
Hari berikutnya
Nyonya Santa mengajak Gwen untuk berjalan ke mall yang ada di kota Helsinki. Perempuan paruh baya itu menilai pakaian yang dikenakan menantunya terlalu casual, dan perempuan itu juga belum pernah melihat Gwen mengenakan rok Ketika Bersama dengannya. Butik langganan Nyonya Santa menjadi tempat yang akan mereka tuju, yang kebetulan juga memiliki cabang di mall yang akan mereka kunjungi. Mall of Trisla Pasila merupakan lokasi yang akan mereka datangi, dan tampak driver mengemudikan mobil kea rah mall tersebut.
“Kemana agenda suamimu pagi ini Gwen... apakah kamu mengetahuinya. Tadi mama lihat, Barra bersama Andrew pergi berdua menggunakan mobil Porsche.” Dalam perjalanan Nyonya Santa bertanya pada menantunya.
„Mmmmphh... maaf mam... Gwen tidak tahu, dan selama ini juga tidak pernah bertanya tentang urusan kak Barra..” dengan santai, gadis itu menanggapi pertanyaan dari mama mertuanya.
Gadis itu memang sejak dahulu tidak pernah kepo dengan urusan orang lain, hanya focus dengan urusannya sendiri. Tetapi hal itu terlihat seperti sesuatu yang aneh bagi mama mertuanya. Nyonya Santa tersenyum kemudian melihat ke arah menantunya..
“Apakah tidurmu terlalu pulas sayang… sampai tadi pagi aku tidak melihatmu keluar mengantarkan Barra keluar…?” perempuan paruh baya itu seperti memancing informasi dari gadis itu.
“Iya mam… sepertinya Gwen terlalu capai dan mengantuk untuk bangun pagi. Terkadang sih.. Gwen menemani kak Barra sarapan, tapi terkadang juga tidak. Kak Barra tidak pernah mengharuskan Gwen untuk menemani sih mam... jadi yah..., sering terjadi kak Barra hanya sarapan pagi sendirian.” Tidak tahu jika jawabannya kurang berkenan di hati mama mertuanya, Gwen masih santai menjawab.
Nyonya Santa kembali tersenyum masam, perempuan itu tampak berpikir mempertimbangkan sesuatu. Tampaknya Nyonya Santa ingin memberi tahu Gwen, tetapi jangan sampai menyinggung gadis itu. Setelah beberapa saat...
„Gwen sayang, menantu mama yang cantik dan polos.. Memang sih.. kadang yang tersirat itu tidak perlu untuk terucap maupun tersurat. Tetapi kita harus berusaha untuk menterjemahkan keinginan dari laki-laki kita. Bisa saja… Barra masih sungkan terhadapmu sayang… jadi secara eksplisit tidak memberi tahu padamu, jika anak itu ingin ditemani.” Perlahan Nyonya Santa mencoba memberi tahu menantunya.
Gwen mengangkat wajahnya menatap mama mertuanya. Nyonya Santa tersenyum dan menganggukkan kepala…
__ADS_1
“Pesan mama cantik… cobalah, dampingi suamimu dalam kesempatan apapun. Jangan sampai karena ingin diperhatikan oleh istrinya, Barra harus mencarinya dari perempuan yang lain.. Jangan sampai itu terjadi sayang… mama juga akan sangat menyayangkannya.” Lanjut mama dari suami Gwen.
“Ap aitu perlu mam… nanti kak Barra malah bisa terganggu dengan kehadiran Gwen.. Jika kak Barra ada perempuan lain yang perhatian, bukankah tugas Gwen malah menjadi berkurang.” Dengan sangat polosnya Gwen menanggapi pesan yang disampaikan mama mertuanya,
“Bukan hanya sekedar kalian duduk berdua di meja makan sayang... kalian bisa manfaatkan quality time berdua. Dengan duduk bersama, kalian bisa berkomunikasi, dan bahkan jika perlu sesekali pergilah ke perusahaan suamimu. Kejutkan dengan sentuhan-sentuhan kecil.., perhatian lebih yang bisa mengejutkannya. Mama yakin, hal itu akan lebih merekatkan hubunganmu dengan suamimu..” tanpa bosan dan tanpa amarah, Nyonya Santa memberikan pengetahuan baru untuk gadis itu,.
Nyonya Santa sangat maklum dengan semua yang dilakukan Gwen, karena perempuan itu tahu bagaimana masa lalu putri menantunya itu. Tidak mudah hidup dan tumbuh di antara laki-laki di rumahnya. Hanya dengan asisten rumah tangga saja, Gwen bisa mengetahui sisi-sisi alami seorang perempuan.
“Mmmmpph… terima kasih mam.., maafkan Gwen yang belum bisa menjadi istri yang baik untuk kak Barra. Suatu saat, Gwen akan mencobanya..” akhirnya gadis itu mengiyakan untuk melakukan nasehat dari mama mertuanya.
**********
Mall of Trisla Pasila
“Apa yang akan kamu cari Gwen...?” melihat gadis itu melepaskan gandengan tangannya, Nyonya Santa bertanya tentang tujuannya.
“Snack mam… Gwen sudah sangat kangen banget dengan meal dari Indonesia dan Malaysia. Bentar ya mam… Gwen akan mencarinya sebentar..” gadis itu bergegas meninggalkan mama mertuanya.
Nyonya Santa hanya geleng-geleng kepala melihat kelakuan dari gadis itu. Masuk di merchant dengan target pasar anak-anak muda usia teens, malah membuat perempuan paruh baya itu merasa kebingungan. Namun untuk menyenangkan hati menantunya, Nyonya Santa hanya diam dan menunggu gadis itu di kursi yang ada di pinggir shop. Untuk menunggu waktu, perempuan paruh baya itu melihat-lihat reels Instagram.
__ADS_1
“Mama… Gwen sudah selesai nih...” tiba-tiba Nyonya Santa dikejutkan dengan kedatangan menantunya. Di tangan gadis itu sudah memegang paper bag dengan warna dominan kuning.
“Apa yang kamu dapatkan sayang..” dengan senyum tulus, perempuan itu bertanya pada menantunya.
„Ini mam... Naraya Spicy Mixed Nuts, dan Milo Cube. Gwen sangat menyukainya, dan selama berada di luar negeri, sudah tidak menikmatinya lagi.”Gwen membuka paper bag dan menunjukkan isi pada mama mertuanya. Tanpa malu, gadis itu langsung mengambil milo cube kemudian membuka dan memasukkan ke mulutnya.
“Baiklah karena kamu sudah mendapatkan snack kesukaanmu, sekarang ikuti mama yah sayang.. Kita akan ke butik langganan mama dan papa..” dengan cepat, Nyonya Santa kembali menggandeng tangan menantunya,
Tidak banyak bicara, sambil terus mengunyah milo cube, Gwen mengikuti mamanya. Beberapa saat mereka berjalan dan naik ke lantai tiga, akhirnya Nyonya Santa membawa putri menantunya memasuk sebuah butik Armany Women.. Para pelayan di butik itu segera menyambut kedatangan dua perempuan itu, dan mempersilakan mereka untuk segera masuk ke dalam.
"Good afternoon Madam... welcome to Armany Women Boutique... We will serve all your needs," sapa pelayan butik dengan ramah.
“Okay… kami akan duduk di ruang transit. Sediakan koleksi terbaru butik ini, sesuai dengan ukuran gadis ini..” Nyonya Santa segera memberikan perintah pada perempuan itu.
„Siap Madam... mohon untuk menunggu sebentar! Saya dan beberapa staf akan membawakan pesanan Madam ke tempat ini..” setelah membungkukkan badan, pelayan itu segera meninggalkan Nyonya Santa dan Gwen.
Gwen mengedarkan pandangan ke sekeliling tempat itu. Sebuah butik yang sangat mewah, dan tampak furniture yang digunakan terlihat sangat mewah,
“Mama sudah sering ke butik ini ya Mam… Kalau untuk Gwen sih... model bajunya terlalu feminin, seperti membatasi ruang gerak si pemakainya..” tiba-tiba Gwen menyampaikan kurang sukanya terhadap koleksi butik tersebut,
__ADS_1
„Lihat dululah sayang... nanti kamu bisa menentukan pilihan..” dengan sabar Nyonya Santa menanggapi keberatan menantunya.
***********