
Beberapa saat kemudian...
Mata Kayla dan Aldo berlinang air mata, Ketika mata mereka melihat ke layar dengan teknologi empat dimensi. Tampak bayi yang sudah membentuk, dengan hidung mancung terlihat jelas di layer tersebut. Keduanya betul-betul tidak percaya, jika ada kehidupan lain di dalam perut gadis itu.
“Selamat Kayla.., Aldo.., kalian akhirnya memiliki baby juga, Rumah kita akan bertambah ramai, dan Sheen akan memiliki teman baru..” dengan tulus Gwen memberikan ucapan selamat.
Istri Barra itu memeluk adik iparnya, dan memberikan ciuman di pipi serta kening Kayla. Aldo tampak tidak bisa menyembunyikan kebahagiaannya, sejak tadi laki-laki itu menggenggam dan menciumi tangan Kayla.
“Kak Kayla…, pak Aldo.., sudah sedikit tahu bukan untuk menjaga kehamilan dalam trimester kedua. Memang tidak sesulit pada trimester pertama, namun dari segi asupan nutrisi, juga masih harus diperhatikan. Perbanyak kalsium, vitamin dari sumber aslinya, untuk menyiapkan Kesehatan si buah hati nantinya..” dokter menyela dengan memberi nasehat pada pasangan suami istri itu.
Terlihat dokter muda itu menghentikan scanning di atas perut Kayla, kemudian mencetak hasil scan bayi pasangan itu.
“Baik dokter.., kami akan menjaganya, karena sudah lama, saya dan suami menginginkannya. Ternyata hanya kami belum menyadarinya saja, sampai usia kehamilan saya sudah 17 minggu.” Dibantu oleh Aldo, Kayla bangun dari posisi berbaringnya.
Perlahan Aldo membantu Kayla turun dari bed pemeriksaan, kemudian duduk di depan meja konsultasi. Terlihat dokter menulis di lembaran kertas untuk memesankan suplemen, untuk menjaga kehamilan gadis itu. Gwen tidak bisa menahan rasa bahagianya, dan perempuan itu segera menulis chat memberi tahukan keadaan adik iparnya itu, pada suaminya.
“Dan ini, sudah saya tuliskan suplemen dan berbagai makanan penambah nutrisi yang banyak mengandung omega, sangat bagus untuk tumbuh kembang bayi kak Kayla.. “ dokter menanda tangani kertas yang berisi resep, untuk diberikan pada pasangan suami istri itu,
“Okay dokter terima kasih, Kami akan mengingat semua pesan yang dokter berikan. Kami akan segera kembali ke hotel, karena ada tiga balita yang kami tinggalkan disana..” setelah merekam semua nasehat yang diberikan dokter, akhirnya Aldo berpamitan pada dokter yang memeriksa istrinya.
“Baik… selamat jalan, dan hati-hati di jalan..” Dokter perempuan itu ikut berdiri.
__ADS_1
Aldo segera memegangi istrinya dan keluar dari dalam ruang konsultasi dokter. Gwen tersenyum melihat sahabatnya Aldo, yang bisa begitu perhatian dengan istri, Ketika mengetahui jika istrinya sudah hamil putra mereka. Perlahan, Gwen mengikuti pasangan suami istri itu keluar dari ruangan dokter.
„Gwen.., temani Kayla menunggu di mobil saja ya. Aku akan antri untuk ambil suplemen dan nutrisi di apotik rumah sakit..” begitu mereka sudah sampai di luar ruangan, Aldo meminta kedua perempuan itu untuk Kembali ke mobil.
“Ayo Kayla, kita ke mobil saja sekarang. Panas jika mengikuti Aldo..” Gwen segera mengajak adik iparnya.
„Baik kak..” dua perempuan itu segera bergegas menuju ke halaman parkir mobil. Tetapi tiba-tiba,..
“Mommy… aunty…” terdengar suara Bareeq memanggil kedua perempuan itu.
Sontak Kayla dan Gwen menoleh ke sumber suara, dan terlihat Bareeq dan Tareeq berlari kea rah mereka. Sedangkan di belakang mereka, tampak Barra menggendong Sheen yang menuju kea rah mereka.
“Hempphh… bucin sekali sih kak Barra pada kak Gwen.. belum juga dua jam kita pergi dari hotel, sudah nyusul saja kemari..” Kayla memprotes kakak kandungnya, bibir gadis itu sampai cemberut ke depan.
„Lah ya pastilah Kay... Kak Gwen itu harta kakak yang paling berharga di dunia. Kemanapun, pasti akan kakak jaga.. Bagaimana dengan kehamilanmu, selamat ya cantik…” Barra mendekat dan memeluk adik kandungnya itu. Tampak keharuan dalam ucapan laki-laki itu, karena setelah sekian lama menunggu, akhirnya gadis itu hamil juga. Kakak beradik itu saling berpelukan untuk beberapa saat, dan Ketika melihat Aldo sudah berjalan ke arah mereka, barulah Barra melepaskan pelukan itu,
“Selamat bro.., akhirnya kamu akan menjadi seorang papa juga..” tidak lupa, Barra juga memberikan ucapan selamat pada adik iparnya.
“Ya kak.., terima kasih. Mohon arahan ke depannya, bagaimana bisa menjadi hot papa..” sahut Aldo, dan membuat semua tertawa mendengarnya.
*********
__ADS_1
Karena mempertimbangkan kehamilan pertama Kayla, Barra membatalkan kunjungan ke tempat satwa Komodo, karena tidak mau membuat adik kandungnya itu terkejut. Mereka lebih menghabiskan waktu di atas kapal pinisi, untuk berkeliling di sekitar pulau pulau kecil yang ada di tempat itu, dan juga menikmati kuliner khas pulau tersebut,
“Ternyata negara kita banyak memiliki hidden gems, tidak kalah dengan negara luar. Tapi orang-orang di negara ini, malah lebih suka menghabiskan waktu untuk menikmati.” Sambil melihat gugusan pulau kecil di atas laut, dari atas kapal pinisi, Gwen berkomentar.
“Benar honey, tetapi juga uang menjadi permasalahan. Kita berkeliling Indonesia, jauh lebih mahal uang yang kita keluarkan, jika dibandingkan kita jalan ke luar negeri, Lihat saja, banyak orang-orang di Jakarta, Bandung, pagi flight pertama berangkat ke Singapura, flight terakhir mereka pulang Kembali ke Jakarta. Itu jauh lebih murah…” Barra memberikan tanggapan.
“Iya juga sih.. Oh ya pa.., by the way kapan kita akan Kembali ke Helsinki. Aku merasa tidak enak juga, membiarkan Cynthia dan Hans handle semua pekerjaan kantor. Siapa tahu mereka juga membutuhkan waktu untuk berlibur seperti kita..” tiba-tiba Gwen menyinggung tentang kepulangan mereka.
Barra terdiam, dalam hati sebenarnya laki-laki itu juga ingin segera kembali ke perusahaan, Namun melihat istri dan ketiga putra mereka tampak menikmati suasana di Indonesia, laki-laki itu tetap mendampingi mereka, Tetapi begitu istrinya membuka pembicaraan tentang rencana kembali, membuat laki-laki itu tersenyum.
„Secepatnya honey.., atau kita bisa merubah penerbangan kita nantinya. Dari Labuan Bajo, kita langsung international flight, dan bisa transit di Singapura terlebih dulu. Papa ada urusan sebentar dengan Andrew, ingin membahas sedikit kesepakatan bisnis..” Barra langsung memberikan tanggapan,
Gwen kaget mendengar jawaban suaminya, perempuan itu tersenyum dan mengangkat wajahnya ke atas. Terlihat Barra juga tengah menunduk melihat kepadanya..
“Mommy setuju pa.., tinggal nanti kita tawarkan pada Kayla dan Aldo. Apakah mereka masih mau menghabiskan waktu di negara ini, ataukah mau bareng kita kembali ke Finlandia..” tanpa berpikir panjang, Gwen langsung menyetujui tawaran suaminya.
Barra tersenyum, dan memeluk tubuh istrinya dari belakang, kemudian memberikan ciuman di kening istrinya. Beberapa saat kemudian, keduanya tertawa bersama…, merasa lucu dengan perbincangan mereka.
“Kita masuk ke dalam yuk, kita lihat apa yang dilakukan ketiga putra kita honey..” merasa sudah cukup menikmati pemandangan, Barra mengajak istrinya untuk masuk Kembali ke dalam ruangan di atas kapal yang mereka naiki.
**********
__ADS_1