
Sesampainya di Palm Biomedical Park, Andrew langsung masuk ke dalam ruang kerjanya. Sebelum masuk, laki-laki muda itu berpesan pada sekretaris perusahaan Mrs. Laura untuk mengosongkan agenda untuknya. Laki-laki itu juga menyampaikan jika dirinya tidak mau menerima tamu, dengan alasan sedang melakukan meeting online dengan mitra. Tanpa bertanya, Mrs. Laura langsung mengiyakan.
"Barra aku akan membuat perhitungan denganmu, karena kamu telah meremehkan pemberitahuan yang aku informasikan kepadamu..." ternyata Andrew akan menghubungi Barra, suami dari keponakan dan juga sahabatnya itu. Ketidak hadiran suami Gwen di acara pemberian penghargaan untuk keponakannya itu, sudah sangat menyinggung dan melukai hati laki-laki itu. Andrew berpikir jika Barra sudah meremehkan dan menyepelekannya,
Andrew kemudia duduk di meja kerjanya, kemudian melakukan video call pada sahabatnya itu. Beberapa saat akhirnya panggilan itu tersambung, dan terlihat wajah Barra tersenyum melihatnya.
"Hi Andrew... ada hal penting apakah kamu melakukan panggilan. Baru saja aku keluar dari meeting room, dan syukurlah aku bisa memenangkan tender supply logistic ke pangkalan Army Finlandia." dengan merasa tidak bersalah, seperti biasanya Barra menyampaikan informasi pada sahabatnya itu.,
Namun bukannya ikut tersenyum, tetapi tatapan Andrew malah terus menatap wajah Barra, dan sedikitpun tidak terlihat ada senyuman di bibir laki-laki itu. Beberapa saat, sepertinya Barra baru tersadarkan, jika ada sesuatu hal yang ganjil pada sahabatnya itu.
"Andrew... what happend about you...? Aku melihat ada tatap kemarahan untukku, apakah ada yang salah.." dengan tanpa rasa bersalah, Barra mengkonfirmasi sikap laki-laki itu.
"Hempph... tidak ada rasa bersalahnya sama sekali kamu Barra... Kali ini, aku sangat sulit untuk menganulir kesalahan fatalmu, dan aku tidak akan membelamu ke depannya. Ketidak hadiranmu di negara ini, ketika Gwen menerima penghargaan, merupakan tamparan untukku. Kamu sudah sangat menyepelekannya Barra..." laki-laki di seberang itu sangat terkejut melihat sahabatnya marah,
"What... apa yang kamu lakukan kepadaku Andrew... Bukankah itu hanya acara anak SMA menguji otak dan kecerdasannya saja, kenapa kamu sampai bersikap seperti itu Andrew... come on... Kamu juga tahu bukan, sebagai pengusaha, betapa pentingnya kita bisa mendapatkan tender baru, bisa memperluas atau melebarkan sayap perusahaan kita." terdengar Barra membuat pembelaan,
"Apa yang kamu katakan Barra, hanya acara anak SMA menurutmu... Apakah kamu lupa siapa dan apa statusmu sekarang, dan apa makna Gwen keponakanku untukmu...??? Lebih baik aku kehilanganmu sekarang Barra, dari pada melihat keponakanku akan menderita di tanganmu suatu saat nanti. Damn it guys..." kata-kata Barra memancing emosi Andrew. Laki-laki itu benar-benar marah, dan Barra menjadi terkejut mendengarnya.
__ADS_1
"Ingat Barra... kita sahabat sejak kecil, Tetapi jika aku melihatmu menyakiti Gwen keponakanku, maka lebih baik aku kehilangan teman sepertimu. Kamu tahu bukan, bagaimana arti seorang Gwen untukku, Gwen tidak hanya keponakan bagiku, bahkan aku sudah menganggapnya seperti anakku sendiri. Aku sampai menunda untuk berpikir tentang hidupku sendiri, selama Gwen belum menemukan kebahagaiaan..." belum hilang rasa terkejut Barra, laki-laki itu kembali kaget. Setelah menyampaikan kalimat terakhir, secara sepihak Andrew mengakhiri panggilan telponnya,
Tidak ada yang bisa dilakukan Barra, karena akan menjadi hal yang percuma jika dirinya balik melakukan panggilan pada Andrew. Barra terduduk diam, dan laki-laki itu menyandarkan punggungnya ke sandaran kursi kerjanya. Laki-laki itu berusaha mencerna kembali kalimat demi kalimat yang barusan terjadi antara dirinya dengan Andrew sahabatnya. Tiba-tiba saja laki-laki itu merasa takut kehilangan Gwen.
********
S.E.A Aquarium Sentosa Island
Tiga anak muda itu terlihat menengadahkan wajah ke atas, mengamati ikan laut yang berada di dalam akuarium di atasnya. Gwen sampai menghela nafas dan terdiam, karena merasa takjub melihat ikan pari yang ternyata sangat lebar dan besar sekali itu.
"Apa yang sedang kamu lihat Gwen..." Aldo bertanya pada gadis itu, ketika melihat Gwen sangat fokus melakukan pengamatan,
"Hemmph benar sekali Gwen... itu ikan pari. Jika diasap, dan sudah disajikan makanan, kita hanya melihatnya dalam potongan kecil saja. Tetapi untuk ikan dalam bentuk aslinya ya seperti itu, dan ikan pari memiliki duri atau apa ya namanya, semacam jalu kalau itu ayam yang beracun. Ingat bukan, penyiar Discovery Channel Steve Irwin meninggal akibat sengatan ikan pari. Jalu pada sirip ikan itu sampai menusuk ke jantungnya kala itu, dan berdampak pada kematian..." Aldo menjelaskan,
"Iiihhhh ternyata mengerikan ya Aldo... di balik keindahan, ternyata ada ancaman di belakangnya..." sambil terus mengamati, Gwen mengiyakan.
Kedua anak muda itu terus melihat hewan dan biota laut dari kaca akuarium yang mengelilinginya itu. Keindahan dari sisi warna, bentuk tampak menghipnotis kedua anak muda itu. dari arah depan, terlihat Asep bergegas mendatangi dua anak muda itu,
__ADS_1
"Aldo.., Gwen, keluar yukkk. Jujur aku capai dan lapar, sejak tadi kita belum makan apapun lho.." ternyata Asep kelaparan. Aldo dan Gwen saling berpandangan, tetapi akhirnya mereka berdua tertawa bersama,
"Hadeh Asep... gue pikir ada apaan, ternyata urusan kelaparan. Yuk ah... Ald, kita keluar, cari food court. Urusan dengan kelaparan, tidak akan bisa ditunda. Jika Asep sampai pingsan, malah nanti kita yang akan repot Aldo," untungnya Gwen segera menanggapi.
"Hemmph baiklah, beginilah Gwen, jika kita ajak anak kecil untuk jalan, Keinginannya banyak.." sambil menjawab, akhirnya Aldo mengajak Gwen untuk mencari arah EXIT.
Ketiga anak muda itu akhirnya berjalan keluar dari dalam akuarium, kemudian naik ke arah escalator untuk menuju ke lantai atas. Melihat ada food court di sudut mall, ketiganya segera menuju ke arah sana.
"By the way... setelah makan, kita akan jalan kemana lagi Gwen..." Aldo bertanya pada gadis itu. Sebagai perempuan sendiri di antara mereka, Gwen yang pertama ditanya kesanggupannya.
"Balik langsung ke Changi saja ya. Sudah malas aku balik ke hotel, kakek juga langsung balik ke Jepang. Pasti Om Andrew juga masih di perusahaan." Gwen menjawab pertanyaan Aldo.
"Okaylah... kita juga bisa jalan-jalan di bandara changi, banyak merchant yang menawarkan barang kebutuhan kita. Harganya juga bersaing, tidak beda dengan outlet asli yang ada di mall.." Aldo menyetujui. Asep melihat ada tempat duduk kosong di sudut, dan anak muda itu segera menunjuk ke kursi kosong tersebut,
"Aku akan claim tempat duduk kosong itu ya, siapa yang akan pesan makanan. Aku nasi lemak pakai daging saja, minum lemon tea ice..." Asep segera berjalan ke arah kursi kosong tersebut,
"Yap... aku yang akan memesannya Asep.." Gwen langsung berjalan menuju ke arah cashier. Di bagian cashier, ternyata pengunjung order menu, dan langsung membayarnya. Aldo geleng-geleng kepala melihat ke arah Asep, tapi kemudian menemani Gwen antri makanan,
__ADS_1
***********