Aku Masih SMA

Aku Masih SMA
Chapter 40 Ceremony


__ADS_3

Gwen terus berjalan meninggalkan Antok dan rekan, gadis itu segera menuju ke arah kelasnya, Tetapi betapa terkejutnya Gwen, ketika baru satu langkah kaki naik masuk ke dalam kelasnya, terlihat teman-temannya sekelas berkumpul di depan kelas, Mereka membawa berbagai balon, dan ucapan atas diraihnya kemenangan oleh gadis itu. Novi, Aldo dan Raffi yang berada paling depan, dan Alana serta Robert juga membawa pita selamat datang Winner,


"Selamat Gwen.... congratulation... juara kita, kelas kita memang hebat...." Novi berteriak memberikan apresiasi pada gadis itu.


Tapi tidak ada reaksi apa-apa yang terlihat pada diri Gwen, gadis itu hanya menatap kosong pada teman-temannya. beberapa kali, Gwen geleng-geleng kepala. Setelah menguasai dirinya...


"Novi.. Aldo.. Raffi, apa-apaan ini. I don.t like it... Jika kalian tahu, baru saja aku damprat Ketua Osis dan pengurus OSIS lainnya, karena terlalu lebay menyambutku dengan ucapan seperti ini. Dan sekarang malah kalian, apakah kalian berpikir aku akan senang mendengar dan mendapatkan perlakuan seperti ini.." dengan nada datar, Gwen akhirnya bereaksi.


"Please Gwen... don.t angry.. Anggap saja pagi ini, kamulah yang menghibur kita say.... Bukan kami memberikan ucapan kepadamu, tetapi berpikirlah terbalik. Kemenanganmu dapat menghibur kami, menyemarakkan kelas, ingat kata Guru Agama, menyenangkan hati orang lain adalah ibadah. Benar kan.,,?" teman sebangku Gwen, yang sangat paham jika gadis itu tidak menyukai ceremonial mencoba melunakkan hati Gwen.


Aldo hanya terdiam dan tersenyum melihatnya, karena di awal dia sudah memberi tahu teman-teman di kelas, jika Gwen tidak akan menyukai hal itu, Namun karena teman-teman lain sepakat, dan memintanya untuk join, akhirnya dengan terpaksa Aldo juga ikut bergabung dalam pemberian apresiasi pada Gwen.


"Iya Gwen... ayolah, sekali-sekali deh, kelas kita semarak seperti ini. Agar kelas pagi kita dibatalkan oleh guru, sehingga tidak ada pembelajaran. mau ya Gwen..." Alana ikut bersuara, meyakinkan teman sebangku Novi itu.


Gwen terdiam, kemudian gadis itu mengambil nafas dalam dan berjalan menuju ke arah kursinya. Tiba-tiba saja, secara serempak teman-teman sekelas menyanyikan lagu dari grup band Jamrud tetapi dengan merubah lirik dari lagu tersebut,


"hari ini hari yang kau tunggu,


bertambah satu kemenanganmu, bahagialah kamu


yang ku beri bukan jam dan cincin


bukan seikat bunga atau puisi juga kalung hati


maaf, bukannya pelit atau gak mau, gak modal dikit

__ADS_1


yang ingin aku beri padamu doa setulus hati


semoga tuhan melindungi kamu


serta tercapai semua angan dan cita-citamu


mudah-mudahan diberi umur panjang, sehat selama-lamanya


semoga tuhan melindungi kamu


serta tercapai semua angan dan cita-citamu


mudah-mudahan diberi umur panjang, sehat selama-lamanya"


"Hello class... apakah masih lama kesenangan kalian pagi ini, sampai tidak menyadari kedatangan Mister Satria di kelas...?" tiba-tiba terdengar suara Mister Satria. Suasana kelas sejenak hening, dan Gwen merasa jika teman-temannya merasa ter pressure dengan kedatangan guru kelas itu,


"Maaf Mister Satria.. teman-teman membuat acara dengan memberikan apresiasi pada kemenangan Gwen di Olimpiade Mister. Apakah Mister berkenan untuk mengganti pertemuan pertama dan kedua pagi ini dengan pemberian tugas saja, karena Gwen berencana akan mengajak semua teman di kelas ini untuk sarapan pagi bersama di food court..."  tiba-tiba tanpa ada yang meminta, terdengar suara Gwen yang mewakili kelas, bicara pada Mister Satria,


Kelas tambah hening, dan semua siswa menatap Gwen tidak percaya. Gadis itu berani menyatakan kesalahan padanya, padahal dirinya tidak suka dengan apa yang dilakukan teman-temannya.


"Hemmmph... baiklah Gwen, Mister Satria secara khusus juga belum memberikan apresiasi kepadamu. Baik.. arahkan semua teman di kelasmu ya. Cek Google Classroom, nanti tugas Mister Satria unggah disitu..."


"Horeee... terima kasih Mister Satria..." sontak seluruh kelas kembali menjadi heboh, setelah mendengar kata-kata guru kelas pagi tersebut, Gwen hanya tersenyum dan geleng-geleng kepala melihat kehebohan itu,


************

__ADS_1


Food Court


Akhirnya untuk membuktikan perkataannya pada Mister Satria, akhirnya Gwen membawa semua teman sekelas menuju ke food court. Novi dan Asep dibantu Alana dan Robert membantu melakukan pendataan menu yang dipesan oleh teman-teman sekelas.


"Asep... biar cepat dan masak bisa barengan, kenapa harus ditanya satu persatu. Pesankan saja bakso, atau siomay, jadi pelayan food court sekali saja mempersiapkan bahan-bahannya," Raffi memberikan arahan pada Asep.


"Mmmph.. benar juga ya, kenapa aku harus repot-repot. Tetapi karena kasihan jika ada yang belum sarapan pagi, sebagian ayam crispy saja sama nasi,. yang lainnya siomay..." Asep yang semula mendata teman-temannya, langsung berbalik arah menuju ke arah cashier. Ketiga teman yang juga sedang melakukan pendataan, segera berbalik arah mendatangi Asep.


"Apa-apaan sih Sep... memang kamu sudah selesai yang mendatanya... Kita separo saja belum nih.." Alana memprotes Asep yang sudah menyampaikan pesanan ke cashier.


"Udah ga usah repot, malah lama penyajiannya. Usul Raffi sih, kita pesan langsung beberapa menu, biar nanti kita pilih sendiri mana menu yang kita maui. Jika tidak suka, tinggal nambah pesanan saja, gampang jadinya. Gwen sudah menyampaikan, tidak ada batasan berapapun habisnya, akan dia bayar sendiri.," Asep menjelaskan.


Tiga anak muda itu saling berpandangan dan tersenyum, mereka setuju dengan usulan itu. Ketiganya kemudian berjalan ke kursi, bergabung dengan teman-temannya yang lain.


"Oh ya Gwen... by the way, bulan depan kita akan tempuh Ujian Kelulusan nih.. Persiapanmu sudah sampai mana, dan apakah sudah menentukan akan lanjut kemana Gwen.. aku ikut.." Aldo tiba-tiba bertanya pada Gwen,


"Hemmph.. gimana ya Ald... pihak sekolah memintaku untuk lanjut ikut Olimpiade tingkat internasional di Amerika, Minggu depan, kemungkinan aku sudah berangkat ke negara paman Sam... Untuk ujian Kelulusan digantikan dengan keikutanku pada Olimpiade Ald.. jadi aku tidak begitu memikirkan Ujuan Kelulusan.." Gwen menanggapi pertanyaan Aldo.


"Oh ya..., bagus sekali peluangmu Gwen, ambil saja, Untuk perguruan tinggi tujuan, apakah sudah ada gambaran.." Aldo mengejar tentang kelanjutan studi dari gadis itu.


Gwen tersenyum pahit, tiba-tiba saja ingatannya melayang, teringat kembali pembicaraan dalam keluarganya. Kakek Atmadja dan suaminya Barra, menginginkan agar Gwen mengikuti suaminya, dan mereka akan tinggal di Finlandia. Jadi... jika Gwen ingin melanjutkan studi, di negara Finlandia lah dirinya harus melanjutkan,


"Gimana ya Ald... aku belum berpikir ke arah itu. Om Andrew dan kakek Madja yang sudah memilihkan tempat untukku melanjutkan studi. Katanya di luar negeri, hanya saja aku belum tahu di negara mana, jadinya aku akan menempus studi lanjutan.." Gwen belum bisa memberi tahu jika dirinya akan ke Finlandia. Sampai saat ini, gadis itu memang belum bisa membuka diri tentang statusnya.


*********

__ADS_1


__ADS_2