Aku Masih SMA

Aku Masih SMA
Chapter 23 Bertemu Kevin


__ADS_3

Niat Gwen untuk menghilangkan gabut di kelas Mister Satria yang digantikan tugas, ternyata gadis itu merasa keterusan nyaman. Sejuknya pepohonan, dan bisa melihat banyak keluarga kecil sedang bertamasya, menimbulkan kesenangan sendiri bagi Gwen. Masa kecilnya yang terlewatkan hanya lebih banyak dengan pengasuh, membuat gadis itu berusaha untuk melupakannya.


"Hemmph.. sekali-sekali bolos saja deh, malas mau balik ke sekolah. Tempat ini sangat tenang, dan membuatku merasa nyaman." sambil melihat jam di pergelangan tangan, Gwen bicara sendiri.


Meskipun tergolong badung di sekolah, gadis itu jarang membolos. Selama ini Gwen sering tidur dalam pelajaran, tetapi tetap berada di kelas. Guru pengampu paling memberinya hukuman dengan memberikan tugas tambahan, sebagai hukuman karena tidak mendengarkan penjelasan. Tetapi mungkin karena pada dasarnya jenius, Gwen selalu bisa menyelesaikan tugas itu dengan baik.


"Dukkk..." tiba-tiba ada bola menggelinding dan berhenti di depan kaki Gwen. Terlihat ada seorang anak kecil yang tampak sedang bermain bola.


Gwen menundukkan tubuhnya ke bawah, mengambil dan mempermainkan bola dengan kedua tangannya. Sambil tersenyum, Gwen berjalan mendekati anak kecil itu. Ketika jarak keduanya sudah semakin dekat, Gwen melambaikan tangan memanggil anak kecil itu untuk mendekat kepadanya.


"Hi... siapa namamu tampan..?" Gwen berjongkok, dan bertanya pada anak kecil laki-laki yang terlihat sangat imut itu.


"Kevin kak... itu bola Kevin..." anak kecil itu mengenalkan diri, dan menunjuk ke arah bola yang ada di tangan Gwen.


"Oh ini bola Kevin..., dengan siapa mainnya. Apakah Kevin mau bermain dengan kakak...?" dengan ramah, Gwen menanggapi anak kecil itu.


Anak itu mengangguk malu-malu, kemudian Gwen menggandeng tangan Kevin dan mengajaknya berjalan menuju ke tanah yang lebih lapang. Tidak lama kemudian, Gwen dan Kevin sudah bermain bola bersama, keduanya saling mengumpan dan menendang bola bersama-sama. terkadang gelak tawa keduanya terdengar, ternyata mudah sekali cara untuk mencari kebahagiaan, hanya dengan menikmati hal-hal kecil seperti itu.


"Kevin udahan yukk, kita cari minuman ya sama kakak, sekalian kita cari makan. Kak Gwen sudah lapar nih.." beberapa saat bermain, Gwen mulai merasakan lapar. Anak kecil itu diam, dan tiba-tiba Gwen teringat jika sejak tadi dirinya tidak melihat ada orang dewasa yang datang bersama Kevin.


"Kevin... kamu datang kesini dengan siapa sayang...?? Nanti kak Gwen dikira menculikmu lagi. Apakah Kevin datang kesini dengan keluarga, mama atau papa barangkali." tidak mau merepotkan diri sehingga harus berurusan dengan pihak berwajib, Gwen bertanya kepada anak kecil itu.

__ADS_1


Anak kecil itu menggelengkan kepala, dan seperti ada tatapan kecewa di matanya. Hal itu membuat Gwen menjadi semakin penasaran...


"Terus... by the way, dengan siapa sayang Kevin kesini., Jawablah, kakak tidak akan marah. Jika Kevin datang ke tempat ini sendiri, dan takut untuk pulang, kakak akan mengantarmu ke rumah sayang..." dengan suara pelan dan hati-hati, Gwen bertanya pada Kevin. Anak kecil itu malah menatap ke arahnya, seperti ada sesuatu yang ingin diceritakannya. Melihat hal itu, malah semakin membuat Gwen bertanya-tanya, tetapi gadis itu tidak mengejar penjelasan.


"Sudahlah Kevin... temani kakak dulu, kita akan cari makan. Tenanglah, bersama kakak, kamu akan aman sayang.." Gwen segera mengajak Kevin ke kedai yang ada di pinggir jalan.


"Batagor dua ya buk.., sama minuman jasmine tea yang dingin juga dua.." Gwen langsung memesan dua porsi makanan dan minuman untuk mereka.


"Baik mbak, tunggu sebentar ya." tidak lama kemudian, penjual batagor menyiapkan pesanan mereka. Gwen mengambil tissue dan membersihkan keringat yang menetes di dahi anak kecil itu.


*********


Gwen memboncengkan Kevin di belakang, dan dengan penunjuk arah anak kecil itu, Gwen berniat akan mengantarkan Kevin pulang ke rumahnya. Jalanan ramai yang dilewatinya, akhirnya harus berhenti karena jari telunjuk Kevin mengajak masuk ke areal persawahan. Kening Gwen berkerut, mencoba berpikir bagaimana Kevin bisa sampai di Kebun raya Bogor.


"Apakah masih jauh Kevin tempat tinggalmu..?" dengan sabar, Gwen bertanya pada anak kecil dalam boncengannya itu.


"Tidak kak.., tepat di ujung jalan, disitulah Kevin tinggal," Kevin menanggapi pertanyaan Gwen.


Gadis itu akhirnya mengikuti arah yang ditunjukkan oleh Kevin, dan tepat di ujung jalan, tepatnya di pinggir sawah, terlihat ada bangunan semi permanen bertuliskan Panti Asuhan Hidayah. Dahi Gwen berkerut, sejenak gadis itu ragu. Tetapi karena Kevin mengatakan jika disitu adalah tempat tinggalnya, akhirnya Gwen menghentikan Ducati nya di jalan pas depan bangunan.


"Inikah tempat tinggalmu Kevin.. di..." Gwen tidak meneruskan pertanyaan. Gadis itu menoleh ke belakang, melihat ke anak kecil itu. Terlihat Kevin tersenyum dan menganggukkan kepalany, kemudian anak kecil itu turun dari boncengan.

__ADS_1


Tiba-tiba dari arah panti, keluar dua orang perempuan yang berhijab. Ketika mereka melihat Kevin bersama Gwen, dua perempuan itu tampak bergegas menghampiri anak kecil itu.


"Kevin... dari mana saja kamu??? Ibu dan kakak-kakak mencarimu kemana-mana." salah satu perempuan itu mendatangi Kevin, dan mencecar anak kecil itu dengan pertanyaan.


"Mohon maaf mbak, kebetulan Kevin dengan saya sejak tadi. Saya yang mengajak anak ini jalan-jalan untuk menemani saya.." merasa kasihan apabila anak kecil itu kena marah, Gwen memposisikan diri menjadi pihak yang mengajak Kevin.


Dua mbak-mbak itu menatap ke arah Gwen. melihat ada gadis berseragam SMA, dan mengenakan Ducati motor yang sangat mahal, keduanya kemudian saling berpandangan. Tetapi akhirnya...


"Tidak sopan jika dilihat orang mbak, silakan mampir dulu yukk ke dalam. Sambil nanti mbaknya sampaikan ke ibu panti, jika sudah pergi membawa Kevin. Karena kami juga tidak tahu mbak, akhir-akhir ini Kevin memang sering pergi meninggalkan panti, tidak tahu kemana tujuannya.." salah satu dari mereka mengajak Gwen masuk.


Gadis itu berpikir sebentar, dan setelah melihat ke arah jam tangannya, yang ternyata sudah lebih di atas pukul 14.00, dan sudah tidak akan terkejar lagi jika akan kembali ke sekolah, akhirnya Gwen menganggukkan kepala. Dua perempuan itu menggandeng tangan Kevin, kemudian membawanya masuk ke dalam. Gwen memasukkan Ducati dengan menuntunnya ke halaman panti, kemudian gadis itu mengikuti masuk ke dalam.


"Kak Gwen... tidak boleh berbohong. Tidak perlu menutupi Kevin kok kak.." setelah melihat Gwen duduk, Kevin mendekati gadis itu.


"Tidak apa Kevin, untuk besok lagi tidak perlu melakukannya lagi ya. Kakak janji, kak Gwen akan sering-sering datang ke panti, dan mengajakmu bermain sayang.." Gwen mengusap kepala Kevin dengan lembut, seakan seorang kakak yang mengusap rambut adiknya.


Tanpa disadari oleh Gwen dan Kevin, seorang ibu-ibu paruh baya keluar dari  ruang dalam. Melihat seorang gadis cantik berseragam yang sedang mengusap anak asuhnya, perempuan itu tersenyum.


"Eh.. ada tamu to ini... ibu sampai tidak tahu.." suara ibu panti itu mengejutkan Gwen. Gadis itu sontak menengadahkan wajah, dan melihat pada perempuan paruh baya itu.


**********

__ADS_1


__ADS_2