Aku Masih SMA

Aku Masih SMA
Chapter 212 Minta Hadiah


__ADS_3

Helsinki English Montessori Preschool


Di depan sekolah, Gwen sengaja tidak turun dari mobilnya. Gadis itu sengaja untuk melatih kemandirian kedua putranya, sehingga selalu menunggu mereka di dalam mobil, Melihat kedua tangannya melambaikan tangan karena sudah melihatnya, Gwen tersenyum dan turun dari mobil. Kedua tangan gadis itu direntangkan, dan kedua bocah kecil itu masuk ke pelukannya.


“Ayuk segera masuk ke dalam mobil...” Gwen segera meminta kedua putranya untuk masuk ke dalam,


Setelah kedua putranya duduk di car seat, Gwen segera menutup pintu mobil secara perlahan. Perempuan muda itu segera masuk ke belakang kemudi, kemudian segera menginjak pedal gas, meninggalkan halaman sekolah.


“Bagaimana tadi di sekolah sayang... apakah kalian berdua melakukan kesalahan..?” untuk memastikan jika kedua putranya bergaul secara wajar, Gwen memang selalu memantau perilaku putranya.


“No mommy… Bareeq dan Tareeq malah tadi membantu Miss Celine, bisa Menyusun lego dengan nilai Excellent..” dengan bangganya Tareeq menanggapi pertanyaan dari mommy nya.


“Iyakah… hebat kalau begitu. Kalian mau minta hadiah apa dari mommy... pasti mommy akan memberikannya untuk kalian berdua..” dengan tetap focus mengemudi, Gwen berkomunikasi dengan putra kembarnya.


“Week end nanti, kita main ke Play Ground saja momm… Kami berdua, sudah lama tidak diajak mommy dan papa untuk bermain kesana..” Bareeq menyahut.


Gwen tersenyum kecut, memang sejak keberangkatan mereka ke Canada, dan sampai saat ini, mereka tidak memiliki quality time. Suaminya Barra harus lebih banyak menghabiskan waktu di perusahaan, karena selain meng handle perusahaan di Helsinki, juga masih memantau beberapa perusahaan milik papanya. Tentu saja kedua putranya merasakan perubahan itu, dan menginginkan untuk mereka pergi Bersama.


“Kok mommy diam… Jika mommy dan papa tidak bisa, dibatalkan juga tidak apa apa momm.. Kita masih bisa melakukannya di lain waktu..” seperti orang dewasa, melihat mommy nya terdiam, Bareeq meng cancel keinginannya.


“Tidak apa sayang… kita pasti akan pergi. Nanti malam, mommy akan menyampaikan pada papa perihal ini.. Setiap prestasi kalian, harus mendapatkan apresiasi sayang...” agar kedua putranya tidak kecewa, Gwen langsung memastikan.


“Terima kasih mommy… mommy memang yang paling baik, the best..” kedua anak itu tampak gembira mendengar jawaban dari mommy nya.

__ADS_1


“Okay… karena mommy sudah berjanji, sekarang kalian beri hadiah pada mommy dong. Kalian bisa menyanyi, untuk mengiringi mommy mengemudikan mobil..” melihat keceriaan kedua putranya, tidak ada yang diinginkan lagi oleh Gwen,


Kebahagiaan dalam rumah tangganya, kedua putranya dalam keadaan baik dan sehat merupakan keinginan terbesarnya.


“Baik mommy…”


Tareeq dan Bareeq mulai menyamakan nada suaranya. Tidak lama kemudian, suara putra kembar Gwen dan Barra yang merdu memenuhi mobil yang dikemudikan Gwen. Sesekali, Gwen ikut bernyanyi Bersama dengan putranya. Perjalanan selama tiga puluh menit untuk menuju ke tempat tinggal mereka menjadi tidak terasa.


“Mommy… kita sudah sampai di rumah…” melihat gerbang masuk ke rumah, sudah terlihat Tareeq berteriak.


“Iya momm… Bareeq akan langsung beristirahat siang ini.. Barulah pada pukul 14.00 p.m, Bareeq akan kembali bermain dengan mommy..” Bareeq ikut merespon.


Gwen dan Barra memang membiasakan kedua putranya untuk rutin tidur di siang hari. Karena terkadang, Ketika malam banyak acara yang harus mereka lakukan. Untuk mencegah agar mereka tetap segar, maka Gwen membiasakan untuk membuat aturan harus tidur siang.


**********


Gwen sengaja menunggu suaminya Barra sampai pulang ke rumah. Jam di dinding sudah menunjukkan pukul sepuluh p.m, namun suaminya belum datang juga. Berkali-kali Gwen melihat kea rah jarum jam, kemudian keluar masuk kamarnya. Namun suaminya belum datang juga. Mau menelpon, malah khawatir jika suaminya malah menjadi was was.


“Tumben sekali sampai jam segini, kak Barra belum sampai ke rumah.. Apa masih ada kesibukan di perusahaan ya, jam segini..?” Gwen bertanya tanya.


Berusaha untuk bersikap tenang, tapi Gwen masih tidak bisa menghentikan rasa khawatirnya. Tiba-tiba samar-samar, Gwen mendengar ada suara mobil berhenti. Gadis itu bergegas keluar kamar, dan melihat sampai ke ruang tamu. Ternyata beneran suaminya datang, dan ketika laki-laki itu baru masuk ke ruang tamu, Gwen segera menyambut dengan pelukan..


“Hey… ada apa honey…? Apakah ada yang salah..?” bukannya merasa senang, tapi sikap istrinya malah membuat Barra terkejut.

__ADS_1


Laki-laki membalas pelukan istrinya beberapa saat, baru kemudian melepaskan pelukan itu. Dengan tatapan khawatir, Barra melihat ke arah istrinya..


“Jam segini kenapa baru sampai rumah kak.. Gwen khawatir sejak tadi tahu.., tidak biasanya kakak pulang jam segini, tanpa memberi tahu sebelumnya lagi..” gadis itu cemberut memprotes sikap suaminya.


Terlihat Barra tersenyum dan mengambil nafas Panjang.. Kemudian laki-laki itu malah mengangkat istrinya dengan bridal style, dan membawanya ke lantai dua. Para maid yang melihat kemesraan pasangan suami istri itu hanya tersenyum dan geleng geleng kepala. Kedua orang itu memang sering menunjukkan kemesraan mereka di dalam rumah ini, jadi para maid tidak terkejut melihatnya.


Sesampainya di kamar, Barra merebahkan tubuh istrinya di atas ranjang, dan Gwen tersenyum malu.. Kemudian..


“Honey… mendadak tadi ada perwakilan dari perusahaan papa yang ada di Canada, mampir menemuiku di perusahaan. Kebetulan mereka sedang ikut conference, diundang untuk memberikan best practice. Karena mendadak, aku lupa untuk memberi kabar honey..” Barra menjelaskan alasan keterlambatan pulang.


“Ga pa pa kak,, yang penting sampai rumah dalam keadaan sehat. By the way.. mau disiapkan minum apa kak, biar Gwen buatkan..” berpikir jika suaminya lelah, Gwen menawarkan untuk membuatkan minuman.


„Aku akan langsung mandi saja honey.. tidak perlu membuatkan minum. Habis mandi aku akan langsung tidur saja malam ini..” Barra kemudian berdiri, dan melakukan peregangan ke kiri dan ke kanan. Laki-laki itu terlihat sangat letih, kemudian segera masuk ke kamar mandi, meninggalkan Gwen yang masih berbaring.


Melihat suaminya membersihkan diri, Gwen kemudian beranjak dari atas ranjang, untuk menyiapkan baju ganti suaminya. Gadis itu segera masuk ke wardrobe untuk mengambil piyama untuk berganti suaminya. Setelah mengambil satu set, Gwen segera meletakkan piyama itu di atas ranjang.


“Kasihan kak Barra… urusan perusahaan di Helsinki saja sudah membuatnya Lelah, masih ditambah dengan beberapa perusahaan papa.. Seharusnya Kayla, atau paling tidak Aldo ikut membantunya..” sambil menyiapkan air mineral untuk suaminya, Gwen bergumam sendiri,


“Atau mungkin aku akan mengajak Kayla untuk berbincang ya… pelan-pelan aku akan menyampaikan keadaan ini. Kasihan kak Barra.. jika seperti ini terus menerus..”


Setelah meletakkan gelas berisi air mineral di atas meja, gadis itu kembali duduk di atas ranjang sambil menunggu suaminya selesai mandi. Meskipun tubuh Gwen juga merasa lelah, namun gadis itu tetap menunggui suaminya, dan akan menunggu untuk tidur bersama.


***********

__ADS_1


__ADS_2