
Ball Room
Karena banyaknya tamu undangan yang hadir di hotel tersebut, acara evaluasi akhir dan pengumuman Olimpiade Fisika dan Kimia diselenggarakan di ball room hotel tersebut. Acara Olimpiade ini sangat bergengsi, dan menjadi perhatian dari para Scientist di seluruh dunia. Tampak Gwen duduk berderet dengan para peserta Olimpiade lainnya di sudut ball room. Sedangkan para tamu pendamping, ditempatkan pada round table di ruangan yang sama. Acara demi acara berlangsung, dan sambutan-sambutan dari pihak terkait juga sudah dilaksanakan.
"Gwen... apakah kamu tegang menunggu pengumuman..?" Chakra yang duduk di samping Gwen, bertanya pada gadis itu. Anak muda itu memang terus merapat di samping gadis itu, seakan tidak memberikan kesempatan pada yang lain untuk mengenal lebih dekat pada gadis itu.
"Ga tuh... santai aku Chakr.. Bagiku menang maupun kalah tidak akan ada masalah.. Karena memang bukan keinginan dari hati sendiri, aku join di Olimpiade ini. Pihak sekolah yang memaksaku untuk join..." dengan santai Gwen menanggapi pertanyaan Chakra.
Gwen tersenyum melambaikan tangan ke arah round table, karena tampak Aldo sedang mengawasi dari arah tempat duduknya, Tatapan mata laki-laki itu bersinar tajam, melihat Gwen tampak akrab dengan Chakra yang duduk di sampingnya, Sedangkan Chakra merasa diabaikan oleh Gwen, karena ketika menjawab pertanyaannya, gadis itu tidak melihat ke arahnya. Anak muda itu mengikuti arah pandangan Gwen, dan melihat Aldo tampak tersenyum ke arah gadis yang duduk di sampingnya itu.
"Mmmmphh... sepertinya laki-laki yang kamu ajak tersenyum itu bukan Om Andrew.. Siapakah dia Gwen, kenapa kamu mengenalnya..?" dengan penuh selidik, Chakra bertanya pada gadis itu.
Mendengar pertanyaan Chakra, Gwen mengalihkan pandangan ke arah laki-laki itu. Hal itu membuat Aldo menjadi geram, dan dari tempat duduknya melihat ke arah Chakra dengan tatapan tidak suka.
"Aldo maksudmu Chakr... jika iya, anak muda itu teman baikku, yah.. bisa dibilang jika kami ini bersahabat di sekolah. Kebetulan juga kami satu kelas, dan mengetahuiku jika aku ikut babak penyisihan Olimpiade ini, Aldo dan Asep temanku juga, menyusulku ke sini. Ada dua guru pendamping juga dari pihak sekolah yang menemaniku Chakra.. Bahagia mana yang aku cari Chakra... ada Om, teman baik, dan juga guru pendamping yang menemaniku di ball room.." dengan ringan, Gwen menanggapi pertanyaan Chakra.
"Wowww... sangat keren sekali Gwen.. Selain papa dan mama, Kepala Sekolah juga datang. Baru tadi pagi, beliau mendarat, tapi aku belum menemukan dimana tempat duduknya.." Chakra menyahut, dan laki-laki itu tampak lega. Tadi ketika melihat Aldo, laki-laki itu sudah ragu dan merasa khawatir jika laki-laki itu adalah kekasih dari Gwen.
__ADS_1
"Pastilah Chakr.. ayuk kita mendengarkan ke stage. Tidak sopan, jika kita mengobrol saja sejak tadi.." akhirnya gadis itu mengingatkan teman yang duduk di sampingnya itu. Kedua anak muda itu mengarahkan pandangan ke arah stage, melihat jalannya acara.
Setelah acara sambutan selesai dilakukan, terlihat host acara kembali naik ke tengah stage dengan ditemani oleh Ketua Commitee acara. Kehadiran Chairman of the committee, ternyata akan menyampaikan hasil penilaian Olimpiade.
"Rangkaian acara demi acara sudah kita lakukan, dan tibalah saatnya Chairman of the committee
akan menyampaikan siapa yang menjadipemenang dalam Olimpiade Fisika dan Kimia pada tahun 2023 ini. Dan yang perlu untuk kita ketahui bersama, tiga pemenang di tingkat Asia akan mendapatkan kesempatan untuk join Olimpiade pada tingkat internasional. Kepada Mister Eiji Akihiko untuk membacakan siapa yang menjadi nomor satu untuk tingkat Asia.." host memberikan kesempatan pada* Chairman of the committee* untuk memegang kendali.
Terlihat ketegangan pada wajah kontestan, hanya Gwen yang terlihat santai. Gadis itu memang tidak pernah membuat target tentang apa yang akan diraihnya, bisa ikut berpartisipasi saja hanya karena dikirimkan pihak sekolah. Aldo dan Asep malah serta dua guru pendamping yang terlihat tegang, sesekali mereka melihat ke arah Gwen, meskipun gadis itu tidak melihat kepada mereka.
"Peringkat dua diperoleh perwakilan dari negara tuan rumah yaitu SIngapura... Untuk ananda Steven Holland harap maju ke depan..." kembali tepuk tangan bergemuruh begitu Chairman of the committee melanjutkan pengumumannya,.
"Gwen.... dari negara kita belum ada yang disebut. Apakah kamu deg-degan Gwen...?" dari sampingnya, Chakra bertanya pada Gwen.
"Rileks saja Chakra, menang atau kalah tidak akan begitu berarti untukku. Kedatanganku kesini, hanya untuk mewakili pihak sekolah saja, dan mendapatkan dispensasi tidak ikut join ujian nasional. Jadi menang maupun kalah, sama saja maknanya bagiku..." Gwen tersenyum, dan menjawab pertanyaan Chakra.
"Hemphh benar juga sih Gwen... paling tidak sudah banyak pengalaman yang kita dapatkan dengan ikut bersaing di negara ini.." akhirnya Chakra membenarkan pendapat gadis itu.
__ADS_1
"Baiklah... sekarang untuk yang utama, sebagai peserta atau kontestan terfavorit dari semua juri, juga sekaligus memiliki nilai tertinggi nyaris tidak ada kesalahan sama sekali. Peserta kali ini datang dari negara Indonesia, kepada Miss Gwen Alvaretta dimohon untuk maju ke depan...." gemuruh tepuk tangan berpadu dengan musik pembangun semangat kembali berdentum di ball room,
Gwen masih belum menyadari jika namanya ditetapkan sebagai pemenang utama, dan juga sebagai pemenang terfavorit. Gadis itu masih asyik berbincang dengan Chakra, sampai Chairman of the committee kembali mengulangi pengumumannya.
"Gwen... sepertinya namamu disebut oleh Chairman of the committee deh.. Lihatlah semua orang di ball room ini melihat kepadamu, kamulah pemenangnya Gwen.. Majulah ke depan.." Chakra meminta gadis itu ke depan.
Namun Gwen sendiri ragu karena merasa tidak mendengar sendiri pengumuman tersebut. Tiba-tiba terlihat ada salah satu commitee berjalan ke arahnya.
"Miss Gwen... majulah ke depan, kamulah yang telah menjadi pemenang Olimpiade ini Miss..." perempuan muda itu meminta Gwen maju ke depan.
"Me... I am a winner...?" dengan tidak percaya, Gwen malah menunjuk dirinya sendiri,
"Benar Miss ke depanlah..., dengarlah hampir semua tamu dan peserta menyebut namamu..." iringan serempak menyebutkan nama gadis itu, terdengar di telinga Gwen.
Akhirnya setelah melihat ke arah Chakra, dan gadis yang duduk di sampingnya, Gwen segera berdiri kemudian melangkahkan kaki ke arah stage. Dari arah tempatnya duduk, tanpa sadar Aldo berdiri turut memberikan semangat pada gadis yang dicintainya. Duduk di samping Barra, kakek Atmadja mengusap air mata tidak mempercayai apa yang dilihat di depan matanya.
*********
__ADS_1