Aku Masih SMA

Aku Masih SMA
Chapter 262 "Do you want to marry me"


__ADS_3

Dalam perjalanan pulang..


Sambil mengemudi mobil, Hans tampak beberapa kali mencuri pandang pada gadis yang duduk di sampingnya. Namun terlihat Josephine lebih suka mengalihkan pandangan keluar kaca jendela mobil. Hans berusaha mengecilkan volume radio, kemudian..


“Hempphh… apakah kita akan langsung balik ke office, ataukah kamu akan berencana untuk langsung pulang ke rumah Joshie. Aku akan mengantarmu..” tiba tiba Hans, mencoba memancing pembicaraan gadis yang duduk di sampingnya itu.


Perlahan Josephine menolehkan tatapannya dan melihat ke arah Hans.


Laki laki itu tersenyum manis, namun segera Kembali menatap ke depan. Terlihat jalanan di depannya lumayan mulai ramai.


„Balik ke perusahaan saja Tuan Hans, nanti Joshie akan naik bus saja seperti biasa. Di dekat perusahaan ada halte, dimana aku bisa mencegat bus yang akan lewat ke sekitar apartemenku.” Tampak Josephine mencari alasan untuk menghindar berduaan dengan Hans.


“Tidak bisa begitu Joshie.. Kamu tadi mendengar sendiri kan, apa yang dikatakan oleh Miss Director dan Tuan Barra. Mereka menyampaikan, jika kamu harus pulang ke rumah. Mengingat tadi kamu sudah banyak menghandle para calon konsumen di ball room hotel. Jadi untuk hari ini, Miss Director memberikan waktu istirahat untukmu..” menggunakan nama sahabatnya, Hans mencoba menekan Josephine.


“Mmmmpphh… tapi Tuan, jujur saja Joshie merasa tidak nyaman, jika hanya berdua saja dengan tuan Hans..” dengan gugup, akhirnya gadis itu menyampaikan alasannya.


“Ha.. ha.. ha…  lucu sekali alasanmu Joshie.. Aku ingin mengantarkanmu kemana saja, merawatmu, dan mengajakmu serta adikmu untuk tinggal bersamaku. Apartemen yang kalian tempati tidak aman Joshie, aku tahu itu. Dengan alasan itu, aku ingin membawamu keluar dari tempat itu..” dengan bahasa kiasan, Hans menyampaikan keinginannya.


Josephine terkejut mendengar jawaban yang diucapkan Hans, namun gadis itu seperti berusaha menahan perasaannya. Terlihat gadis itu menarik napas panjang, kemudian menghembuskan lagi dengan perlahan. Beberapa saat kemudian…

__ADS_1


“Tuan Hans… janganlah bersikap terlalu baik dengan saya Tuan.. Joshie tidak mau, nantinya Joshie akan menjadi ge er dengan sikap tuan Hans pada saya dan adik. Kami sudah Lelah dikecewakan Tuan, melanjutkan hidup kami berdua, dan bisa menyekolahkan adik sampai bisa selesai, itu yang menjadi impian saya saat ini Tuan..” akhirnya Josephine memberanikan diri, menyampaikan apa yang ada dalam hatinya.


“Kenapa kamu seperti menahan perasaanmu Joshie.. Jangan takut, dan jangan terlalu berprasangka buruk kepadaku. Jejak digital banyak, atau kamu bisa bertanya pada Miss Gwen, atau Miss Cynthia, mereka berdua adalah teman temanku Ketika kuliah. APa yang aku lakukan kepadamu tulus Joshie..” pelan pelan, Hans berusaha mengatakan perasaannya pada gadis yang duduk di kursi sebelahnya itu.


Terlihat wajah Josephine seperti termangu, dan gadis itu menatap ke wajah Hans. Melihat jalanan di depannya sepi, perlahan Hans mengarahkan mobilnya ke pinggir jalan. Tanpa bicara, Hans menghentikan mobil, dan memasang hand rem. Laki-laki itu ikut memandang gadis di sampingnya.


“Joshie… mungkin semua perlakuanku padamu tidak romantic, karena aku tidak tahu bagaimana harus bersikap romantis pada seorang gadis. Aku belum pernah melakukan pada siapapun..” Hans meletakkan kedua tangan, di atas sisi bahu Josephine, dan berkata pelan


Kedua orang itu saling bertatapan mata, dan Hans tampak mengulum senyum dan tanpa berkedip terus berusaha menatap mata gadis yang ada di depannya. Di satu sisi, Josephine tidak mampu berkata kata, karena hal ini juga merupakan sesuatu yang baru untuknya.


"Do you want to marry me, Joshie..?" tanpa menunggu bagaimana respon gadis itu, Hans langsung berterus terang melamar Joshepine.


“Joshie… aku tidak lagi mencari seorang pacar atau kekasih. Namun aku mencari seorang pasangan hidup, dimana aku akan berjanji padanya selamanya. Untuk itu Joshie, mungkin kamu berpikir aku terlalu tergesa gesa, namun itu adalah pernyataan sikapku. Tolonglah jawab permintaanku Joshie, agar aku tidak terlalu banyak berharap padamu..” Hans terus mendesak kepastian dari perempuan di depannya.


“Mmmppphh… jujur Tuan Hans, aku belum siap untuk menjawabnya. Tuan Hans tahu sendiri bagaimana keadaanku dan adikku..” Joesphine akhirnya berkata kata, meskipun dengan nada lirih,


“Hemppphh.. okay Joshie, Aku akan memberimu waktu selama satu minggu. Jangan pedulikan di belakang, setelah kamu menjadi istriku, aku akan menghandle semua kebutuhan keluarga kita, termasuk urusan adikmu, juga merupakan urusanku..” sahut Hans sambil terus menatap mata jernih Josephine.


Perempuan itu terdiam sebentar, dan setelah menghela nafas, akhirnya..

__ADS_1


“Baik Tuan.. secepatnya aku akan memberikan jawaban pada Tuan Hans. Sekarang, aku mohon, antarkan aku kembali pulang ke apartemen.” Agar dirinya dapat berpikir jernih, akhirnya Josephine minta untuk diantarkan pulang.


Setelah tersenyum dan menganggukkan kepala, akhirnya Hans segera menjalankan mobilnya Kembali. Mereka berkendara Bersama dalam diam.


*********


Batarsheen Elegance Interior


Hans berjalan sendiri memasuki office, dan terlihat halaman parkir mobil sepi, menandakan jika Gwen juga langsung pergi setelah dari acara memberikan materi.  Baru saja laki laki itu berjalan beberapa Langkah masuk ke dalam, tiba tiba..


„Hans.. apakah aku bisa konfirmasi padamu sebentar Hans..” Jacqluinne ternyata sudah berdiri di dekat laki laki itu. Tampak wajah perempuan itu terlihat serius.


„Boleh kak.. apakah ada yang bisa aku bantu..” dengan suara pelan, Hans mengiyakan.


“Begini Hans… aku barusan cek system penjualan Divisi Butik, dan juga beberapa dm di Instagram. Tampaknya terjadi banyak banget permintaan desain, dan beberapa menanyakan tarif baju. Hal ini pasti ada kaitannya dengan apa yang hari ini Miss Director lakukan ya. Aku malah belum action, karena shock mendapatkan banjir permintaan seperti ini..” rupanya Jacqluinne belum sadar diri, jika desain rancangannya memiliki banyak peminat.


Hans tampak menghela nafas, kemudian..


“Semua yang kak Jacqluinne tanyakan itu benar adanya kak. Ternyata pakaian yang dikenakan Miss Director di depan para pemangku kepentingan itu sukses. Ditunjang dengan penampilan Miss yang sangat cantik dan serasi dengan pakaian, dan kemampuan memberikan materi, menambah nilai jual pakaian rancangan kak Jacqluinne, Ternyata ramai sekali yang tertarik dengan rancangan itu, dan yang tadi pesan secara langsung, data ada di tangan Josephine. Besok pasti Joshie akan segera melaporkan pada kakak.” Hans menjelaskan apa yang tadi terjadi di hotel.

__ADS_1


**********


__ADS_2