Aku Masih SMA

Aku Masih SMA
Chapter 224 Keakraban Keluarga


__ADS_3

Helsinki…


Gwen terlihat kelelahan, karena waktunya terporsir mengawasi ketiga anak kecil bermain. Dengan adanya Mike di rumah mereka, ternyata banyak kebiasaan baru dari anak itu yang dengan cepat diadopsi oleh dua putra kembarnya. Beberapa kali Gwen mengingatkan pada kedua putranya, untuk tidak menerima mentah-mentah apa yang diinginkan oleh Mike. Tetapi meminta pada Bareeq dan Tareeq untuk mengingatkan Mike, jika anak itu melakukan kesalahan,


“Honey.. istirahatlah. Biarkan ketiga bocah itu bereksplorasi sendiri, mereka sudah besar. Apalagi sebentar lagi, putri kita sudah akan terlahir ke dunia ini, tidak mungkin bukan jika Bareeq danTareeq akan terus bersembunyi di bawah ketekmu..” melihat istrinya yang tampak focus mengawasi putra dan keponakan bermain, Barra mengingatkan Gwen.


Perempuan itu tersenyum dan menengadahkan wajah untuk melihat ke arah suaminya, Laki-laki itu paham apa yang dirasakan oleh istrinya. Perlahan Barra duduk di samping Gwen, kemudian tanpa permisi mengangkat kedua kaki Gwen dan meletakkan di atas pahanya.


“Apa yang akan papa lakukan disini, ada putra kita pa..” Gwen terkejut dengan perlakuan dari suaminya itu.


Tetapi tanpa menjawab, dengan tersenyum Barra memberikan pijatan lembut di betis dan telapak kaki Gwen. Perempuan itu merasa keenakan, dan menikmati setiap pijitan dari suaminya.


“Kenakan selalu sandal, atau sepatu flat saja honey.. Lihatlah, telapak kaki honey sudah mulai bengkak, karena ini bisa jadi bawaan dari sang baby dalam kandungan honey..” Barra yang rupanya sudah menyiapkan minyak aroma theraphy, perlahan mengusap minyak ke telapak tangannya. Perlahan laki-laki itu mengusapkan minyak itu ke betis Gwen.


Ada rasa hangat yang menjalar ke seluruh bagian kaki gadis itu. Apalagi pijatan yang diberikan suaminya, terasa pas di kulit gadis itu.


“Beberapa sepatu Gwen banyak yang tidak muat pa.. Tapi untuk beli lagi, sangat sayang. Khawatirnya setelah putri kita terlahir, kaki Gwen akan Kembali seperti semula. Jadi sepatunya tidak terpakai, wasting money…” mendengar kata-kata dari perempuan itu, mendadak Barra menunjukkan ekspresi tidak suka.


Untungnya Gwen segera menyadari ekspresi ketidak sukaan yang ditunjukkan oleh suaminya. Perempuan itu kemudian menjatuhkan kepalanya di dada laki-laki itu, dan tangannya menelusup masuk ke dalam pakaian yang dikenakan Barra.

__ADS_1


“Hempphh… apakah ini isyarat honey.. Kelembutan tanganmu menguji keimananku sayang, aku jadi ingin… aku horny.. honey..” Barra berbisik nakal di telinga istrinya.


Wajah perempuan itu bersemburat merah menahan malu, dan dengan cepat menarik Kembali tangannya keluar dari dalam pakaian suaminya. Namun Barra lebih cepat, laki-laki itu dengan cepat menghentikan aktivitas memijatnya, dan menahan agar tangan istrinya tetap berada di tempat terakhirnya.


“Aku menyukainya honey… terus lakukanlah. Aku juga cukup tahu diri, jika usia kehamilan istriku sudah akan mendekati kelahiran, untuk itu aku akan menahannya sayang..” suara Barra berubah menjadi serak.


Tatapan mata berkilat dan seperti ada kabut, sudah terlihat di mata laki-laki itu. Melihat hal itu, muncul rasa iba di hati Gwen.


„Papa.. jika papa menginginkan, sebagai seorang istri, Gwen akan memberikan hak papa.. Tapi jangan di tempat ini sayang, kita masuk ke dalam kamar saja..” perempuan itu berbisik di telinga suaminya.


Laki-laki itu tersenyum smirk, kemudian melihat ke arah ketiga bocah kecil yang sedang bermain itu. Ketika memastikan jika ketiganya aman, perlahan Barra berdiri dan dengan kekuatannya, laki-laki itu mengangkat tubuh Gwen yang dalam keadaan hamil, dengan bridal style. Karena bukan hanya kali ini saja laki-laki itu melakukannya, perempuan itu hanya diam menikmati setiap perlakuan intim yang diberikan oleh suaminya.


*********


Ketika Gwen dan Barra keluar dari dalam kamar, setelah aktivitas intim mereka usai, dan mereka sudah membersihkan diri, keduanya berpapasan dengan Aldo dan Kayla. Rupanya adik kandung Barra itu berkunjung ke rumah itu, dengan ditemani suaminya, namun pasangan suami istri itu tidak mengetahuinya.


„Sejak kapan kalian sampai ke rumah ini Kayla.. Aldo..?” Gwen bertanya pada pasangan suami istri muda itu.


„Sudah sejak sore tadi Gwen.. Kami paham kok, apa yang kalian berdua lakukan di kamar, jadi kami tidak mengganggu transaksi kalian.. Biar baby kalian segera lahir..” dengan bahasa sarkasme, Aldo menyindir halus pasangan suami istri itu.

__ADS_1


Pipi Gwen seketika menjadi bersemburat merah. Perempuan muda itu merasa malu, tetapi tidak untuk Barra. Laki-laki itu malah memeluk Gwen, dan mendekatkan tubuh istrinya ke tubuhnya sendiri.


„Kehidupan suami istri itu harus selalu diselimuti dengan ga**irah Aldo, dan jangan sungkan untuk melakukannya . jika kalian memiliki rasa gengsi untuk saling meminta pada pasangan kalian, maka akan muncul perilaku buruk. Ketika pasangan kita tidak bisa memuaskan kita, banyak orang di luaran sana yang sanggup untuk menggantikan kepuasan yang hilang itu. Jadi.. janganlah ragu untuk melakukan dengan pasangan..” seperti gayung bersambut, Barra malah memberikan tanggapan.


“Tidak usah didengarkan kata-kata kakakmu Kayla.. Biasalah, papanya anak-anak sedang merasa terpuaskan, jadi sengaja memanasi kalian berdua..” untuk menghentikan kegombalan suaminya, Gwen ikut bersuara.


Perempuan muda itu berusaha melepaskan diri dari pelukan suaminya, namun Barra bukanlah laki-laki yang dengan muda melepaskan istrinya. Laki-laki itu malah mempererat pelukan di tubuh Gwen,


„Bisa tidak sih, kalian berdua ini berhenti untuk memanas manasi kami.. Sudah dibantu mengawasi anak-anak, dan juga Mike putra Andy, malah menjadi kompor.” Terdengar protes dari bibir Kayla.


Tidak diduga, Aldo malah bertindak lebih berani. Laki-laki itu malah memeluk balik Kayla istrinya di depan keluarga kakak iparnya. Bahkan di depan Gwen dan Barra, tanpa malu Aldo memberikan ciuman pada istrinya..


“Aldo… kenapa kamu menjadi tidak tahu diri seperti mereka berdua..  Mereka sudah gila, jangan ikut ikutan seperti ini..” Kayla Kembali berteriak memprotes Tindakan suaminya.


“Ha.. ha.. ha.., ternyata ada yang panas.. Sudahlah honey, kita tinggalkan saja mereka berdua. Pastilah setelah kepergian kita, keduanya pasti bergegas masuk ke dalam kamar, dan akan bercocok tanam keduanya..” Barra tertawa terbahak-bahak. Laki-laki itu kembali memeluk erat bahu istrinya, kemudian mengajaknya berjalan meninggalkan Aldo dan Kayla.


„Dasar gilaaaa..” Kayla berteriak kencang.


Sedangkan Aldo hanya geleng-geleng kepala, melihat kehebohan sahabat dan kakak iparnya itu. Laki-laki itu tersenyum, dan tanpa meminta ijin pada Kayla, Aldo memeluk Kayla  dan mengajak gadis itu untuk masuk ke dalam kamar. Kayla berusaha menolak, tetapi karena memahami apa yang akan dilakukan suaminya, akhirnya gadis itu tidak mampu lagi memberikan penolakan. Pasangan suami istri itu segera menuju kamar Kayla yang ada di rumah itu,

__ADS_1


„Benar kan Honey... Aldo mengikuti cara kita. Mereka masih sering terlalu gengsi untuk mengatakan jika mereka sedang ingin, dan hanya malu-malu berusaha untuk membully kita.” Barra masih tertawa, dan berkata pada Gwen.


***********


__ADS_2