Aku Masih SMA

Aku Masih SMA
Chapter 210 Menyesal


__ADS_3

Gwen yang sedang tertidur, perlahan membuka matanya. Gadis itu merasa, jika ada sebuah tangan yang berada di atas keningnya. Ternyata apa yang dirasakan benaran terjadi, karena Dokter Alex, dokter keluarga mereka sedang tersenyum menatapnya..


“Selamat sore Miss Gwen.., apa yang anda rasakan..” laki-laki teman satu angkatan dengan Barra dan juga Om nya Andrew itu tersenyum melihatnya.


“Bingung untuk mendeskripsikannya Dokter. Hanya terkadang muncul rasa mual dan begah, tetapi jika sudah diminum tah manis panas, rasa mualnya langsung menghilang.. Untuk gejala kesakitan lainnya, sepertinya Gwen tidak merasakan.” Gadis itu menjelaskan apa yang ditanyakan oleh dokter tersebut,


Dokter Alex diam saja, tampak seperti melihat hasil pengecekan suhu, dan pemeriksaan lain yang dilakukan ketika gadis itu masih tertidur. Sedangkan Barra, duduk di samping pinggang istrinya, dan dengan lembut tangannya memijit area kaki gadis itu.


“Hempphh… apakah anda mengalami keterlambatan menstruasi Miss… Jika iya, sudah berapa bulan..” sambil tersenyum, dokter Alex kembali bertanya.


Mendengar pertanyaan terakhir itu, Gwen menjadi bertambah bingung. Gadis itu melihat ke arah suaminya, dan Barra hanya mengangkat dua bahunya ke atas,, Merasa tidak mendapatkan pencerahan, Gwen melihat ke arah dokter Alex, dan laki-laki itu masih tersenyum.


“Apa maksud dokter dengan gejala penyakit saya.. Saya tidak merasakan sedikitpun rasa sakit di area perut, selain rasa begah dan mual Dokt..” dengan lirih, akhirnya Gwen memberikan tanggapan.


“Ha.. ha.. ha…, kenapa wajah kalian berdua begitu tegang, dan terlihat sangat bodoh…?? Apakah kalian tidak merasakan tanda-tanda, ketika putra kembar kalian berdua masih berada dalam perut Miss Gwen...?” mendengar kata-kata terakhir yang diucapkan dokter, pasangan suami istri itu langsung terkejut.


Terutama Barra, ketika istrinya hamil, dia sama sekali tidak sedang bersama dengan istrinya. Malah, dia sendiri juga tidak tahu jika istrinya sedang dalam keadaan mengandung. Dan sekarang, Dokter Alex malah menyinggung hal tersebut, seketika muncul perasaan bersalah yang sangat besar pada istrinya. Perlahan Barra menundukkan wajahnya ke bawah, kemudian memberikan ciuman pada istrinya, dan Gwen malah menjadi bingung melihat reaksi suaminya.


“Dokter… apakah dokter berpikir, jika apa yang saya alami kali ini, ada kemungkinan saya tengah mengandung lagi Dokter…” untuk meyakinkan pikiran sekilas yang berkelebat dalam pikirannya, Gwen akhirnya memberanikan diri bertanya pada dokter Alex.


“Kemungkinan Miss Gwen… untuk lebih meyakinkan, Miss Gwen bisa menguji terlebih dahulu menggunakan test pack. Kemudian untuk lanjutannya… Miss dan Barra harus pergi ke klinik untuk kita lakukan USG, agar kita bisa mengetahui perkembangan dari janinnya.” Dengan sabar Dokter Alex menjelaskan.

__ADS_1


Gwen memang tidak merasakan keanehan yang dirasakannya itu, sebagai isyarat jika dirinya tengah mengandung. Karena ketika ada Bareeq dan Tareeq dalam kandungannya dulu, Gwen tidak pernah berpikir jika dirinya hamil. Untuk itu, berita perkiraan kehamilan yang diprediksikan oleh Dokter Alex, seketika membuatnya speechless. Dan.. gadis itu menjadi teringat jika ternyata sudah lebih dari dua bulan, tamu bulanannya juga belum datang berkunjung.


“Tolong berikan test pack untuk saya dokter… saya baru teringat jika ada dua bulanan, saya belum mengalami menstruasi..” Gwen meminta test pack pada dokter.


Barra hanya menatap sikap istrinya dengan terkejut, tapi laki-laki itu belum bisa berkomentar. Hanya melihat bagaimana Alex temannya mengambil tas yang dibawanya, kemudian mengeluarkan satu alat kecil berbentuk pipih dan menyerahkan pada istrinya.


“Aku tidak perlu menjelaskan bagaimana penggunaannya, silakan Miss membaca sendiri intruksinya. Saya dan Barra akan menunggu Miss Gwen di ruang tengah saja..” setelah memberikan test pack pada istri Barra, dokter Alex kemudian mengajak Barra untuk keluar dari dalam ruangan,


Dengan tangan gemetar, Gwen menerima test pack tersebut, kemudian membawanya masuk ke bath room.


**********


Di ruang tengah…


“Mau kemana kamu Barra… apakah dengan tidak sopan kamu akan pergi meninggalkanku sendiri di ruangan ini.. Sungguh tidak berbelas kasihan..” mendengar kata-kata itu, Barra menoleh ke arah dokter kemudian kembali duduk di atas sofa.


„Aku khawatir dengan keadaan istriku Alex… kamu tidak begitu kejam bukan, untuk membiarkan istriku dalam keadaan sakit seperti ini..” Barra bertanya dengan nada yang kurang enak didengar.


Alex tersenyum, dan malah melihat ke wajah laki-laki itu sambil tersenyum smirk..


„Putramu sudah dua Barra.. bagaimana bisa kamu masih bingung melihat gejala kehamilan seperti ini. Aku yakin, istrimu pasti sedang mengandung Barra, ada janin dalam perutmu…” akhinya dokter Alex menjelaskan.

__ADS_1


Mendengar penjelasan dari laki-laki itu, bukannya kebahagiaan yang ditunjukkan oleh Barra. Tetapi laki-laki itu malah menyandarkan punggungnya di sandaran sofa..


„Barra... how about you??? Kenapa kamu malah bereaksi seperti ini..?” teman satu angkatan Barra itu malah terkejut. Tidak lama kemudian...


„Aku tidak pernah ada di samping istriku Alex... ketika Gwen sedang hamil Tareeq dan Bareeq.. Karena kesalah pahaman, kami terpisah, dan istriku harus menanggung kehamilan sendiri. Kedua putraku sudah berumur lebih dari tiga tahun, ketika kami dipertemukan kembali,” terlihat wajah Barra seperti terpukul. Ada penyesalan dalam sorot mata laki-laki itu.


Ada air mata menggenang di pelupuk matanya, dan dokter Alex menjadi shock tidak tahu harus bagaimana bersikap. Laki-laki itu tidak pernah memiliki pikiran, jika Barra pernah mengalami masa sulit dalam kehidupan pernikahannya. Ternyata Barra sangat pintar menyembunyikan masa sedih dalam kehidupannya. Tanpa kedua laki-laki itu sadari, Gwen sudah keluar dari dalam kamar, dan melihat bagaimana suaminya terpuruk sedih,


„Kak... kak Barra..” gadis itu memanggil suaminya dengan ucapan lirih.


Barra kaget, dan Ketika melihat istrinya berdiri di depan pintu kamar, laki-laki itu sontak melompat dan menghampiri istrinya.


“Gwen hamil kak… kita akan memiliki bayi lagi..” dengan nada tergagap, Gwen menunjukkan test pack pada suaminya.


Melihat hal itu, bibir Barra mendadak kelu tidak mampu berbicara. Dengan mata yang tergenang air mata, dan tangan gemetar, laki-laki itu meraih tangan istrinya dan melihat lebih dekat test pack dalam pegangan tangannya.


“Alex… apakah ini tanda jika istriku hamil Alex…” dengan bibir bergetar, Barra memanggil Alex untuk mendekat.


Dokter Alex tersenyum, kemudian berjalan mendatangi pasangan suami istri itu..


“Selamat Barra.. Miss Gwen.., kalian akan menambah momongan lagi. Selamat untuk kehamilanmu miss…” dengan tulus, Dokter Alex bereaksi setelah mengamati test penanda kehamilan itu.

__ADS_1


Barra menjadi lebih kaget dengan pernyataan yang dikatakan Dokter Alex. Laki-laki itu membalikkan badannya, kemudian memeluk tubuh istrinya dengan erat. Air mata sangat deras keluar dari sudut mata laki-laki itu, demikian pula dengan yang terjadi pada Gwen. Dokter Alex hanya tersenyum, sambil geleng-geleng kepala melihat pasangan suami istri itu.


***********


__ADS_2