Aku Masih SMA

Aku Masih SMA
Chapter 179 Bertemu Uncle


__ADS_3

Barra yang baru saja turun dari pesawat setelah menempuh perjalanan dari Swiss, bergegas menuju ke lounge. Laki-laki itu bermaksud untuk mengambil hot coffee untuk mengurangi rasa kantuknya, dan baru berniat untuk melanjutkan perjalanan menuju ke rumah. Begitu petugas front line melakukan scanning member card, laki-laki itu langsung berjalan menuju excecutive lounge.


“Siapakan hot black coffee, dan beef steack…!” melihat seorang waiters mendatanginya, Barra langsung memberi perintah.


“Baik Tuan… mohon tunggu sebentar, saya akan menyiapkannya..” waiters itu bergegas pergi untuk menyiapkan pesanan dari VVIP member itu.


Laki-laki itu langsung membanting tubuhnya di atas sofa, dan tanpa ragu Barra duduk berselonjor sambil duduk bersandar pada sandaran sofa. Sejenak laki-laki itu mengedarkan pandangannya, dan mata laki-laki itu tertarik melihat keberadaan dua anak kecil laki-laki, yang tampak mengambil beberapa makanan kecil. Tanpa ragu, kedua anak itu mencicipi makanan itu. Melihat keduanya, tanpa sadar Barra tersenyum,


“Hempphh… anak-anak itu sangat lucu dan menggemaskan. Aku jadi teringat kandungan istriku Gwen... Mungkin jika janin itu berkembang, dan lahir bisa jadi sudah seusia anak-anak itu..” dalam hati, ada rasa nyeri ketika laki-laki itu kembali teringat dengan istrinya.


„Bareeq... help me please.. Tareeq tidak bisa membukanya…” tiba-tiba salah satu anak kecil itu tampak memberikan butter pack kecil pada anak kecil lainnya.


“Aku coba ya… tapi aku juga tidak tahu sih, aku bisa membukanya atau tidak..” anak kecil satunya mengambil butter pack itu, dan mencoba membukanya.


Dari tempat duduknya, Barra yang berencana akan memejamkan mata malah melihat ke arah mereka. Kelucuan dan kepolosan dua anak itu menarik perhatian dari laki-laki itu. Tanpa sadar, sambil tersenyum, Barra mengamati tingkah laku dua anak itu. Beberapa saat kemudian..


“Maaf Tareeq… Bareeq tidak bisa membantu. Tutupnya sangat sulit, kita harus minta bantuan orang yang lebih dewasa…” Bareeq akhirnya menyerah. Kedua anak itu mengedarkan pandangan ke sekeliling ruangan, untuk mencari pertolongan.


“Kita kembali ke meja mommy saja, kita minta bantuan pada mommy..” salah satu anak mengajak untuk kembali ke mommy nya.


„Biarkan mommy istirahat dulu Tareeq... apakah kamu tidak lihat, mommy sedang memejamkan mata. Berarti mommy tengah tertidur..” dua anak kecil itu tampak berdebat.


Sampai beberapa saat dua anak itu belum menemukan jalan keluar. Tiba-tiba...


„Hi.. apakah kalian membutuhkan bantuan..?” Barra tiba-tiba sudah berdiri di dekat dua anak kecil itu, dan tanpa diminta laki-laki itu menawarkan bantuan.

__ADS_1


“Hi juga… Uncle mau membantu kami... Jika iya, terima kasih..” dengan celoteh lucunya, Tareeq memberikan butter pack pada laki-laki itu.


Barra tidak menjawab, tetapi tangannya langsung mengambil butter, kemudian menarik tutupnya dengan cepat. Tidak lama kemudian..


“Wah enak ya jadi laki-laki dewasa... bisa dengan mudah melakukan sesuatu. Uncle hebat, dan sangat baik hati.. Apakah Uncle sudah memiliki anak..?” Barra kaget mendengar pertanyaan anak itu.


Tiba-tiba saja Barra Kembali teringat dengan kehamilan istrinya yang kala itu meninggalkannya sendiri. Tetapi tidak diduga, Barra tersenyum dan dengan mantap menganggukkan kepalanya.


“Sayang sekali… padahal…” terdengar Bareeq bersuara lirih. Tampak ada semburat kecewa dalam pandangan anak itu..


Barra kemudian berjongkok, dan mengusap kepala dua anak kecil itu...


„Sayang sekali... apa yang kalian sayangkan dua jagoan..” tidak tahu sebabnya, ada kaingin tahuan dari Barra Ketika mendengar perkataan dari Bareeq.


“Uncle ini baik sekali, tadi kami sempat berpikir jika Uncle ini masih belum memiliki anak. Karena kam berdua mau menjadi anak-anak dari Uncle. Mommy pasti akan sangat senang, ternyata kami sudah bisa mencari papa sendiri..” dengan senyum kecewa, terdengar Bareeq menanggapi kata-kata dari laki-laki dewasa itu.


„Ha.. ha... ha..., kalian ini lucu dan sangat polos...” tanpa bisa ditahan, Barra tertawa terbahak-bahak mendengar kata-kata polos dan lucu dari dua anak itu. Beberapa orang di sekitar mereka, tampak melihat ke arah mereka bertiga, namun tampaknya Barra mengabaikan tatapan mereka.


„Kenapa Uncle malah tertawa... kami bicara apa adanya Uncle. Mommy sepertinya sudah terlalu sering berbohong pada kita. Mommy pernah berjanji, akan mendatangkan papa untuk kami. Namun… sampai saat ini, mommy tidak pernah menepatinya. Tidak salah kan, jika kami mencari mommy sendiri..” dengan tanpa rasa bersalah, tampak Bareeq mencoba menjelaskan.


Lama kelamaan, mendengar celoteh dua anak itu, yang tampak ada kesedihan di mata mereka, Barra berusaha menahan tawa dan senyumnya. Tanpa sadar, tangan laki-laki itu mengusap kepala mereka.


“Apakah jika Gwen melahirkan putra kami, hal ini juga yang akan dirasakan dan ditanyakan oleh putraku… Dia kesepian, dan tumbuh besar tanpa papa..” laki-laki itu jadi bertanya dalam hati.


“Bareeq.. kita gagal lagi mencari papa untuk kita...” terlihat suara polos dari salah satu anak. Barra tersentak, tidak pantas jika dia malah tertawa di tengah harapan kedua anak itu.

__ADS_1


Tanpa sadar, kedua tangan Barra memegang pundak kedua anak itu, dan menatapnya dengan perasaan iba.


„Apakah papa kalian sudah meninggal, atau mommy kalian sudah berpisah…?” merasa iba, Barra bertanya pada keduanya..


“Mmmmppph… mommy tidak pernah bercerita pada kita... Tapi kata nanny di mansion.., mommy dibawa opa ketika mommy hamil kita. Selanjutnya tidak ada yang tahu, siapa dan ada dimana papa kita..” dengan muka tertunduk, dua anak itu memberikan tanggapan.


„Hempphh... tetap semangat ya jagoan kecil, Uncle yakin kalian pasti akan bertemu dengan papa kalian suatu saat nanti. Ada dimana mommy kalian saat ini...” tidak mau melihat kedua anak itu bersedih, Barra bermaksud akan mengantarkan dua anak kecil itu pada keluarganya.


Laki-laki itu berdiri, namun tidak melihat siapapun yang bertanggung jawab pada Baareeq dan Taareeq. Tiba-tiba..


„Tuan Bareeq... tuan Tareeq... mommy mencari kalian berdua. Kita Kembali ke sofa, kasihan mommy...” terlihat dua nanny mendatangi dua anak kecil itu,


Barra merasa lega melihat dua anak kecil sudah bertemu dengan pengasuhnya.


“Kembalilah jagoan… temui mommy mu, karena kamu harus menjaga mommy.” Barra menyemangati kedua anak kecil itu.


„Baik Uncle... terima kasih bantuannya. Kami akan kembali untuk menjaga mommy..” dengan lucunya, Bareeq berceloteh.


Kedua anak kecil itu melambaikan tangan, dan Barra membalas lambaian mereka sambil tersenyum. Dari belakang, Barra melihat kedua anak kecil itu menuju ke sebuah sofa, dan perempuan mengenakan niqab menyambut kedatangan kedua anak itu. Melihat tubuh mommy dua anak tadi, Barra tertegun sesaat, tapi…


“Barra kendalikan pikiranmu.. Mommy kedua anak itu memiliki postur tubuh sama dengan postur tubuh Gwen...Tapi dia berbeda, karena berpakaian tertutup seperti itu..” seperti ada yang berbisik dalam hati laki-laki itu.


Akhirnya Barra hanya mengambil nafas Panjang.., kemudian melanjutkan Kembali menghabiskan kopi hitamnya.


********

__ADS_1


__ADS_2