Aku Masih SMA

Aku Masih SMA
Chapter 180 Menghindarkan Diri


__ADS_3

Gwen menyambut kedua putranya, dan mengajak Tareeq, Bareeq untuk duduk di sofa.. Gadis itu menyuapkan potongan-potongan sandwich yang sudah disiapkan sejak tadi. Dengan telaten, Gwen menyuapi sendiri kedua putranya, dan dua anak itu makan dengan lahap.


“Mommy… tadi Bareeq dan Tareeq bertemu dengan Uncle di sebelah sana. Uncle nya baik banget, mau membantu dan mengajak kita bicara. Tadi, kita pikir Uncle itu belum punya putra, dan ingin membawa Uncle untuk menjadi papa kita. Tapi ternyata Uncle itu sudah punya putra..” sambil mengunyah sandwich, Tareeq bercerita dengan polosnya.


Mendengar perkataan putranya, Gwen terkejut sampai garpu di tangannya terjatuh ke lantai. Tetapi untungnya gadis itu segera bisa menguasai dirinya Kembali.


“Apa yang kalian katakan nak... besok lagi tidak boleh bertindak sembarangan lagi. Kalian ini memiliki papa, hanya saja papa kalian masih sibuk dan belum ada waktu untuk bertemu dengan kalian berdua. Juga.. mommy pesan, jangan berperilaku asal, dan mengatakan sedang mencari papa. Apakah kalian mau berjanji…, jika tidak mommy akan sedih..” dengan sedikit nelangsa, Gwen memberi pengertian pada putranya. Ada kesedihan dan rasa iba pada kondisi yang dialami putranya. Namun Gwen juga tidak mampu untuk berbuat apapun...


„Kami berjanji mommy... tapi mommy jangan bersedih. Tadi Uncle juga berpesan pada kami, katanya kami ini adalah jagoan kecil, dan harus menjaga mommy..” melihat mommy mereka terdiam, Tareeq mencoba menghibur mommy nya.


Gwen menundukkan wajahnya ke bawah, kemudian memberikan kecupan di kening kedua putranya. Gadis itu mencoba tersenyum menyembunyikan kesedihannya.


„Ayo... kita cepat habiskan breakfast kalian.. Kita harus segera melanjutkan perjalanan menuju ke hotel, dan kita bisa mandi terus lanjut beristirahat..” Gwen memanfaatkan kesempatan itu untuk membujuk putranya.


Dengan cepat, Bareeq dan Tareeq menghabiskan sandwich yang disiapkan untuk mereka berdua. Tidak lama kemudian, mereka berlima segera melangkahkan kaki keluar menuju ke pemberhentian mobil.


**********


Di depan airport..


Gwen menggandeng kedua putranya, sedangkan nanny mendorong stroller berjalan menuju ke arah mobil yang menunggu mereka di depan terminal kedatangan. Tampak ada dua pengawal yang berdiri di depan mobil, dan satu orang berjalan di belakang mereka. Ketika Gwen akan membantu Tareeq masuk ke dalam mobil, tiba-tiba Bareeq melepaskan diri dari pegangan mommy ny dan berlari menghampiri seseorang.

__ADS_1


“Uncle… Uncle… tunggu Bareeq…” ternyata putra Gwen itu berlari mendatangi seorang laki-laki bertubuh tegap, yang juga akan menuju ke arah mobilnya.


“Uncle…” melihat Bareeq yang sudah hampir mendekati laki-laki itu, Tareeq melepaskan tangan Gwen, dan ikut berlari menghampiri laki-laki itu juga.


Gwen kaget, dan hanya bisa tertegun tidak bisa mencegah ketika kedua anaknya itu tampak memeluk seorang laki-laki. Secara reflek, Gwen ikut berlari untuk mengejar kedua putranya. Namun begitu sampai di hadapan laki-laki yang tampak memeluk dua putranya, gadis itu berhenti. Perlahan Gwen memundurkan kakinya ke belakang..


“Kak Barra… “ gadis itu mendesis perlahan, dan seketika Gwen menundukkan wajahnya tidak bisa bereaksi.


Air mata seketika menggenangi pelupuk matanya, gadis itu tidak percaya Ketika dua putranya ternyata sudah menemukan papanya lebih dulu. Gadis itu tidak berani beradu pandang dengan suaminya, dan untungnya saat ini Gwen menggunakan niqab, sehingga suaminya tidak akan mudah mengenalinya saat ini. Namun ekpresi yang dilakukan Gwen, ternyata tidak lepas dari pengamatan laki-laki itu…


“Jadi Bareeq dan Tareeq ini putra anda…?” dengan suara tegas tapi bersahabat, Barra bertanya pada Gwen.


Gadis itu tersentak, tetapi hanya bisa menganggukkan kepala tidak berani mengangkat wajahnya ke atas.


Gwen tetap terdiam, tidak berani melepaskan kata-kata. Suara yang dirindukannya selama ini, berada di dekatnya. Namun tidak ada keberanian baginya untuk mendekat, ada ketakutan karena merasa khawatir jika akan dilukai lagi. Akhirnya... Gwen tetap bertahan dalam kediamannya, dan wajah tertunduk ke bawah.


„Uncle... ini mommy kami.. Mommy itu sangat cantik Uncle… apalagi jika mommy tidak menutup wajahnya dengan kain itu. Pasti deh... Uncle akan melihat ke wajah mommy terus..” dari samping Barra, Tareeq mempromosikan mommy nya.


Merasa dipromosikan oleh putranya, tanpa sadar Gwen mengangkat wajah dan memberi peringatan pada putranya dengan ekspresi mata. Melihat bola mata bercahaya, dan aroma samar parfum kesukaan istrinya, Barra merasa terkejut dan dada laki-laki itu menjadi sesak. Tapi laki-laki itu dengan mudah bisa menyesuaikan dirinya kembali.


„Excuse me... apakah aku bisa berkenalan dengan anda..” tiba-tiba Barra bertanya pada Gwen. Pandangan mata laki-laki itu terus menyelidik, karena gestur dan postur tubuh gadis itu mengingatkan pada istrinya.

__ADS_1


Tanpa menjawab, Gwen langsung menarik kedua putranya kemudian berjalan cepat menuju ke dalam mobil. Dari belakang, Barra tertegun dan tidak sempat menahan ketiga orang itu.. Tetapi Ketika Barra tersadar, perempuan dan dua anak itu sudah masuk ke dalam mobil.


********


Beberapa Saat kemudian...


Begitu mobil yang membawa Gwen dan kedua putranya beranjak pergi dari depan airport, Barra memiliki ide untuk mengikuti mobil tersebut. Laki-laki itu segera masuk ke dalam mobil, dan memerintahkan Smith untuk mengikutinya.


“Smith… ikuti mobil di depan.. Aku seperti mengenal mereka.. ikuti saja..” dengan tegas, Barra memerintahkan sopirnya untuk mengejar mobil yang dinaiki Gwen.


“Siap tuan Barra… tadi saya sempat curiga. Pembawaan dan postur tubuh mommy dari dua anak kecil itu, sama persis dengan Miss Gwen.. Saya sempat akan menyapa dan mengucapkan salam tadi, tapi ternyata bukan..” Smith dengan cepat menanggapi.


Laki-laki itu segera menginjak pedal gas, dan mengikuti mobil itu di belakangnya. Pandangan Barra terus mengamati mobil di depannya. Jika tadi, perempuan itu tidak tergesa membawa kedua putranya, mungkin Barra tidak akan curiga. Tapi karena dirinya mengajak berkenalan, perempuan itu langsung bereaksi dengan membawa kedua putranya, Hal itu menguatkan pikiran Barra jika gadis itu adalah istrinya.


“Jangan sampai ketinggalan mobil itu Smith… tingkatkan kecepatannya.” Barra terus memandu Smith.


Tanpa menjawab. Smith terus meningkatkan kecepatan. Dan ketika mobil yang membawa perempuan dan kedua putranya itu memasuki hotel, Smith diminta laki-laki itu untuk mengikutinya.


“Aku tidak boleh kehilangan peluang untuk mendapatkan istriku. Jika memang perempuan tadi bukan Gwen istriku, aku akan minta maaf kepadanya. Aku akan bersedia membayar ganti rugi, jika tindakanku tadi merugikannya..” dalam hati, Barra terus bertekad.


Tidak lama kemudian, Smith menghentikan mobil di depan lobby. Secara otomatis, pintu bergeser dan membuka sendiri. Terlihat Gwen sedang berjalan keluar dari dalam mobil dan bergegas membawa putranya memasuki hotel. Barra segera melompat turun, dan mengejar perempuan dan kedua putranya itu masuk ke dalam hotel.

__ADS_1


*******


__ADS_2