
Gwen menelan ludah, bingung untuk merespon keinginan Aldo dan Asep. Karena Andy pasti akan marah, jika Gwen mengajak dua anak muda, teman baiknya itu ikut serta ke Helsinki
Botanical Garden. Tetapi Gwen juga tidak akan sampai hati untuk menolak keinginan Aldo dan Asep, mengingat hubungan pertemanan di antara mereka. Sampai akhirnya…
“Aldo.. Asep, tapi bagaimanapun aku kan harus ijin sama Andy, karena dialah yang mengajakku kesana. Atau begini saja bagaimana.., kalian berdua menuju ke tempat itu lebih dulu. Carilah di Google map, pasti penunjuk arahnya akan menuntun kalian. Kita ketemuan disana bagaimana.. lagian aku naik motor, kalian berdua naik mobil.. Jadi, secara kebetulan saja jika kita bertemu disana, bagaimana menurut kalian berdua?” akhirnya setelah sejenak mempertimbangkan, Gwen memiliki ide.
„Yap... good idea, kita jalan duluan ke lokasi. Kami akan menunggu kalian berdua di pintu masuk..” tidak diduga, Aldo segera menyetujui usulan Gwen. Dua anak muda itu segera menjalankan mobil mereka, untuk mendahului Andy dan Gwen menuju ke Helsinki Botanical Garden.
Gadis itu Kembali menunggu adik sepupunya sendiri di atas motor. Gwen tidak melepas helm yang dikenakannya sejak dari kampus, sehingga orang-orang yang lalu Lalang tidak melihat wajahnya. Tidak lama kemudian..
“Gwen…, minumlah dulu… aku sudah mendapatkan helm seperti yang aku inginkan..” terlihat Andy menyerahkan minuman pada Gwen. Karena memang gadis itu merasa haus, Gwen langsung meminumnya langsung dari botolnya. Tidak lama kemudian, Andy sudah selesai mengenakan helm, dan anak mud aitu langsung naik ke atas Ducati.
“Sudah selesai belum minumnya Gwen… jika sudah, aku akan menjalankan motornya..” tidak mau mengganggu Gwen minum, Andy menunggu sampai gadis itu selesai.
“Klang…” Gwen membuang botol minuman ke tong sampah, dan Andy tersenyum sambil kakinya menginjak presnelling motor.
Tanpa peringatan, Andy menjalankan motor dan tubuh Gwen terantuk ke depan membentur pelan punggung adik sepupunya, Gwen tetap cuek, tetapi benturan yang dirasakan lembut dan mengganjal oleh Andy itu, menimbulkan tubuh Andy menjadi bereaksi.
“Hemppph… sangat kenyal sekali, aku menyukainya Tuhan…” Andy berbicara sendiri dalam hati, dan tanpa sadar anak muda itu tersenyum. Pikiran laki-lakinya jadi mengembara kemana-mana, merasa keenakan dengan benturan yang tidak disengaja itu.
“Andy.. jangan melamun jika sedang berkendara. Atau aku saja yang bawa motornya, kamu memegang stang seperti tidak focus..” duduk di belakang, rupanya Gwen mengamati cara anak muda itu membawa motornya.
Seketika Andy tergagap dan tersadar dari lamunan singkatnya tentang Gwen..
__ADS_1
“Uppss… jangan khawatir Gwen, tadi aku sempat tidak konsentrasi bawa motornya. Untung kamu mengingatkanku, aku akan focus sekarang…” Andy tidak mau digantikan, anak muda itu Kembali memusatkan pikiran pada motor yang dibawanya.
“Okay… tetapi sekali lagi motormu oleng, atau aku lihat kamu tidak fokus. Kamu harus turun, dan aku yang akan bawa motor ini..” Gwen mengancam anak mud aitu, dalam hati sebenarnya Gwen merasa kesal. Tapi akhirnya Gwen mengabaikan hal tersebut, dan berpikir jika Andy sedang tidak focus saja, tidak ada pikiran yang lain.
“he.. he.. he… iya, iya Gwen.. Aku sudah focus nih..” sambil tertawa kecil, Andy kembali memutar gas ke bawah, dan motor itu semakin melaju menuju kea rah Helsinki
Botanical Garden. Rupanya anak muda itu sangat hafal dengan jalan yang akan ditujunya, karena tanpa menggunakan map, Andy terus melajukan motornya.
***********
Helsinki Botanical Garden
Setelah menempuh perjalanan hampir satu jam, akhirnya gate penunjuk keberadaan objek wisata sudah terlihat. Tampak sejuk dan indah, penataan landscape di depan taman bunga, dan membuat segar mata memandang.
“Wow… sangat indah sekali Andy... aku menyukai landscape tempat ini.” Tanpa sadar Gwen menyuarakan kekagumannya.
Sahut Andy sambil mengarahkan motor menuju ke tempat parkir untuk sepeda motor.
Tidak lama kemudian, dua anak muda itu sudah berhenti di tempat parkir, dan tidak lama kemudian Andy mengajak Gwen untuk masuk ke dalam,
“Dimana kita akan membeli tiket masuknya Andy…?” melihat tidak ada penjual tiket, Gwen bertanya pada Andy, karena di gate ada pemeriksaan barcode.
“Aku sudah membelinya Gwen, cashless pakai e money. Tiket masuk taman outdoor free, 10 euro untuk masuk ke ruang koleksi dalam ruang kaca. Semua habis untuk maintenance sih, kamu akan takjub melihat koleksi Bunga di kebun ini. Banyak tanaman langka, yang sudah jarang ditemui, kitab isa menemukannya di dalam..” sambil menggandeng tangan Gwen, namun gadis itu segera menghindar, Andi menerangkan.
__ADS_1
Melihat penolakan Gwen, Andy tidak bisa berbuat apapun karena mereka memang tidak ada dalam hubungan. Anak muda itu diam saja, kemudian mengarahkan Gwen untuk menuju ke arah gate.
“Dua orang ya, silakan masuk dan menikmati tanaman yang ada di dalam..” dengan sikap ramah, petugas yang ada di depan scan barcode menyambut kedatangan mereka.
“Terima kasih..” ucap Gwen sambil tersenyum.
„You welcome...”
Baru beberapa langkah mereka berjalan masuk, Gwen menyadari keberadaan Aldo dan Asep yang sudah menunggu kedatangan mereka di dalam. Rupanya meskipun mereka datang menggunakan mobil, namun mereka jauh lebih cepat sampai ke taman bunga ini.
„Hey... Andy, Gwen.., kalian berdua di kebun ini juga rupanya. Kebetulan nih, kita bisa menjadi satu rombongan untuk travelling ke dalam.” Seperti sudah diatur sebelumnya, Aldo menyapa Andy dan Gwen dengan bersemangat.
Andy merasa kaget, karena anak muda itu sama sekali tidak mengira jika akan bertemu dengan Aldo dan Asep di dalam kebun bunga yang mereka datangi. Namun Andy hanya tersenyum kecut, dan menerima uluran tangan Aldo dan Asep yang mengajaknya berjabat tangan,
“Kok bisa terjadi secara kebetulan seperti ini, bagaimana bisa kalian berdua bisa datang ke kebun bunga ini juga..” seperti ada kecurigaan, dengan penuh selidik Andy bertanya pada Aldo dan Asep.
“Ha… ha.. ha.., kamu ini aneh Andy.. Tanya Gwen tuh.., kami semasa di High Senior School, memang punya hobby yang sama. Kami sering berkunjung ke kebun raya Bogor, berkunjung ke puncak, Bandung hanya untuk melihat dan mengamati tanaman. Berada di tengah kebun bunga itu Andy… membuat perasaan kami jauh merasa lebih nyaman dan tenang. Bukankah begitu Gwen…” masih dengan bersemangat, Aldo menanggapi kecurigaan Andy.
“Benar sekali Aldo… masih ingat ketika kita menjadi pemula anggota pecinta alam, Kita berdua naik ke gunung Gede Pangrango di Sukabumi. Yang lainnya sudah sampai puncak, kita masih asyik fotografi dengan tanaman unik yang ada di gunung tersebut.” Dengan tenang Gwen ikut menanggapi.
“Iya.. akhirnya aku yang kelimpungan harus ikut mencari kalian berdua..” tidak mau kalah, dari samping Aldo, Asep ikut memberikan tanggapan,
“Ha.. ha.. ha..”
__ADS_1
Dengan kesal hati, Andy mencoba ikut tersenyum melihat tiga orang yang bersamanya tertawa terbahak. Ternyata dibandingkan dua anak muda itu, Andy merasa masih kurang dekat berteman dengan Gwen.
*******