Aku Masih SMA

Aku Masih SMA
Chapter 258 Undangan dari Kementerian


__ADS_3

Malam harinya..


Gwen tampak kelelahan menemani Bareeq dan Tareeq mengerjakan home work yang diberikan oleh gurunya di sekolah. Untuk menjalin quality time, dan mengawasi tumbuh kembang kedua putranya, Gwen memang selalu meluangkan waktu meskipun hanya beberapa saat setiap harinya, untuk bersama dengan keduanya. Hal itu senantiasa dilakukan, agar Bareeq, Tareeq, maupun Sheen tidak merasa kehilangan mommy maupun papanya.


“Mommy istirahat saja dulu, Bareeq dan Tareeq sudah mengerti cara mengerjakannya momm.. “ kedua putranya meminta mommy mereka untuk istirahat.


“Hempphh.. okay kids. Mommy akan tetap istirahat disini, dan jika kalian ada kesulitan, jangan ragu untuk bertanya pada mommy.” Gwen bergeser ke arah sofa, dan tidak lama kemudian perempuan itu sudah duduk berselonjor dan menyandarkan punggung di sandaran kursi.


Gwen tidak memejamkan mata, namun malah mengambil gadget untuk membaca news yang sedang terjadi. Meskipun mereka berada di Helsinki, tetapi Gwen selalu membaca news yang terjadi di negara Indonesia, dan suasana politik apa yang sedang terjadi di negara tersebut. Beberapa saat Gwen tampak terfokus pada layer gadget, dan tidak mengetahui ketika suaminya tersenyum dan duduk di sofa sampingnya. Di tangan laki-laki itu, tampak memegang satu mug berisi minuman hangat. Bau harum coklat panas, menyadarkan Gwen jika ada sesuatu yang menarik di sampingnya.


“Oh my God.. papa, kenapa diam diam saja duduk di samping mommy. Minuman apaan tuh, hot chocholate ya.., mau..” seperti anak kecil yang diberikan stimulus makanan, wajah Gwen langsung bereaksi mencium harum minuman itu.


Perempuan itu segera beranjak dari posisi duduk berselonjor, dan menurunkan kedua kakinya ke bawah sofa, kemudian mendekati suaminya yang tersenyum sambil menyodorkan muga pada istrinya.


“Minumlah dulu honey.. papa sengaja membawakan untukmu..” Barra membantu istrinya memegangi mug, dan mengarahkan ke bibir istrinya.


Bareeq dan Tareeq tersenyum melihat interaksi kedua orang tuanya, dan sedikitpun tidak ada ketertarikan pada diri mereka untuk ikut menikmati minuman tersebut, Beberapa saat, Gwen menikmati minuman panas tersebut, kemudian Barra Kembali meletakkan mug ke atas meja.


“Bagaimana belajar anak anak sayang, apakah mereka bisa mengerjakan semua soal Latihan..” Barra bertanya tentang putra mereka.


“Alhamdulillah pa.. Bareeq dan Tareeq sangat cepat memahami materi, dan malah meminta mommy untuk istirahat, katanya mereka sudah bisa menyelesaikan soal yang diberikan oleh guru mereka.” Gwen menjawab apa adanya.

__ADS_1


“Mommy tidak bohong papa.. kami sudah paham kok. Mommy menjelaskan pada kami, lebih jelas dari guru kami mengajarkan. So... kami cepat banget pahamnya..” Tareeq ikut berbicara, memuji kepintaran mommy mereka.


„He.. he.. he.., pastilah mommy kalian pintar, makanya papa memutuskan untuk menjadikan mommy sebagai istri papa..” dengan tingkah lebay, Barra memberikan ciuman di pipi istrinya


Untuk mencegah agar suaminya tidak kelewatan, Gwen menggunakan tangannya untuk menahan wajah suaminya. Semua yang berada di dalam ruangan itu, tertawa melihat sikap papa dan mommy kedua anak laki laki itu.


“Pa, momm… jika mau istirahat, tidak apa kami ditinggalkan. Bareeq dan Tareeq juga akan masuk kamar tidur, jika sudah selesai mengerjakan home work “ Tareeq ternyata sangat peduli dengan kesehatan papa dan mommynya.


“Iya pa.. ajak mommy istirahat dan melihat baby Sheen sebelum istirahat..” Bareeq ikut menambahkan.


“Okay putra putra papa dan mommy. Kami kembali ke kamar ya untuk istirahat, dan jangan lupa segera kembali ke dalam kamar untuk beristirahat. Jangan sampai, besok pagi kelelahan malah ga bisa bersiap tepat waktu untuk berangkat ke sekolah.” Akhirnya Barra membangunkan Gwen istrinya, dan mengajaknya untuk kembali ke kamar untuk beristirahat.


Sebelum benar benar keluar dari dalam kamar, Gwen dan Barra memberikan ciuman di kedua pipi, kedua putranya. Barulah mereka berdua melangkahkan kaki, Kembali menuju ke kamar mereka.


Meskipun kesibukan Gwen semakin bertambah setiap hari, namun putra putri, dan istri perempuan mud aitu tidak kehilangan kehangatan untuk selalu Bersama dengan perempuan itu. Gwen sangat pandai untuk menyesuaikan diri, dan memahami perannya sebagai seorang istri dan juga seorang mommy untuk ketiga buah hatinya. Untuk memperhatikan staminanya, selain berolah raga renang setiap pagi hari, Gwen juga menjaga pola makan dengan mengatur menu makanan sehat.


“Miss Director… ada undangan dari pemerintah setempat untuk mengundang Miss sebagai nara sumber. Tujuan diselenggarakannya acara, untuk memacu semangat para perempuan di negara ini, untuk mengisi waktu mereka dengan hal hal yang bermanfaat, selain hanya menghabiskan uang suami.” Josephine melaporkan undangan dari pemerintah kota Helsinki.


“Apa katamu Joshie.. apakah aku tidak salah mendengarnya..?” Gwen sangat terkejut mendengar perkataan dari asisten pribadinya.


Gwen sampai mengangkat wajahnya ke atas, dan melihat ke arah Josephine yang senyum senyum melihat Bossnya.

__ADS_1


“Benar Miss Director.. it.s true.. Kesuksesan miss dalam mengelola usaha ini, dan tetap memiliki hubungan harmonis dengan Tuan Barra, serta putra putri Miss, telah menjadi bahan pembicaraan di semua kalangan. Ministry ingin memberikan inspirasi pada Miss Director, sehingga meminta Miss untuk berkenan mengisi acara sebagai nara sumber.” Josephine mempertegas informasinya.


Bukannya ada rasa bangga dan bahagia mendapatkan berita itu, namun Gwen malah geleng geleng kepala beberapa kali. Perempuan muda itu tetap tidak percaya dengan kemampuan dan kapabilitas yang dimiliki, sehingga menganggap perkataan Josephine hanya sebagai sebuah gurauan saja,


“Bagaimana Miss…, dari ajudan Ministry meminta kepastian, karena akan segera dimasukkan dalam schedull kegiatan mereka. Kita tidak bisa membuat mereka menunggu Miss..” Josephine terus mendesak pada atasannya.


Terlihat Gwen malah mengambil nafas dalam.


“Aku masih belum yakin Joshie.. orang gila siapa yang berani memberikan penilaian untukku. Who am I…??? Banyak pengusaha pengusaha perempuan, yang bisa menjadi inspiring woman di negara ini. Kenapa mereka malah memilihku, apakah hanya untuk mengerjai aku..” Gwen tetap belum mau menyadari kemampuannya.


“Terserah bagaimanapun Miss menerimanya, tetapi itu kenyataan Miss. Jangan terlalu rendah diri Miss, perusahaan ini meskipun belum berdiri lama, namun Miss Director sudah menjadi rujukan dari para pemangku kebijakan. Tetap menyalurkan hobby, menghasilkan banyak uang, tanpa mengabaikan suami dan anak anak, menjadi value added Miss Director. Dan dari ministry appreciated Miss… bukalah mata dan hati Miss..” Josephine terus berusaha meyakinkan Boss nya sambil tersenyum,


Istri Barra itu terdiam, berusaha untuk menguasai dirinya beberapa saat. Setelah bisa mengendalikan dirinya, Gwen kembali mengangkat wajahnya ke atas melihat ke arah Josephine.


“Hempphh…. Okaylah Joshie. Aku menyetujuinya, tetapi bukan berarti aku Ge er atau sombong ya, catat itu. Aku hanya penasaran saja, dan ingin melihat siapa yang sudah gila berani untuk mengundangku datang..” akhirnya Gwen menyetujui untuk hadir dalam undangan itu.


“Prok.. prok.. prok…” Josephine bertepuk tangan, aprreciated apa yang dilakukan atasannya.


“Okay miss.. saya akan kembali ke ruang kerja dulu, untuk menjawab email permintaan tersebut. Tetap semangat Miss, semua karyawan mendukung Miss Director..” sebelum keluar, Josephine menggoda atasannya.


Gwen hanya tersenyum dan geleng geleng kepala melihatnya.

__ADS_1


**********


__ADS_2