon dari gadis itu..” dengan nada pelan juga, Gwen membalikkan pertanyaan.


Cynthia ikut menganggukkan kepala, memperkuat pertanyaan dari mitra sekaligus sahabatnya itu.


“Belum Gwen.. aku hanya ingin tahu bagaimana inisiatif dari Joshie sendiri.” Sambil menggelengkan kepala, Hans akhirnya memberikan tanggapan.


Mendengar jawaban itu, senyuman muncul di bibir dua perempuan itu.


“Hans.. perempuan dan laki laki itu berbeda dalam cara mengungkapkan perasaan. Laki laki lebih tegas, dan terbuka dalam menyampaikan sesuatu. Namun untuk perempuan, dengan kelembutan yang dibawanya, lebih cenderung menahan perasaan dan sering mengungkapkan dalam kiasan. Dekati Joshie, ajak gadis itu bicara Hans. Aku yakin, Joshie juga berpikir sebaliknya kepadamu, jadi sebenarnya kalian ini saling menunggu..” dengan nada bicara hati hati, Gwen akhirnya memberikan masukan pada laki laki itu.


„Benar Hans... datangilah Joshie, aku mendukung apa yang disampaikan Gwen. Jangan samakan, bagaimana perasaan perempuan, dan perasaan laki laki. Kejar cintamu, dan segera ikat dia setelah mendengar ada sedikit perasaannya untukmu..” timpal Cynthia.


Laki laki itu menatap wajah kedua perempuan di depannya, dan keduanya seakan serempak tersenyum, mendukung apa yang barusan mereka katakan.


“Hempphh… baiklah Cynthia…, Gwen.., aku akan mengikuti saran dari kalian berdua. Secepatnya aku akan mencari Joshie, dan memberikan pertanyaan apa jawaban  dari  gadis itu. Terima kasih friends.., kalian selalu ada buatku..” Hans akhirnya menyetujui apa yang diusulkan oleh kedua sahabatnya itu.


Gwen langsung menarik tangan Cynthia, juga tangan Hans. Ketiga tangan tiga sahabat itu sudah berpadu, dan Gwen mengangkat tangan itu ke atas, dan..


“Toss… kita adalah sahabat yang akan selalu saling mendukung selamanya..” suara yang keluar dari bibir Gwen, dengan cepat diikuti oleh Cynthia. Hans merasa senang, dan terharu dengan dukungan emosional dari kedua teman perempuan itu.

__ADS_1


“Ha.. ha.. ha.., kita ini seperti masih menjadi anak muda saja. Terkadang melakukan sesuatu, tanpa sadar seperti mahasiwa..” Cynthia berkomentar atas tindakan yang baru saja mereka lakukan itu.


**********


__ADS_2