
Di dalam ruang pertemuan di Laboratorium Nasional Brookhaven New York terlihat semarak. Malam ini merupakan malam keakraban penyambutan peserta Olimpiade dari beberapa negara. Tetapi hanya dua puluh negara yang join, dan masing-masing perwakilan mengirimkan dua peserta, sehingga jumlah peserta yang bergabung ada 40 orang dari berbagai negara.
“Kita duduk di depan saja yukkk... agar kita lebih focus mengenali siapa nanti mentor, dan yang menjadi evaluator..” Cathy mengajak Gwen dan kedua rekan lainnya menuju ke tempat duduk di depan.
Keempat gadis itu segera menuju ke tempat yang masih kosong, dan mereka beruntung bisa bergabung dalam satu round table, sehingga mereka tidak berpisah. Sambil menunggu acara secara resmi dimulai, ke empat gadis itu berbincang. Namun tiba-tiba…,
“Gwen… is that you…?? Kapan kamu datang..” tiba-tiba dari belakang tempat duduk Gwen, ada yang menyebut namanya.
Merasa kenal dengan suara itu, Gwen menoleh dan melihat keberadaan Chakra sesama peserta Olimpiade dari pulau Bali yang kala itu menduduki peringkat di bawahnya. Senyuman muncul di bibir Gwen, dan gadis itu berdiri untuk menghormati Chakra.
“Aku sudah datang tadi malam Chakra..., oh ya kenalkan ini teman-temanku. Ada Hikata dari Jepang, Cathy dari Taiwan dan ini Selena dari canada..” Gwen segera mengenalkan Chakra pada teman-temannya.
Chakra mengulurkan tangan ke arah tiga gadis itu, dan ketiga teman Gwen itu menyambut uluran tangan tersebut. Melihat masih ada satu kursi kosong pada round table tempat mereka duduk, Gwen menawarkan tempat duduk itu pada anak muda itu.
“Chakra… apakah kamu sudah memilih kursi untuk duduk..? Jika belum, kamu bisa bergabung dengan kami, kebetulan masih ada satu kursi tersisa..” Gwen memberi tahu Chakra.
„Benarkah Gwen... aku tadi sempat bingung mau duduk dimana, karena di dalam mess, aku masih sendiri. Rekan yang lain belum sampai ke kamar, syukurlah aku mendapatkan tempat duduk akhirnya,” Chakra langsung menarik kursi di sebelah Hikata, dan anak muda itu kemudian duduk di kursi tersebut,
Ketiga gadis teman Gwen tersenyum melihat anak muda itu duduk. Mereka kemudian melanjutkan perbincangan mereka. Tidak lama kemudian, terlihat para petinggi laboratorium sudah berjalan memasuki ruangan. Gwen melihat keberadaan Kepala Sekolah sedang berjalan Bersama dengan Menteri Pendidikan negara Indonesia. Dalam hati, Gwen merasa tersanjung karena dirinya tidak dibiarkan sendiri di negara tersebut. Hanya melihat sesama orang Indonesia, terlebih itu adalah Kepala Sekolah tempatnya menuntut ilmu, gadis itu sudah merasa senang,
__ADS_1
“Gwen… bukankah itu bapak Menteri Pendidikan di negara kita… Aku tidak menyangka Bapak Menteri akan hadir disini, untuk mengapresiasi kita…” dari sebelah Hikata, Chakra mengajak Gwen berbicara.
“Benar Chakra.. disamping Bapak Menteri, itu Kepala sekolah tempatku menuntut ilmu. Excited banget bukan...” dengan mata mengerjap berbinar, Gwen menanggapi kata-kata Chakra.
“Hemmhpph… asyik sekali ya jika ada teman satu negara, bisa berbagi cerita nih..” tiba-tiba Cathy menyahuti pembicaraan.
Chakra dan Gwen menoleh ke arah gadis itu. Hikata dan Selena ikut tersenyum mendengar perkataan Cathy. Kebetulan keduanya juga hanya datang sendiri ke negara itu..
“Rejeki orang berbeda Cathy… look at me.. Kita senasib…” Hikata berkomentar atas pernyataan Cathy.
"Ha.. ha.. ha.., kita juga tidak menyangka akan kenal dan bertemu Ketika ikut Olimpiade di Singapura. Aku yakin Hikata juga datang bukan, hanya saja kita tidak sempat bertemu ketika di Singapura...’ Gwen menjelaskan.
„Benar sekali Gwen... kalian beruntung, bisa ketemu dan berbincang. Dan akhirnya bertemu lagi di negara ini..” Hikata menguatkan.
********
Seusai acara, Menteri pendidikan Indonesia dan tuan Chandra, serta Kepala Sekolah Chakra, mendatangi Gwen dan Chakra. Kedua anak muda itu dengan penuh kebahagiaan mendatangi tiga orang penting dari negara mereka itu.
“Hi Gwen… kenalkan ini bapak Menteri Pendidikan...” tuan Chandra mengenalkan Gwen. Setelah mencium punggung tangan Kepala Sekolah, Gwen kemudian mengulurkan tangan mengajak Menteri Pendidikan untuk berjabat tangan. Setelah itu Chakra juga melakukan hal yang sama.
__ADS_1
“Okay… bagaimana keadaan kalian berdua di New York..? Apakah bisa beradaptasi dengan cepat..?” menteri Pendidikan menanyakan keadaan kedua anak muda itu. Orang nomor satu dalam dunia Pendidikan di Indonesia itu, kebetulan sedang ada tugas di Canada. Begitu mengetahui jika ada dua partisipan Olimpiade dari Indonesia, dengan cepat laki-laki muda itu bertolak ke New York,
“Alhamdulillah bisa pak, kebetulan Gwen kesini ditemani keluarga kok, jadi lebih mudah untuk menyesuaikan. Dan keluarga masih berada di negara ini untuk menemani Gwen sampai acara selesai..” Gwen menanggapi kata-kata itu.
“Oh ya… padahal tidak ada cover biaya transportasi untuk pendamping ya. Kamu luar biasa Gwen.. tetap semangat. Jangan berpikir untuk menang dalam Olimpiade ini, tapi pengalaman baru yang lebih kamu utamakan untuk kamu peroleh. Oh ya.. by the way, dimana keluargamu tinggal saat ini. Apakah ada keluarga di New York..?” karena belum tahu latar belakang keluarga Gwen, Menteri Pendidikan bertanya dengan polosnya.
Kepala Sekolah memberi isyarat pada laki-laki muda itu, namun rupanya laki-laki itu tidak melihat kepadanya.
“Keluarga saya tinggal di Pant House Aman Hotel New York pak Menteri… Jika ada kesempatan, mungkin keluarga saya bisa bertemu dengan baik.” Tidak bermaksud untuk pamer, Gwen menjawab jujur pertanyaan itu.
Semua yang berdiri di tempat itu kaget mendengar pernyataan Gwen. Siapapun tahu, di negara manapun tarif kamar Hotel Aman, terbilang sangat tinggi. Tidak semua akan sanggup untuk membayarnya, apalagi keluarga Gwen tinggal di hotel tersebut dengan waktu inap lebih dari dua minggu. Kamar yang dipilihnya juga kamar termahal. Sesaat Menteri Pendidikan terdiam, kemudian beralih menatap ke arah Chakra.
“Kalau saya kebetulan papa asli dari New York pak.. Jadi kami ada rumah keluarga disini, dan karena menikah dengan mama, akhirnya papa dan keluarga saat ini tinggal di Bali.” Dengan wajar, Chakra menanggapi pertanyaan dari Menteri Pendidikan.
“Okay baik-baiklah… Semoga kalian berdua bisa menjalankan tugas berat ini ya. Negara kita Indonesia, bergantung pada kalian berdua.. Selamat beristirahat, karena besok pagi rangkaian acara Olimpiade sudah akan dimulai. Ingat Ketika kalian memegang peralatan laboratorium ya, jangan sampai terjatuh karena aka nada impact yang berpengaruh pada penilaian.” Akhirnya setelah beberapa saat berbincang, Menteri Pendidikan akhirnya mengajak dua Kepala Sekolah pendamping itu untuk meninggalkan tempat tersebut.
Gwen dan Chakra ikut mengantarkan orang-orang penting itu menuju pintu keluar. Setelah memastikan ketiga orang yang kemudian disambut oleh ajudan mereka, kedua anak muda itu segera Kembali menuju ke tempat mereka.
“Gwen… apakah perlu aku antar kamu ke kamar istirahatmu.” Ketika mereka sampai di persimpangan, Chakra bertanya pada gadis itu.
__ADS_1
“Tidak perlu Chakra, hanya dua blok dari perempatan ini saja kok. Kamu ke kamarmu saja sendiri yah..” tidak mau merepotkan Chakra, Gwen bergegas membelokkan langkahnya. Chakra tetap berdiri sampai gwen meninggalkannya sendiri. Setelah memastikan Gwen aman, akhirnya Chakra membalikkan badan, Kembali menuju ke kamarnya sendiri.
*********