Aku Masih SMA

Aku Masih SMA
Chapter 43 Kecelakaan


__ADS_3

Gwen tambah shock mendengar jawaban yang keluar dari mulut suaminya, dan tiba-tiba saja gadis itu memeluk Barra untuk membatalkan niatnya. Gadis itu belum pernah melihat suaminya mengendarai Ducati, dan dengan santai menanggapi tantangan yang diberikan Aldo. Tiba-tiba saja muncul rasa khawatir pada diri gadis itu, dan seketika Gwen memeluk laki-laki itu dari belakang.


"Kita pulang sekarang kak Barra... Gwen akan ikuti apa yang kakak maui, please..." dengan tatapan memohon, Gwen memohon pada laki-laki itu.


"Hempph... tidak semudah itu honey.., anak muda itu harus diberi pelajaran. Agar dia berpikir untuk memilah siapa yang bisa diajaknya pergi bersama." mendengar Barra memanggil Gwen dengan sebutan honey, Aldo dan beberapa teman Gwen kaget. Mereka saling berpandangan, dan terlihat kemarahan mulai hinggap di wajah Aldo,


"Siapa kamu... apakah kamu tidak bisa mengkondisikan mulutmu. Aku menghormatimu sebagai laki-laki dewasa, tapi tidak semudah itu mulutmu memanggil Gwen dengan sebutan itu..." Aldo berteriak memberi peringatan pada Barra, dan Gwen menjadi speechless melihat keributan itu.


"Aldo... ayo kita mulai bertanding. Aku akan menggantikan kak Barra bertanding untukmu..." Gwen akhirnya berusaha melunakkan sahabatnya Aldo.


"Tidak bisa begitu Gwen... apakah memang laki-laki dewasa yang bersamamu itu cemen, sampai mewakilkan seorang gadis untuk menggantikannya bertanding..." Aldo tersenyum meremehkan.


Tidak diduga, Barra seperti tergelitik mendengar kata-kata dari laki-laki muda itu. Barra langsung menstarter motor Gwen, kemudian mem blayer blayer gas motor di tangannya. Gwen terlihat pucat, berusaha untuk menghentikan tindakan nekat suaminya, namun Barra malah tersenyum manis kepadanya,


"Honey... apakah kamu akan menemaniku bertanding. Aku akan bungkam mulut temanmu yang tidak ada tata krama dan etika pada orang yang lebih tua itu..." Barra berbicara pada Gwen sambil tersenyum.

__ADS_1


Aldo semakin panas melihat Barra yang semakin intens berkomunikasi dengan gadis yang diincarnya itu. Darah mudanya seakan naik, kemudian anak muda itupun ikut blayer-blayer gas Ducati di tangannya. Tepuk tangan seketika riuh terdengar, teman-teman anak muda itu yang juga teman dari Gwen ikut bertepuk tangan memberikan semangat pada Aldo, Tanpa banyak bicara, karena mengkhawatirkan suaminya, Gwen akhirnya naik ke boncengan di belakang Barra. Melihat hal itu, Aldo menjadi semakin panas, dan anak muda itu segera menjalankan motornya ke garis start.


"Kamu ingin merasakan berada dalam boncenganku honey..." sebelum menjalankan motor mengikuti Aldo, Barra menoleh ke belakang dan tersenyum menggoda istrinya.


"Bisa tidak kak Barra menghentikan mulut untuk memanggil Gwen honey... jujur kak, Gwen jijik mendengarnya," dengan nada sewot, Gwen menanggapi kata-kata Barra.


Barra tidak menjawab, tetapi laki-laki itu malah mulai menjalankan motornya, dan Gwen yang dalam posisi tidak siap terhentak ke depan sampai membentur punggung suaminya. Dengan cepat, Barra menarik tangan Gwen kemudian melingkarkan di pinggangnya. Bau harus samar aroma parfum maskulin masuk ke indera penciuman Gwen, dan gadis itu terpana sesaat. Ada keinginan lebih dari sekedar mencium aroma harum itu, dan untungnya Barra segera menjalankan motor sehingga tanpa berusaha mencuri aroma itu, hidung Gwen sudah menempel di punggung laki-laki itu,


"Okay kita akan mulai adu balap motor lagi dalam lima lap... Silakan bersiap keduanya... " terdengar suara Alana yang memegang bendera di garis start, yang menandakan jika adu balap antara Barra dan Aldo akan segera dimulai,.


"One... two... three... Go..." akhirnya suara Alana terdengar, dan dua motor itu kembali melesat ke depan,


Barra terdiam dan tersenyum, dalam hati laki-laki itu tidak akan memberikan ampun pada Aldo, teman dari istrinya, Gerakan memutar setang gas di sebelah kanan selalu dilakukan, bahkan ketika motor yang dikendarainya menikung, laki-laki dewasa itu tidak mengurangi kecepatan. Di belakang punggung suaminya, Gwen kaget dan terkejut melihat kelihaian Barra memainkan setang motornya. Tanpa ada halangan apapun, laki-laki dewasa di depannya itu terus menggeber motor, dan Aldo tertinggal jauh,


**********

__ADS_1


#Aldo POV.....


Melihat laki-laki dewasa yang mendahuluinya dengan Gwen di belakangnya, hati Aldo bertambah panas. Tetapi laki-laki muda itu merasa bingung apa yang akan dilakukannya. Padahal di setiap pertandingan adu balap yang diikutinya, Aldo selalu berada di depan. Jikapun laki-laki itu tertinggal di belakang, pada lap berikutnya ALdo akan mengejar lawan mainnya dengan segera. Tetapi kali ini merupakan hal yang berbeda, Aldo terus memutar gas motor Ducatinya yang memiliki specifikasi yang sama dengan motor yang dibawa oleh teman Gwen, tetapi anak muda itu tetap tidak bisa mengimbangi,


"Gila sekali laki-laki tua itu, kemampuan menggeber motornya aku bahkan tidak bisa menandinginya. Apakah dia mantap pembalap pada race motor, tetapi kenapa aku tidak pernah melihat gambar wajahnya pada jajaran pembalap di Indonesia pada masa lalu..?" Aldo terus berusaha memutar setang gas motor, sambil memikirkan Barra yang terlihat jauh mendahuluinya.


Bahkan ketika melalui putaran, dimana pengemudi motor harus ekstra hati-hati karena mencegah agar tidak tergelincir, laki-laki di depannya itu tetap melaju dengan lancar dan kencang. Sorak sorai tepuk tangan dari atas tribun VIP terdengar, dan beberapa berteriak memberi semangat pada Aldo.


"Aku akan kalah, karena sudah dua lap aku sama sekali belum bisa mengikutinya. Betul-betul sangat ahli dan trampil laki-laki dewasa itu, dan sebenarnya siapa laki-laki itu bagi Gwen. Kenapa sepertinya gadis itu menutupi sesuatu, seakan-akan ada yang disembunyikannya." Aldo terus berpikir tentang identitas Barra.


Merasa sudah tertinggal dua lap di depan, Aldo menjadi kurang bersemangat. Anak muda itu sudah berusaha mati-matian mengejar motor di depannya, tetapi sedikitpun tidak mengurangi jarak antara mereka, Apalagi melihat gwen yang tampak nyaman memeluk erat laki-laki dewasa itu, Aldo malah menjadi semakin kesal dan mengemudikan motor dengan semakin serampangan.,


"Hemmph... aku memang tidak memiliki harapan untuk menang. Aku akan kalah...." gumam Aldo. Anak muda itu terus memutar setang kanan, berusaha menambah gas motornya, Namun hal itu malah membuatnya tegang, dan ketika melewati tikungan....


"Srett..... braakkk...." tiba-tiba motor Aldo terpeleset pasir, dan tubuh anak muda itu terpelanting jatuh dari motornya. Sedangkan motor Ducati anak muda itu, melesat jauh dan gesekan besi dengan pasir serta aspal sampai menimbulkan api. Petugas sirkuit segera berlari memberikan pertolongan, dan jeritan dari teman-teman Aldo dan Gwen terdengar riuh. Dan tepat pada saat itu, Barra dan Gwen sudah memasuki lap terakhir dan masuk di garis finish. Melihat Aldo mengalami kecelakaan, Gwen langsung melompat turun dari boncengan dan berlari mendatangi ke tempat kejadian.

__ADS_1


**********


__ADS_2