Aku Masih SMA

Aku Masih SMA
Chapter 150 Perasaan Cemburu


__ADS_3

Di rumah puncak bukit


Sejak memasuki malam, Gwen merasa bingung mencari ponselnya. Gadis itu merasa jika tidak menggunakan ponsel sejak kepulangannya dari kampus. Gwen mencoba mengingat, tempat mana saja yang disinggahinya tadi. Beberapa kali mencoba mengingatnya, Gwen belum menemukan jawaban.


“Tadi di kelas Ketika Mr. Jack memberi materi, aku sempat membuka aplikasi untuk melihat-lihat desain yang sudah jadi. Apa tertinggal di loker kelas ya…” Gwen berpikir terakhir kali gadis itu membuka ponsel.


“Aku tidak boleh memberi tahu kak Barra,  bisa-bisa heboh dan malam ini aku akan diajak ke kampus, untuk mencari ponselku yang tertinggal.” Akhirnya Gwen berusaha menunggu sampai keesokan harinya. Kebetulan gadis itu ada kelas jam delapan pagi di laboratorium, dan Gwen berniat untuk berangkat lebih pagi ke kampus.


Seperti tidak terjadi apa-apa, Gwen segera Kembali menghampiri suaminya yang sudah siap untuk berangkat tidur. Melihat kedatangan istrinya, Barra meletakkan gadget di tangannya dan menatap ke arah Gwen.


“Apakah sudah akan istirahat honey… aku akan menemanimu jika honey sudah mengantuk.” Dengan suara lembut, Barra bertanya pada istrinya.


“Belum sih kak, hanya pingin baringan saja. Punggung Gwen rasanya pegal, sejak dari kampus dan sampai  rumah, banyak tugas kuliah yang harus Gwen segera selesaikan. Tapi jika kak Barra sudah ingin berangkat tidur, Gwen akan menemani.” Gadis itu menaikkan tubuhnya ke atas ranjang.


“Hempphh… ya sudahlah, aku akan menyelesaikan beberapa notice yang belum aku cermati. Kemarilah honey… “ tangan Barra memegang pundak istrinya, dan meminta Gwen untuk lebih mendekat padanya.


Tanpa suara, Gwen mengangkat leher dan kepalanya, dan Barra meletakkan kepala istrinya di dadanya. Setelah memastikan istrinya merasa nyaman, Barra kemudian mengambil gadget yang diletakkannya tadi. Sambil memeluk Gwen, laki-laki itu menyelesaikan pekerjaannya. Gadis itu menatap cara suaminya bekerja,  dan beberapa kali Barra memberikan ciuman di kening gadis itu.


“Kak Barra iihh… kerja dulu, gak malah usil sejak tadi.” Merasa terganggu dengan nafas hangat suaminya, Gwen mencoba menolak perlakuan itu.


„Apakah ada yang salah honey, jika ada salad dressing yang menggoda di depan mulutku, tidak salah bukan jika aku hanya sekedar merasakan dan mencium kesegarannya..” bukannya menghentikan keusilannya, Barra malah kembali memberikan kecupan di kening istrinya.


„Dasar mupeng terus... piktor...” tanpa sadar, Gwen berucap Bahasa gaulnya kala masih di High Senior School.

__ADS_1


„What you say honey...?? Mupeng.., piktor, Bahasa apaan itu, kenapa aku masih terlalu asing dengan perkataan itu.” Lama tinggal dan hidup di luar negeri, Barra ketinggalan Bahasa pergaulan masa mudanya.


“Apa…, kak Barra tidak tahu..? Mupeng itu singkatan muka pengin kak…, sedangkan Piktor itu pikiran kotor. Persis yang selalu terjadi dengan kak Barra bukan, selalu pengin terus bermesraan deng Gwen.. Ha.. ha.. ha..” Gwen seperti mendapatkan hiburan, begitu mengetahui suaminya tidak tahu apa yang diucapkan.


“Hempphhh… begitu ya honey.. Baiklah..” sambil tersenyum smirk, tiba-tiba Barra meletakkan gadget ke atas meja di samping tempat tidur mereka.


Dan tanpa peringatan, laki-laki itu menundukkan wajahnya ke bawah. Gwen tidak sempat menghindar, karena kedua tangan laki-laki itu sudah memegangi kedua pundaknya. Tidak lama kemudian, bibir Barra sudah memagut mesra dan mempermainkan lidah di dalam bibir Gwen. Gadis itu tersentak  dan sekaligus tidak sadar, otaknya tiba-tiba blank. Sama dengan Barra, Gwen pun juga merasa bibir suaminya menjadi candu baginya.


“Mmmppphh… aah… kaaak..” akhirnya terlepas lenguhan dari gadis itu, dan malam semakin larut menyelimuti pasangan suami istri, yang menumpahkan rasa kerinduan mereka.


***********


Keesokan Paginya


Setelah sarapan pagi, tidak tahu mengapa tiba-tiba saja Gwen merasa malas untuk ngapa-ngapain. Tetapi ada jadwal kelas pagi, dan gadis itu harus mencari ponselnya yang tertinggal di loker kelas, menurut perasaan Gwen. Tiba-tiba muncul ide Gwen, untuk meminta suaminya mengantarkan ke kampus.


“Ya honey..” Barra meletakkan majalah  di atas meja, dan laki-laki itu menatap ke arah istrinya.


Gwen yang sudah rapi dan siap, menghampiri suaminya dan berdiri di depannya. Tangan Barra terulur ke depan untuk menyambut Gwen, kemudian mendudukkan gadis itu di atas pangkuannya.


“Kak Barra banyak kerjaan pagi ini tidak.., jika tidak banyak, boleh dong Gwen diantarkan ke kampus. Tiba-tiba saja, tidak tahu sebabnya Gwen kok merasa malas kak mau naik motor,. Tapi juga malas jika diantarkan oleh Smith...” tanpa ragu, gadis itu menyampaikan maksudnya.


„Cup...” Barra membubuhkan kecupan singkat di bibir gadis itu, dan pipi Gwen bersemburat pink.

__ADS_1


“Selalu siap honey… Kamu ada jadwal pagi bukan.., tunggulah sebentar. Akua kan sekalian Bersiap untuk berangkat ke perusahaan. Tidak hanya pagi ini saja honey, setiap haripun aku mau mengantarkanmu berangkat dan pulang kuliah..” Barra tersenyum, kemudian menggeserkan tubuh istrinya, dan mendudukkannya di atas sofa.


Mendengar jawaban istrinya, dan Ketika pernah melihat Jacqluine Bersama dengan Andy kala itu, tiba-tiba saja Gwen menjadi muncul kecurigaan.


“Mmmpphh… kak Barra bersedia antar jemput Gwen tiap hari. Itu bukan alasan atau kamuflase saja bukan, karena ingin bertemu atau menemui seseorang di kampus Gwen..” dengan nada agak sinis, tiba-tiba Gwen menanggapi.


Barra merasa kaget mendengar tanggapan istrinya, karena seperti ada rasa cemburu dalam perkataan itu. Laki-laki itu tersenyum penuh tanda tanya, kemudian berhenti dan melihat kembali pada istrinya.


“Honey… what your mean..?? Kenapa ya, kalimat honey barusan seperti ada makna tersirat di dalamnya. Apakah aku ketinggalan sesuatu, dan honey sengaja menyembunyikan dariku.” Laki-laki itu langsung mengejar Gwen dengan pertanyaan.


Gwen tersentak, dan seketika gadis itu tersadar.


„Bukan itu kak... kan di kampus Gwen banyak gadis-gadis muda yang cantik-cantik dengan berbagai penampilan. Siapa tahu.., kak Barra tertarik melihat penampilan mereka, sehingga ingin antar jemput Gwen setiap waktu..” dengan tidak bersalah, Gwen asal bicara.


“Ha… ha.. ha…, betapa bangganya aku dengan istriku yang mungil dan menggemaskan ini. Aku merasa bangga, karena merasa dicurigai istriku.” Barra malah tertawa terbahak.


„Tidak honey sayang... justru akulah yang takut untuk kamu tinggalkan, karena aku amati sepertinya istriku jadi primadona baru deh di kampus. Makanya honey..., dengan antar jemput setiap hari, aku bisa mengamati istriku..” lanjut Barra.


Mendengar ucapan suaminya, Gwen merasa geli sendiri, kemudian gadis itu tersenyum.


“Iya juga ya.., biasanya kak Barra yang selalu jealous dan posesif. Kenapa kali ini, gantian aku yang posesif pada suamiku..” Gwen berpikir sendiri. Gadis itu kembali teringat dengan wajah cantik Jacqluine, dan merasa terancam dengan keberadaan perempuan dewasa itu.


Melihat istrinya bingung, Barra akhirnya tidak melanjutkan humornya. Ketika melihat ke arah jam, ternyata dia tidak memiliki waktu banyak untuk Bersiap. Akhirnya…

__ADS_1


“Sudahlah honey… sudah jam tujuh a.m lebih, aku harus segera Bersiap. Tidak sip bukan, jika honey sampai terlambat kelas jam pertama,” tidak mau memperpanjang perdebatan, akhirnya Barra segera melangkahkan kaki menuju wardrobe.


************


__ADS_2