Aku Masih SMA

Aku Masih SMA
Chapter 143 Merayu Barra


__ADS_3

Siang Harinya


Di kantor, Barra yang sedang memimpin rapat koordinasi dengan para manajer divisi kaget. Sekretaris pribadinya memberikan informasi jika ada seorang perempuan cantik, sedang menunggunya di ruang transit. Merasa tidak memiliki janji dengan siapapun, Barra meminta agar perempuan itu menunggu sampai dirinya selesai memimpin rapat. Ketika rapat sudah selesai…


“Tuan Barra… apakah tamu yang ingin bertemu dengan tuan, sudah boleh saya persilakan masuk..?” Kembali sekretaris mengingatkan pada laki-laki itu.


“Hemppphh… boleh, tapi ingat sampaikan padanya, jika aku hanya memiliki waktu pendeka untuk menemuinya. Banyak agendaku hari ini, dan jam 16.00 p.m aku sudah harus bergegas untuk pulang.” Dengan malas, Barra menanggapi pertanyaan itu.


“Baik tuan… apakah tamu saya persilakan untuk masuk ke ruang kerja Tuan Barra, ataukah saya persilakan untuk menunggu di ruang tamu perusahaan saja..” agar tidak keliru, sekretaris Kembali menanyakan tempat pertemuan.


Barra terdiam sejenak, tapi Kembali laki-laki itu mengingat istrinya Gwen di rumah.


“Jangan bawa ke ruang kerjaku, aku akan menemuinya di ruang tamu perusahaan saja, Sesaat lagi, aku akan menuju ke tempat itu..” dengan tegas, sambil mematikan gadget di depannya. Barra memberikan tanggapan.


“Siap tuan..” sekretaris itu kemudian berjalan meninggalkannya.


Barra masih merapikan tas kerjanya, dan menyimpan gadget ke dalam tas tersebut. Setelah merasa semua perlengkapan pribadinya sudah masuk ke dalam tas, laki-laki itu kemudian berdiri.


“Aku harus menemui tamu tidak diundang itu, karena pukul 15.00 p.m aku sudah harus kembali ke rumah. Tidak tahu mengapa, aku sangat merindukan istriku. Gwen terlalu menggemaskan, dan aku sangat merindukannya.” Sambil berdiri, Barra tersenyum mengingat wajah imut istrinya.


Perlahan, laki-laki itu kemudian melangkahkan kakinya menuju ke pintu keluar.

__ADS_1


************


Sesampainya di pintu ruang tamu perusahaan, kening Barra berkerut. Laki-laki itu menatap punggung seorang perempuan yang duduk membelakanginya, dan dari aroma parfumnya, Barra jadi mengingat seseorang.


“Hempphh… aroma parfum ini, seperti yang biasa dipakai Jacqluinee di masa lalu. Apakah perempuan itu adalah Jacqluine…?? Jika iya, dari mana dia tahu perusahaanku berada di negara ini.” Barra terlihat berdiri bengong, dengan banyak pikiran berkelebat.


Tiba-tiba saja, perempuan itu merasakan jika ada seseorang yang mengamatinya dari belakang. Perlahan, perempuan itu menoleh, dan ketika melihat laki-laki yang sedang dinantinya sejak tadi berdiri di belakangnya, senyum cerah terbit dari mulut perempuan itu.


„Barra... aku sangat merindukanmu..” perempuan yang ternyata adalah Jacqluinee itu berdiri, kemudian melangkahkan kaki menghampiri laki-laki yang tertegun menatapnya.


Barra memundurkan kakinya satu Langkah ke belakang, Ketika Jacqluine berusaha untuk memeluknya. Laki-laki itu berusaha menjaga jarak dari perempuan itu..


“Jacqluine… kendalikan dirimu. Saat ini kamu berada di perusahaanku, dan aku harus menjaga image sebagai seorang leader yang baik. Apalagi ada istri yang menantiku di rumah, jadi aku tidak bisa seenaknya bersentuhan dengan perempuan lain..” ketika melihat Jacqluine semakin mendekat padanya, Barra membuat peringatan.


“Duduklah di kursi itu Jacqluine, kamu adalah tamuku hari ini. Jadi aku tidak akan membiarkanmu berdiri...” Barra kemudian melangkahkan kaki menuju ke sofa tamu.


Untuk menjaga jarak dengan perempuan itu, dengan menggunakankan tangannya, Barra memberi isyarat pada Jacqluine, agar gadis itu duduk di depannya. Dengan muka kesal, Jacqluine mengikuti arahan dari Barra. Gadis itu segera duduk di kursi yang ditunjuk oleh Barra.


“Bagaimana kamu bisa tahu Jacqluine, jika disini adalah perusahaanku..” masih merasa bingung dengan perempuan itu, Barra bertanya tanpa basa basi.


“Kamu masih terlalu merendah sayang... Siapa di negara Finlandia, terutama kota Helsinki yang tidak tahu pengusaha muda dari Asia.. Sangat mudah untuk menemukanmu sayang, dan akhirnya aku bisa sampai di perusahaan ini..” dengan genit, dan kerling mata menggoda, Jacqluine terlihat merayu Barra.

__ADS_1


Laki-laki itu tersenyum pahit, kemudian...


„Hemmpphh... terserah saja apa yang mau kamu katakan tentangku Jacqluine.. Hanya saja, aku tidak suka mencampur adukkan urusan pribadi, dengan urusan perusahaan. Semua yang datang ke perusahaanku, aku akan memperlakukannya sebagai tamu perusahaan, bukan sebagai tamu pribadi..” terlihat Barra mencoba membangun sekat jarak antara keduanya.


Gadis itu tidak tersinggung dengan ucapan Barra, malah semakin bersikap menggoda laki-laki itu.


“Barra sayang… jika kamu tidak berkenan aku datang ke perusahaan ini. Kenapa kamu tidak mengundangku untuk datang ke rumahmu sayang… Atau, kitab isa keluar, dan kita bertemu di hotel tempatku menginap. Tidak ada Batasan, di hotelku..” ucapan Barra, malah menjadi senjata bagi Jacqluine untuk membawa keluar Barra.


“Kamu sudah keterlaluan dengan kata-katamu Jacqluine. Mungkin kamu masih ingat, ketika terakhir kali kita bertemu, dan di depan istriku aku sudah mengatakan, jika hubungan kita sudah berakhir. Aku harap kamu tidak melupakan hal itu. Saat ini, statusku adalah sebagai seorang laki-laki yang sudah beristri, dan aku tidak mau terlibat dengan seseorangpun di masa lalu. Terlebih itu adalah kamu Jacqluine..” tanpa memandang Jacqluine adalah tamu dari negara yang sama, Barra tampak membangun batas yang jelas di antara keduanya.


Wajah Jacqluine terlihat marah, tetapi perempuan itu masih berusaha untuk menahannya. Tanpa berkedip, perempuan itu terus menatap wajah Barra dengan mengulum senyum. Tampaknya Jacqluine masih mencob auntuk bersabar.


“Maafkan Barra sayang…, jika kata-kataku mengingatkanmu pada kejadian ketika aku meninggalkanmu. Tapi kedatanganku kali ini.., aku ingin memperbaiki lagi sikapku. Aku siap untuk mengabdikan hidupku untukmu sayang...” dengan tidak tahu malu, Jacqluine mengucap janji.


„Tutup mulutmu Jacqluine.. tinggalkan perusahaanku sekarang juga. Atau aku akan meminta security untuk menarikmu keluar. Kisah kita sudah usai, Ketika kamu meninggalkanku tanpa kata. Dan saat ini, hanya ada Gwen gadis kecilku dari masa lalu, yang akan menghangatkan kehidupanku di masa depan. Pergilah.., sebelum habis kesabaranku..!” tidak tahu mengapa, Barra merasa jijik dengan kata-kata yang keluar dari bibir Jacqluine.


Wajah perempuan itu menjadi merah, merasa malu karena direndahkan dirinya di depan laki-laki yang dicintainya itu. Jacqluine tiba-tiba berdiri...


„Baiklah Barra... kali ini aku mengalah, karena aku tidak mau merendahkan namamu di depan anak buahmu. Tapi aku pasti akan bisa membawamu kembali padaku... tunggu saja Barra.. Kamu pasti akan jatuh di sisi ranjangku..” dengan tersenyum smirk, Jacqluine seperti mengucap janji.


„Perempuan tidak tahu diri, sudah kehilangan malu dirimu rupanya. Pergilah dari hidupku Jacqluine.. tidak ada lagi namamu dalam sudut hatiku. Jika kamu tidak pergi sekarang juga, aku akan memanggil security sekarang juga..” Barra mengangkat pesawat telpon yang ada di sampingnya, untuk mengancam Jacqluine.

__ADS_1


“Kamu sudah gila Barra… lihat saja nanti balasanku kepadamu…” rupanya amarah juga menguasai Jacqluine. Perempuan itu kemudian berjalan keluar meninggalkan Barra sendiri di dalam ruangan.


***********


__ADS_2