Aku Masih SMA

Aku Masih SMA
Chapter 264 Menerima Pernyataan Cinta


__ADS_3

Beberapa hari sesudahnya..


Seperti yang sudah disarankan oleh kedua teman perempuannya, akhirnya Hans mengajak Josephine ke suatu tempat. Sebetulnya gadis itu akan menolak, namun Hans terus memaksanya, dan akhirnya kedua orang itu pergi ke suatu cottage yang sudah dibeli oleh Hans.


„Kita akan kemana Tuan..” Josephine merasa curiga ketika mobil yang membawa mereka memasuki daerah yang sepi.


Hans memang membangun cottage di daerah pinggiran, namun suasana alam di sekitarnya sangat bagus pemandangannya. Di tempat itu, Hans sudah menyiapkan satu kejutan, dan berharap jika Josephine akan menyukainya.


“Percayalah padaku Joshie.., aku tidak akan mencelakakanmu. Aku malah ingin memberimu kejutan di tempat itu..” ucap Hans sambil tersenyum,


Josephine terdiam, dan mengitarkan pandangan ke sekeliling tempat yang mereka lewati. Sedangkan Hans, terus menatap ke depan karena posisi sedang mengemudikan mobil yang membawa mereka. Sekitar sepuluh menit kemudian, Hans membawa mobil memasuki halaman cottage yang terbuat dari batang batang kayu pinus, dan tampak menyatu dengan bangunan serta alam di sekitarnya. Hans menghentikan mobil, dan tampak seorang laki laki paruh baya, berlari menyambut kedatangan mereka.


“Kita sudah sampai Joshie.. kita turun sekarang. Aku akan membawamu ke dalam..” Hans berbicara lembut pada gadis yang masih terdiam itu. Senyuman tulus muncul di bibir laki laki itu. Dan tiba tiba pintu mobil di samping Hans, sudah terbuka.


“Selamat datang di cottage tuan, apa yang Tuan Hans perintahkan sudah kami siapkan semuanya..” laki laki paruh baya itu mengajak bicara pada Hans.


“Baik, terima kasih. Kembalilah ke tempat kerjamu..” setelah menjawab laki laki itu, Hans kemudian turun dari mobil.


Tidak lama kemudian, Hans berjalan ke samping menuju ke sisi pintu dimana ada Josephine di dalamnya. Laki laki itu membukakan pintu mobil, kemudian membantu Josephine turuan dari mobil, Tidak lama kemudian, Hans membawa Josephine masuk ke dalam cottage.

__ADS_1


“Tuan Hans… kenapa ada fotoku di dalam ruangan ini Tuan...?? Apakah semuanya tidak salah..” baru beberapa langkah, perempuan itu masuk ke dalam, Josephine terkejut. Di depan pandangannya, tampak beberapa gambar dirinya tengah sendiri, dirinya Bersama dengan adik kandung, dan juga dengan Hans tampak menghiasi dinding ruangan itu,


„Abaikan saja Joshie.. semua yang ada di dalam cottage ini beserta bangunannya, aku dedikasikan untukmu. Rasa cinta dan sayangku padamu tidak main main Joshie, aku harap kamu bisa berpikir jernih..” senyuman manis, dan kata kata mengalir keluar dari bibir Hans.


Mendengar hal itu, Josephine merasa malu dan menundukkan wajahnya ke dalam. Tiba tiba, tanpa permisi, kedua tangan Hans menutup matanya dari belakang. Sesaat, pikiran buruk menghantui pikiran gadis itu, tetapi untungnya..


“Jangan banyak  berpikir Joshie.. aku akan membukanya setelah mengajakmu masuk ke dalam. Trust me..!” kata kata lembut yang keluar dari bibir Hans, sedikit menenangkan gadis itu.


Perlahan Hans membawa masuk gadis itu ke dalam, dan setelah berjalan beberapa meter, tampak Hans mendudukkan gadis itu di sebuah kursi. Tidak lama kemudian, Hans melepaskan tangannya..


Begitu mata gadis itu terbuka, tatapan Josephine menatap takjub apa yang ada di depannya. Di depannya tampak pemandangan jurang ke bawah, yang tampak indah, dan ternyata di belakang cottage itu tampak keindahan wilayah sekitar.


Laki laki itu saat ini sudah duduk berjongkok di bawah kakinya, dengan menekuk satu lutut ke atas, dan lutut satunya dijatuhkan di atas tanah. Di tangan laki laki itu membawa sebuah kotak kecil, dan tampak gemerlap batu berlian yang diikat dalam sebuah cincin terlihat oleh gadis itu.


„Mmmppphh Tuan Hans.. apa maksudnya ini..?”  Josephine tidak mampu lagi meneruskan kata kata. Tatapan mata laki laki itu tampak tergenang air mata, dan di bawahnya terlihat mata Hans tampak menatapnya tanpa berkedip.


„Joshie.. aku melamarmu sekali lagi sayang. Dan ring ini sebagai tanda jika aku akan mengikatmu kali ini, dan jika kamu bersedia, secepatnya aku akan mengadakan pesta perkawinan kita. Aku butuh ketegasanmu Joshie..” suara Hans tampak parau dan bergetar. Seperti ada magnet yang menghipnotis pernyataan yang dikeluarkan oleh laki laki itu.


Sesaat Josephine terdiam dan tidak mampu berkata apa apa. Namun akhirnya, akal sehat gadis itu bermain. Tidak akan mudah dalam era saat ini, bisa mendapatkan laki laki yang betul betul menyayanginya, apalagi sudah melihat bagaimana latar belakang keluarganya. Dengan satu adik laki laki yang menjadi tanggungannya, dan Hans juga mengetahui, tetapi masih memutuskan untuk melamar, menjadikan nilai lebih bagi laki laki itu.

__ADS_1


“Bagaimana Joshie… apakah kamu menerimaku..” tampak dengan parau dan rasa khawatir yang dalam, Hans kembali mengulang kata katanya.


Josephine menatap ke mata Hans yang tampak penuh pengharapan menunggu konfirmasinya. Perlahan dengan semburat merah di kedua pipinya, Joesephine menganggukkan kepalanya perlahan. Melihat hal itu…


“Terima kasih Tuhan… Tuhan sudah mengabulkan harapan dan doa doaku..” setelah mengusap kedua tangan ke wajah, Hans langsung mengeluarkan cincin dari tempatnya. Tidak lama kemudian, laki laki itu mengenakan cincin di jari manis gadis yang ada di depannya. Josephine tidak mampu berkata kata, selain hanya melihat Hans melakukan hal itu padanya. Tanpa sadar, air mata haru dan Bahagia menitik dari sudut mata gadis itu.


“Joshie sayang… aku ingin mendengar suaramu sayang. Dan jangan menyebutku dengan panggilan Tuan lagi, panggil aku dengan namaku langsung.” Suara Hans Kembali bergetar Ketika meminta gadis itu untuk bersuara.


“Mmmmpphh… iya Hans, aku menerimamu untuk menjadi suamiku. I love you, too…” akhirnya jawaban keluar dari bibir Josephine.


Tanpa menjawab lagi, Hans langsung berdiri kemudian menarik kedua tangan gadis itu, agar Josephine berdiri. Setelah itu, laki laki itu  memberikan pelukan erat ke tubuh gadis itu, dan tidak lama kemudian sebuah ciuman diberikan Hans ke bibir Josephine. Tiba tiba.. Josephine terkejut, karena terdengar ada suara music live di belakang mereka. Sontak gadis itu melepaskan pelukan, dan kemudian menoleh ke belakang. Terlihat ada tiga orang, salah satunya sedang meniup saxophone sedang memberikan hiburan pada mereka.


“Hans.. semuanya begitu romantic, dan membuatku terkesan. Terima kasih sayang.. aku menyukainya..” dengan mata berbinar, Josephine mengucapkan terima kasih pada laki laki yang sudah resmi menjadi kekasihnya itu.


„Semua untukmu Joshie sayang... kamu layak dan pantas untuk menerimanya..” sahut Hans lembut, dan kembali ciuman diberikan laki laki itu di bibir Josephine.


„Seharusnya sejak dulu aku menerimamu Hans.. Maafkan aku, yang belum yakin dengan perasaanmu padaku. I love you, Hans..” ucapan lembut gadis itu, membuat Hans semakin bahagia.


**********

__ADS_1


__ADS_2