
Gwen termenung sendiri mendengar cerita mengenaskan tentang Andy dan Jacqluine. Meskipun sebagai seorang model terkenal dan wajah serta penampilan yang menarik, namun perbedaan usia dengan Andy sangatlah jauh. Barra tersenyum menatap istrinya, dan laki-laki itu menggunakan telapak tangan yang digerak-gerakkan di depan wajah gadis itu, mencoba untuk menguji responnya.
“Honey… apa yang membuatmu berpikir sayang…??” Barra bertanya lembut pada istrinya. Tangan Barra membetulkan lipatan hijab di wajah gadis itu.
Gwen yang masih belum sepenuhnya sadar menatap ke mata suaminya.
“Mereka layak untuk menerimanya sayang.., lagian tidak masalah bukan karena mereka sudah satu kufu. Bekerja sama dan tinggal dalam satu ranjang di kamar hotel yang sama, untuk Menyusun strategi bagaimana menghancurkan kita. Akhirnya senjata malah makan tuan pada mereka sendiri.” Lanjut Barra sambil tersenyum.
„Mmmpphh... tapi apakah itu tidak terlalu menindas pada mereka berdua kak. Bagaimana dengan masa depan Andy.., apakah anak muda itu masih memiliki muka dengan menikahi Jacqluine. Usia mereka terpaut jauh kak..” Gwen seperti tidak percaya dengan apa yang didengarnya.
Barra terdiam, dan mencoba menyelami apa yang ada dalam pikiran istrinya. Sudah ditindas, sampai mereka terpisah selama empat tahun, namun masih ada empati istrinya untuk Andy dan Jacqluine.
“Kak… kenapa kak Barra malah diam. Apakah kata-kata Gwen menyakiti hati kak Barra..” terlihat Gwen khawatir dengan diamnya Barra.
„Tidak apa honey.., hanya saja aku sempat berpikir sayang. Terbuat dari apakah hati istriku ini, sudah ditindas, disakiti sampai seperti ini. Namun masih ada rasa kasihan pada orang-orang yang telah menyakitinya.” Barra menggenggam tangan istrinya, kemudian mendekatkan ke wajahnya sendiri. Tidak lama, sebuah kecupan pada genggaman tangan itu dilakukan laki-laki itu.
Gwen kaget dengan kata-kata yang diucapkan suaminya.
“Hempphhh…. Benar juga yang dikatakan kak Barra.. Bisa jadi, jika nasibku buruk saat itu, maka kebenaran dari cerita itu tidak akan terbukti. Aku, kedua putraku, dan kak Barra akan terpisah selamanya.” Gwen jadi melamun sendiri.
„Tapi gunakan nuranimu Gwen.. Bagaimanapun mereka itu juga manusia, mereka perlu untuk dikasihani. Yang penting, semua kendala yang diujikan pada kalian sudah selesai bukan. Gunakan hati nuranimu Gwen… beri kesempatan mereka..” satu sisi hatinya yang lain, seakan juga ikut berbicara.
__ADS_1
Gadis itu terlihat kebingungan, dan tidak tahu harus melakukan apa. Tapi tiba-tiba..
“Cup…” bibir suaminya sudah berada di atas bibirnya. Dengan lihai, suaminya Barra memagut bibir Gwen, dan cukup membuat Gwen tergagap,
“Pppppfftt… kak Barra.., lihat-lihat tempat dong kak.. Gwen malu dilihati banyak orang kak..” gadis itu bereaksi. Kedua tangannya mendorong dada suaminya untuk menjauh darinya.
Namun bukannya melepaskan gadis itu, Barra malah seperti sudah putus urat malunya. Laki-laki itu malah berdiri dan mendekap istrinya, dan wajah Gwen dibenamkan di dada laki-laki itu.
“Kita tidak sedang di Indonesia honey… Kita punya kebebasan untuk memadu kasih dengan cara seperti ini. Untung saja, saat ini kita sedang berada di luar. Jika saja kita berada di dalam kamar, mungkin aku sudah akan memakanmu..” bisik Barra di telinga gadis itu.
„Aaaaww...” tiba-tiba cubitan dilakukan Gwen di pinggang suaminya. Barra pura-pura menjerit kesakitan, namun bukannya gadis itu peduli. Gwen malah melepaskan diri dari dekapan suaminya, dan berlari menghampiri Bareeq dan Tareeq.
Melihat Gwen berjalan meninggalkannya, Barra hanya tersenyum sambil menatap istrinya dari belakang. Perlahan laki-laki itu kemudian berjalan mengikuti istrinya untuk menghampiri kedua putra mereka.
**********
Tampak Andy sedang duduk berselonjor di atas sofa. Dan terlihat anak mud aitu sedang memegang sloki anggur di salah satu tangannya, dengan pandangan kosong. Tidak lama kemudian, pintu suites didorong dari luar kamar. Jacqluine mendorong stroller masuk ke dalam kamar, dengan anak kecil laki-laki yang sedang tertidur.
“Jam berapa ini Andy… sudah minum anggur. Apakah tidak ada acara lain yang lebih penting, sekedar menemani putra kita berjalan-jalan..?” melihat Andy yang terlihat cuek, tidak ada respon melihatnya masuk, Jacqluine memberi teguran.
Andy menatap ke arah Jacqluine dengan tatapan sengit.
__ADS_1
“Apa yang kamu katakan Jacqluine... apakah aku tidak salah dengar. Siapa yang membuatmu hamil, dan siapa yang tidak mau mengenakan ****** jika kita berhubungan. Dan kali ini, kamu memintaku untuk mengajak anakmu bermain..” tidak diduga, kata-kata yang juga pedas keluar dari bibir Andy.
„Begitukah kamu memandangku Andy..., apa hanya kamu saja yang menderita kerugian karena pernikahan ini. Tidakkah kamu lihat Andy, karirku di bidang model hancur berantakan semuanya. Aku harus menemanimu dan juga putra kita.. Dan sekarang, kamu menyalahkanku atas terjadinya pernikahan ini. Kenapa kamu tidak bertanya pada keluargamu, terutama pada Barra yang menjadi biang keroknya.” Jacqluine juga melakukan hal yang sama.
Perempuan itu tidak mau dijadikan kambing hitam, menjadi orang yang dipersalahkan dalam pernikahannya dengan Andy.
„Hempphh... berani sekali kamu bicara sekarang Jacqluine.. Apakah yang kamu andalkan dari dunia modelmu. Ketenaran, gelimang harta, ataukah bisa tidur one night stand dengan sembarang laki-laki, yang penting keinginanmu terpuaskan. Hal itukah yang selalu kamu andalkan bukan..” dengan sinis, Andy malah mengungkit kehidupan Jacqluine.
Kedua orang itu memang tahu sama tahu sebelum mereka terpaksa menjalani pernikahan. Kehidupan seorang model, agar mereka mendapatkan job, sering menggunakan tubuh mereka untuk mendapatkan kesempatan tampil. Bahkan dengan mudahnya, meskipun mereka sama-sama tahu jika perbedaan usia mereka relatif jauh, Andy dan Jacqluine tidur dalam satu ranjang yang sama.
“Jika kamu tahu hal itu sejak dulu, kenapa kamu tidak menolak pernikahan ini Andy.. Kamu tetap menikahiku, dan hanya baik padaku jika kamu membutuhkan tubuhku saja bukan.. „ tiba-tiba sambil tersenyum, Jacqluine mendekati Andy.
Andy kaget dengan respon dari perempuan yang dengan keadaan terpaksa, sudah menjadi istrinya itu saat ini.
“Atau kitab isa buat kesepakatan baru Andy.. Aku tidak akan mengganggumu lagi, dan aku yakin dengan perkembang terbaru Barra dan Gwen, laki-laki itu tidak akan mengusikku lagi. Rawat dan asuh Mike..., aku akan melanjutkan impianku di New York.” Dengan tegas tiba-tiba Jacqluine menunjukkan reaksinya.
“Ha… ha.. ha…, mimpi apa kamu Jacqluine. Tidak sadarkan dirimu dengan penampilanmu saat ini… Apakah kamu berpikir, akan mudah untuk kembali pada karirmu, di tengah ketatnya persaingan modelling seluruh dunia yang mengincar pasar internasional..?” Andy tertawa terbahak merespon ucapan istrinya.
„Hempphh... terima kasih sudah meragukanku Andy. Lihat saja nanti..” bukannya putus asa dengan olokan Andy, Jacqluine malah tersenyum smirk.
Perempuan itu Kembali mendorong stroller, dan membawanya masuk ke dalam kamar. Andy masih tertawa mengingat kata-kata yang diucapkan oleh Jacqluine. Bahkan sedikitpun tidak muncul rasa empati dari laki-laki itu, pada Jacqluine maupun putra mereka.
__ADS_1
**********