Aku Masih SMA

Aku Masih SMA
Chapter 125 Menuju Igloo


__ADS_3

Tepat seperti yang sudah diperkirakan Barra, pukul 18.45 p.m pasangan suami istri itu sampai di Wilderness Hotel Inari & Igloos. Petugas customer service segera menyambut kedatangan keduanya, dan langsung memerintahkan room service untuk mengantarkan pasangan suami istri it uke kamar mereka.


“Mari tuan Barra Xavier Gibran dan Miss Gwen Alvaretta, kami akan mendampingi tuan dan miss sampai ke kamar.” Dengan ramah, petugas room service yang membawakan barang dan perlengkapan pasangan suami istri itu, Bersiap untuk mengantarkan.


Barra dan Gwen segera mengikuti petugas hotel tersebut, dan rupanya mereka tidak ditempatkan di kamar bagian atas, melainkan di sebuah kamar berbentuk semacam pavilion sendiri. Tetapi tampak privacy sangat terjaga di kamar yang diperuntukkan bagi pasangan suami istri itu.


“Silakan masuk ke kamar tuan dan Miss, dan jika butuh sesuatu, tuan dan Miss bisa menekan tombol di belakang pintu. Kami akan segera datang untuk melayani tuan dan Miss berdua..” masih dengan sikap sopan, petugas hotel mempersilakan pasangan suami istri itu masuk ke dalam.


“Baik.. kembalilah ke tempat kamu bertugas.. Siapkan pengantaran, aku dan istriku pada pukul 20.45 p,m akan berburu Aurora bordelis, kalian harus mengantar kami.” Barra mengingatkan pada petugas hotel, sebelum laki-laki itu keluar dari dalam kamar.


„Siap tuan Barra... miss Gwen, pihak hotel sudah mempersiapkan mobil untuk tuan dan miss berdua. Permisi, saya akan Kembali ke tempat bertugas sebelumnya..” sambil membungkukkan badan. Petugas room service minta pamit.


Barra mengangkat tangannya, memberi isyarat agar laki-laki itu segera meninggalkan tempat mereka. Melihat istrinya yang langsung berbaring di atas ranjang, dengan senyum smirk Barra mendatangi Gwen..


“Honey… masih tersisa waktu satu jam lebih sayang, sebelum kita berburu Aurora. Apakah aku bisa mendapatkan service malam ini darimu honey…” dengan pandangan mesum, Barra menggoda gadis itu.


“Bukk…” sebuah bantal melayang, dan mengenai wajah Barra. Untung saja laki-laki itu dengan sigap menangkap bantal tersebut.


Sambil tersenyum, Barra ikut menjatuhkan tubuhnya di samping Gwen.. Laki-laki itu terus memandang ke wajah istrinya, sambil senyum-senyum sendiri.

__ADS_1


“Iiihhh… kak Barra kenapa menatap Gwen terus sih.. Kan Gwen jadi malu..” Gwen menjerit, mencoba menghindar dari tatapan suaminya. Gadis itu meletakkan bantal ke atas wajahnya, mencoba menghalangi pandangan Barra terhadapnya.


“Wajah honey terlalu cantik sayang, dan sangat mubadzir untuk dilewatkan. Hanya dengan memandang saja, degup jantungku menjadi tidak terkendali sayang. Apalagi jika malam ini, istriku berbaik hati memberikan sesuatu untukku..” Barra malah menjadi semakin tidak tahu diri. Tanpa malu, laki-laki itu malah terus mendekat ke arah istrinya.


Gwen berusaha memundurkan tubuhnya ke belakang, dan hampir saja tubuh rampingnya terjatuh ke bawah. Dengan sigap, tangan Barra menarik tubuh Gwen dan membawanya ke atas. Beberapa saat kemudian, pasangan suami istri itu saling berpandangan. Posisi tubuh Gwen berada di atas tubuh suaminya, dan dengan cepat Barra membalik tubuh Gwen dengan satu tangan. Akhirnya pasangan suami istri itu bertukar posisi.


„Honey.. boleh bukan..?” dengan suara serak, Barra berbisik di telinga istrinya.


Uap hangat yang keluar dari nafas Barra, menyeruak masuk ke telinga gadis itu. Tiba-tiba saja  bulu kuduk Gwen meremang, dan tatapan gadis itu menjadi berkabut dan sayu. Barra tersenyum, karena ternyata istrinya sangat mudah tersentuh hanya dengan perlakuan simple darinya. Perlahan, bibir Barra mulai mengeksplorasi istrinya, dan Gwen tidak mampu lagi menahan gejolak yang muncul.


“Kak Barra… ah..” desah lembut terlontar dari bibir mungil Gwen, dan hal itu tidak membuat Barra terhenti. Laki-laki itu terus memberikan stimulus pada istrinya..


*********


“Honey… kita langsung masuk ke dalam mobil saja. Sebentar lagi pukul 21,00 p.m, agar kita bisa menyaksikan aurora lebih lama.” Barra segera membimbing istrinya masuk ke dalam mobil.


Begitu pasangan suami istri itu masuk ke kursi tengah, petugas security segera menutup pintu mobil dengan perlahan.


“Selamat malam tuan Barra, miss Gwen.. sebentar lagi kita akan menuju ke tanah lapang, di ujung jalan ini. Harap kenakan seat belt, agar kita berkendara menjadi lebih tenang karena medan yang naik turun..” driver menoleh ke belakang, dan sambil tersenyum laki-laki itu mengingatkan pasangan suami istri itu.

__ADS_1


“Baik .. terima kasih, langsung jalan saja pak.. Tidak ada yang kami tunggu..” Barra segera memberikan perintah.


„Baik tuan..” pengemudi mobil segera menjalankan mobil, meninggalkan lobby hotel.


Barra membetulkan kancing coat yang membungkus tubuh istrinya. Salju dan berada di udara luar tanpa penghangat, akan bisa menyebabkan istrinya sakit. Untuk itu, Barra tidak mau jika istrinya mengalami kedinginan, apalagi jika sampai mengalami Hipotermia. Selain membetulkan coat, Barra juga mengikatkan syal di leher gadis itu, dan Gwen tampak menikmati perlakuan manis dari suaminya itu. Tidak berapa lama..


“Tuan Barra.. kita sudah sampai di Igloo tuan.. Di dalam igloo, tuan dan Miss bisa menikmati Aurora dengan privacy khusus, tidak akan ada gangguan dari pengunjung yang lain.” Sopir memberi tahu, jika mereka sudah sampai pada tujuan.


“Kak.. kenapa kita berhenti di sebuah bangunan. Setahuku, orang-orang berburu Aurora Bordelis di alam terbuka, mereka berdiri dan berlarian di atas salju yang dingin..” merasa bingung denga napa yang dilihatnya, Gwen bertanya pada  suaminya.


“Kita menikmati fasilitas dari hotel honey.. Hotel tempat kita menginap, menyediakan Igloo untuk para tamu VIP, sehingga kita bisa menikmati aurora tanpa gangguan dari pengunjung lainnya. Kita  bisa melihat bintang, bulan, dan pendaran warna warni Aurora dari dalam ruangan itu..” sambil mengajak Gwen keluar dari dalam mobil, Barra dengan sabar menjelaskan.


Gwen yang belum menikmati pengalaman itu, hanya manggut-manggut tanda mengerti apa yang disampaikan suaminya. Barra merangkul Pundak Gwen, kemudian laki-laki itu mengajak Gwen mengikuti sopir yang membawanya. Pasangan suami istri itu menunggu sebentar, karena sopir sedang check in mereka. Tidak lama kemudian..


“Tuan Barra… Miss Gwen, silakan masuk. Ini acces room untuk  tuan dan Miss berdua..” dengan sopan, sopir yang mengantar pasangan suami istri itu memberikan acces room untuk kedua orang itu.


Tanpa menjawab, Barra segera mengajak istrinya masuk ke dalam. Pandangan Gwen langsung terbuka dan cerah, setelah mereka masuk ke dalam.


“Luar biasa kak hotel ini memanjakan tamu yang menginap. Kita  seperti berada di area out door, tetapi dengan tetap merasa hangat dan sangat nyaman..” Gwen berkomentar tentang fasilitas yang mereka dapatkan.

__ADS_1


Selain akses ke situasi luar, di dalam Igloo tersedia banyak makanan dan minuman hangat untuk memanjakan pengunjung yang memasuki tempat tersebut. Barra hanya tersenyum, tidak menanggapi kekaguman istrinya.


*******


__ADS_2