
Andy berdiri di pintu masuk lobby kampus, dan ketika melihat ke halaman, anak muda itu melihat mobil kakak sepupunya. Anak muda itu menyembunyikan dirinya tidak mau berpapasan dengan Barra, tetapi mengintip Ketika kakak sepupunya mengantarkan Gwen ke kampus.
“Sialan… kak Barra dan Gwen semakin lengket saja, tak terpisahkan seperti perangko. Jacqluine juga gagal Ketika akan mendekati kak Barra.” Sambil mengintip ke luar, Andy bergumam sendiri.
Tatapan matanya tidak beranjak dari pasangan suami istri itu, Tampak ada keinginan, dan rasa cemburu menguasainya Ketika melihat kemesraan pasangan suami istri itu. Dan Ketika mobil Barra akan keluar, Andy melihat dengan jelas bagaimana kakak sepupunya itu memberikan ciuman pada Gwen.
“Damn it… kedua orang itu malah pamer kemesraan di depanku. Aku tidak bisa membiarkannya terus menerus, jika tidak..., aku sendiri yang akan mati kering melihat sikap keduanya.” Kembali dengan geram, Andy marah-marah sendiri.
Beberapa mahasiswa yang melihat tingkah Gwen hanya menatap laki-laki itu dengan penuh tanda tanya, tetapi mereka Kembali bersikap acuh tidak peduli. Terlihat dari arah jauh, Gwen tampak mulai melangkahkan kaki menuju kea rah lobby.
“Aku akan mengejutkan Gwen… kebetulan juga sudah beberapa minggu aku tidak bertemu dengannya.” Andy pasang aksi, dan laki-laki itu pura-pura berjalan keluar dan menuju ke arah Gwen. Begitu jaraknya dengan Gwen hanya tinggal beberapa meter, anak muda itu berhenti, dan..
“Hi Gwen… ada kuliah pagi juga kamu hari ini.. Lama banget ya kita sudah tidak bertemu, kamu makin cantik saja..” Andy pura-pura berbasa basi pada gadis itu.
Gwen mengangkat wajahnya, dan melihat ke arah anak muda itu. Ada rasa enggan berpapasan dengan Andy, namun terlihat Gwen menahan perasaannya itu.
“Hi juga Andy… sejak terakhir ketemu di perpustakaan kita memang tidak ada jumpa lagi ya.. Mau kemana kamu, bukannya masuk ke kelas, malah berjalan keluar menuju halaman kampus..” sekedar bas abasi, Gwen menanggapi perkataan dari anak muda itu. Gadis itu juga berhenti sebentar untuk menghormati adik sepupu suaminya.
“Aku sengaja keluar untuk menyapamu Gwen… Lama bukan kita tidak mengobrol, ayo aku antar kamu ke kelas..” Andy bersikap biasa.
Gwen berpikir sejenak, tetapi mendengar gaya bicara anak muda itu menjadi lebih sopan, akhirnya Gwen mengijinkan anak muda itu berjalan membersamainya.
“By the way… kenapa tidak pernah ke rumah lagi Andy.. SUdah lupakah dengan rumah kak Barra…” Gwen menyinggung kepergian anak muda itu.
“Hempphh… gimana ya aku ngomongnya Gwen… Sungkan saja, karena beberapa waktu lalu, karena emosi sesaat, aku sedemikian impulsive pergi meninggalkan rumah, dan memilih tinggal di hotel. Jadi yah… tahu sendiri bukan, aku malu untuk kembali ke rumah..” Andy mencoba membuat alasan.
__ADS_1
“Begitukah alasanmu Andy… tapi yaah,.. itu kan keputusanmu. Ada Kayla juga sekarang di rumah, kasihan juga sih anak itu, Jika aku kuliah, dan kak Barra berangkat ke perusahaan, Kayla sering sendirian saja di rumah. Anak itu baru merayu kakak nya agar dipindahkan studinya ke University of Helsinky sama dengan kita. Namun kak Barra belum mengijinkannya..” Gwen mulai menyinggung tentang Kayla.
Karena sebagai saudara sepupu, Andy juga berhak tahu tentang Kayla, sehingga Gwen juga menceritakan tentang keberadaan gadis itu di rumahnya.
“Mmmmppphh… iyakah.. Okay Gwen.. kapan-kapan aku akan menyempatkan untuk mampir ke rumah. Tapi jangan minggu ini dulu... aku banyak tugas kuliah. Yah... maklum juga sih, yang aku ambil Vokasi, jadi banyak tugas dan praktik, daripada teori.” Anak muda itu membuat pengalihan,
Gwen diam tidak menanggapi, dan gadis it uterus berjalan. Andy terus berusaha menjejeri gadis itu, dan hanya beberapa meter saja, mereka sudah sampai di kelas Gwen.
“Sampai di sini saja And.. kamu segeralah ke kelasmu sendiri. Karena aku langsung akan masuk ke dalam kelas, jadi tidak bisa menemanimu untuk bicara.” Dengan halus, Gwen menyuruh anak mud aitu meninggalkannya.
Andy tersenyum kecut, kemudian…
“Baiklah Gwen… rajin-rajinlah belajar. Aku juga akan segera ke kelasku, Bye Gwen... see you next time..” tanpa beralasan, Andy segera berpamitan pada gadis itu.
***********
Jeda kuliah…
Seperti hari-hari biasanya, untuk menunggu jam kuliah berikutnya, Gwen dengan ditemani Cynthia dan Hans menunggu di food court. Tampak beef burger dan Cola sedang dinikmati oleh Gwen. Dua temannya yang lain, juga sudah menikmati menu pesanan mereka. Tiba-tiba saja tanpa permisi, Asep datang dan duduk di samping Gwen.
„Hi Asep... tumben sendirian..” Hans menyapa Asep dengan ramah,
“Iya Hans, Aldo sedan gada janji dengan seorang gadis. Biasalah anak muda… sedang approach sepertinya..” sahut Asep sambil mencomot French fries dari plate Cynthia.
Gadis itu tidak merasa terganggu, malah mendekatkan piringnya ke depan Asep. Tanpa merasa sungkan, Asep langsung melanjutkan menikmati French fries tersebut.
__ADS_1
“Aku tahu apa yang kamu katakan Asep.. dengan adikku Kayla bukan Aldo bepergian pagi tadi. Hemppphh... lancang sekali anak muda itu, tidak minta ijin padaku selaku kakak iparnya, Malah langsung mengajak pergi Kayla, dengan alasan Amniversary...” Gwen pura-pura marah.
„Halah Gwen... tahu sama tahulah.., tidak perlulah kamu marah. Aldo memang menggunakan alasan itu untuk mendekati Kayla. Dan ternyata gadis itu menurut, dan mau menemani Aldo. Mereka berdua sekarang sedang menuju ke restaurant di puncak, yah… untuk mengungkapkan perasaan memang membutuhkan pengorbanan..” sambil senyum-senyum Asep memberikan tanggapan.
„Trus kamulah pengorbanan itu ya Asep.., karena kamu dibuang oleh Aldo. Ha.. ha.. ha,, mengenaskan sekali nasibmu Asep..” Hans ikut menggoda anak muda tu.
“Tidak ya.. aku memang lebih senang Bersama dengan kalian. Yah.. kali saja, ada yang masih jomblo, dan mau untuk aku jadikan pacarku..” sahut Asep sambil melirik ke arah Cynthia. Dan gadis yang dilirik itu pura-pura mengalihkan pandangan tempat lain.
“Oh my God.. Asep. Tidak modal kali… aku tahu yang kamu maksud. Tidak mungkin juga, jika kamu ada rasa pada Gwen.. Pastilah kamu ada rasa dengan Cynthia bukan..” tanpa batas dan sekat, Hans berceletuk.
„Uhuk... uhuk...” Cynthia yang sedang menyeruput colanya langsung terbatuk mendengar ucapan Hans.
Reflek melihat Cynthia terbatuk, Asep berdiri dan memijat punggung gadis itu. Wajah Cynthia seketika terlihat merah, merasa malu., Tetapi gadis itu diam saja. Dengan menggunakan kakinya, Hans memberi isyarat pada Gwen, dan gadis itu tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
“Sudah Asep, kembalilah ke kursimu..” mungkin menyadari karena Hans dan Gwen sontak terdiam, dan saling berpandangan, akhirnya Cynthia merasa tersadar. Gadis itu tidak mau menjadi bahan gunjingan kedua temannya itu.
“Baiklah Cynthia.. Jika kamu berkenan, nanti aku antarkan kamu pulang ke rumah ya Cyn... boleh kan..” tanpa malu, Asep langsung mengajak Cynthia di depan kedua temannya.
Cynthia melihat ke arah Gwen, kemudian melihat ke arah Hans juga. Kedua teman baiknya itu hanya tersenyum dan menganggukkan kepala. Akhirnya..
“Okay Asep… aku mau diantarkan olehmu pulang ke rumah..” dengan tegas, Cynthia menyetujui ajakan dari Asep.
Hans dan Gwen saling berpandangan, dan keduanya tersenyum melihat interaksi Chyntia dan Asep. Awal pendekatan Asep untu Cynthia sepertinya sudah dimulai.
**********
__ADS_1