
Gwen mendatangi Jacqluinne yang masih menundukkan kepala, dan tidak menyadari jika Barra dan Gwen menuju ke arahnya. Andy yang sudah mengetahui niat pasangan suami istri itu, sengaja tidak memberi tahu istrinya. Laki-laki itu tersenyum, dan menganggukkan kepala..
“Kak Jacqluinne… terima kasih sudah berkenan hadir, dalam acara tasyakuran putri kami yang ketiga..” setelah berdiri di depan Andy dan Jacqluinne, Gwen menyapa istri Andy.
Jacqluinne terkejut, dan ketika melihat jika Barra beserta istrinya sudah berdiri di depannya, perempuan itu seperti salah tingkah. Ketika Jacqluinne melihat ke arah Andy, laki-laki itu hanya tersenyum.
“Ppppffthh… sama-sama Gwen, harusnya aku yang banyak mengucapkan terima kasih padamu. Kamu dan Barra sudah terlalu baik padaku, dan juga putraku. Terima kasih Gwen.. Barra..” tiba-tiba Jacqluinne berdiri. Tidak diduga, perempuan itu menundukkan tubuhnya di depan Barra dan Gwen, sebagai ucapan terima kasih.
„Tidak masalah kak, kita memang harus saling membantu. Apalagi sebenarnya kita ini saudara sepupuan, jadi jangan pernah menganggap hutang budi.” Gwen memberikan tanggapan.
“Barra… Gwen, kebaikan kalian berdua membuatku malu.. Banyak kesalahan yang sudah aku dan suamiku lakukan terhadap kalian. Namun kalian berdua, masih mau menerimaku dan secara khusus menyambut kedatanganku..” Jacqluinne tidak bisa berkata-kata.
Gwen melihat ke arah suaminya, kemudian..
“Tidak perlu kamu pikirkan dan ungkit ungkit masalah itu Jacqluinne. SIlakan nikmati acaranya sampai selesai ya, aku dan istriku akan menyapa tamu yang lain. Kami sendiri tidak mengira, jika akan sebanyak ini tamu yang datang..” Barra mengalihkan pembicaraan.
“Ya Barra.. sekali lagi terima kasih atas kebaikan kalian, dan maafkan..” Jacqluinne kembali mengucapkan permintaan maaf dan ucapan terima kasih.
Barra dan Gwen tidak menjawab, namun pasangan suami istri itu segera meninggalkan Andy dan Jacqluinne. Pasangan suami istri itu kemudian menghampiri para tamu lainnya, dan mengucapkan terima kasih secara langsung atas kedatangan mereka. Terlihat dari atas stage, Bareeq dan Tareeq dengan diikuti Mike berjalan menghampiri kedua orang tua mereka.
“Papa… mommy.., kami Lelah. Bisakah kami masuk dan bermain di dalam mommy.., papa..?” ternyata putra kembar pasangan suami istri itu meminta ijin untuk beristirahat.
__ADS_1
“Pergilah sayang, tapi ingat tidak boleh bermain di kolam renang, karena tidak ada yang menemani kalian. Semua terfokus di luar rumah..” merasa khawatir dengan keadaan ketiga bocah itu jika bermain sendiri, Gwen berpesan pada ketiganya.
“Okay mommy… kami hanya akan bermain Play Station saja kok.. terima kasih mommy, papa..” ketiga anak itu segera berlari masuk ke dalam, meninggalkan kedua orang tua mereka.
Barra hanya tersenyum dan geleng-geleng kepala melihat tingkah kedua putranya. Gwen menarik suaminya untuk mendatangi Cynthia yang masih duduk di dekat pintu masuk gerbang.
“Cynthia.. istirahatlah dulu di dalam. Aku tidak tega melihatmu, dalam keadaan hamil malah ikut menyambut tamu. Tamunya juga sudah berhenti datang, semua sudah masuk ke halaman. Ayo semuanya pindah dan bergeser dari tempat ini..” melihat sahabat kuliahnya Cynthia masih berada di depan gerbang, Gwen mengajak perempuan hamil itu untuk masuk.
“Sebentar lagi Gwen… aku masih kuat kok.” Cynthia membuat alasan, dan menolak permintaan Gwen.
“Asep.. ajak istrimu istirahat..” dengan kata tegas, Barra memerintah suami Cynthia.
Gwen tersenyum, dengan suaminya yang memberi perintah pada Asep, kedua temannya itu tidak akan berani untuk membantah. Asep segera membawa istrinya untuk masuk ke dalam rumah, agar Cynthia bisa beristirahat.
***********
“Andy… kapan kamu berencana memberikan adik untuk Mike.. Lihat Barra dan Gwen, sudah memiliki tiga anak, lengkap laki-laki dan perempuan..” tiba-tiba papa Chandra bertanya pada Andy.
Orang tua itu sengaja memancing Andy untuk bicara, karena melihat jika istri laki-laki itu masih terlihat kaku, dan tampak belum menyatu dengan anggota keluarga lainnya,
„Mmmmpphh... sedang diprogramkan Om... biar Mike tidak kesepian. Karena jika week end, Mike selalu meminta untuk diantarkan ke rumah ini. Katanya di rumah sepi, tidak ada teman bermain sepantaran..” sambil melihat ke arah istrinya, Andy dengan malu-malu memberikan tanggapan.
__ADS_1
“Papa jangan salah… bisa-bisa tanpa kita ketahui, Andy sudah melakukan pemrograman. Tahu-tahu tidak lama lagi, akan ada undangan untuk syukuran, putra Andy dan Jacqluinne langsung kembar tiga..” Barra ikut menimpali.
“Ha.. ha.. ha.., Uncle langsung ambil pension Barra… untuk memastikan jika putraku bisa merawat putra mereka dengan baik. Baru anak satu saja, Mike selalu mengeluh kurang diperhatikan oleh daddy nya..” papa Andy menyahut.
Semua orang yang ada dalam ruangan itu tertawa bersama. Andy dan Jacqluinne tampak tersenyum malu, dan wajah Jacqluinne terlihat merah.
„Ingat kak Jacqluinne... kita kaum perempuan bukan alat pemroduksi anak kak.. Kak Jacqluinne bisa memprogram dengan Andy, jika memang kakak ingin mendapatkan putra lagi. Karena kita yang menjalaninya kak, bukan kaum laki-laki..” untuk lebih mengakrabkan, Gwen juga ikut memberikan tanggapan.
Barra kaget dan tersenyum melihat istrinya sudah mulai mengajak mantan kekasihnya itu untuk berkomunikasi. Hal itu berarti menandakan, jika Gwen sudah melupakan kejadian yang tidak mengenakkan di masa lalu.
„Benar katamu keponakan... aku bebaskan Andy dan Jacqluinne memiliki anak berapapun, Karena mereka berdua yang menjalaninya. Tante tidak akan memaksakan kehendak kepada mereka, tetapi jika masih mau menambah anak lagi, Uncle dan tante akan sangat berbahagia..” mama mertua Jacqluinne ikut menyambung pembicaraan.
„Mohon doanya saja dari para tetua, agar Jacqluinne bisa secepatnya menambah keturunan, sehingga Mike memiliki teman juga di rumah..” mungkin merasa tidak enak, karena sejak tadi sebagai objek pembicaraan, akhirnya terdengar suara Jacqluinne memberikan tanggapan,
Andy tersenyum melihat istrinya sudah bisa berkomunikasi akrab dengan keluarga besarnya. Tiba-tiba Mike datang dan meminta mommy nya untuk mengajarinya menggambar. Ternyata sejak tadi, ketiga anak kecil itu sedang bermain menggambar.
“Mommy… bisa bantuan Mike tidak. Tadi Mike ingin menggambar kuda, tetapi gagal terus sejak tadi..” terdengar suara Mike yang meminta bantuan. Semua yang ada dalam ruangan itu seperti terhipnotis.
Padahal ada Andy daddy nya, namun ternyata Mike memilih Jacqluinne untuk mengajarkannya. Tanpa menjawab, Jacqluinne mengambil kertas dan pensil di tangan putranya, kemudian mengamatinya sejenak.
“Kakinya agak dibengkokin sedikit sayang… untuk ekornya juga kurang besar..” terdengar suara perempuan itu mengkoreksi gambar yang sudah dibuat Mike.
__ADS_1
Semua terdiam, mengamati interaksi akrab, mommy dan putranya itu, Mata mama Andy berkaca-kaca, melihat bagaimana Mike tampak senang berada dekat dengan mommy nya. Yang lainnya hanya menahan nafas, dan beberapa malah berdiri kemudian bergeser pergi dari ruangan itu.
************