
Tidak diduga, tiga laki-laki yang duduk dalam satu meja itu tiba-tiba mengangkat kursi dari meja lain. Tidak lama kemudian, sudah ada empat kursi kosong tersedia untuk mereka. Laki-laki yang sejak Gwen datang tadi pagi sudah menyapanya, tersenyum dan kembali mendatangi gadis itu.
„Silakan duduk Miss Gwen Alvaretta… sudah cukup bukan untukmu duduk beserta rombonganmu disini.,” dengan ramah, anak muda mempersilakan Gwen untuk duduk di tempat yang sudah mereka siapkan,
„Hans... Cynthia, duduk yuk, join dengan mereka..” tanpa melupakan dua teman yang datang bersamanya, Gwen mengajak mereka untuk duduk Bersama,
“Terima kasih..” Cynthia segera menempati kursi kosong. Dan ketika Hans akan mengambil kursi kosong yang ada di sebelah Gwen, tiba-tiba Andy memegang pundak Hans dan menariknya ke belakang.
„Jaga jarak dengan Gwen... kursi ini untuk tempatku duduk.” Ucap Andy ketus.Hans menatap tidak suka pada laki-laki itu, tetapi karena tidak mau membuat ribut di tempat itu, akhirnya Hans mengalah. Anak mud aitu akhirnya duduk di samping Cynthia.
Ketiga laki-laki yang menawarkan Gwen dan teman-temannya, kursi untuk duduk tersenyum, dan tidak berhenti menatap Gwen. Sepertinya tiga anak mud aitu tertarik dengan pesona gadis itu.
“Kenalan dulu donk, namaku Ferdy, ini Mike, dan yang sebelah sana Alan.” Laki-laki itu mulai mengenalkan diri dan dua temannya.
„Okay... kalian dari jurusan apa..?” merasa jika ketiga laki-laki itu sudah berbuat baik padanya, Gwen mengajak mereka bicara.
“Kami dari Teknik Mesin Gwen.. Oh ya, by the way, jika kamu tertarik, kita punya komunitas biker lho. Bergabunglah dengan kami, setiap akhir pekan kita sering melakukan touring. Jika kamu mau join, aku akan daftarkan kamu sekarang juga...” tiba-tiba Ferdy membuat tawaran.
“Eits… lancang sekali kalian ini, berani menawarkan pada saudaraku untuk bergabung pada komunitas yang tidak jelas, Aku tidak akan mengijinkannya..” tiba-tiba Andy merasa keberatan, Tapi Gwen segera menatap tajam pada anak muda itu, seakan mengingatkan jika sikap Andy sudah kelewatan. Akhirnya anak muda itu terdiam.
__ADS_1
“Maaf ya Ferdy… kapan-kapan jika aku ada waktu, aku akan bergabung dengan kegiatan touring kalian. Aku akan mengajak pasanganku untuk ikut serta, tetapi untuk join pada komunitas kayaknya aku belum bisa Fer.. Lagian aku juga masih amatir dalam berkendara..” untuk tidak menyinggung tiga laki-laki itu, Gwen merendah.,
Ferdy dan kedua teman laki-lakinya saling berpandangan, tetapi ketiga anak mud aitu menghargai penolakan halus Gwen.
“Tidak masalah Gwen… karena tidak semua orang memang bisa menerima keberadaan komunitas rider. Kami juga menyadari hal itu, karena beberapa di antara kami memang terkadang bersikap seperti raja jalanan, dan tidak jarang membuat keonaran.” Mike ikut menanggapi.
Tidak lama kemudian terlihat pelayan food court mengantarkan makanan pesanan mereka. Gwen yang merasa belum memesan makanan dan minuman, melihat pada pelayan tersebut,
“Aku sudah pesankan makanan dan minuman untukmu Gwen.. Kamu sejak tadi asyik ngobrol, dan melupakan apa tujuan awalmu datang ke food court..” melihat Gwen yang bingung karena ada beef steak dan cola di depannya, Andy menjelaskan.
„Hemmppph... matur tenkyuuuu Andy, kali ini tumben kamu baik deh padaku..” senyum lebar terbit dari bibir Gwen. Gadis itu segera mengambil Cola dan menyesapnya perlahan.
*******
Karena kebetulan, jam selesai kuliah Gwen dan Andy bareng, anak muda itu segera mendatangi Gwen di depan pintu kelas, Sebenarnya hanya ada jadwal dua mata kuliah, namun tiba-tiba dari Ketua kelas menghendaki kelas Gwen untuk berkumpul Kembali di ruangan kelas. Akhirnya, dari food court, Gwen langsung menuju ke dalam kelas Kembali dengan dua temannya.
Melihat kedatangan Andy, kening Gwen berkerut. Padahal Andy ke college menggunakan mobil, dan Gwen menggunakan sepeda motor. Tempat parkir mereka juga berjauhan..
“Hey And… kenapa kamu datang ke kelasku. Bukankah tujuan kita berbeda..” tanpa menghiraukan anak muda itu, Gwen terus berjalan untuk menuju ke tempat parkir.
__ADS_1
„Tidak masalah bukan jika aku menemanimu. Aku mau menemanimu sampai ke tempat parkir motor, ingat pesan kak Barra. Menjadi tanggung jawabku Ketika berada di college, bagaimana keamananmu di kampus ini. Aku tidak mau, banyak cowok-cowok genit mendekatimu, seperti tiga laki-laki tadi.” Dengan santai Andy menjawab, dan menjejeri Langkah Gwen,
Gwen menoleh dan menatap ke wajah adik sepupu suaminya itu, tetapi kemudian Gwen Kembali mengalihkan pandangan. Sepertinya percuma mengajak Andy berdebat, dan gadis itu mempercepat langkahnya. Beberapa saat mereka berjalan dalam diam, dan akhirnya mereka sudah sampai di tempat parkir. Tetapi memang benar yang dikatakan Andy, begitu Gwen berjalan bersamanya, tidak ada mahasiswa laki-laki yang menggodanya. Mungkin mereka mengira, jika Gwen bersama dengan pacarnya.
„Gwen... please, bantu aku ya..” Gwen mengerutkan kening mendengar permintaan Andy,
“Bantuan apaan And…, jangan aneh-aneh dong. Harusnya aku yang minta sama kamu, untuk berhenti menggangguku, dan membiarkanku bergaul di kampus ini secara wajar. Tidak seperti tadi, setiap aku mendapatkan teman baru, kamu selalu merecoki dan menggangguku..” tanpa pikir panjang, Gwen malah menegur anak muda tu.
“Halah cuman kayak gitu saja, kan aku juga jadi tambah teman. Gini Gwen... aku juga pingin naik sepeda motor ke college.. besok pagi kita barengan ya, kita boncengan ke kampus. Dan bilang kak Barra untuk mengijinkan aku beli motor di negara ini, mau ya Gwen... please.” Tidak diduga, sikap Andy barusan seperti anak kecil yang merayu permen pada orang tuanya,
“Ha… ha.. ha.. Andy, Andy… kamu lucu deh, benar-benar lucu. Seperti anak kecil minta mainan pada mamanya. Aku jawab ya permintaanmu, untuk permintaan pertama jawabannya No.... masak kita harus berpelukan di jalanan, tidak. Tapi untuk yang kedua, bisa aku pertimbangkan.” Sambil tertawa terbahak-bahak, Gwen menanggapi permintaan itu.
Ekspresi Andy menjadi tidak enak dilihat, anak muda itu menatap tajam ke wajah Gwen yang masih mentertawakannya.
„Hempph terus saja Gwen..., terus saja mengolok-olokku. Enak sekali kamu naik motor, aku yang harus bawa mobil, Harusnya terbalik bukan..” Andy gantian menyemprot Gwen.
„Oh tidak bisa... kak Barra juga tahu, aku tidak lancar mengemudi mobil. Sejak duduk di High Senior School, aku sudah familiar dengan sepeda motor. Spesifikasi Ducati ini, sama persis dengan Ducatiku yang ada di kota Bogor. Kak Barra tahu semuanya tentang diriku Andy… jadi jangan berharap yang tidak-tidak padaku ya. Pingin boleh, tapi ngiri tidak.. ha.., ha…” Gwen belum bisa menghentikan tertawanya. Gadis itu merasa lucu mendengar apa yang dikeluhkan oleh laki-laki di depannya itu.
***********
__ADS_1